Sorry, I Love You [Chap 5]

Gambar

Title: Sorry, I Love You Part 1

Main cast: -Nichkhun 2PM

-park hyemi

-lee donghae

-all member 2PM

-all member Super Junior

-other cast

Genre: romance, gaje-gaje tapi kece

Author: ophie ryeosomnia a.k.a shin hye kyung (istri syah, dan istri pertama sekaligus istri terakhir dari kim ryeowook) #didemo e.l.f & ryeosomnia

disclaimer:  ff ini milik saya, hasil murni buah cinta saya dengan wookie oppa #sumpah jangan hiraukan dilarang keras mengcopy, apalagi membajak karya saya, dan apalagi dijual diemperan toko dengan harga ceban? Apa deh?? Lupakan! saya buat memang untuk anda(readers) kaya indosiar, semua cast yang main di ff ini adalah milik TUHAN YANG MAHA ESA, dan tentu saja milik orang tua masing-masing, kecuali KIM RYEOWOOK a.k.a WOOKIE oppa dia juga milik saya

#di cium wookie di bakar readers

#abaikan#

Backsong: My Valentine by Nichkhun&Taecyon of 2PM

====>Last Story

 

Hyemi tidak bergeming saat Nichkhun mendaratkan keningnya di kening Hyemi, dan hidungnya menempel ke hidung Hyemi, dia seolah tidak sadar dengan apa yang akan terjadi, matanya tertutup saat merasa deru nafas Nichkhun menyentuh wajahnya, dia membiarkan Nichkhun terus mendekat dan…..

.

.

.

.

.

.

.

~Story Begining~

Part 5

Author pov~

 

Only you’re my valentine

Eonjekkajina neoneun naui sarang

Only you’re my valentine

Neoneul nal tteonatjiman

Geuraedo nae sarang

 

Lagu My Valentine menyanyi indah dari ponsel Hyemi, membuat dirinya dan Nichkhun tersadar dan langsung menjauhkan wajah mereka satu sama lain.

“Mianhae” ucap Nichkhun sembari membuang mukanya ke lain arah, tak menatap Hyemi, Hyemi yang juga malu segera mengambil ponsel dari dalam tasnya.

“wae oppa?”

“………..”

“ne, kalo begitu hati-hati”

“………..”

“nado”

Hyemi kembali kepada ice creamnya dan berjalan berdampingan dengan Nichkhun, dia tidak berani menatap Nichkhun, begitupun sebaliknya Nichkhun sepertinya menahan malu kepada Hyemi.

‘Aishh Nichkhun babo! Kenapa kau bisa seceroboh itu eoh?’Nichkhun tidak berhenti memarahi dirinya sendiri, malu itulah yang dia rasakan saat ini. Dia bahkan tidak berani bertanya siapa yang menelpon Hyemi tadi.

—–000—–

@ De nueva hotel 20.30 PM

 

Hyemi menyisir(?) rambutnya didepan cermin, Nichkhun pergi saat setelah mengantarkan Hyemi masuk ke kamarnya, entah kenapa Hyemi menjadi sangat gugup sejak kejadian tadi sore, dia memandang jam dinding berwarna Cream yang terpampang manis di dekat televisi ‘setengah 9? Kemana Nichkhun oppa?’ gumamnya khawatir.

Tok tok tok

Hyemi berjalan kearah pintu saat mendengar suara ketukan dari luar, didapatinya Nichkhun dengan muka yang lusuh(?) Nickhun tersenyum lalu masuk tanpa memperdulikan Hyemi yang masih mematung ditempatnya.

“biar aku tidur di sofa” Nichkhun mengambil satu bantal dan selimut lalu merebahkan tubuhnya di sofa yang tidak terlalu bisa menampung badan Nichkhun seutuhnya “apa kau tidak mau tidur? Ini sudah malam” ucap Nichkhun saat menyadari Hyemi masih berdiri didepan pintu.

Hyemi melangkah tanpa bersuara sedikitpun, lalu berbaring di atas tempat tidur dan memejamkan matanya, dia membalikan badannya kekanan dan kekiri, entah apa yang dia pikirkan hanya dia dan Tuhanlah yang tahu*plak! Apadeh?*

Teng Teng Teng Teng Teng Teng Teng Teng Teng Teng Teng Teng *ini ceritanye bunyi lonceng jam dinding*gubrak?!

 

Lonceng jam berbunyi 12X, itu tandanya sudah masuk tengah malam, namun tidak sedikitpun Hyemi bisa benar-benar menutup matanya.

“apa kau belum tidur?” suara Nichkhun sukses membuat Hyemi membuka matanya yang sejak tadi dipaksanya untuk terpejam “kau tidak lelah?” tanya Nichkhun meski tidak ada jawaban dari Hyemi.

“aku tidak bisa tidur” Akhirnya suara Hyemi muncul(?) dia memiringkan badannya ke kanan dan mengahadap ke sofa yang ditiduri(?) Nichkhun, terlihat Nichkhun sedang menghadap dinding sofa dan memeluknya(?) menjaga tubuhnya agar tidak jatuh kelantai “apa tempat itu terlalu sempit untukmu oppa?” tanya Hyemi sambil terkekeh pelan melihat keadaan Nichkhun.

“anni, gwaenchana” Nichkhun membalikkan tubuhnya dan Brughh… Nichkhun terjatuh dari sofa, Hyemi segera membantu Nichkhun bangkit “sepertinya badanku terlalu besar untuk tidur di sofa ini” ucap Nickhun malu melihat Hyemi terkekeh.

“kajja, tidur di ranjang(?) saja, itu cukup besar” Hyemi membawa selimut dan bantal dan meletakkannya di samping bantalnya.

“kau yakin? Kau tidak takut padaku?” Nichkhun masih berdiri ditempatnya.

“aku hanya takut pada Tuhan oppa” jawab Hyemi lalu kembali berbaring di tempatnya. Nichkhun berjalan ke arah tempat tidur dan duduk di samping Hyemi yang terbaring memunggunginya.

“mianhae” ucap nichkhun yang membuat Hyemi memandangnya tak mengerti.

“untuk?” tanya Hyemi menaikkan 1 alisnya.

“sore tadi aku…”

“aku sudah melupakannya”

“aku berjanji tidak akan mengulanginya”

“ne, ppali tidur, ini sudah malam, aku tidak mau besok kita terlambat”

“memangnya kita mau kemana”

“kesuatu tempat, ppalii tidurlah” Hyemi menepuk-nepuk kasur sebelahnya. Nichkhun berbaring disamping Hyemi ‘perasaan apa ini? Tuhan kumohon normalkan jantungku’ bisik Hyemi saat mendadak jantungnya berpacu(?) dengan kencang, dia menatap Nichkhun saat ini.

“jangan menatapku seperti itu, nanti kau jatuh cinta padaku” Nichkhun menangkap mata Hyemi yang sedang menatapnya.

“Aisshh” Hyemi membalikkan tubuhnya sehingga membelakangi Nichkhun.

—–000—–

“oppa…..” teriak Hyemi di dekat telinga Nichkhun, sontak Nichkhun langsung bangkit dan memukulkan bantal yang dia pegang ke wajah Hyemi “yak appo” rengek Hyemi mengusap-usap wajahnya.

“aisssh, kau pikir telingaku mic? Seenaknya kau berteriak begitu?” Nichkhun kembali merebahkan tubuhnya dan menutup wajahnya dengan bantal.

“yak! Oppa ini sudah siang, aku mau jalan-jalan, kajja cepat bangun” Hyemi menarik tangan Nichkhun menyuruhnya bangun.

“aigo~ Hyemi, memangnya ini jam berapa? 5 menit lagi ne” Nichkhun masih enggan bangkit dari kuburnya* #nichkhun:yak! Ape lu kate thor? Dari kubur? Lu kate gue mayat?

#sorry sorry sorry* author malah nyanyi

“gaere, biar aku pergi sendiri saja” ucap Hyemi dan melangkah seraya menghentak-hentakan kakinya di lantai.

“yak! Yak! Yak! Hyemi… Aishhh kau ini, baiklah-baiklah, aku bangun kau puas?” Nichkhun segera bergegas ke kamar mandi, Hyemi tersenyum menang mendengar kekalahan Nichkhun ‘sepertinya aku harus menggunakan taktik ini’ ucap Hyemi licik.

“ppali, aku tunggu di lobi 5 menit, kau terlambat, aku pergi sendiri”

“yak! Jangan berani kau pergi sendiri Hyemi, awas kau!” teriak Nichkhun dari kamar mandi, Hyemi hanya tertawa puas dan meninggalkan kamar.

—–000—–

Hyemi duduk di sebuah sofa panjang di lobi hotel, dia memasang earphone nya sambil menunggu Nichkhun, tak lama ada beberapa yeoja yang melintas di hadapan Hyemi dan membisikkan sesuatu pada temannya, Hyemi hanya melihatnya risih,  lalu beberapa yeoja itu menghampirinya.

“Are you PARK HYEMI?” tanya salah seorang yeoja yang memakai kacamata dan berambut ikal, kelihatan paling tua dari yang lain. Hyemi melepas earphonenya dan mengangguk.

“yes, I’am Park Hyemi” Hyemi membungkuk pada 5 orang yeoja dihadapannya. Terlihat mereka berbisik satu sama lain dengan bahasa yang tidak Hyemi mengerti.

“jadi kau Park Hyemi, gadis yang merebut Nichkhun oppa dari kami?” ucap gadis yang paling kecil diantara yang lain *anggep aja pake bahasa inggris, Authornya nggak mau nge translate*

Hyemi membulatkan matanya saat mendengar perkataan yeoja itu, tiba-tiba dadanya sesak.

“apa kau tidak tahu kalau banyak Hottest yang tidak suka atas pernikahanmu dengan khunnie oppa?” ucap yang lain lagi.

“kau harus di beri pelajaran park Hyemi” dam it! Kaki Hyemi tiba-tiba lemas, air matanya tiba-tiba jatuh mengalir dipipinya.

“I’am sorry” ucapan yang bahkan tidak bisa didengar oleh telinganya sendiri keluar begitu saja.

“kau harus merasakan bagaimana sakitnya kami saat tahu Khunnie oppa lebih memilihmu daripada kami” ucapan gadis terakhir itu benar-benar membuat Hyemi terduduk di lantai sekarang air matanya begitu deras mengalir ‘Tuhan apa kejadian itu harus aku alami lagi? Ku mohon lindungi aku Tuhan’ Hyemi menutup matanya saat merasa sebuah tangan terangkat dan hendak menamparnya. Namun yang terjadi lain, teriakan dari yeoja-yeoja itu terdengar keras di telinga Hyemi, dia membuka matanya dan mendapati beberapa Yeoja tadi kini diamankan security, Hyemi mendesah pelan.

“gwaenchana Hyemi~a?” ucap Nichkhun merangkul Hyemi yang masih terduduk.

“oppa?” Hyemi menatap Nichkhun yang sedang memapahnya “aku takut” dia menenggelamkan wajahnya di dada Nichkhun, sekelebat(?) bayangan masa lalu menghantui dirinya.

“gwaenchana, kau aman, mereka sudah pergi” Nichkhun menenangkan Hyemi.

“aku takut oppa, aku takut” Hyemi masih terisak dipelukan Nichkhun.

“sorry, mereka tidak mau pergi sebelum bertemu dengan anda tuan Nichkhun” ujar salah satu security

“iya, aku akan menemui mereka” Nichkhun masih menenangkan Hyemi dan berjalan keluar memandang para Hottest yang menatap mereka dengan tatapan yang sangat buas.

“oppa…. oppa…” suara 5 orang yeoja itu mengalahkan beberapa security yang mengamankan mereka, tubuh Hyemi bergetar hebat, kembali dia teringat kejadian 1 tahun lalu

Flash back

 

“apa mereka akan menyukaiku oppa?” Tanya Hyemi pada kekasihnya yang sedang berkonsentrasi di kemudinya.

“tentu, aku sudah banyak bercerita tentangmu” ucap namja itu yang tidak lain adalah Donghae. Hari ini, tepat 3 tahun mereka menjalin hubungan, Donghae ingin memperkenalkan Hyemi kepada orang tuanya di Mokpo, mobil melaju dengan cukup kencang membuat Hyemi berkali-kali harus memukul lengan Donghae.

“pelankan kecepatannya oppa. Kau belum pintar mengemudi” ucap Hyemi mengingatkan namjachingunya itu.

“tenanglah chagi, aku sudah belajar banyak dari Hyukjae” Donghae tersenyum.

“Aisshh, dengan diriku saja Lee Hyuk Jae masih kalah oppa” Hyemi menggerutu

“wae, kau selalu sewot(?) jika aku membicarakannya”

“tentu saja. Apa kau tahu dia ingin aku menjodohkannya dengan ji eun? Aisshh aku tidak sudi melakukannya”

“wae? Ku rasa Hyuk jae benar-benar menyukai dongsaengmu itu” Donghae terkekeh melihat ekspresi Hyemi.

“aku tidak mau dongsaengku dekat-dekat dengan namja mesum itu” Hyemi memanyunkan bibirnya kesal, ‘bagaimana mungkin aku membiarkan dongsaengku yang masih polos harus bergaul dengan namja yadong seperti lee Hyuk jae? Tak bisa ku bayangkan’ cibir Hyemi dalam hati, tiba-tiba mobil Donghae berhenti, membuat Hyemi kembali ke alam sadarnya. “wae oppa?” Tanya Hyemi menatap Donghae yang sedang kebingungan(?)

“molla~ padahal baru kemarin mobil ini di servis, biar aku cek dulu ne” Donghae keluar mobil dan membuka mesin mobil itu.

“otoehkae?” tanya Hyemi yang sudah berada di samping donghae.

“aku tidak terlalu mengerti tentang mesin, sebaiknya aku menelpon Leeteuk hyung”

*pembicaraan diteleponnya author skip ye, gg penting juga*

“aku haus oppa” ucap Hyemi yang sudah kepanasan menunggu hampir 10 menit.

“kajja kita cari minum” Donghae mengambil beberapa peralatan untuk penyamaran, namun belum sempat dia dan Hyemi melangkah beberapa yeoja datang tergopoh-gopoh(?) kearah mereka. Donghae dengan sigap menyembunyikan Hyemi di balik punggungnya.

“oppa, donghae oppa” ucap beberapa yeoja yang kini mendekati Donghae dan Hyemi

“annyeong” Donghae berusaha ramah dan membungkuk pada segerombol yeoja yang ada di hadapannya, yang memakai seragam sekolah.

“oppa yeoja itu siapa? Apa dia yeojachingumu?” tanya salah seorang yang menyadari keberadaan Hyemi, Hyemi menggenggam erat tangan Donghae dan menutup majahnya di punggung Donghae.

“ne, dia Yeojachinguku” jawab donghae yang sukses membuat para ELF patah hati*XD beberapa dari yeoja yang mendengarnya langung berteriak histeris, ada yang guling-guling di tanah, menangis darah, dan lain sebagainya! XD

“wae oppa? Kenapa kau menghianati kami?” ujar salah seorang Yeoja yang ada di hadapan Donghae. Donghae menghela nafas berat.

“mianhae, aku tidak bermaksud menkhianati kalian, percayalah, cintaku pada kalian tidak berkurang 1 persenpun, aku tetap mencintai kalian, kalian tetap mendapatkan cintaku, bahkan lebih besar dari yang aku berikan pada yeoja ini” ucap Donghae sambil mengarah ke pada Hyemi yang masih berlindung di belakangnya.

“ne, oppa kami percaya padamu, bisakah kau memberikan kami kenang-kenangan berfoto?” tanya seorang dari Yeoja itu dan Donghae mengangguk.

“tenang lah, mereka tidak akan memakanmu” Donghae melangkah menuju beberapa ELF di hadapannya, dia segera befoto dengan bergantian, terlalu sibuk dengan kegiatannya, dia tidak sadar seorang ELF berhasil menyelinap dari kerubungan itu menuju Hyemi.

BRUGHHH…….

Donghae segera memalingkan wajahnya saat mendengar suara sesuatu terjatuh, matanya mendarat pada sosok Hyemi yang sudah terkulai lemas di tanah dengan darah mengalir di sampingnya.

“Hyemiii……….” jerit Donghae seketika dan meninggalkan gerombolan ELF langsung memeluk tubuh Hyemi “Hyemi bangun chagi, aku mohon buka matamu” air mata Donghae mengalir saat ini, darah mengucur begitu deras dari pelipis Hyemi membuat Donghae semakin bergetar memangku Hyemi. “cepat panggil Ambulance, ku mohon, panggilkan ambulance” ucap Donghae tanpa mengalihkan pandangannya dari Hyemi.

—–000—–

Orang tua Hyemi berjalan cepat menyusuri lorong rumah sakit, Eomma Hyemi langsung mendekati donghae yang menyandar di tembok rumah sakit.

“Ahjumma?” Donghae mencoba tersenyum pada Eomma Hyemi

PLAK!

Sebuah tamparan sukses mendarat di pipi Donghae. “apa yang kau lakukan pada putriku? Apa yang kau lakukan padanya Lee Donghae?” ucapan Eomma Hyemi meninggi.

“Mianhae ahjumma, aku…”

PLAK!

Sekali lagi tamparan mendarat di pipi Donghae “jangan pernah dekati dia lagi, menjauh dari kehidupannya. Aku tidak akan membiarkan fans-fans gilamu itu menyelakai putriku, pergi dari sini, PERGI” eomma Hyemi mendorong Donghae menjauh dari pintu ruang ICU.

Donghae menatap eomma Hyemi nanar, dia menjauh sedikit dari pintu, tak lama Uisa keluar.

“bagaimana keadaan putri kami uisa?” tanya appa Hyemi dengan wajah khawatirnya

“putri tuan kehilangan banyak darah, kami harus melakukan tranfusi darah”

“lakukan apapun untuknya, selamatkan dia ku mohon” Eomma Hyemi terisak mendengar perkataan uisa.

“ne, tuan, kami akan berusaha” uisa berlalu dan dengan cepat appa Hyemi menghampiri Donghae yang masih berdiri tak jauh dari mereka.

“kau lihat akibat perbuatanmu Lee Donghae? Kau lihat? Sekarang putriku terbaring tak berdaya akibat ulah para Fans gila mu itu? Sampai mati pun aku bersumpah tidak akan pernah merestui hubungan kalian lagi. aku tidak ingin melihatmu disisi putriku lagi. Pergi… PERGI” Appa Hyemi mendorong keras Donghae hingga badannya terpelanting jatuh di lantai.

Flasback off

“Mianhamnida, aku tidak bermaksud mengkhianati kalian, aku sangat mencintai kalian, aku berjanji tidak akan membuat kalian kecewa, tidak akan membagi cinta kalian, aku mencintai kalian, bahkan lebih besar dari cintaku pada istriku sendiri, percayalah, kalian memiliki seluruh cinta dan sayangku” Nichkhun tersenyum kepada para Hottest yang mulai tenang, setelah dengan berbagai cara dia akhirnya bisa lepas dari kejaran para Hottest yang mengejarnya tadi.

“kau punya sedikit trauma kah?” Tanya Nichkhun pada Hyemi yang sedang memakan sarapannya di salah satu restoran.

“eum” jawab Hyemi tanpa menoleh kearah Nichkhun di depannya.

“kapan?”

“satu tahun yang lalu, tepatnya saat Donghae oppa akan mengajakku ke Mokpo” jawab Hyemi, dan Hyemi mulai bercerita. *kurang lebih seperti di atas, author gg mau ngulangin lagi, oke kita skip yah*

—–000—–

@ Basilika Sacre Cœur

Hyemi memandang senang bangunan di depannya, “Basilika sacre Coeur” gumamnya. Kini mereka berdua sedang menatap Basilika Sacre Coeur di Montmarte-sebuah gereja katolik Roma yang terletak di puncak Butte Montmarte, titik tertinggi di kota-

“kajja masuk” Hyemi menggandeng tangan Nichkhun dan masuk ke dalam, dia menyalakan beberapa lilin di depan sebuah salib besar yang terpampang di depan gereja. “kata orang bilang, jika kita berdoa disini, doa kita akan di kabulkan oleh tuhan” ucap Hyemi memautkan tangannya “kajja kita berdoa”.

Nichkhun menuruti kata-kata Hyemi, dia menutup matanya seperti Hyemi, namun itu tidak lama, dia kembali membuka matanya dan menatap Hyemi yang masih memejamkan matanya di sampingnya “Tuhan, ijinkan aku selalu melihatnya seperti ini, setidaknya, sebelum perpisahan itu datang, setidaknya selama aku masih punya beberapa waktu bersamanya, jangan biarkan senyum itu hilang Tuhan” Nichkhun segera menutup matanya kembali saat melihat mata Hyemi mengerjap(?)

Hyemi membuka matanya dan menatap Nichkhun di sampingnya “Tuhan, jika sandiwara ini berakhir nanti, aku harap kau masih membiarkanku memilikinya, memilikinya sebagai seorang oppa yang menyayangi dongsaengnya, berikan dia Yeoja yang akan mencintainya selamanya, berikan dia seorang yeoja yang akan menjadi eomma untuk anak-anaknya nanti, berikan yeoja yang lebih baik dariku” doa Hyemi sambil tersenyum memandang Nichkhun.

“sudah ku katakan, jangan memandangku seperti itu, nanti kau jatuh cinta padaku” seketika Nichkhun membuka matanya dan tersenyum evil kepada Hyemi.

“yak! PD sekali kau oppa eoh?” Hyemi berbalik menuju pintu gereja.

“chamkaman” Nichkhun menahan tangan Hyemi

“wae?”

“kenapa kau ingin ketempat ini?” tanya Nichkhun mensejajarkan langkahnya dengan Hyemi.

“ini adalah tempat pertama kali appa dan eomma ku bertemu” jawab Hyemi dan duduk di depan Gereja Nickhun masih belum mengeluarkan sepatah katapun. “dulu, mereka bertemu di sini, saat itu appa dan eomma sedang menjalani pertukaran pelajar antara Prancis dan Korea, dan mereka bertemu disini” cerita Hyemi.

“lalu mereka saling jatuh cinta, dan menikah? Akh, itu cerita lama” ujar Nichkhun

“anni” ucapan Hyemi membuat Nichkhun membatalkan niatnya yang hampir berlalu “tidak sesederhana itu oppa, appa memang jatuh cinta pada eomma, tapi tidak dengan eomma, saat itu eomma sudah mempunyai seorang namjachingu, tapi appa terlalu pintar untuk mengelabuhi eomma, appa menyuruh kedua orangtuanya untuk melamarkan eomma untuknya” lanjut Hyemi “awalnya eomma menolak, tapi akhirnya mereka menikah” Hyemi menarik nafas dalam sebelum melanjutkan ceritanya.

“chamkaman, kemarin aku dengar kau mengatakan appa dan eomma mu bercerai? Lalu eomma mu yang sekarang itu?” Tanya Nichkhun memandang manik mata Hyemi yang menatap kosong kedepan.

“nde, dia eomma tiriku, appa dan eomma kandungku berpisah saat aku masih kecil, tepatnya eomma yang meninggalkan kami, eomma tidak pernah mencintai appa, dia bahkan sempat akan menggugurkanku saat aku masih dalam kandungannya, dia tidak sudi mempunyai anak dari appa, hingga akhirnya aku lahir, dan dia pergi, ck, mungkin kehadiranku memang tidak diharapkan olehnya” Nichkhun bisa menangkap raut kesedihan dari wajah Hyemi, sebuah butiran bening keluar dari mata indah Hyemi.

“uljima Hyemi-a, kau masih punya appa yang sangat menyayangimu”ucap Nichkhun mencoba menenangkan Hyemi, Hyemi memandang Nichkhun yang berada di sampingnya.

“apa kau tahu, bagaimana saat aku tahu bahkan eommaku tidak menginginkan kehadiranku? Hyemi tersenyum sinis ke arah Nichkhun “lebih sakit dari sebuah lemparan batu dari seorang ELF saat itu” tutur Hyemi masih terus terisak.

“mianhae” Nichkhun segera menarik tubuh Hyemi ke dalam dekapannya sebelum tangis Hyemi semakin deras(?) “kau tidak sendiri Hyemi-a, kau masih memiliki banyak orang yang menyayangimu” ucap Nichkhun menenangkan.

“tapi mereka membohongiku, mereka membohongiku hampir selama 21 tahun lamanya, mereka tidak pernah menceritakan semuanya padaku, mereka membiarkanku menganggap bahwa eomma adalah eomma kandungku, tanpa pernah memberitahuku bahwa aku hanyalah seorang anak yang tidak pernah diinginkan oleh eommanya?”

“bagaimana kau tahu semua itu? Mungkin mereka hanya berbohong padamu”

“aku tahu semuanya, aku tahu kebenarannya 1 tahun lalu, tepatnya sejak kejadian batu yang mendarat dikepalaku oleh seorang ELF” ucap Hyemi menerawang.

FlashBack

 

Ini flasback lanjutan yang diatas okee

“appa jelaskan padaku apa maksud semua ini?” ujar Soo Hyun menatap appa dan eommanya

“menjelaskan apa Soo Hyun, tidak ada yang appa sembunyikan darimu” Ucap tuan Park tersenyum kecil.

“tidak perlu berbohong padaku appa, aku bukan anak 5 tahun yang bisa appa bohongi, aku ini seorang mahasiswa kedokteran appa, dan aku tau persis bahwa tidak mungkin seorang anak memiliki golongan darah yang berbeda dari kedua orangtuanya, kalau tidak sama dengan appa, pasti sama dengan eomma, tapi ini? Tidak sama dengan kalian berdua, sedangkan golongan darahku sama dengan golongan darah eomma” tuntut Soo Hyun

Tuan Park mengambil nafas panjang, terdengar sangat berat, dia menepuk bahu Soo hyun

“kau sudah bisa menebaknya Soo Hyun-a? Hyemi dia anak kandung appa, tapi bukan anak kandung eommamu” ucap Tuan Park sukses membuat Soo Hyun menganga(?)

“apa maksud appa?” tuan Park, Soo Hyun dan nyonya Park mengalihkan pandangan mereka ke sumber suara itu, Hyemi berdiri tepat di depan pintu ruang rawatnya dengan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.

“Hyemi-a” ucap nyonya Park mendekati Hyemi dan memeluknya.

“jawab appa, apa maksud appa aku bukan anak kandung eomma? Lalu aku anak siapa?” Hyemi benar-benar menangis sekarang.

“Hyemi dengarkan eomma, kau anak eomma, kau anak eomma chagi”

“aku tidak percaya, lalu apa maksud appa tadi? Benarkah golongan darahku tidak sama dengan kalian berdua? Jawab appa”

“mianhae” ucap appa Hyemi mendekati putrinya lalu memeluknya hangat.

Flasback off

 

—–000—–

“hyung coba lihat ini” Kyuhyun berlari ke arah Donghae yang sedang merapikan pakaiannya.

“mwo?” Tanya Donghae dan mendekati Kyuhyun, kyuhyun lalu menyerahkan i-phone nya kepada donghae

Park Hyemi (istri Nichkhun 2PM) di buru para Hottest di Paris

Sebuah berita dari akun jejaring sosial milik salah satu artis korea.

“kau yakin dengan berita ini kyu?” tanya Donghae tak percaya.

“sepertinya begitu Hyung, coba saja kau menelponnya” ucap Kyuhyun yang langsung meraih i-phone nya dan bergegas memoles(?) dirinya.

Donghae segera mengambil ponsel di saku tasnya dan menekan beberapa digit nomor

“nyobseo?” sapa seseorang dari ujung sana suara seorang namja ucap Donghae pelan.

“nyobseo, dimana Hyemi?”

“ah, mianhae Donghae-shi, Hyemi sedang di kamar mandi, kau bisa menelponnya lagi nanti” suara Nichkhun sukses membuat telinga Donghae memanas, tanpa sadar Donghae mematikan sambungan telepon. ‘Apa yang sedang kalian lakukan disana? Hyemi-a aku sungguh khawatir padamu, aku merindukanmu, sungguh merindukanmu, jebal jangan lupakan janjimu’

.

.

.

.

====> to be continued

huaa mian yah, ini part tergaje yang pernah ada di FF ini *menurut ku si gitu* Oo, berhubung Authornya lagi galau mikirin pulsa modem yang besok abis *curhat* hahahasekali lagi mianhamnida buat yang kecewa ama part ini……*langsung kabur bareng HeeBum*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: