Sorry, I Love You [Chap 6]

Gambar

Title: Sorry, I Love You

Main cast: -Nichkhun 2PM

-park hyemi

-lee donghae

-all member 2PM

-all member Super Junior

-other cast

Genre: romance, gaje-gaje tapi kece

Author: ophie ryeosomnia a.k.a shin hye kyung (istri syah, dan istri pertama sekaligus istri terakhir dari kim ryeowook) #didemo e.l.f & ryeosomnia

disclaimer:  ff ini milik saya, hasil murni buah cinta saya dengan wookie oppa #sumpah jangan hiraukan dilarang keras mengcopy, apalagi membajak karya saya, dan apalagi dijual diemperan toko dengan harga ceban? Apa deh?? Lupakan! saya buat memang untuk anda(readers) kaya indosiar, semua cast yang main di ff ini adalah milik TUHAN YANG MAHA ESA, dan tentu saja milik orang tua masing-masing, kecuali KIM RYEOWOOK a.k.a WOOKIE oppa dia juga milik saya

#di cium wookie di bakar readers

#abaikan#

Backsong: My Valentine by Nichkhun&Taecyon of 2PM

====>Last Story

Donghae segera mengambil ponsel di saku tasnya dan menekan beberapa digit nomor.

“nyobseo?” sapa seseorang dari ujung sana suara seorang namja ucap Donghae pelan.

“nyobseo, dimana Hyemi?”

“ah, mianhae Donghae-shi, Hyemi sedang di kamar mandi, kau bisa menelponnya lagi nanti” suara Nichkhun sukses membuat telinga Donghae memanas, tanpa sadar Donghae mematikan sambungan telepon. ‘Apa yang sedang kalian lakukan disana? Hyemi-a aku sungguh khawatir padamu, aku merindukanmu, sungguh merindukanmu, jebal jangan lupakan janjimu’

.

.

.

.

Part 6

 

~Story Begining~

“oppa aku ingin ke toilet sebentar” ucap Hyemi saat mereka sedang berjalan dari Basilika.

“Ne, aku tunggu disini” Nichkhun duduk di bawah sebuah tempat peristirahatan tiba-tiba ponsel Hyemi berdering, membuat Nichkhun mengalihkan pandangannya ke ponsel Hyemi yang ada didalam tas, Nichkhun mengambilnya ‘Donghae oppa’ begitulah nama dari sang pemanggil.

“Nyeobseo?” ucap Nichkhun mencoba setenang mungkin

“Nyeobseo, dimana Hyemi?” serbu Donghae

“ah, mianhae Donghae-shi, Hyemi sedang di kamar mandi, kau bisa menelponnya lagi nanti” lalu sambungan putus. Nichkhun memanyunkan bibirnya kesal ‘dasar namja ini, tidak sopan sekali’ umpat Nichkhun.

“ada telpon untukku Oppa?” Tanya Hyemi yang melihat Nichkhun sedang menggenggam ponselnya.

“ne, baru saja Lee Donghae menelpon, palli kau telpon dia lagi” Nichkhun menyerahkan ponselnya ke Hyemi, Hyemi menjauh sedikit dari Nichkhun, namun tak lama dia kembali lagi, “wae?”.

“nomornya tidak aktif” ucap Hyemi sambil duduk di samping Nichkhun, “ah, oppa aku ingin jalan-jalan lagi” Hyemi berdiri dengan semangat.

“ne, kajja” Nichkhun berjalan mendahului Hyemi.

—–000—–

Ini adalah hari terakhir mereka di Paris, setelah hari pertama mereka mengunjungi menara Eiffel, lalu kemarin berpetualang ke Basilika Sacre Cœur di Montmarte, berkunjung ke Arc de Triomphe, sebuah monumen di Paris yang berdiri di tengah area Place de l’Étoile, di ujung barat wilayah Champs-Élysées, lalu ke Notre Dame, katedral berasitektur gothic di sebelah timur Île de la Cité.

Tadi siang mereka pergi ke Museum Louvre, salah satu museum terbesar dan paling terkenal di dunia. Gedungnya, bekas sebuah istana bangsawan, terletak di pusat Perancis antara sungai Seine dan Rue de Rivoli. Hyemi terkagum-kagum melihat bangunan-bangunan di kota ini, keindahan dan keanggunannya membuatnya terpesona. Sore ini mereka berencana pergi ke Château de Versailles, dan malamnya  pergi ke Palais Garnier, sebuah gedung pertunjukan opera. Lalu besok, mereka kembali ke Korea.

3 days later

Hyemi sedang memasak didapurnya saat bel rumahnya berbunyi, ‘siapa sih pagi-pagi bertamu’ omelnya sambil berjalan ke pintu rumahnya, nampak seorang yeoja yang tak Hyemi kenal tersenyum padanya.

“Annyeong Hyemi-shi” Ucap yeoja itu membungkuk dihadapan Hyemi.

“annyeong” Hyemi ikut membungkuk dihadapan yeoja itu dan tersenyum memblas senyumnya. “nuguya?” tanya Hyemi ragu-ragu ‘sepertinya aku pernah melihat yeoja ini, tapi dimana?’

“ah, naneun Vixtoria imnida, apa Nichkhun-shi ada?” tanya nya ramah ‘aigo~ benar, dia Victoria yeojachingu Nichkhun oppa’ bisik Hyemi pada dirinya sendiri.

“ah, ne, nichkhun oppa ada, kajja silahkan masuk, biar aku panggilkan dia sebentar ne” Hyemi berjalan masuk kekamar Nichkhun.

“Oppa” tanpa salam Hyemi masuk dan mendapati Nichkhun sedang memakai baju.

“yak! Hyemi apa yang kau lakukan disini? Cepat keluar” usir Nichkhun saat melihat Hyemi masuk kekamarnya.

“aigo~ tidak perlu takut seperti itu oppa, aku tidak akan memakanmu” Hyemi malah masuk dan duduk di tempat tidur Nichkhun. “kau membohongiku eoh?” tanya Hyemi memandang Nichkhun yang sedang mengancing(?) bajunya menghadap ke kaca.

“apa maksudmu?” tanya Nichkhun tidak mengerti, dan mengalihkan pandangannya memutar tubuhnya memandang Hyemi.

“ck, tidak perlu berbohong oppa” Hyemi berjalan mendekati Nichkhun “kau akan berkencan dengan Vixtoria eoh?” Hyemi mendekatkan wajahnya ke wajah Nichkhun hingga membuat Nichkhun sedikit mundur.

“apa yang kau katakan?” Nichkhun menghindari Hyemi yang terus mendekatinya.

“dia sudah menunggumu di luar” Hyemi terkekeh melihat aksi Nichkhun yang ketakutan padanya, lalu membantu Nichkhun merapikan bajunya “dengar oppa, kau harus mendapatkannya malam ini juga, aku tidak mau tahu, kau harus segera menyatakan cintamu padanya, aku yakin dia mencintaimu, kau juga bukan? Jangan buat dia cemburu karena pernikahan kita, bilang saja yang sebenarnya, toh Donghae oppa juga tahu yang sebenarnya” Hyemi berhenti saat sudah selesai membantu Nichkhun berpakaian(?) lalu menatap bola mata Nichkhun “aku hanya tidak ingin kau kesepian setelah kita bercerai nanti” Hyemi tersenyum manis kepada Nichkhun, tanpa sadar Nichkhun menyentuh kening Hyemi dengan bibirnya. “yak! Oppa, apa yang kau lakukan eoh” Hyemi mendorong Nichkhun sampai dia terduduk di kursi tepat di belakang tubuhnya.

Nichkhun terkekeh lalu mendekati Hyemi “anggap saja itu ciuman seorang oppa pada dongsaengnya, kau mengerti” Nichkhun lalu mengecup kening Hyemi lagi dan berlalu “aku pergi dulu” ucap Nichkhun dan meninggalkan Hyemi yang masih shock atas perlakuan Nichkhun.

—–000—–

“kau ingin konsep seperti apa untuk pernikahanmu nanti oppa?” Hyemi membawa beberapa brosur WO untuk pernikahan oppanya Soo Hyun.

“terserah kau saja, bukankah aku sudah menyerahkan semuanya padamu” jawab Soo Hyun sambil terus sibuk pada laptop didepannya.

“kalo garden party bagaimana hyung?” tanya Nichkhun yang sedang duduk di samping Hyemi.

“andwae! Eomma tidak setuju, yang lain saja” protes eomma

“klasik bagaimana?” Hyemi memberikan usul.

“tidak tidak apa tidak mau! Lebih baik tradisonal saja” usul appa

“aissh appa, tradisional sudah kuno appa, yang lebih moderen” Nichkhun membantah

“tapi itu pasti akan sangat sakral, sudahlah tradisional saja” ucap appa kekeuh

“yak!yak! yak! Kalian ini, yang mau menikah itu aku, kenapa jadi kalian yang berdebat? Aishh”  Soo Hyun merasa risih dengan perdebatan antar adik dan orangtuanya. “lebih baik tanya Suzy saja, dia kan mempelai wanita” ucap Soo Hyun yang di jawab dengan anggukan Hyemi.

“benar, aku akan menelponnya” Hyemi berlalu ke ruang telpon, 5 menit dia kembali. “beres… sebentar lagi Suzy eonnie datang”.

20 menit kemudian

TOK TOK TOK

“biar aku yang membuka pintu” Ucap Hyemi berlari ke arah pintu “annyeonghaseyong eon…” ucapan Hyemi terpotong dengan sendirinya saat mengetahui bukan Suzy yang datang, melainkan seorang yeoja paruh baya tersenyum ke arah Hyemi.

“Annyeonghaseyong” ucap yeoja itu ramah dan tersenyum pada Hyemi. Hyemi hanya tersenyum tak membalas sapaan nya.

“siapa yang datang Hyemi-a?” ucap eomma Hyemi dari dalam rumah dan menyadarkan Hyemi.

“kau Hyemi? Park Hyemi?” tanya yeoja dihadapan Hyemi, Hyemi mengangguk pelan, lalu tanpa diduga, yeoja itu memeluk Hyemi erat “Hyemi… kau benar Hyemi? Hyemi putriku” ucap yeoja itu sontak membuat Hyemi melepaskan pelukannya.

“apa maksud nyonya?” tanya Hyemi tak mengerti.

“Hyemi ini eomma chagie, eomma kandungmu”

JDERRRR

Suara petir terdengar begitu keras, Hyemi bisa merasakannya sampai ke dasar hatinya.

“chagie” eomma Hyemi keluar dari rumah “kau?” ucapnya saat melihat yeoja yang ada di hadapan Hyemi.

“ada apa yeobo?” kini tuan Park ikut keluar menyusul istrinya “lee airin?” ucap tuan Park terbata.

“chagiya” yeoja yang ada di hadapan Hyemi langsung masuk dan memeluk tuan Park ini jelas membuat nyonya Park marah.

“yak! Apa yang kau lakukan” Nyonya Park melepaskan pelukan yeoja yang bernama Lee Airin pada suaminya.

“diam kau yeoja pengganggu, kau yang membuat keluargaku berantakan” ucap Lee Airin

PLAK!

Sebuah tamparan mendarat mulus di pipi kanan Lee Airin.

“pergi dari rumahku”ucap nyonya Park kasar

“Kau…?” Lee Airin mengangkat tangannya dan hendak menampar nyonya Park, sebelum mendengar teriakan Hyemi.

“CUKUP” Hyemi berjalan mendekati 2 orang yang sedang berseteru.

“Hyemi-a” Airin membuka kedua tangannya dan hendak memeluk Hyemi, namun Hyemi menepiskan tangan itu.

“pergi dari sini” ucap Hyemi dengan suara yang cukup lembut, tapi terdengar penuh kebencian.

“Hyemi-a, ini aku eommamu”

“ck, aku tidak punya eomma seperti dirimu”

PLAK

Tanpa disadari tangan Airin menampar pipi Hyemi dengan keras sehingga hampir membuat Hyemi jatuh tersungkur namun Nichkhun dengan gesit(?) menangkapnya.

Hyemi memandang yeoja yang mengaku sebagai ibu kandungnya dengan nanar, Hyemi tersenyum memandangnya senyum mengejek.

“ayo tampar lagi! Tidak puas kau sudah mencoba membunuhku saat aku masih dalam kandungan, dan sekarang kau masih menginginkan nyawaku?” ucap Hyemi suaranya bergetar menahan tangis.

“mianhae” Airin tidak sanggup menatap mata anaknya yang dipenuhi rasa kebencian.

“ck, setelah 22 tahun kau meninggalkanku kau ingin meminta maaf? Eomma seperti apa kau ini meninggalkan aegya nya demi kebahagiannya sendiri? Yeoja seperti apa kau ini yang tega meninggalkan suami dan anaknya demi namja lain? Aku tidak habis pikir ada seorang yeoja sepertimu” Hyemi terus meracau tanpa memperdulikan disekelilingnya, Tuan dan nyonya Park hanya terdiam begitu juga dengan Nichkhun dan Soo Hyun.

“cukup Hyemi, tidak bisakah kau menghargaiku sebagai eomma kandungmu? Yang sudah mengandungmu selama 9 bulan dan yang telah melahirkanmu didunia ini?” tanya Airin kini terisak.

“mwo? Menghargaimu? Kau lupa kau bahkan tidak menginginkan kehadiranku didunia ini? Kau lupa berapa kali kau mencoba membunuhku saat aku masih ada dalam kandunganmu? Kalau aku bisa meminta kepada Tuhan aku tidak akan pernah mau di lahirkan dari rahimmu”

PLAK….

1 tamparan mendarat dengan sempurna di pipi Hyemi dengan keras, dan kini bahkan membuat Hyemi jatuh tersungkur karena Nichkhun tidak sempat menahan tubuh Hyemi.

PLAK…..

 

Nyonya Park membalaskan 1 tamparan untuk Hyemi pada Airin “jangan pernah sentuh putriku” ucap Nyonya Park. Sedangkan air mata Hyemi kini sudah mengalir menjadi sebuah anak sungai di pipinya yang merah, sedikit darah muncul dari ujung bibirnya.

“aku… SANGAT MEMBENCIMU LEE AIRIN” bentak Hyemi dengan keras dan berlari keluar rumah keluarga Park.

“Hyemi-a” Airin mencoba mengejar Hyemi namun di tahan oleh nyonya Park.

“ku bilang jangan sentuh putriku, Nichkhun cepat kejar Hyemi” Nickhun berlari mengejar Hyemi.

—-000—-

Nichkhun menghentikan mobil yang dikendarainya di sebuah bukit yang cukup luas, udara dingin langsung menyeruak saat Nichkhun keluar dari mobil waktu baru menunjukan pukul 8 malam, namun langit begitu gelap karena kabut mendung. Dia berjalan menyusuri jalan setapak dan membawa senter(?) pandangannya berhenti melihat Hyemi yang dia cari sedang terduduk di tepi jurang dan membenamkan wajahnya disana.

“Hyemi-a” Nichkhun mencoba setenang mungkin duduk di samping Hyemi, Hyemi mengangkat wajahnya dan memandang Nichkhun dengan air mata yang masih menghujani pipinya.

“oppa” suara serak Hyemi menambah arti betapa Hyemi sangat sedih, Nichkhun meraih bahu Hyemi dan menenggelamkan wajah Hyemi di pelukannya.

“gwaenchana, semuanya akan baik-baik saja” Nichkhun semakin mempererat pelukannya saat merasa bajunya basah karena air mata Hyemi. Nichkhun segera membuka pelukannya dan menatap Hyemi, darah segar masih keluar dari sudut bibir Hyemi, dia membuka jaketnya dan memakaikannya pada Hyemi, tubuh Hyemi sudah mengigil, dia segera mengambil sapu tangan dari saku celananya, dan membersihkan darah dari sudut bibir Hyemi “tidak akan ku biarkan seseorang menyakitimu seperti ini lagi” ucap Nichkhun lalu mengecup bibir Hyemi lembut saat telah selesai membersihkan darah dari ujung bibir Hyemi.

—–000—–

“oppa” suara pilu dari ujung telepon membuat Donghae sedikit khawatir.

“gwaenchana you Hyemi-a? Kau kenapa?”

“bisa kau temui aku ditempat biasa kita bertemu?” suara Hyemi terdengar begitu tertekan. Donghae segera memutuskan sambungan teleponnya dan berlalu menuju tempat yang dimaksud Hyemi. Sebuah bukit tepat di atas sungai Han, tempat biasa Hyemi dan Donghae bertemu.

Donghae menghentikan mobilnya di belakan sebuah mobil Lexus berwarna silver ‘apa ini mobil Hyemi’ ucap Donghae dan segera menyusuri jalan setapak di hadapannya. Donghae menemukan sebuah pemandangan yang cukup membuat dadanya terasa sesak.

Hyemi sedang bersama seorang namja, namja itu sedang memeluk yeoja nya, tak lama adegan itu berganti, sang namja membuka jaketnya dan memakaikannya pada Hyemi, Donghae mengepalkan tangannya saat melihat namja itu mencium bibir yeojanya, dan itu sama sekali tidak mendapatkan penolakan darinya. ‘apa kau menginginkanku melihat adegan ini Hyemi? Apa maksudmu?” Donghae berbalik meninggalkan Hyemi dengan namja yang sudah Donghae tau siapa ‘Nichkhun’ yah namja yang di katakan Hyemi hanya sebagai teman bisnis untuk perusahan appanya? Namja yang sudah Donghae curigai memendam perasaan pada Hyemi, namun Hyemi tidak menyadarinya, bahkan kini namja itu sudah berani mencium Hyemi.

Donghae melajukan mobilnya ke sebuah klub malam yang cukup terkenal di Korea, dia masuk dan memesan beberapa botol Soju, sambil meracau(?) mengumpat Nichkhun. “cepat berikan aku 1 botol lagi” perintah Donghae sedikit mabuk.

“mianhae tuan, tapi anda sudah minum banyak” ucap pelayan itu tidak ingin Donghae mabuk.

“kau takut aku tidak bisa membayarnya eoh? Kau tidak tahu siapa aku? Aku LEE DONGHAE member Super Junior, boyband terkenal diseluruh penjuru dunia. Apa yang tidak bisa aku beli? Aku bisa membeli semua yang aku inginkan, bahkan menara Eiifel sekalipun” ucap Donghae setengah sadar, pelayan itu mendekati Donghae dan membantunya duduk di sebuah sofa, tak lama ponsel Donghae bergetar, pelayan mengangkat telpon milik Donghae karena Donghae sudah hampir kehilangan kesadarannya.

“nyobseo, mianhae nonna, tuan Lee Donghae sedang mabuk di tempat kami, bisakah anda menjemputnya?” ujar sang pelayan pada seseorang di ujung sana

“…………..”

“ne, kami akan menjaganya selama menunggu anda” pelayan mematikan sambungan telepon dan membantu Donghae yang kini jatuh kelantai.

—–000—–

Jesicca menghentikan taxi yang ditumpanginya di sebuah klub yang cukup ramai pengunjung meski waktu sudah hampir tengah malam, dia segera masuk dan mendapati Donghae sedang terbaring di sofa.

“oppa, apa yang terjadi?” Jesicca membantu Donghae bangkit.

“mianhae, nonna Jesicca?” tanya seorang pelayan menghampiri Jesicca yang sedang memapah Donghae.

“ne, apa tadi kau yang menjawab telponku? Ah gomawo sebelumnya”

“ne, nonna, sepertinya dia sedang ada masalah, hati-hati, dia minum banyak tadi” ucap sang pelayan. Jesicca mengangguk dan segera keluar dari Klub lalu memasukkan(?) Donghae ke dalam mobil Donghae yang memang sudah dia hafal. Jesicca berada di belakan kemudi dan membiarkan Donghae terlelap di sampingnya.

“aku bisa membelikan apapun yang kau mau, kenapa?? Kenapa kau meninggalkanku?” racau Donghae setengah sadar.

Jesicca menghentikan mobil di depan sebuah apartemen miliknya. Dia memapah Donghae yang sudah tidak bisa berjalan sendiri, merebahkan Donghae di tempat tidurnya, lalu membuka sepatu dan kaus kaki Donghae.

“jangan tinggalkan aku” ucap Donghae dengan mata yang masih terpejam. Jesicca mendekati wajah Donghae dan membersihkannya dengan air hangat “oppa sebenarnya appa yang terjadi?” tangan Jesicca tiba-tiba terhenti saat tangan Donghae menggenggamnya, Donghae membuka matanya dan tersenyum menatap Jesicca lalu mearik jesicca hingga Jesicca terjatuh di atas tubuh Donghae, dengan cepat Donghae membalikkan tubuh Jesicca, sehingga kini Jesicca berada di bawah tubuh Donghae. Donghae mencium bibir Jesicca dengan sedikit kasar.

“oppa..” Jesicca mencoba melepaskan diri dari Donghae, namun sia-sia, Donghae merobek baju yang di pakai Jessica dengan kasar, tidak terasa air mata jesicca menetes, ini memang bukan pertama kalinya dia melakukannya dengan Donghae, tapi sebelumnya Donghae tidak pernah kasar seperti itu.

“apa cintaku kurang besar padamu eoh? Sampai kau tega meninggalkanku dengan namja lain?” ucap Donghae masih menikmati bibir Jesicca.

“apa yang kau katakan oppa” tanya Jesicca tak mengerti.

“aku tidak akan membiarkannya mengambilmu dariku, aku akan memilikimu selamanya Park Hyemi”

DEG

Tiba-tiba jantung Jesicca terasa begitu sesak, dia menangis kencang, bukan kali ini bukan karena perlakuan Donghae, melainkan karena perkatannya ‘setelah semua yang aku berikan padamu, ini balasanmu oppa? Kau bahkan masih mencintainya? Mencintai seorang yeoja yang jelas-jelas sudah mempunyai seorang suami’ jesicca menangis dalam hatinya ‘baiklah, jika tidak ada cara lain untuk mendapatkanmu, maka jangan salahkan aku jika aku akan melakukan semua hal untuk mendapatkanmu dan mengambilmu darinya’ senyum licik terukir dari bibir Jesicca, lalu dia mengikuti permainan Donghae.

—–000—–

“berhenti disini sebentar oppa” ucap Hyemi saat mobil Nichkhun melewati sebuah minimarket.

“kau ingin membeli sesuatu? Biar aku saja” ucap Nichkhun dan membuka pintu mobilnya.

“anni, aku bisa sendiri oppa” Hyemi segera turun dan tak lama Hyemi kembali dengan sebuah kantung keresek yang cukup besar.

“kau membeli apa?” tanya Nichkhun curiga pada barang yang dibawa Hyemi

“bukan apa-apa” jawab Hyemi tanpa memandang Nichkhun. Sesampainya di rumah mereka, Hyemi segera masuk ke kamarnyadan mengunci pintu kamarnya.

“Hyemi, are you oke?” Nichkhun yang sedikit Khawatir lalu mendatangi kamar Hyemi yang sudah terkunci dari dalam.

“ne, aku baik-baik saja oppa, aku ingin istirahat” Nichkhun segera beralih ke kamarnya setelah memastikan Hyemi baik-baik saja

++++++

PYAAARRRR

Nichkhun membuka matanya saat mendengar suara aneh dari kamar sebelah-kamar Hyemi- dia melirik jam di samping mejanya pukul 00.30 waktu Seoul, dia segera beranjak mendatangi kamar Hyemi, pintu kamarnya terbuka beberapa potongan gelas berserakan di lantai, sedangkan Hyemi sedang berjalan sempoyongan ke ranjangnya dengan sebuah botol Soju di tangannya.

“Hyemi apa yang kau lakukan” Nichkhun merebut botol Soju dari tangan Hyemi.

“kemarikan botolku” tangan Hyemi menggapai botol yang sudah ada di tangan Nichkhun namun dia malah jatuh menubruk(?) Nichkhun hingga keduanya terjatuh di lantai. Hyemi menyentuh wajah Nichkhun dengan tangannya “Nichkhun ternyata kau tampan juga eoh?” Hyemi meracau dalam mabuknya.

“hyemi kau mabuk” Nichkhun segera bangkit dan menggendong Hyemi lalu merebahkannya di tempat tidur Hyemi, lalu menutup tubuh Hyemi dengan selimut, Nichkhun membereskan kamar Hyemi yang berantakan karena botol Soju berserakan dimana-mana.

“kenapa dia harus datang? Kenapa Tuhan memberikan banyak cobaan padaku? Kenapa Tuhan…?” kini tangis Hyemi pecah membuat Nichkhun dengan segera menghampiri Hyemi dan memeluknya.

“Hyemi-a sadarlah, aku disini, kau tidak sendir” Hyemi tertawa dalam pelukan Nichkhun.

“kau… kenapa kau dulu meninggalkanku? Aku tidak mau memiliki eomma sepertimu. Aku benci padamu” tangisnya kembali pecah, Nichkhun meraih wajah Hyemi dan menghapus air matanya.

“tenanglah Hyemi-a, tenanglah” ucap Nichkhun membersihkan semua air mata dalam wajah Hyemi.

“oppa” ucap Hyemi lirih lalu kembali terisak “aku sakit, sakit sekali rasanya” Hyemi menundukan wajahnya, dengan keberanian yang entah dari mana Nichkhun dapatkan, dia kembali mengecup bibir Hyemi, Hyemi tidak menolaknya, malah ikut larut dalam ciuman itu, tanpa sadar kini Hyemi sudah terbaring *ini adegan Author skip ye, udda pengen muntah dari tadi* Huexx, readers kecewa… dibayangin sendiri-sendiri aja deh* Oo

—–000—–

Nichkhun mengerjap-erjapkan matanya saat sinar matahari masuk melalui celah jendela kamarnya, dia memiringkan badannya ke samping berharap menemukan sesuatu di sana, tangannya menjelajahi bagian tempat tidur di sampingnya “Hyemi” ucapnya saat menyadari tak ada Hyemi disampingnya. Lalu dilihatnya kamar itu sesaat ‘ini kamar Hyemi, jadi jelas yang semalam itu bukan mimpi’ ucap nya dalam hati, dia bangkit dan mengenakan pakaiannya lalu menuju kamar mandi berharap menemukan Hyemi disana, namun kamar mandi kosong “Hyemi-a kau dimana?” Nichkhun melangkah keluar kamar namun tak sengaja matanya menemukan sebuah amplop berwarna biru tergeletak di samping meja rias di kamar Hyemi, dia mengambil amplop itu lalu membuka isinya ‘sebuah surat’ Nichkhun bisa mengenali dari siapa surat ini hanya dengan melihat tulisannya ‘dari Hyemi rupanya’ucapnya lalu mulai membaca surat itu dan……

.

.

.

.

.

.

===> to be continued

Author mengucapkan beribu maaf buat yang kecewa ama ni FF, sebenernya Authornya gg mau ni FF di bikin adegan yadong, meskipun ini bukan yadong, tapi Author tau itu tadi ada adegan yang berbau yadong, mianhae, sebenernya itu Cuma pengen jelasin aja apa yang dilakukan Donghae ama Jesicca, karena itu juga berpengaruh di part selanjutnya. Mianhae chingudeul, jeongmal mianhaeyo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: