Sorry, I Love You [Chap 3]

Gambar

 

Title: Sorry, I Love You

Main cast: -Nichkhun 2PM

-park hyemi

-lee donghae

-all member 2PM

-all member Super Junior

-other cast

Genre: romance, gaje-gaje tapi kece

Author: ophie ryeosomnia a.k.a shin hye kyung (istri syah, dan istri pertama sekaligus istri terakhir dari kim ryeowook) #didemo e.l.f & ryeosomnia

disclaimer:  ff ini milik saya, hasil murni buah cinta saya dengan wookie oppa #sumpah jangan hiraukan dilarang keras mengcopy, apalagi membajak karya saya, dan apalagi dijual diemperan toko dengan harga ceban? Apa deh?? Lupakan! saya buat memang untuk anda(readers) kaya indosiar, semua cast yang main di ff ini adalah milik TUHAN YANG MAHA ESA, dan tentu saja milik orang tua masing-masing, kecuali KIM RYEOWOOK a.k.a WOOKIE oppa dia juga milik saya

#di cium wookie di bakar readers

#abaikan#

Backsong: My Valentine by Nichkhun&Taecyon of 2PM

 

Annyeong~ *bow, tebar bunga dimakam* apadeh? ini Author dataaang…., adakah yang merindukanku? adakan? ada dong? pasti ada.#Maksa mian kalo ini FF lama post nya *iye malah udda lupa ama ceritanya thor* plak! authornya nangis. dikarenakan ada sedikit masalah, yang menyita pikiran saiia akhir-akhir ini sehingga membuat FF ini terbengkalai, apa lagi kalau bukan GALAU SS4(?) mewek. oke daripada kelamaan bacot(?) yu marii langsung aja.. cekidoot

 

 

Warning: FF gaje, banyak typoS berserakan macam sampah, mohon di maklumi. mohon maaf apabila ada kata-kata yang salah atau sebagainya.

 

~Happy Reading~

 

=====>last story

“gomawo oppa untuk hari ini” ucap hyemi saat turun dari mobil donghae

 

“sama-sama chagi, aku pulang dulu ne” belum sempat donghae melangkah, hyemi sudah memeluknya

 

“saranghaeyo oppa” ucapnya dengan manja

 

“nado chagiya” donghae kembali mengecup bibir hyemi lembut, hyemi baru saja akan membalas ciumannya sebelum terdengar

 

PYAARRRR

“suara apa itu?” donghae dan hyemi saling berpandangan

 

“sepertinya dari rumah..? nickhun oppa?” hyemi berlari menuju rumah tidak memperdulikan donghae yang masih mematung di tempatnya, dengan cepat hyemi mebuka pintu dan mendapati Nickhun ‘suaminya’ sedang terduduk membereskan kepingan-kepingan kaca di lantai dan dengan beberapa darah di sekitanya.

“oppa? Apa yang terjadi?”

.

.

.

.

 

Story Begining^^

 

Nickhun Pov~

 

Untuk kesekian kalinya aku memandang jam dinding di ruang tengah rumah baruku, sudah lebih dari jam 8 malam tapi hyemi belum juga datang, aku semakin khawatir, terlebih aku tidak mempunyai nomor ponselnya. ku ketuk-ketukan(?) kaki ku gelisah, ada apa? apa yang terjadi? kenapa dia belum pulang sampai larut seperti ini? tak henti aku bertanya dalam hati.

 

Tak lama aku mendengar sebuah mobil menepi didepan rumahku, aku beranjak menghampiri jendela mengintip(?) dan berharap itu hyemi, ku lihat Hyemi turun dari mobil itu dengan senyum yang mengembang(?) siapa yang mengantarnya? dia terlihat begitu senang, seorang namja yang tak aku kenali keluar dari pintu sopir, diluar gelap, jadi aku tidak bisa melihat dengan jelas siapa namja yang bersama Hyemi.

 

Aku masih berdiri di depan jendela saat ku lihat Hyemi dengan manja memeluk namja yang ada dihadapannya, seketika darahku memanas? apa yang dia lakukan? tidak sadarkah dia kalau dia sudah memiliki seorang suami? belum sempat ku hilangkan rasa terkejutku, aku melihat namja itu sekarang mencium bibir Hyemi Kyaaa!! apa yang mereka lakukan? tak sadar aku mengepalkan telapak tanganku dan memukul keras tembok disampingku, hingga membuat lukisan yang ada di atasnya jatuh ke lantai menyebabkan suara benturan yang sangat keras.

 

PyAAAARR…..

 

Aku terduduk memandang lukisan yang kini sudah hancur berkeping-keping, segera ku punguti(?) pecahan-pecahan kaca figura lukisan itu dengan tanganku, terlihat beberapa bercak darah menetes disampingnya, mataku menuntunku melihat tangan yang aku gunakan untuk memukul dinding tadi, merah… darah mengucur deras dari keempat jari-jariku.

 

“Oppa apa yang terjadi?” suara cemas hyemi memaksaku untuk menatapnya

 

“gwaenchana” jawabku singkat lalu kembali membereskan pecahan-pecahan kaca yang masih berserakan. ku lihat Hyemi ikut berjongkok dan membantuku memunguti(?) pecahan kaca tadi.

 

“oppa tanganmu?” Hyemi mendekatkan tangannya berusaha menyentuh tanganku yang berlumuran darah, namun ku jauhkan tanganku darinya, aku beranjak pergi meninggalkannya yang masih berjongkok.

 

Hyemi Pov~

 

Tok Tok Tok…

 

Aku memberanikan diri mengetuk pintu kamar Nickhun oppa, aku ingin meminta maaf padanya? mungkinkah dia marah? tapi kenapa? oke, ketokan(?) pertama tak ada jawaban, ku ulangi lagi, namu tetap tak ada jawaban, akhirnya ku beranikan diri masuk kekamarnya, aku cukup khawatir melihat luka di tangannya tadi, sebenarnya apa yang terjadi?

 

Kamarnya kosong, kemana dia? aku beranjak menuju balkon, dia tidak ada, lalu aku putuskan untuk keluar, dan saat itulah aku mendengar rintihan yang cukup pilu dari kamar mandi. Nichkhun oppa sedang merendam lukanya di dalam air, itulah pemandangan yang pertama kali kulihat saat sampai di kamar mandi.

 

“apa yang kau lakukan oppa?” aku menghampirinya dan segera mengambil(?) tangannya dari dalam air “nanti darahmu bisa habis” aku membuang air yang sudah bercampur dengan darah, dan mengelap(?) tangannya dengan tissue toilet yang ada.

 

“aaww” rintihnya saat ku mulai membersihkan darah yang masih tersisa di punggung tangannya

 

“sebenarnya apa yang terjadi? kenapa bisa seperti ini?” tanyaku masih terus membersihkan lukanya. dia tidak menjawab, aku bisa melihat dia meringis(?) kesakitan saat ku oleskan obat merah disekitar lukanya, lalu ku balut dengan perban supaya tidak terinfeksi “finish” ucapku bangga seraya tersenyum untuk diriku sendiri, jujur saja, aku tidak terlalu suka dengan darah, jadi, jika saat ini aku bisa membersihkan luka Nichkhun oppa, bahkan membalutnya(?) dengan perban itu sangat menakjubkan.

 

“gomawo” dia berucap setelah sejak tadi hanya membisu, aku tersenyum membalasnya.

 

“mianhae… apa oppa marah padaku?” tanyaku hati-hati

 

Dia menggeleng, lalu bangkit dan berjalan keluar kamar mandi dan duduk di atas sofa panjang yang ada dikamarnya. “annia.. aku tidak marah padamu, hanya saja, aku tidak suka kalau yeojaku bersama namja lain”

 

“maksud oppa?” aku mengikutinya

 

“ah, maksudku… meskipun pernikahan kita hanya pernikahan bisnis, tapi biasakah kau menghargai aku sebagai suamimu? aku tahu mungkin namja tadi adalah kekasihmu, tapi bisakah kau tidak membawanya kesini lagi? aku hanya tidak ingin ada gosip tak sedap tentang pernikahan kita yang baru berjalan 24jam, terlebih aku tidak ingin membuat orangtuaku kecewa, apa kau bisa memahami itu?”

 

Penjelasan yang cukup masuk akal, aku mengangguk, mungkin ada benarnya perkataannya “mianhae” aku menunduk merasa bersalah.

 

“gwaenchana, asal kau tidak mengulanginya lagi” dia menepuk bahuku. “aku yakin, kita bisa berbisnis secara profesional” dia beranjak keluar kamarnya “ah, Hyemi~shi, apa besok kau ada acara?”

 

“anni” aku menggeleng

 

“besok manajerku bilang kita harus menggelar conferensi pers untuk pernikahan kita, bisakah kau datang?”

 

“nde” aku tersenyum dan menatapnya yang keluar dari kamarnya.

 

Author Pov~

 

prang …. plak…. pletak… tak… tok…

prang…. plak…. pletak… tak… tok…

 

Suara kompor beradu dengan wajan(?) terdengar sampai merauke *lebaiiy*, tentu terdengar juga sampai di kamar Hyemi yang tidak jauh dari TKP, dengan menutup kedua telinganya Hyemi beranjak dari tempat tidurnya, terlihat dapurnya hancur berantantakan

 

“omo~.. apa yang kau lakukan oppa?” teriak Hyemi saat mendapati dapurnya sudah tidak berbentuk(?), Nichkhun yang tidak lain adalah tersangkanya hanya tersenyum tipis melihat Hyemi berteriak.

 

“aku sedang memasak, apa kau tidak melihatnya?” ucap Nichkhun santai lalu kembali ke aksinya(?)

 

“cukuuuuuuuuuuuuuuup” teriakan Hyemi menggema di rumah mereka yang sukses membuat beberapa barang bergerak karena getarannya *plak!apa deh!

 

Nickhun tak kuasa ikut menutupi telinganya “yak! Hyemi~shi, bisa kau kecilkan suaramu? itu membuat telingaku rusak!”

 

“kau yang seharusnya berhenti dari kegiatanmu menghancurkan dapurku” ucap hyemi kini semakin kesal “aku tidak mau tahu, bereskan semuanya dalam waktu 5 menit, jika selama 5 menit itu belum selesai, aku pastikan aku tidak akan menghadiri conferensi pers denganmu” Hyemi mengancam nichkhun dan segera beranjak meniggalkan Nichkhun.

 

@@@@@

Setelah 5 menit Hyemi meninggalkan Nichkhun, dia turun dan langsung melihat keadaan dapur’nya’ yang sudah kembali bersih dan rapi.

 

“otoehkae?” tanya Nichkhun saat melihat Hyemi datang. Hyemi tidak menjawab, dia hanya terbengong(?) melihat keadaan dapur yang sudah lebih bersih “bagaimana bisa secepat ini” tanya hyemi dalam hati

 

“apa kau mempunyai ilmu sihir eoh?” tanya Hyemi masih tidak percaya

 

“mwo?? ilmu sihir? yak! kau fikir aku harry potter?” Nichkhun bersungut(?) sambil menghampiri Hyemi “coba ini” Nichkhun memberikan sepiring Bulgogi*(makanan khas korea yang berupa potongan daging sapi yang dipanggang dengan kecap, minyak wijen, bawang putih, bawang bombay dan lada hitam).

 

Hyemi memicingkan matanya melihat makanan yang di bawa Nichkhun “Bulgogi?” ucap Hyemi semangat “ini makanan kesukaanku oppa,,, hiyaa” hyemi langsung mencomot(?) nya dengan sumpit lalu memasukan(?) kemulutnya.

 

“otoehkae?” tanya Nichkhun yang kaget melihat ekspresi Hyemi yang berubah drastis setelah memakan bulgogi kasil karya Nichkhun tadi “enak bukan? ini pertama kalinya aku memasak, kuharap itu enak” ucap Nichkhun ragu.

 

“enak sekali oppa” hyemi memajukan ibu jarinya “ini oppa juga harus mencobanya” Hyemi memberikan sesumpit bulgogi ke mulut(?) Nichkhun, dengan senang hati Nihckhun menerimanya, dan langsung mengunyahnya(?), namun sedetik kemudian Nichkhun memutahkannya.

 

“yak! oppa kau jorok sekali” Hyemi tertawa karena sukses mengerjai(?) Nichkhun untuk memakan masakannya yang sama sekali tidak layak untuk dikonsumsi.

 

“kau bilang apa? enak? seperti ini kau bilang enak? aissshhh”  omel Nichkhun yang menyadari bahwa makanannya sangat tidak enak dimakan.

 

“kekekek, itu sengaja biar kau memakannya juga, hahaha” Hyemi tertawa penuh kemenangan.

 

“annyeonghaseyong” ucap seseorang yang sukses membuat Hyemi berhenti tertawa, Hyemi dan Nichkhun langsung melihat ke arah suara itu, manajer 2PM sudah berdiri manis didepan pintu dan berjalan kearah mereka ‘apa ini?” tanyanya saat melihat bulgogi yang masih dipegang(?) Nichkhun, lalu mengambil sumpit dari tangan hyemi dan menyomot(?) bulgogi.

 

“jangaaaan” ucap hyemi dan Nichkhun bersamaan

 

“wae? kalian pelit sekali” ucap manajer dan tetap memakan bulgogi beracun*XD, belum sempat bulgogi itu masuk ke lambungnya, manajer sudah memuntahkannya “yak! apa ini?” tanyanya lalu beranjak ke lemari es dan meminum 1 botol air es “apa kau membuat racun eoh?”

 

“dia yang membuat” ucap Hyemi mengarahkan telunjuknya kearah Nichkhun, sedangkan Nichkhun hanya tersenyum tipis bersalah “mianhae” ucapnya menunduk.

 

“ah, sudahlah, lupakan soal bulgogi beracun ini! sebaiknya sekarang kalian cepat bergegas, kita akan mengadakan conference pers” ucap manajer kepada mereka berdua diikuti angguka mereka dan menuju kamar untuk bersiap-siap.

 

@@@@

 

Hyemi menatap ruangan yang sebentar lagi akan dipenuhi oleh para awak media tentunya, dia menghela nafas panjang, dan duduk di samping nichkhun dan manajernya.

 

“apa kau sudah siap Hyemi~shi?” tanya Nichkhun saat melihat raut wajah khawatir Hyemi

 

“nde” jawab Hyemi lirih, dia sendiri ragu, apa dia bisa benar-benar mampu menjawab apa yang akan ditanyakan para wartawan nanti?

 

tak lama segerombolan orang membawa kamerapun datang, mereka menatap Hyemi dan Nichkhun bergantian, lalu mulai memberikan beberapa pertanyaan.

 

“pernikahan kalian terbilang sangat mendadak, apa itu ada hubungannya dengan kecelakaan?” tanya seorang wartawan pada Hyemi dan Nichkhun, mereka asik dengan pikiran-pikiran masing-masing “kecelakaan? apa maksunya?” ucap hyemi dalam hati

 

“Anni, tentu saja tidak, sebenarnya kami berdua sudah lama menjalin hubungan, dan pernikahan ini sudah kami rencanakan dari beberapa bulan lalu” jawab nichkhun yang mengerti kata ‘kecelakaan’ yang dilontarkan wartawan tadi.

 

“oh, benarkah? memangnya dimana kalian pertama kali bertemu?” tanya salah seorang wartawan yang lain

 

“di Amerika, kebetulan Nichkhun oppa adalah Sunbaeku saat SMA” kini giliran Hyemi yang menjawab

 

“ah, nona Hyemi, lalu bagaimana hubungan anda dengan Lee donghae super junior? bukankah dulu kau sempat dikabarkan menjalin hubungan dengannya?”

 

DEG Hyemi berpaling menatap Nichkhun yang duduk disampingnya, Nichkhun hanya tersenyum memberikan semangat pada Hyemi

 

“itu..”ucap Hyemi terbata

 

“Itu hanya masa lalu, iya kan chagi?” nichkhun meraih bahu Hyemi dan mendekatkannya ke tubuhnya

“tenanglah”bisik Nichkhun

 

Hyemi Pov~

 

 “ah, nona Hyemi, lalu bagaimana hubungan anda dengan Lee donghae super junior? bukankah dulu kau sempat dikabarkan menjalin hubungan dengannya?” tanya seorang wartawan yang sukses membuat jantungku terasa berhenti(?) omo~ apa katanya? dari mana mereka tahu kalau aku

 

“itu…” ucapku tanpa sadar, aku sama sekali tidak bisa berucap apapun, aku tidak mungkin mengakuinya, atau? apa yang harus aku katakan Tuhan

 

“Itu hanya masa lalu, iya kan chagi?” ku dengar suara Nichkhun oppa menjawab pertanyaan wartawan tadi, lalu menarikku mendekatinya “Tenanglah” bisiknya di telingaku, aku mengangguk

 

“nde, itu hanya masa lalu” ucapku berat, sangat berat mianhae oppa, kalau kau menontonnya mianhae, jeongmal mianhaeyo bisikku dalam hati

 

“lalu kenapa kalian tidak pergi bulan madu?” salah seorang wartawan kembali melontarkan pertanyaan

 

“sebenarnya bukan tidak, tapi belum” nichkhun oppa menatapku meminta persetujuan

 

“nde, karena oppa masih sibuk, jadi kita pending(?) bulan madunya” ucapku membantu sandiwara ini

 

“kalau kalian berbulan madu, akan pergi kemana?” seorang wartawan kembali bertanya

 

“mungkin ke eropa” jawab Nichkhun oppa dengan cepat, aku kembali menatapnya meninta penjelasan, namun tak ada penjelasan di wajahnya, aku mendengus(?) kesal

 

“Eropa? wuaaa pasti sangat menyenangkan”ujar salah satu wartawan, “mianhae Nona Hyemi-shi, kalo boleh saya tau, bagaimana Nichkhun dimata anda?”lanjutnya

 

“Nichkhun oppa?”aku balik bertanya “dia baik” hanya itu yang bisa keluar dari mulutku

 

“apa hanya itu?” tanya seorang lagi

 

aku mengangguk, “baik mewakili semua sifat yang dia miliki”ucapku entah mendapat ilham darimana mampu berkata seperti itu

 

“lalu bagaimana dengan anda Nichkhun-shi,?”

 

“Hyemi~a, dia juga istri yang sangat baik” jawab Nichkhun oppa tersenyum simpul didepan wartawan.

 

 

Author Pov~

 

Hyemi meneguk(?) segelas air mineral didepan meja rias di tempatnya melakukan conference pers.

 

“bagaimana perasaanmu?” tanya Nichkhun duduk disamping Hyemi

 

“lega” jawab Hyemi sambil kembali meneguk(?) air minumnya

 

“mmm aku belum tahu nomor ponselmu” ucap Nichkhun terdengar hati-hati

 

“ponselku sudah wafat(?)” jawab Hyemi tersenyum datar

 

“maksudnya?”

 

“ponselku rusak oppa, dan aku belum membelinya lagi” Hyemi terkekeh

 

“yak!aku fikir benar ponselmu mempunyai nyawa! bagaimana kalo sekarang kita membelinya?”

 

“now?”

 

“yes”

 

Hyemi berfikir sejenak lalu berdiri “Kajja” Hyemi menarik tangan Nichkhun bersemangat

 

@toko HP

 

“anyyeonghaseyong” ucap Hyem dan Nichkhun bersama kepada seorang yang sedang duduk didepan etalase(?) toko hp

 

“nde” yeoja itu mendongak(?) kearah Nichkhun dan Hyemi “Khuniie oppa” teriakannya membuat Hyemi dan Nichkhun langsung menutup telinganya, sedetik kemudian yeoja itu sudah memeluk Nichkhun dan mengacuhkan Hyemi*kasian banget*

 

“Mianhae, aku datang bersama istriku”Ucap Nichkhun saat yeoja itu tidak mau melepaskan pelukannya

 

“ah, nde mianhae eonnie” dia mengangguk ke arah Hyemi dan memutar tubuhnya menuju etalase(?) dagangannya

 

“apa yang membuat oppa, dan eonnie kemari?”

 

“aku ingin membeli sebuah handphone”ucap Nichkhun duduk didepan Etalase(?) yang cukup pendek(?)

 

“nde, ingin tipe(?) yang seperti apa?” yeoja itu tidak beralih sedikitpun dari wajah Nichkhun

 

“kau mau yang mana?” Tanya Nichkhun menatap Hyemi yang sedang asik(?) mengamati satu-persatu handphone yang ada.

 

“yang itu” Hyemi menunjuk ke salah satu HP (authornya gg bisa mendiskripsikan, so diskripsikan sendoro yah! plak). lalu dengan cepat si yeoja penjual hp mengambilnya dan memberikannya kepada Hyemi.

 

“kau suka?” tanya Nichkhun saat melihat wajah Hyemi yang bersinar

 

“nde”

 

“kalau begitu aku ambil yang ini” Nichkhun tersenyum ramah kepada penjual Hp

 

“nde, aku kasih(?) diskon untuk kalian” katanya seraya tersenyum

 

“benarkah?”ucap Hyemi tak sadar

 

“tentu, karena aku seorang Hottest” jawabnya memandang kearah Nichkhun sedetik kemudian dia sudah berada di samping Nichkhun “mian eonnie, bisakah kau mengambil gambarku dengan Nichkhun oppa?” dia memberikan ponselnya ke Hyemi.

 

“ah, nde” Hyemi meraih ponsel dan segera mengambil gambar mereka berdua.

selesai berfoto Nichkhun buru-buru membayar Hp yang sudah ditangan Hyemi, dan segera mengajak Hyemi pergi.

 

“ah, mianhae, tunggu sebentar” ucap yeoja itu dan mengejar Hyemi dan Nichkhun yang sudah berada di ambang pintu.

 

“wae? apa uangnya kurang?” tanya Nichkhun yang sepertinya sudah kesal

 

“anni, aku hanya ingin memberikan ini” yeoja itu memberikan Nichkhun dan Hyemi 2 buah gantungan hp yang berbentuk setengah hati, berwarna perak dan dapat menyatu.

 

“untuk kami?” tanya Hyemi

 

“nde, karena aku merasa kalian pasangan yang sangat cocok, ini hanya bisa menyatu dengan pasangannya, tidak bisa menyatu dengan yang lain meskipun bentuknya sama persis” ujar sang penjual hp

 

“Benarkah”Nihkhun antusias

 

“hmm, ” Yeoja itu memberikan gantungan hp itu kepada Nichkhun.

 

“berapa Harganya?”

 

“anni, untuk oppa, dan eonnie gratis”

 

“mwo? gratis?” ucap Hyemi dan Nichkhun serempak

 

“aigo~ kalian kompak sekali” yeoja itu terkekeh “anggap saja itu hadiah pernikahan kalian dariku, semoga kalian bahagia, annyeong” yeoja itu membungkuk dan meninggalkan Hyemi dan Nichkhun yang masih mematung(?) di tempat mereka.

 

@@@@@

Hyemi memainkan gantungan Hp yang sudah terpasang manis di ponsel barunya benarkah potongan(?) hati ini tidak bisa menyatu dengan yang selain jodohnya? pikir Hyemi mengingat kata-kata yeoja tadi, sesaat kemudian Hyemi menarik sesuatu dari lehernya, sebuah kalung dengan liontin yang hampir sama dengan bentuk gantungan hp yang kini menghiasi ponselnya, mungki tidak menyatu dengan ini? secara bentuk sama Hyemi lalu melepaskan kalungnya dan mendekatkan liontin itu ke arah gantungan hpnya dan TENG~ *bunyi apa Thor?* suara benturan yang cukup lirih terjadi antara liontin dan gantungan Hp *Sumpah ini Authornya gg kreatip banget* benar saja, keduanya tidak bisa menyatu, Hyemi menggaruk(?) kepalanya ternyata dia tidak berbohong pikirnya.

 

“apa yang sedang kau lakukan Hyemi-shi?” Hyemi menatap kearah pintu dan Nichkhun sudah berdiri manis disana.

 

“Anni, oppa hanya..”Hyemi menggantungkan kata-katanya saat Nichkhun sudah mengambil kalung yang ada ditangannya.

 

“cantik sekali kalung ini, kau dapat dari mana?” Nichkhun duduk disamping Hyemi sambil terus memandang kalung yang kini ada ditangannya.

 

“itu dari seseorang” jawab Hyemi lirih.

 

“benarkah? dari siapa itu? sepertinya ini mas asli”

 

“Tentu saja, mana mungkin donghae oppa memberiku mas palsu” Hyemi membulatkan(?) matanya saat tersadar dia sudah menyebutkan nama donghae.

 

“ah, jadi benar kau menjalin hubungan dengannya?”

 

“nde” Hyemi menunduk, entah malu, takut, atau apa? Nichkhun mengenggam tangan Hyemi, lalu membuka telapak tangannya dan meletakkan kalung itu ditangan Hyemi, lalu menutupnya kembali.

 

“jagalah, suatu saat kau pasti akan kembali kepadanya” ucap Nichkhun tersenyum lalu keluar kamar Hyemi “ah, Hyemi-shi, masalah bulan madu yang…”

 

“nde oppa, aku tau oppa pasti hanya basa-basi pada wartawan” sela Hyemi

 

“annio! maksudku manajer memberiku tiket untuk liburan ke eropa, dia bilang itu hadiah untuk pernikahan kita? dia juga sudah…”

 

“geraeyo?” Hyemi mendelik(?)kan matanya kaget

 

“yak! kenapa kau selalu menyela kata-kataku eoh” Ucap Nichkhun kesal

 

“hehe, mianhae oppa, sudah lama aku ingin ke eropa terutama…”

 

“paris?” Nichkhun kini menyela kata-kata Hyemi

 

“Aissh kau menyela kata-kataku” Hyemi memanyunkan(?) bibirnya, Nichkhun tertawa kecil melihat ekspresi Hyemi.

 

“kita berangkat pukul 8 pagi besok, jadi bersiaplah, ah sebelumnya, masakan aku sesuatu jebal, aku lapar” Nichkhun memasang tampang(?) memelasnya.

 

“gerae” jawab Hyemi lalu beranjak kedapur diikuti Nichkhun yang tersenyum puas.

 

@@@@@

“hmmmmm” dengung(?) Nichkhun saat mencium bau harum masakan Hyemi “apakah sudah selesai?” Tanyanya tak sabar.

 

“sudah” Hyemi membawa sepiring Kimchi kehadapan Nichkhun, Nichkhun memandangnya senang.

 

“ini pasti sangat lezaat” Nichkhun mengambil Sumpit dan bersiap menlahap 1 potong kimchi ke mulutnya, sampai suara ketukan pintu mengagalkan rencananya.

 

TOK TOK TOK

 

“aissh siapa sih malam-malam seperti ini bertamu?” omel Nichkhun dan beranjak menuju pintu rumahnya, Hyemi tertawa geli melihat tingkah Nichkhun.

 

“nde, aku datang”ucap Nichkhun pada seseorang dari balik pintu yang terus mengetuk pintu rumahnya. “yak! berhenti mengetuk pintu rumahku, kau pikir rumahku ini….” ucapan Nichkhun terhenti saat membuka pintu dan melihat seseorang dari balik pintu itu. “kau….?” ucap Nichkhun kaget.

.

.

.

.

.

To Be Continued=====>

 

hahaha, ottoehkae? mian kalo jelek, soalnya ini lagi galau stadium akhir, jadi ceritanya ngalor-ngidul ora genah(?) yang baca, atau nggak sengaja baca, mohon tinggalkan jejak^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: