Sorry, I Love You [Chap 4]

Gambar

Title: Sorry, I Love You

 Main cast: -Nichkhun 2PM

-park hyemi

-lee donghae

-all member 2PM

-all member Super Junior

-other cast

 Genre: romance, gaje-gaje tapi kece

 Author: ophie ryeosomnia a.k.a shin hye kyung (istri syah, dan istri pertama sekaligus istri terakhir dari kim ryeowook) #didemo e.l.f & ryeosomnia

 disclaimer:  ff ini milik saya, hasil murni buah cinta saya dengan wookie oppa #sumpah jangan hiraukan dilarang keras mengcopy, apalagi membajak karya saya, dan apalagi dijual diemperan toko dengan harga ceban? Apa deh?? Lupakan! saya buat memang untuk anda(readers) kaya indosiar, semua cast yang main di ff ini adalah milik TUHAN YANG MAHA ESA, dan tentu saja milik orang tua masing-masing, kecuali KIM RYEOWOOK a.k.a WOOKIE oppa dia juga milik saya

#di cium wookie di bakar readers

 #abaikan#

Backsong: My Valentine by Nichkhun&Taecyon of 2PM

Warning: FF gaje, banyak typoS berserakan macam sampah, mohon di maklumi. mohon maaf apabila ada kata-kata yang salah atau sebagainya.

~Happy Reading~

=====>last story

“hmmmmm” dengung(?) Nichkhun saat mencium bau harum masakan Hyemi “apakah sudah selesai?” Tanyanya tak sabar.

“sudah” Hyemi membawa sepiring Kimchi kehadapan Nichkhun, Nichkhun memandangnya senang.

“ini pasti sangat lezaat” Nichkhun mengambil Sumpit dan bersiap melahap 1 potong kimchi ke mulutnya, sampai suara ketukan pintu mengagalkan rencananya.

TOK TOK TOK

“aissh siapa sih malam-malam seperti ini bertamu?” omel Nichkhun dan beranjak menuju pintu rumahnya, Hyemi tertawa geli melihat tingkah Nichkhun.

“nde, aku datang”ucap Nichkhun pada seseorang dari balik pintu yang terus mengetuk pintu rumahnya. “yak! berhenti mengetuk pintu rumahku, kau pikir rumahku ini….” ucapan Nichkhun terhenti saat membuka pintu dan melihat seseorang dari balik pintu itu. “kau….?” ucap Nichkhun kaget.

.

.

.

.

.

Part 4

 

Story Begining^^

Author PoV~

“annyeonghaseyong Nichkhun-shi” Donghae membukuk saat melihat Nichkhun dihadapannya. Nichkhun ikut membungkuk, tanpa suara. “apa Hyemi ada?” ucap Donghae tak sadar bahwa Nichkhun tidak suka dengan kehadirannya.

“dia…”

“Siapa yang datang oppa?” suara Hyemi muncul dari dalam rumah, membuat Donghae tanpa aba-aba langsung menemuinya.

“Hyemi~a” Donghae memeluk Hyemi yang masih terkejut atas kedatangannya.

“apa yang kau lakukan oppa?” dengan segera Hyemi melepaskan pelukan Donghae.

“wae? kau tidak senang aku datang kesini?” tanya donghae.

“bukan itu, hanya…”Hyemi menggantungkan kata-katanya menatap Nichkhun yang berlalu dari hadapannya dan donghae.

Seperti tau maksud Hyemi, Donghae ikut menatap Nichkhun yang berlalu “wae? bukankah dia tahu kau ini yeojachinguku?”

“nde, tapi…”

“ya, sudah kenapa sungkan? ugh, aku lapar apa kau memasak sesuatu?” Donghae mengendus(?)kan hidungnya mencium bau masakan, Hyemi mengangguk “nde, aku masak makanan kesukaan oppa” jawab Hyemi dan berjalan menuju ruang makan, lalu duduk di samping Nichkhun, sedangkan Donghae duduk didepan Nichkhun *ceritanya meja makannya bentuknya persegi*

“wow? Kimchi” donghae tersenyum senang saat melihat masakan kesukaannya terhidang manis dimeja*Author gg tau makanan kesukaan Donghae, jadi anggep aja makanan kesukaannya Kimchi, gg usah protess!* “sepertinya kau tahu aku akan datang kesini chagi”ucap Donghae tanpa sungkan, Hyemi hanya tersenyum tipis.

“tiba-tiba saja perutku kenyang”Nichkhun berdiri membuat Donghae dan Hyemi menatapnya “kalian makanlah”Nichkhun lalu beranjak, namun Hyemi segera mencegahnya. “yak kau mau pergi kemana oppa?” ucap Hyemi masih didepan meja makan. “istirahat”jawab Nichkhun singkat lalu melanjutkan jalan.

Hyemi menarik tangan Nichkhun untuk berhenti “kau ini, aku sudah capek-capek(?) membuatkan makanan untukmu malah kau pergi begitu saja”

“tiba-tiba saja aku kenyang”

“aisshhh… mana mungkin? sudahlah, kajja kita makan, atau aku tidak akan memasak lagi untukmu”Hyemi menarik Nichkhun duduk ditempatnya.

Donghae Pov~

“aisshhh… mana mungkin? sudahlah, kajja kita makan, atau aku tidak akan memasak lagi untukmu” ucapan Hyemi terdengar begitu jelas ditelingaku, membuatnya sedikit memanas, tak lama Nichkhun sudah kembali duduk dihadapanku. “kemarikan piringmu” ku lihat Hyemi mengambil(?) piring Nichkhun dan meletakkan beberapa makanan disana kenapa dia? kenapa bukan aku yang pertama, aku disini Hyemi, jebal kau membuatku cemburu. “oppa” kurasakan tangan Hyemi dengan keras memukul bahuku.

“ah, nde” jawabku gugup, ternyata aku melamun.

“apa yang kau fikirkan?” Hyemi menatap mataku khawatir.

“anni”

“kau mau yang mana?” Hyemi mengambil piring dihadapanku, aku menunjuk beberapa makanan dengan cekatan Hyemi memberikannya untukku, “otoehkae?”tanya nya saat melihatku melahap(?) makanannya. aku memajukan ibu jariku “mamamia lezatos”.

“enak mana dengan masakan wookie oppa?”

“sama” ucapku singkat dan kembali memakan makananku. “kapan terakhir kali aku makan masakanmu yah?” aku berhenti sesaat dan menatapnya.

“3minggu yang lalu setelah kau pulang dari Paris?” dia menjawab tanpa menoleh ke arahku dia masih mengingatnya rupanya.

“ah, Hyemi~a, lusa aku berangkat ke Indonesia” ucapku yang sukses membuat Hyemi berhenti dari makannya.

“untuk apa?”

“super show”

“aku juga besok pergi ke Eropa, iia kan oppa?”

DEG

apa yang dia katakan? dia berucap sambil menatap Nichkhun disampingnya.

“untuk apa?” Tanyaku sedikit menahan amarah

“Bulan madu”Nichkhun tersenyum puas kepadaku, apa maksud senyumnya, seolah dia berkata ‘aku mendapatkannya Lee Donghae’ cih! aku benci senyum itu, ku alihkan pandanganku ke arah Hyemi yang masih tersenyum senang kenapa lagi dengannya? apa dia sesenang itu akan bulan madu dengan Nichkhun? apa kau mulai mencintainya Hyemi? apa kau sudah mulai melupakanku? jangan, jangan lakukan itu. jebal, kau sudah berjanji tidak akan menyukainya. Kini aku takut, aku takut dia meninggalkanku.

Author Pov~

“Hyemi~a, langsung telpon eomma sesampainya kau disana nde” Eomma Hyemi mengusap air matanya saat sedang perpisahan dengan Hyemi diBandara.

“nde eomma” Hyemi tidak kalah sedih dari eomma nya, dia bahkan enggan melepas pelukannya pada eommanya.

“sudahlah yeobo, kalau seperti itu, Hyemi tidak akan berangkat” appa Hyemi memisahkan mereka berdua, semua orang yang hadir tertawa kecil melihat tingkah Hyemi dan Eomma nya.

drtttt drrttt ddrrttt

Suara ponsel Hyemi, 1 pesan masuk

from:donghae oppa

cepat temui aku didepan toilet sekarang

Hyemi mengernyitkan(?) alisnya membaca pesan singkat dari donghae, segera Hyemi meminta ijin ke toilet, Hyemi memutar matanya mencari sesosok manusia yang sedang menunggunya, tiba-tiba tangan Hyemi ditarik seseorang masuk ke toilet, seorang berpakaian ala marlyn mondrow*bener nggak tuh tulisannya?* berdiri tepat didepannya, mereka hanya berdua di dalam Toilet.

“si..siapa kau?” tanya Hyemi takut

“ini aku chagie” Donghae membuka wig(?) nya dan tersenyum kepada Hyemi

“oppa”Hyemi memukul dada Donghae pelan “kau ini hampir membuatku jantungan”

“mianhae, aku hanya tidak mungkin menggunakan pakaian biasa”ucap Donghae tersenyum

“ada apa kau ingin menemuiku?”

“kau sudah akan berangkat?” Hyemi mengangguk, Donghae mendengus(?) pelan “ada yang ingin aku minta darimu” ucap donghae menatap tajam mata Hyemi.

“apa?”

“pertama, kau tidak boleh tidur 1 kamar dengan Nichkhun, ke dua kau Tidak boleh terlalu sering jalan-jalan dengannya, ketiga kau tidak boleh mengunjungi menara Eifiell” ucapan Donghae sukses membuat Hyemi melongo(?).

“mho? aisshh shireo, mana mungkin aku tidak mengunjungi menara eifell sedangkan aku pergi ke paris, dan lagi, masa iya aku harus terus berada di hotel selama 3 hari aku disana, itu pasti akan sangat membosankan oppa, aku tidak mau” ucap Hyemi mampautkan bibirnya, dia merasa ini sama sekali tidak adil.

“yak! Kau tidak mau menurutiku eoh?” Donghae sedikit sewot mendengar jawaban Hyemi

“nde! Aku tidak mau” balas Hyemi kekeh(?)

“aisshh!” Donghae mengacak(?) rambutnya frustasi “dengar chagie” donghae memegang tangan Hyemi lembut “aku hanya tidak ingin kau jatuh kepelukannya, aku hanya tidak ingin kau meninggalkanku, aku tidak ingin dia mengambilmu dariku, aku tidak ingin kehilanganmu, kau tau aku sangat mencintaimu” Hyemi melepas tangannya lembut dan berganti meraih wajah Donghae.

“oppa, aku tidak akan meninggalkanmu, dia tidak akan mengambilku darimu, kau tidak akan kehilanganku, kau tahu aku tidak mencintainya, dan kau juga tau aku hanya mencintaimu” Hyemi berusaha meyakinkan Donghae namja yang sangat dia cintai.

“aku percaya padamu, tapi bagaimana dengannya? Dia sepertinya menyukaimu, bagaimana kalau dia melakukan berbagai cara untuk mendapatkanmu, sehingga kau jatuh kepelukannya”

“ck…” Hyemi tertawa kecil mendengar ucapan Donghae, dia tidak sadar kalau Donghae bahkan sudah merah padam(?) mendapat perlakuan itu dari Hyemi. “yak! Dengar Lee Donghae, dia tidak mencintaiku, dia bahkan hanya menganggapku sebagai rekan bisnis untuk memperlancar bisnis keluarganya, jadi tidak perlu cemas seperti itu”.

“itu menurutmu, tapi tidak menurutku” Donghae menyandarkan tubuhnya di tembok.

“sudahlah oppa, aku tidak ingin berdebat denganmu” Hyemi memegang knop pintu toilet, namun dengan cepat Donghae mencegahnya.

“berjanjilah kau akan melakukan 3 hal yang aku perintahkan tadi” ucapnya sebelum membawa Hyemi kedalam pelukannya.

“huuftt”Hyemi mendengus(?) pelan “nde, aku berjanji oppa” Donghae mengendurkan pelukannya dan menatap Hyemi.

“gomawo chagie, aku pasti akan sangat merindukanmu” Donghae mendekatkan wajahnya ke wajah Hyemi namun gerakannya kalah cepat dengan suara ponsel Hyemi yang bernyanyi merdu, Hyemi segera menjauhkan wajahnya dari Donghae dan meraih ponselnya didalam tas.

“wae oppa?” tanya Hyemi pada seorang diujung sana.

“……”

“ah, ne, ini sudah dalam perjalanan” ucap Hyemi lalu memutuskan sambungan telepon, menatap donghae “oppa, aku pergi nde” Hyemi memeluk Donghae sebelum keluar dari toilet.

“ku harap kau menepati janjimu Hyemi, aku tidak akan membiarkannya merebutmu dariku” ucap Donghae lirih.

@@@@@

“Nichkhun, coba kau susul(?) Hyemi, kenapa dia lama sekali di Toilet? Jangan-jangan dia tertidur disana” perintah Eomma Hyemi.

“nde, eomma” Nichkhun menyusuri jalan menuju toilet dan berhenti didepan pintu toilet yang tertutup “kenapa tertutup” pikir Nichkhun dan segera mengangkat  tangannya untuk mengetok(?) pintu toilet itu.

“aku percaya padamu, tapi bagaimana dengannya? Dia sepertinya menyukaimu, bagaimana kalau dia melakukan berbagai cara untuk mendapatkanmu, sehingga kau jatuh kepelukannya” Terdengar suara seorang namja dari dalam membuat Nichhun mengurungkuan niatnya

“ck…” kini terdengar suara yeoja yang membuat Nichkhun semakin membuka lebar telinganya

“yak! Dengar Lee Donghae, dia tidak mencintaiku, dia bahkan hanya menganggapku sebagai rekan bisnis untuk memperlancar bisnis keluarganya, jadi tidak perlu cemas seperti itu”.

DEG

Seketika Nichkhun memegang dadanya yang tiba-tiba sesak, apa itu Lee Donghae dan Hyemi? Pikirannya tidak bisa lagi mendengarkan pembicaraan kedua orang didalam toilet, Nichkhun berlalu menjauh dari toilet, bersembunyi lalu mengambil ponselnya mencari nomor Hyemi dan memencet(?) tombol ‘call’, deringan pertama hening, sampai deringan kedua baru terdengar suara Hyemi dari ujung sana.

“wae oppa?” terdengar suara Hyemi yang sedikit kesal

“apa kau sudah selesai? Kenapa lama sekali di toilet? Sebentar lagi kita berangkat” sebisa mungkin Nichkhun membuat suaranya seperti biasa

“ah, nde ini sudah dalam perjalanan” setelah mendengar jawaban Hyemi Nichkhun mematikan sambungan telepon dan menatap ke arah toilet, tak lama Hyemi keluar dan diikuti dibelakang Hyemi seorang namja, anni seseorang yang berdandan ala Marlyn Mondrow, Nichkhun mengerutkan keningnya “Lee Donghae” bisiknya lalu berjalan meninggalkan tempat persembunyiannnya.

“mana Hyemi” tanya eomma Hyemi saat melihat Nichkhun datang sendiri

“dibelakang eomma, sebentar lagi dia datang”

“mianhae membuat kalian menunggu” ucap Hyemi membungkuk.

“kau ini tertidur di toilet kah?” ucap Soo Hyun sukses membuat Hyemi merengut(?)

“yak! Aku bukan kau yang suka tidur sembarangan oppa” Hyemi masih menampilkan wajah kesalnya pada Soo Hyun.

“sudah, sudah sebentar lagi pesawatmu berangkat, cepat masuk” Appa Hyemi mencoba menghentikan pertengkaran Hyemi dan Soo Hyun yang pasti tidak akan selesai 1 hari, setelah memeluk satu persatu keluarganya, Hyemi mendorong kopernya bersama Nichkhun.

“cepat buatkan aku keponakan Hyemi~a” masih cukup terdengar teriakan Soo Hyun di telinga Hyemi yang membuatnya semakin geram kepada oppa nya itu.

@Internasional Charles De Gaulle Airport

Hyemi tersenyum lebar memandang hamparan tanah Paris dihadapannya. Ini adalah impiannya sejak lama, dia memejamkan matanya menghirup udara paris yang sejuk, ‘ini musim semi yang indah’ gumam Hyemi, dia membuka matanya saat merasa ada tangan hangat menggandeng(?) tangannya.

“apa kau ingin disini seharian?” Nichkhun tersenyum memamerkan(?) senyum indahnya “kajja, kita kehotel aku ingin istirahat” dia menggandeng tangan Hyemi selama perjalanan keluar bandara, seseorang tersenyum ke arah mereka dan mengambil alih koper yang dibawa Hyemi dan Nichkhun lalu memasukkannya di dalam bagasi sebuah mobil mewah. Nichkhun membukakan pintu untuk Hyemi lalu dia masuk dan duduk disebelah Hyemi.

“siapa namja itu oppa?” tanya Hyemi yang masih heran dengan orang yang tiba-tiba menyambut kedatangan Hyemi dan Nichkhun.

“dia sopir sewaan dari Hotel” jawab Nichkhun kembali tersenyum kepada Hyemi. Hyemi menautkan(?) kedua alisnya tidak mengerti. “kita akan menginap di hotel biasa tempatku dan member 2PM lainnya menginap jika sedang liburan disini, mereka sudah mengenal kami, jadi tidak perlu heran seperti itu” Nichkhun menyandarkan bahunya di jok mobil dan menopang kepalanya dengan kedua tangannya.

Hyemi tidak berkata apapun karena memang dia tidak tau apa yang harus dia katakan, dia menatap keluar kaca mobil dan menatap pemandangan yang tidak dia temukan dikorea.

@De Neuve Hotel

 

Hyemi memandang sekeliling kamar hotel canggung. Sebuah kamar yang cukup mewah, dengan tembok yang di cat berwarna cream, sebuah tempat tidur klasik dengan sprei(?) berwarna senada dengan dinding, sebuah lemari kaca yang menempel di dinding, sebuah televisi 29 inc duduk manis didepan tempat tidur yang cukup besar, kamar mandi yang memiliki pintu yang terbuat dari kaca yang sedikit transparan. Hyemi menelan ludahnya kaget tiba-tiba dia teringat akan kata-kata Donghae di bandara tadi “Kau tidak boleh tidur satu kamar dengan Nichkhun” Hyemi mengerti maksud Donghae lalu menatap Nichkhun yang juga sedang memperhatikan arah pandangan Hyemi.

“ah, sepertinya aku harus memesan 1 kamar lagi” ucapan Nichkhun seolah mampu membaca pikiran Hyemi, tanpa menunggu lama Nichkhun keluar kamar.

Hyemi menarik nafas lega, segera mengambil handuk ditasnya dan masuk ke toilet, dan mengguyur tubuhnya dengan air yang mengucur deras dari shower.

——–0000———

30 menit berlalu Hyemi keluar dari kamar mandi memakai handuk baju yang tersedia di toilet hotel, dia mengusapkan(?) handuk di rambutnya yang basah dan menutup pintu kamar mandi.

“kau sudah selesai?” suara seseorang membuat Hyemi melonjak(?) kaget, Nichkhun sedang terbaring di tempat tidur menatap langit-langit kamar.

“o…oppa?” ucap Hyemi kaget “kau sudah lama disini?” tanya Hyemi kini perasaannya diliputi ketakutan.

“lumayan. Sepertinya malam ini aku harus tidur disini, tidak ada kamar kosong yang lain” Nichkhun bangun dan segera menyambar(?) handuk dudekatnya “aku mandi dulu” Nichkhun masuk ke kamar mandi, meninggalkan Hyemi yang masih mematung ditempatnya ‘apa yang harus aku lakukan? Oh Tuhan lindungi aku’ bisik Hyemi dalam hati sambil berjalan menuju kopernya Hyemi tidak berhenti berdoa untuk keselamatannya(?), matanya menangkap sesosok kertas yang tergeletak(?) manis di meja dekat kopernya bersandar. Hyemi membaca isi tulisan kertas tersebut, dan membiarkan wajahnya tersenyum seketika. Itu daftar nama tempat terkenal di Eropa, khususnya Perancis dan Italia, cukup lama Hyemi tersenyum sampai dia tidak menyadari kedatangan Nichkhun.

“waeyo?” Nichkhun mengibaskan tangannya didepan muka Hyemi, Hyemi tersadar lalu menatap Nichkhun dan tersenyum, Nichkhun yang merasa aneh langsung mendaratkan punggung tangannya di kening(?) Hyemi “apa kau sakit?” tanya Nichkhun sedikit khawatir.

Hyemi menggeleng, lalu menurunkan tangan Nichkhun dengan lembut “aku baik-baik saja oppa” ucap Hyemi lalu berdiri dan menarik tangan Nichkhun. “kau keluarlah dulu, aku akan berganti pakaian” Hyemi mendorong Nichkhun keluar kamar, lalu menutup pintu kamar dan menguncinya.

——0000——

“Shireo, besok saja aku sangat lelah” ucap Nichkhun merebahkan tubuhnya ditempat tidur, tidak memperdulikan rengekan(?) Hyemi.

“oppa jebal, aku ingin sekali kesana” Hyemi terus menarik tangan Nichkhun.

“tapi aku lelah Hyemi, besok saja nde”

“Andwe, aku mau sekarang, baiklah kalau oppa tidak mau menemaniku, biar aku pergi sendiri saja” Hyemi mengambil tasnya dan keluar namun tiba-tiba Nichkhun sudah ada dihadapannya.

“gaere, aku akan mengantarmu, kau ini nekad sekali, kalau kau hilang bagaimana huh? Apa yang harus aku katakan pada appa dan eomma?” Nichkhun akhirnya menyerah.

Hyemi tersenyum menang “kajja” dia menarik lengan Nichkhun dan keluar kamar hotel.

——-0000——-

Hyemi merentangkan kedua tangannya merasakan deru angin yang menyelinap masuk kedalam tubuhnya, matanya terpejam merasakan kehangatan langit Paris yang sangat indah.

“sampai kapan kau akan seperti ini? Kita tidak akan sampai kalau kau tetap diam disitu” ujar Nichkhun yang bosan melihat Hyemi yang masih menghirup udara Paris.

“Aigo~ sabar lah oppa, Belanda masih jauh” jawab Hyemi ngelantur(?)

“Belanda Tetanggaan dengan Perancis kau lupa?” ucap Nichkhun ngelantur(?) juga.

“hmm kajja” Hyemi berjalan mendahului Nichkhun tersenyum senang menatap sebuah menara yang menjulang tinggi ke langit “benar-benar indah” gumam Hyemi yang tidak sedikitpun mengedipkan matanya menatap bangunan megah dihadapannya.

“aku tahu kau tidak pernah kemari, tapi tidak perlu menunjukan wajah norak(?) mu seperti itu lah” Nichkhun mengejek(?) Hyemi.

Pletak!

Sebuah jitakan mendarat di bahu Nichkhun, Nichkhun tersenyum miris, menahan sakit “yak! Appo”

“rasakan! Salah sendiri mengejekku” Hyemi berlari mendekati menara yang sudah ramai pengunjung. “ini bahkan lebih indah dari yang aku bayangkan” gumam Hyemi lirih.

“memangnya seperti apa bayanganmu?” tanya Nichkhun yang sudah berdiri disamping Hyemi.

“Indah” sebuah kata yang keluar dari bibir Hyemi membuat Nichkhun menatap Hyemi sesaat. “wae?” Hyemi menatap Nichkhun yang masih memperhatikannya.

“apa kau sangat menginginkan datang kemari?” tanya Nichkhun masih memperhatika senyum yang tercetak(?) dibibir Hyemi, Hyemi mengangguk lalu kembali menatap Eiffel dengan kagum. “apa kau senang?”

“eumm” gumam Hyemi tanpa menoleh ke arah Nichkhun disampingnya. Dia terbius oleh keindahan Eiffel yang sangat terkenal.

Yah, siapa yang tidak tau menara Eiffel, tempat teromantis menurut Hyemi setelah sungai Han. Sudah sejak lama dia ingin berlibur ke Eropa, sudah sejak lama dia bermimpi mengunjungi menara Eiffel dengan orang yang sangat dia cintai yaitu Donghae, sayangnya, kunjungan pertamanya bahkan bukan bersama Donghae, melainkan dengan Nichkhun ‘suami’ bohongan(?)nya.

Warna langit sore yang cerah menambah kesan romantis menara Eiffel. Tidak terkecuali dengan Hyemi yang sudah duduk tepat di bawah Menara Eiffel dengan sesekali menjepretkan(?) kameranya.

“apa yang membuatmu menyukai Eiffel?” tanya Nichkhun yang tidak sesenang seperti Hyemi, ini memang bukan kunjungan pertamanya, namun awal kedatangannya pun dia tidak sesenang Hyemi.

“banyak” Hyemi menjawab singkat pertanyaan Nichkhun yang tidak bisa Hyemi jelaskan satu persatu alasannya.

“salah satunya?” Nichkhun mencoba terus mengajak Hyemi bicara meskipun daritadi Hyemi hanya menjawab singkat setiap pertanyaan Nichkhun karena memang dia sedang sibuk dengan kameranya.

Hyemi menatap Nichkhun yang terus mengganggunya “ini adalah tempat favorit appa dan eomma” jawab Hyemi lalu kembali sibuk dengan kameranya.

“benarkah? Bukan karena tempat ini romantis?” tanya Nichkhun seolah tak puas dengan jawaban Hyemi

“itu alasan kedua” Hyemi tidak sedikitpun beralih kepada Nichkhun.

“Kau tahu cerita tentang Menara ini?” Nichkhun berhasil membuat Hyemi mengalihkan pandangannya sekarang.

“maksud oppa?”

“orang bilang, setiap pasangan yang datang kesini, maka dia akan berjodoh, akan segera bertunangan bagi yang masih berpacaran, akan cepat menikah bagi yang sudah bertunangan, dan akan menjadi pasangan yang harmonis sampai mereka tua nanti” jelas Nichkhun.

“ck…” Hyemi tersenyum meremehkan “Aku tidak percaya” ucap Hyemi sambil berlalu dari tempatnya.

“wae?” Nichkhun mengikuti Hyemi yang sudah berjalan agak(?) jauh darinya.

“kalau memang yang dikatakan oppa benar, kenapa appa dan eommaku sampai bercerai? Padahal mereka juga pernah kesini” ucap Hyemi terus berjalan

“maksudmu, appa dan eommamu bercerai?” Nichkhun mencoba mengimbangi langkah Hyemi yang berjalan lebih cepat, dan seketika berhenti didepan sebuah toko ice cream.

“oppa, aku mau ice cream” Hyemi berhenti di depansebuah toko ice cream

“ne, kajja” Nichkhun dan Hyemi masuk kedalam toko “kau mau yang rasa apa?”

“coklat” jawab Hyemi dengan wajah aegyanya.

“coklat?” Nichkhun mengulangi kata-kata Hyemi, Hyemi mengangguk mantap. “tidak ingin rasa lain?” Nichkhun menawarkan.

“anni, coklat saja itu rasa kesukaanku”

“cobalah rasa vanilla, itu lebih enak”

“anni, aku mau coklat saja, aku sudah terbiasa dengan coklat dan tidak mau mencoba yang lain”

“wae?”

“aku tidak pernah memakan ice cream rasa lain selain coklat, itu rasa kesukaanku dan donghae oppa”Hyemi tersenyum saat mengucapkan nama donghae seolah mengatakan –donghae oppa namja chinguku-

“ah, baiklah” Nichkhun berlalu memesan ice cream, dan tak lama dua buah ice cream vanilla dan coklat sudah Nichkhun dapatkan.

Mereka berjalan kearah selatan meninggalkan toko ice cream Hyemi begitu menikmati ice creamnya.

“bagaimana hubunganmu dengan Lee Donghae?” Tanya Nichkhun sambil melahap(?) ice creamnya

“baik” jawab Hyemi singkat, dia tidak suka diganggu jika sedang menikmati ice cream, “oppa sendiri?” tanya Hyemi seolah tertarik untuk menggoda Nichkhun.

“maksudnya?” tanya Nichkhun berhenti dan menatap Hyemi meminta penjelasan pertanyaannya.

“bagaimana hubungan oppa dengan Victoria? Victoria F(X)?” tanya Hyemi mengerlingkan matanya.

“mwo? Aisshh aku tidak punya hubungan spesial dengannya” jawab Nichkhun dan melanjutkan jalan.

“aisshh, tidak perlu malu padaku oppa, aku tahu kau menjalin hubungan dengannya bukan?”

“anni, tidak sama sekali”

“aku tidak percaya” Hyemi tersenyum puas melihat Nichkhun yang sudah sedikit kesal

“aku tidak ada apa-apa dengan Victoria, aku hanya berteman dengannya, lagi pula dari mana kau dapat gosip murahan seperti itu eoh?”

“yak! Kau bilang apa? Gosip murahan? Aissh kau ini, sudahlah tidak perlu merahasiakannya dariku, bahkan berita ini sudah aku dengar sejak lama”

“terserah kau saja, aku tidak memaksamu untuk percaya padaku” Nichkhun kembali berjalan sambil masih menikmati ice creamnya “ah, Hyemi apa kau cemburu eoh?” goda Nichkhun sukses membuat Hyemi hampir tersedak ice cream.

“apa kau bilang? Cih, tentu saja tidak aku sudah mempunyai donghae oppa” Hyemi buru-buru menyembunyikan rasa terkejutnya.

“ah, benar juga” Nichkhun mengangguk dan memberikan sebuah sapu tangan “bibirmu belepotan(?) bersihkanlah, kau ini sudah sebesar ini masih belum bisa makan dengan benar”

Hyemi tersenyum malu, inilah alasan dia tidak suka berbicara saat sedang makan ice cream, dia akan terlihat seperti anak kecil “apa sudah bersih?” tanya Hyemi saat sudah mengelap(?) bersih bibirnya.

Nichkhun  berbalik dan menatap Hyemi “belum” dia mendaratkan tangan kanannya di ujung bibir sebelah kiri Hyemi mengusapnya(?) dengan lembut, lalu menatap Hyemi yang sedang menatapnya, Nichkhun kembali menatap bibir Hyemi, dan mendekatkan wajahnya, semakin dekat, samapi dia bisa merasakan nafas Hyemi menyapu bersih wajahnya.

Hyemi tidak bergeming saat Nichkhun mendaratkan keningnya di kening Hyemi, dan hidungnya menempel ke hidung Hyemi, dia seolah tidak sadar dengan apa yang akan terjadi, matanya tertutup saat merasa deru nafas Nichkhun menyentuh wajahnya, dia membiarkan Nichkhun terus mendekat dan…..

.

.

.

.

.

.

.

=====>To be continued

kekekek~ (tertawa ala evill) apakah readers kecewa adegannya saiia potong? *sengaja* biar penasaran! ckckck, oke untuk part selanjutnya Author cuma mau ngetag yang coment di part ini, kalo yang gg coment ato cuman ngelike? author gg tolerir*PLAK! APA DEH?* okee langsung RCL aja deh! lengkap! otte

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: