Sorry, I Love You [Chap 7]

Gambar

Title: Sorry, I Love You

Main cast: -Nichkhun 2PM

-park hyemi

-lee donghae

-all member 2PM

-all member Super Junior

-other cast

Genre: romance, gaje-gaje tapi kece

Author: ophie ryeosomnia a.k.a shin hye kyung (istri syah, dan istri pertama sekaligus istri terakhir dari kim ryeowook) #didemo e.l.f & ryeosomnia

disclaimer:  ff ini milik saya, hasil murni buah cinta saya dengan wookie oppa #sumpah jangan hiraukan dilarang keras mengcopy, apalagi membajak karya saya, dan apalagi dijual diemperan toko dengan harga ceban? Apa deh?? Lupakan! saya buat memang untuk anda(readers) kaya indosiar, semua cast yang main di ff ini adalah milik TUHAN YANG MAHA ESA, dan tentu saja milik orang tua masing-masing, kecuali KIM RYEOWOOK a.k.a WOOKIE oppa dia juga milik saya

#di cium wookie di bakar readers

#abaikan#

Backsong: My Valentine by Nichkhun&Taecyon of 2PM

====>Last Story

 

Nichkhun mengerjap-erjapkan matanya saat sinar matahari masuk melalui celah jendela kamarnya, dia memiringkan badannya ke samping berharap menemukan sesuatu di sana, tangannya menjelajahi bagian tempat tidur di sampingnya “Hyemi” ucapnya saat menyadari tak ada Hyemi disampingnya. Lalu dilihatnya kamar itu sesaat ‘ini kamar Hyemi, jadi jelas yang semalam itu bukan mimpi’ ucap nya dalam hati, dia bangkit dan mengenakan pakaiannya lalu menuju kamar mandi berharap menemukan Hyemi disana, namun kamar mandi kosong “Hyemi-a kau dimana?” Nichkhun melangkah keluar kamar namun tak sengaja matanya menemukan sebuah amplop berwarna biru tergeletak di samping meja rias di kamar Hyemi, dia mengambil amplop itu lalu membuka isinya ‘sebuah surat’ Nichkhun bisa mengenali dari siapa surat ini hanya dengan melihat tulisannya ‘dari Hyemi rupanya’ucapnya lalu mulai membaca surat itu dan……

.

.

.

.

.

.

PART 7

 

~Story begining~

Nichkhun duduk di kursi dan mulai membaca surat itu dengan seksama(?)

Ku fikir kau namja baik-baik, yang bisa aku percayai, namun ternyata aku salah, kau bahkan memanfaatkan ketidaksadaranku untuk mendapatkan yang kau inginkan, tega sekali kau berbuat ini padaku, aku sungguh kecewa padamu, aku sungguh membencimu NICHKHUN HORVEJKUL! Buat surat cerai untukku secepatnya!

 

DEG

Tangan Nichkhhun bergetar saat membaca surat itu, keringat dingin mengucur deras di wajahnya ‘apa kau benar-benar tidak bisa mencintaiku Hyemi-a?’ bisiknya dalam hati.

—–000—–

Hyemi PoV~

Aku berjalan gontai(?) keluar rumah besar yang sudah aku tinggali sejak 1 minggu yang lalu. Entah kemana aku harus melangkah, aku sungguh putus asa, aku sama sekali tidak menyangka dia melakukan ini padaku, aku sudah percaya sepenuhnya padanya, percaya bahwa dia akan melindungiku, tapi yang terjadi? Dia bahkan telah mengambil semua kebahagiaan yang aku punya, NICHKHUN HORVEJKUL, aku tidak akan pernah memaafkanmu! Langkahku terhenti disebuah rumah mungil berwarna coklat, ini terlalu pagi untuk bertamu, tapi udara Seoul yang memang sedang diguyur hujan, membuatku mau tak mau tetap mengganggu penghuni rumah ini. Kupencet bel yang terpasang di samping pintu rumah keluarga Lee ini, tak ada jawaban, mungkin penghuninya masih tidur, aku terduduk di depan pintu sambil memeluk kedua kakiku ‘Tuhan… apa yang harus aku katakan pada Donghae oppa? Aku kotor, aku sudah kotor’ tangiksu kembali pecah sejak 1 jam lalu, saat aku menyadari aku tertidur di samping Namja bejat(?) itu tanpa sehelai kain yang menutupi tubuhku.

Cklek

Suara pintu terbuka membuatku segera menghapus air mataku, aku berbalik dan terlihat seorang yeoja paruh baya di hadapanku.

“Hyemi nonna? Apa yang terjadi?” dia terlihat begitu Khawatir sekaligus kaget melihatku.

“Ahjumma?” bisikku sambil meruak ke pelukannya, dia mengelus(?) rambutku pelan, entah kenapa aku merasa lebih tenang setelah dia memelukku. Dia membimbingku duduk di sofa ruang tamunya, air mataku kembali mengalir, dia masuk kedalam rumahnya, namun tak lama kembali lagi dengan segelas air hangat lalu menyodorkannya untukku.

“minumlah, supaya kau lebih tenang” aku meraih gelas yang ia sodorkan(?) dan meminumnya. “apa yang terjadi? Kau hujan-hujanan? Apa ada masalah dengan Nichkhun-shi?” aku tidak menjawab pertanyaannya, entah kenapa rasanya berat sekali untuk berbicara.

“eomma…..” suara seorang keluar dari kamarnya, aku dan Ahjuma segera menengok(?) ke arah sumber suara itu, seorang yeoja sedang mengucek(?) matanya dan kaget melihatku “Eonnie, kau kenapa” dia berlari dan memelukku. Lee Jieun, gadis polos yang sangat aku sayangi memelukku hangat. Disinilah aku mendapatkan kehidupan sesungguhnya. Penuh cinta. “eonnie, apa ada yang menyakitimu? Katakan padaku” dia menghapus butiran bening dipipiku dengan tangannya yang mungil, tubuhnya yang jauh lebih kecil dari tubuhku memang sangat rapuh, dia mempunyai penyakit ASMA sejak kecil, namun sifatnya yang terkadang lebih dewasa dariku membuatku sangat nyaman didekatnya. Dia yang baru berusia 19 tahun selalu bisa berfikir lebih dewasa dari umurnya, tidak sepertiku yang terkadang masih seperti anak belasan tahun meski umurku sudah hampir 23 tahun.

“sebaiknya nonna istirahat, kalau nonna sudah tenang, ceritakan pada kami” ucap ahjumma menjauhkan ku dari Jieun dan mengantarkanku ke kamar Jieun. Disini memang hanya ada 2 kamar, jadi setiap aku kesini aku selalu menginap di kamar Jieun. “kalau perlu apa-apa, panggil saja ahjumma, ne” aku mengangguk, ahjumma keluar dari kamar dan menutup pintu kamar.

“eomma apa yang terjadi?” masih jelas terdengar suara Jieun ditelingaku.

“molla~ eomma tidak tahu, sudahlah, biarkan dia istirahat dulu, nanti dia juga pasti akan menceritakannya pada kita, kajja bantu eomma masak” aku mendesah pelan saat sudah tak terdengar lagi suara mereka dari luar kamar. Ku rebahkan tubuhku dan ku tutup mataku, berharap semua bisa ku lupakan saat bangun nanti.

—–000—–

“Ahjumma” ku lihat ahjumma sedang menyapu halaman yang cukup luas.

“ah, nona, kau sudah bangun, ahjumma sudah memasakan makanan kesukaanmu, makanlah dulu” Ucap Ahjumma menggandeng tanganku masuk “apa kau sudah lebih baik?” aku mengangguk, tak mau bersuara sedikitpun, masih terasa sesak memang, namun aku masih belum bisa mengeluarkan suaraku. Ahjumma duduk di depanku melihatku makan dengan sedikit ketidaknafsuanku. “apa kau masih belum mau menceritakannya padaku?” aku menatap nya saat dia menanyakan kata-kata itu, terlihat sedikit khawatir dari matanya.

“dimana Jieun?” tanya mengalihkan pembicaraan.

“dia sudah berangkat kuliah” Ahjumma menjawab dengan tidak bersemangat, mungkin dia kecewa karena pembicaraan ku alihkan.

“boleh aku tinggal disini untuk sementara waktu?” sebenarnya mungkin ahjumma akan mengizinkannya, mengingat rumah ini adalah pemberian dari appa.

“apa yang terjadi?” dia kembali pada topik semula.

“aku sedang ingin menyendiri” ucapku berbohong, aku tidak pandai berbohong padanya, aku tak yakin dia akan percaya.

“apa ada hubungannya dengan Nichkhun-shi? Apa kau bertengkar dengannya?”

“aku kan segera bercerai dengannya”

“mwo? Nonna, apa kau sudah memikirkan ini? Kau….”

“sudahlah ahjumma, aku sudah tidak bisa hidup dengannya, kalau ahjumma tidak mengijinkan biar aku pergi saja” aku tahu sebenarnya dia akan mengijinkanku, tapi dia terlalu berbelit-belit.

“annio nonna, bukan begitu maksudku, hanya….”

“sudahlah, aku akan menyelesaikan masalahku sendiri ahjumma” ku akhiri makanku lalu bangkit meninggalkan ahjumma yang masih setia duduk dimeja makan.

Aku meraih ponselku yang sejak semalam tak ku aktifkan, 20 pesan dari Nichkhun, isinya sama, meminta maaf dan menanyakan keberadaanku mungkin dia sudah membaca suratku, aku menulis pesan untuk orang tuaku.

To: eomma & appa

Aku pergi untuk mencari ketenangan. Ku mohon jangan cari aku, jika semua masalahku sudah selesai, aku akan pulang. Mianhae appa aku tak bisa menjadi anak yang berbakti padamu, jangan khawatirkan aku, aku akan baik-baik saja, appa, aku akan bercerai dari Nichkhun oppa, ku mohon appa mengerti, aku tidak bahagia hidup bersamanya, aku tidak mencintainya. Eomma mianhae aku selalu membuat eomma khawatir, tapi sungguh aku baik-baik saja.aku mencintai kalian

 

Salam

Your Daughter PARK HYEMI

 

Setetes air mata mengalir pelan, lalu ku tulis pesan untuk Donghae oppa

To: Donghae oppa

Oppa, bisa kah kau menemuiku sekarang ditempat biasa kita beretemu? Ada yang ingin aku katakan padamu, aku tunggu.

 

Hyemi^^

 

Segera ku matikan(?) ponselku dan melemparnya ke sembarang arah, ku raih Tas yang sempat ku bawa dari rumah Nichkhun oppa, aku pergi tanpa berpamitan pada Ahjumma.

Author POV~

Seorang namja melangkah tergesa-gesa menyusuri sebuah jalan setapak yang cukup licin dan berair, dia mempercepat langkahnya saat mendapati seorang yeoja sedang duduk menunggunya.

“Hyemi-a” ucap namja itu dengan penuh kekhawatiran.

“oppa” yeoja itu langsung memeluk namja dihadapannya “mianhae” dia terisak membuat namja itu tak mengerti.

“untuk?” Donghae-namja yang memeluk Hyemi- mengangkat wajah Hyemi untuk melihatnya.

“aku menghianatimu, aku tidak pantas untukmu, aku sudah tidak seperti dulu, aku…..” Hyemi terisak deras(?) di hadapan Donghae, itu jelas membuat Donghae semakin khawatir.

“Hyemi-a apa yang kau katakan eoh? Sudahlah, kau tahu aku menerimamu apa adanya” ucapan Donghae semakin membuat Hyemi menangis dipelukannya.

“tapi aku…. aku sudah tidak suci lagi oppa” ucap Hyemi membuat Donghae melepaskan pelukannya.

“apa maksudmu?”

“aku dan Nichkhun oppa, sudah… sudah melakukannya oppa” ucap Hyemi sangat lirih, Donghae diam sesaat lalu tertawa lirih.

“Hyemi-a kau lucu sekali” ucap Donghae seraya memeluk Hyemi kembali.

“aku tidak bercanda oppa” Hyemi kesal lalu memukul dada Donghae pelan.

“Dengar Park Hyemi” Donghae membuka pelukannya dan menatap kedua mata Hyemi “apapun yang terjadi padamu, entah kau berstatus, janda, gadis, atau apa, aku tetap mencintaimu. Cintaku padamu akan selamanya sama, dari sejak pertama kali kita bertemu, sampai nanti Tuhan memanggilku, aku selalu mencintaimu, percayalah, aku sangat mencintaimu” Donghae mencium kening Hyemi lalu memeluknya

“gomawo oppa” Hyemi kembali menangis dalam pelukan Donghae.

Mianhae Hyemi-a, akupun telah melakukannya dengan orang lain, mianhae tidak bisa menjadikanmu yang pertama untuk menjadi milikku

—–000—–

1 month later

 

Hyemi sedang sibuk dengan laptop didepannya saat Jieun masuk membawakan makanan untuknya.

“akhir-akhir ini eonnie doyan(?) makan” ucap Jieun sambil tersenyum geli melihat Hyemi.

“namanya orang hidup harus banyak makan kau tahu” Hyemi tak mengalihkan pandangannya.

“nonna, ada tamu” ahjumma masuk ke kamar Jieun

“siapa ahjumma?”

“dia…”

“aku Hyemi-a” seorang namja tersenyum kepada Hyemi.

“kau” Hyemi kaget melihat Nichkhun berdiri di ambang pintu kamar Jieun.

Ahjumma menyeret(?) Jieun untuk keluar dari kamar itu dan membiarkan Hyemi dengan Nichkhun berdua.

“untuk apa kau kemari?” tanya Hyemi ketus(?)

“aku igin meminta maaf” ucap Nichkhun mendekati Hyemi

“jangan mendekat!” Hyemi segera melayangkan pandangan membunuhnya pada Nichkhun

“Hyemi-a mianhae, aku tahu mungkin kau sangat membenciku sekarang, aku benar-benar minta maaf atas kejadian malam itu, aku khilaf” Nichkhun menunduk di hadapan Hyemi

“kau fikir dengan meminta maaf akan mengembalikan semua yang telah terjadi?”

“aku tahu, aku ini egois, tapi semua aku lakukan karena aku mencintaimu” Nichkhun memandang Hyemi yang terbelalak kaget mendengar pernyataannya “dengar, aku mencintaimu sejak kita di Amerika, kau tahu betapa dulu aku sangat menyesal tidak mengungkapkan perasaanku padamu, kau tahu saat itu aku bahkan mengejarmu ke bandara saat kau akan kembali ke korea? Pernikahan kita, sebenarnya bukan murni perjodohan, ini semua rencanaku. Setelah dengan susah aku bisa datang ke korea, dengan susah aku menyingkirkan lawan-lawanku saat ada audisi JYP entertainment, aku harus menerima kenyataan bahwa kau sudah menjadi milik namja lain? Aku tidak bisa Hyemi, aku tidak bisa membiarkanmu menjadi milik orang lain. Aku terlalu mencintaimu, terlalu menginginkanmu, kau tahu aku belajar keras bahasa korea supaya aku bisa masuk JYP Entertainment, supaya aku bisa meraih Cintaku yaitu kau, kau tahu…”

PLAK….

Sebuah tamparan mendarat di pipi Nichkhun dengan sempurna.

“jadi semua ini permainanmu?” suara Hyemi bergetar di hadapan Nichkhun “kau yang telah merencanakan semuanya?  Kau yang membawaku masuk dalam penderitaan ini? Apa kau tahu aku sangat tersiksa? Apa kau tahu kau bahkan memisahkan aku dengan Donghae oppa, namja yang sangat aku cintai? Apa kau pernah berfikir sedikit tentang perasaanku? Kenapa kau begitu egois eoh? Kenapa kau tega melakukan ini padaku” tangis Hyemi akhirnya pecah tanpa mampu ia bendung.

“aku mencintaimu Hyemi, kau tidak pernah memandangku, kau terus bersamanya itu membuatku sakit” Nichkhun menambah volumenya dan menekan setiap kata-kata yang terlontar dari bibirnya.

Hyemi tak menjawab sedikitpun kata-kata Nichkhun dia masih terisak ditempatnya, mencoba mengatur amarah yang sedang menggebu dalam dirinya.

“Hyemi-a”Nichkhun mencoba merapatkan jarak antara dirinya dan Hyemi, mencoba untuk meraih Hyemi dan membawanya dalam pelukannya, namun dengan cepat Hyemi beranjak mundur dan melayangkan tatapan membunuhnya “jebal maafkan aku, bisakah kita mulai semuanya dari awal? Aku akan membuatmu mencintaiku” wajah Nichkhun sedikit sendu(?) menatap Hyemi yang masih buas(?) dihadapannya.

“keluar dari sini” Hyemi tiba-tiba mendorong Nichkhun untuk keluar dari kamar Jieun “keluar Nichkhun-shi, aku tidak ingin melihat wajahmu, “ Hyemi berhasil membuat Nichkhun keluar dan segera menutup pintu kamar lalu menguncinya “jangan pernah temui aku lagi, dan cepat kirimkan surat cerai untukku, aku sangat membencimu! Sangat membencimu” Ucap Hyemi keras lalu terduduk di belakang pintu, masih bisa terdengar gedoran(?) pintu dan teriakan dari Nichkhun, namun Hyemi tak bergeming ‘sebodoh itukah diriku? Sehingga semua orang bisa mempermainkanku dengan mudahnya? Orangtuaku, dan juga dia sudah ku anggap seperti oppa ku sendiri?’ Hyemi terisak sambil terus merutuki dirinya sendiri.

—–000—–

Nichkhun memandang kosong panggung yang ada di hadapannya, dia masih teringat kata-kata Hyemi pagi tadi.

“hyung, berhentilah melamun seperti itu” ucap wooyoung duduk disamping Nichkhun “apa kau masih ada masalah dengan Hyemi nonna?” Nichkhun tak menjawab pertanyaan dari dongsaengnya itu, pandangannya kini beralih kepada dua orang, namja dan yeoja yang berjalan keluar ruangan music bank itulah acara yang saat ini sedang Nichkhun hadiri bersama beberpa GB dan BB korea.

Nichkhun bangkit dan segera mengikuti kedua Namja dan Yeoja yang keluar dari dalam ruangan itu.

“hyung, kau mau kemana? Sebentar lagi giliran kita” cegah Taecyon

“aku ketoilet sebentar” Nichkhun segera bergegas menyusul 2 orang itu yang menuju atap ruangan bangunan itu *ceritanya atapnya itu kek lapangan ye*

 

Dengan hati-hati Nichkhun mengikuti mereka berdua, sampai di atap gedung Nichkhun hanya mampu menatap mereka dari jauh. Tangan Nichkhun seketika mengepal saat melihat si namja mencium kening yeoja itu lalu memeluknya. Darahnya seakan memanas, tanpa basa-basi Nichkhun menghampiri 2 orang yang sudah membuatnya naik darah itu.

“Lee Donghae” teriak Nichkhun dan seketika melayangkan sebuah pukulan ke wajah Donghae didepannya

BUGHH

Donghae jatuh tersungkur, wajahnya hampir menyentuh lantai atap gedung.

“Oppa……”seorang yeoja yang bersama Donghae tadi segera membantu Donghae berdiri.

Nichkhun memandang sengit ke arah 2 pasangan yang ada dihadapannya. “ck, sangat menjijikan” ucap Nichkhun lalu berbalik dan meninggalkan Donghae, namun tiba-tiba

BUUGGHHHH

.

.

.

.

.

=====> to be continued

 

Kayanya ini part pendek banget deh ^0^

Gpp deh, langsung RCL ajah, gg usah lama-lama

Sampai ketemu di Part ending^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: