Sorry, I Love You [chap 2]

Gambar

 

Title: Sorry, I Love You Part 1

Main cast: -Nichkhun 2PM

-park hyemi

-lee donghae

-all member 2PM

-all member Super Junior

-other cast

Genre: romance, gaje-gaje tapi kece

Author: ophie ryeosomnia a.k.a shin hye kyung (istri syah, dan istri pertama sekaligus istri terakhir dari kim ryeowook) #didemo e.l.f & ryeosomnia

disclaimer:  ff ini milik saya, hasil murni buah cinta saya dengan wookie oppa #sumpah jangan hiraukan dilarang keras mengcopy, apalagi membajak karya saya, dan apalagi dijual diemperan toko dengan harga ceban? Apa deh?? Lupakan! saya buat memang untuk anda(readers) kaya indosiar, semua cast yang main di ff ini adalah milik TUHAN YANG MAHA ESA, dan tentu saja milik orang tua masing-masing, kecuali KIM RYEOWOOK a.k.a WOOKIE oppa dia juga milik saya

#di cium wookie di bakar readers

#abaikan#

Backsong: My Valentine by Nichkhun&Taecyon of 2PM

 

warning: ff gaje, banyak typos berserakan mohon dimaklumi

 

 

Last story ===>

~kriiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnggggggggggg~ yang berhasil dengan sukses membuat lap pencuci piring itu terlepas dari tangan hyemi

 

“kau angkat telpon saja, biar aku yang mencuci” nichkhun segera mengambil alih mencuci piring dan hyemi segera beranjak menuju meja telepon, yang tidak jauh dari dapur

 

“nyeobseo…” nichkhun mendengarkan percakapan hyemi dengan seseorang dari ujung sana

“…………”

“ah oppa… gwaenchanayo?” terdengar sedikit nada gembira dari kata-kata yang diucapkan hyemi

“………….”

“mwooyo?” kini ucapannya berubah kaget dan kencang, nichkhun berhenti sebentar dari mencucinya dan mendengarkan dengan seksama

“………….”

“nde, baiklah, aku akan segera kesana” ada nada terburu-buru dalam kata-kata hyemi…

.

.

.

PART 2

 

^Sorry i love you^

 

Hyemi pov~

Aku beranjak saat suara telpon mengagetkanku, nickhun oppa yang menyuruhku mengangkatnya.. “siapa yang menelpon sepagi ini” omelku dan mengangkat gagang telepon

 

“Nyoebseo” sapaku pada seseorang diujung sana

 

“hyemi~a ini aku soo hyeon” terdengar suara soo hyeon oppa dari sana

 

“ah oppa, gwaenchanayo?” aku sedikit senang mendengar suaranya

 

“jie eun~a, dia masuk rumah sakit”

 

“mwooyo?” aku berteriak tidak percaya

 

“nde, kemarin malam ASMA nya kambuh, dia tidak memberitahumu karena ponselmu tidak aktif” aku berfikir sejenak, yah, ponselku memang sudah menjadi almarhum(?) saat ini

 

“nde, baiklah aku akan segera kesana” aku segera menutup telepon dan berpaling menatap nichkhun oppa yang sedang menatapku penuh tanda tanya

 

“gwaenchana?” tanyanya saat melihat wajah kekhawatiranku

 

“aku harus kerumah sakit oppa” aku berkata sambil beranjak menuju tempatku, aku mendengar dia pun mengikutiku

 

“siapa yang sakit?” dia berhasil mendahuluiku dan menghadangku didepan kamar

 

“saeng ku, permisi” aku mendorongnya sedikit agar aku bisa masuk kedalam kamar, lalu bergegas mengambil tasku dan kembali keluar

 

“setauku kau tidak punya saeng” nichkhun masih membuntutiku

 

Aku menghela nafas berat mendengar pertanyaannya, ku balikan tubuhku menatapnya yang sedang meminta penjelasan padaku “saeng angkat oppa” bisikku sedikit parau, aku sama sekali tidak ingin mengatakan ini ‘saeng angkat’ terlalu buruk untukku, aku berlari keluar rumah saat ku rasa dia sudah sedikit mengerti meskipun aku yakin dia pasti masih ingin menanyakan banyak hal padaku.

 Segera ku hentikan taxi yang kebetulan lewat didepanku, aku memandang nichkhun oppa yang masih tertegun didepan pintu rumah menatapku.

 

Aku sedikit berlari saat sampai di sebuah rumah sakit yang memang sudah menjadi rumah sakit langganan(?) jie eun, menurut resipsionis tadi ‘han jie eun’ dirawat di kamar 203

 

Aku berhenti menatap kamar yang tertulis 203, ku buka knop pintu itu pelan, terlihat seorang yeoja paruh baya sedang tertidur di sebuah kursi panjang, lalu ku alihkan pandanganku ke arah lain, ku dapati seorang yeoja sedang berbaring dengan selang infus menempel di tangannya, ku dekati dia dengan pelan tanpa menimbulkan suara sedikitpun, wajahnya pucat, aku duduk di samping ranjangnya dan meraih tangannya, dia membuka matanya dan tersenyum padaku

 

“eonnie” ucapnya dengan sedikit senyum menghiasi wajah lugunya

 

“jie eun~a, apa yang terjadi?” bisikku mencoba menahan tangis

 

“gwaenchana eonnie, aku baik-baik saja” bisiknya mengusap air mata yang sudah tumpah di pipiku

 

“kenapa kau tidak memberitahuku eoh?” ucapku kesal, dia sedikit tertawa melihat wajah kesalku

 

“ya! Eonnie, berhentilah bersikap seperti anak kecil begitu, bukankah kau sudah menikah?”

 

Aku tersentak saat dia bilang ‘sudah menikah’ kaget, dari mana dia tahu? Aku bahkan tidak memberitahu siapapun tentang pernikahanku

“dari mana kau tahu?” tanyaku menaikkan 1 alisku

 

“kau lupa kau menikah dengan siapa eoh? Aissh.. dasar paboo! Nichkhun oppa bukan rakyat jelata eonnie, dia salah satu member boyband terkenal dikorea, bahkan hampir diseluruh penjuru dunia, belum lagi appa nya yang seorang pengusaha sukses di amerika, benarkan?” dia sepertinya menggodaku, tersenyum penuh arti

 

“hupt” aku menghembuskan nafas kesal, benar, sudah bisa dipastikan pernikahanku kemarin pasti masuk berita paling ‘hot’ minggu ini

 

“ah, nonna?” suara ahjumma mendekatiku, aku tersenyum menatapnya yang sudah berdiri dan menghampiriku, dia adalah eomma nya jie eun yang kebetulan mantan pembantuku dulu, karena itulah aku dekat dengan jie eun, kami sudah bersama sejak kecil, aku juga menganggapnya sebagai saengku, aku bahkan tidak mau menganggapnya ‘saeng angkat’ cih.. apa itu? Aku tidak mau seperti itu, aku hanya ingin dia menjadi saengku, menjadi jie eunku yang akan selalu aku lindungi…

 

“apa tuan muda park memberi tahu anda?” tanya ahjumma, aku mengangguk, aku mengerti siapa yang dia maksud ‘tuan muda park’ tentu saja itu oppa ku park soo hyeon

 

“sudah sejak kemarin malam jie eun disini, kenapa baru memberitahuku pagi ini eoh?” aku menatap ahjumma dengan sedikit marah, tapi dia tersenyum dan mengelus rambutku pelan

 

“mianhae nonna, kami tidak mau membatalkan pernikahanmu kemarin” ucapnya dan duduk ditepi ranjang jie eun, aku menghela nafas kesal

 

“seharusnya itu lebih baik” ucapku dan langsung mendapat tatapan tajam dari ahjumma yang berada di dekatku

 

“jangan seperti itu nonna, pasti tuan dan nyonya hanya…”

 

“hanya ingin menjadikanku barter atas perusahaannya?” ucapku memotong kata-kata ahjumma, dia tersenyum lalu mengusap lembut rambut sampingku

 

“percayalan, tuan dan nyonya hanya ingin melihat nonna bahagia” dia berkata sangat lembut

 

Dia memang mengerti aku, bahkan lebih mengerti dari ibu kandungku sendiri yang entah kemana, dia yang merawatku sejak kecil, sampai appa mendapatkan istri baru, yaitu eommaku.

 

Sekarang aku mengulangi kata-kata ahjumma “bahagia?” apa ini yang disebut bahagia? Apa hanya dengan uang semuanya akan bahagia? Apa dengan menjualku pada orangtua nickhun oppa aku bahagia? Aisshh aku bahkan tidak bisa mencerna kata ‘bahagia’ menurut versi mereka, aku tersenyum mengalah, mengingat betapa dia juga sangat menyayangiku

 

 

“jie eun, eomma tinggal sebentar ne, nonna titip jie eun” ahjumma keluar, entah mau kemana

 

“apa donghae oppa sudah tahu?” jie eun mengalihkan arah pembicaraan kami, aku menggeleng, aku memang belum sempat memberitahunya, jie eun meraih tanganku “apa eonnie masih berhubungan dengannya?”

 

“molla..” aku menggeleng lemah “sejak kemarin lusa aku tidak bertemu dengannya

 

“kenapa eonnie tidak menelponnya?”

Aku tersenyum miris mendengar pertanyaannya “aku merusak ponselku” kataku

“mwo? Waeyo?”

 

“saat aku tidak bisa menghubunginya.. aku frustasi, aku banting saja ponselku sampai tidak bernyawa” jawabku sedikit berlebihan, jie eun tertawa mendengar perkataanku

 

“lalu bagaimana dengan rumah tangga barumu?” tanyanya antusias

 

Mwo apa dia bilang ‘rumah tangga baruku’? aisshh aku bahkan tidak bisa berkata kalau ini adalah ‘rumah tangga baruku’

 

“apa kau sudah melakukannya dengan nichkhun oppa” dia kembali melontarkan pertanyaan yang menurutku tidak perlu aku jawab

 

“melakukan apa?” tanyaku sedikit curiga, meskipun aku tahu apa maksudnya

 

“eonnie..ayolah… tidak perlu berpura-pura seperti itu” dia mengerlingkan matanya dan menarik tangnku sampai dia bisa menyentuk telingaku dan berbisik “apakah kau sudah berhubungan suami istri dengannya?”

 

“mwo..” reflek ku tarik tubuhku menjauhinya PLAK! Sedikit jitakan kecil kudaratkan dipucuk kepalanya

 

“yak eonnie.. appo!” dia mengusap-usap kepalanya, aku beranjak menuju sebuah kursi panjang dan duduk bersandar

 

“salah sendiri.. kenapa menanyakan pertanyaan bodoh seperti itu” aku meraih koran yang berada di meja

 

“aku kan hanya ingin tahu” dia duduk bersandar di kasurnya “apa eonnie tidak tertarik padanya?” ucapnya dengan serius, aku menatapnya

 

“tidak sama sekali” aku berucap mantap, dan kembali fokus pada koran yang ada dihadapanku

“ck..! aku tidak percaya.. dia juga tampan, bodoh kalau eonnie menyia-nyiakannya”

 

cih? Apa katanya? Tampan? Ku pikir sebentar dalam otakku… anni tidak boleh hyemi, kau sudah mempunyai lee donghae, kekasihmu.. ingat ituu aku meyakinkan hatiku

 

“wae? Apa eonnie juga merasa seperti itu?” tanyanya saat tidak juga mendengar jawabanku

 

“anniyo” jawabku buru-buru sebelum dia menanyakan hal-hal yang lebih aneh, dia hanya tersenyum mendengar jawabanku “sudahlah sebaiknya kau istirahat, kau kan harus cepat sembuh” aku mencoba mengalihkan arah pembicaraan kami

 

“arasheo” dia menurunkan sandarannya dan berbaring “ah eonnie” kulihat dia kembali duduk bersandar “apa eonnie tidak mau menjelaskannya pada donghae oppa?”

 

“aku belum membeli ponsel baru”

 

“kenapa eonnie tidak menemuinya?

 

“bagaimana aku bisa menemuinya kalau contac dengannya saja tidak?” ucapku sedikit sewot, apa dia lupa kalau ponselku sudah meninggal eoh

 

“eonnie ini ternyata babo sekali” dia berucap seperti meremehkanku cih apa maksud gadis ini “eonnie kan bisa datang menemuinya ke dorm suju” aku diam sejenak..

 

hyemi benar-benar babo! Kenapa tidak terfikir olehku untuk menemuinya disana? Toh aku sering mengunjunginya dulu?

 

“benarkan eonnie babo?” jie eun tertawa kecil melihat senyum mengukir indah di bibirku

 

“tumben otakmu berfungsi?” tanyaku sedikit meledeknya

 

“yak! Otakku memang selalu berfungsi eonnie” dia melempar bantalnya ke arahku, dengan gemas(?) aku menghampirinya dan mencubit pipi chubby nya

 

*****

Cukup lama aku menemani jie eun sampai aku lupa sudah saatnya aku pulang, aku berjalan dilorong rumah sakit yang cukup ramai di padati orang, aku tidak berniat menatap satu persatu orang yang ada disana, sampai seseorang menyapaku

 

“hyemi~a” ucap seorang namja, ku palingkan mukaku menemukan seorang namja memakai syal menutupi leher hingga bagian hidungnya, lalu memakai kacamata hitam sampai aku tidak bisa melihat matanya, aku memicingkan kedua mataku, dia terlihat membuka sedikit syalnya dan membuka sedikit kacamatanya..

 

“kyuhyun oppa” kataku sedikit berteriak terkejut, dia cepat-cepat membungkam mulutku, da menyeretku keluar rumah sakit

 

“ssstttt.. kau ingin aku habis dikeroyok masa eoh?” ucapnya masih membungkam mulutku, aku mengangguk, dan dia membuka mulutku

 

“mianhae” aku tersenyum kecil padanya, merasa bersalah

 

“apa yang kau lakukan disini?” tanyanya

 

“menjenguk dongsaengku”

 

“apa dia sakit?”

 

“nde, asmanya kambuh” jawabku sedih “oppa sendiri sedang apa disini?”

 

“ah, ahra nunna melahirkan tadi pagi” ucapnya senang

“gaereyo? Ah chukkae” ucapku mengulurkan tanganku dia menjabat tanganku.

 

“chukkae juga atas pernikahanmu” aku membelalakan mataku mendengar ucapannya apa dia tahu? “kami melihat berita tentang pernikahanmu kemarin sore di tv”

 

mwo? Apa katanya? Kami? Berarti bukan hanya dia? “apa donghae oppa..” aku menggantungkan kata-kataku

 

“nde, donghae hyun juga tahu, dan sejak semalam dia belum pulang” kyuhyun menunduk sedih

 

“aku harus bertemu dengannya, aku harus menjelaskan semuanya” aku berlalu dari hadapan kyuhyun, namun ku rasakan tangannya menahanku

 

“mau kemana kau?” tanya nya melihat ku berlari

 

“tentu saja menjelaskan semuanya kepada donghae oppa”

 

“apa kau tahu sekarang dia ada dimana?” kyuhyun menaikkan 1 alisnya, aku menggeleng, aku memang tidak tahu sekarang donghae opa ada dimana

 

“kalau begitu ikutlah denganku, kita ke dorm saja, mungkin donghae hyung sudah pulang” ucapnya menggandengku ke mobilnya

 

author Pov~

Hyemi menatap dorm suju dengan ragu, dia harus meyakinkan dirinya bahwa semua akan baik-baik saja

 

“apa yang kau lakukan disitu, kajja” kyuhyun mendengus kesal saat melihat hyemi untuk kesekian kalinya hanya menatap bangunan di hadapannya

 

kau pasti bisa hyemi, ini saatnya kau menjelaskan pada donghae

 

Hyemi mengikuti kyuhyun dengan ragu, kyuhyun membuka pintu dan langsung terdengar suara dari dalam drom.

 

“kyu, apa kau sudah menemukan donghae?” suara leeteuk cemas, kyuhyun menggeleng “aku membawa seseorang” ucap kyuhyun ragu, dia tidak yakin hyung-hyung nya akan senang pada orang yang di bawanya

 

“apa itu donghae hyung, kyu?” ryeowook mengembangkan senyumnya, berharap

 

“masuklah” kyuhyun tidak menjawab pertanyaan ryeowook, dia malah menyuruh hyemi masuk.

 

Hyemi masuk dengan sedikit tegang, dia membungkuk “annyeonghaseyong” ucap hyemi lirih, dia tidak berani memandang satu persatu member suju, sesaat hening.

 

“kenapa kau membawa yeoja itu kesini cho kyuhyun” seseorang mencoba mencairkan suasana dengan berteriak yang sukses membuat semua mata disana menatapnya

 

“nde, untuk apalagi kau datang kemari? Untuk memberitahu donghae hyung kalau kau sudah menikah?” ryeowook ikut berbicara

 

“bagaimana sekarang perasaanmu? Senang bukan? Sudah menjadi nyonya Nichkhun sang Khunie boy” itu suara sungmin dengan sinis

 

Hyemi masih menunduk tidak berani menatap mereka, dia mengusap air mata yang sudah tumpah dipipinya

 

“waeyo? Kenapa kau menangis? Hapus air matamu aku muak melihatnya, air mata buaya” ucap ryeowook dengan penuh kemarahan.

 

“oppa…” hyemi mengangkat wajahnya menatap semua member suju dehadapannya, dia sama sekali tidak menyangka kalau mereka akan memperlakukannya seburuk itu

 

“jangan menatap kami seperti itu Hyemi~shi” eunhyuk menghampiri hyemi yang menatapnya nanar, dengan kasar dia menarik tangan hyemi dan menyeretnya “pergi dari sini, jangan pernah datang kemari lagi, tidak puaskah kau sudah membuat donghae ku terluka? Pergi dan jangan pernah menginjakkan kakimu lagi disini, dan satu hal lagi kalau sampai terjadi sesuatu pada donghae’ku’ aku bersumpah tidak akan pernah memaafkanmu Hyemi~shi” eunhyuk masih menyeret tangan hyemi untuk keluar dari dorm mereka sampai kyuhyun bersuara.

 

“Cukup!” kyuhyun membuat semua hyungnya dan juga hyemi menatapnya “hyung, tidak bisakah kau sedikit lembut dengan seorang yeoja?” kyuhyun menatap eunhyuk yang masih mencekeram tangan hyemi, sedangkan hyemi meringis kesakitan

 

“tidak bisa dengan yeoja ini” eunhyuk mencoba melangkah namun lagi-lagi kyuhyun bersuara

 

“hyung, setidaknya biarkan dia membela dirinya” kini eunhyuk menatap kyuhyun tidak mengerti “kalian tidak tahu bukan apa yang sebenarnya terjadi? Biarkan hyemi menjelaskan semuanya”

 

“menjelaskan apa kyu?” ryeowook yang juga sangat kesal ikut bersuara “tidak ada yang bisa dia jelaskan, semuanya sudah jelas, dia menikah dengan namja lain dan itu sangat membuat donghae hyun tersakiti, dan sampai saat ini pun donghae hyung belum pulang, apa yang bisa dia lakukan seandainya sesuatu terjadi pada donghae hyung, apa…”

 

“cukuup”leeteuk yang sedaritadi hanya menjadi penonton kini ikut bersuara “tidak bisakah kalian menghargaiku sebagai hyung tertua kalian?” semua diam “lee hyuk jae.. lepaskan tangannya”

 

“Shireo, sebelum dia keluar dari sini”

 

“apa kau ingin melawanku Lee Hyuk Jae?” leeteuk menatap tajam pada dongsaengnya itu, tatapan yang tidak pernah dia berikan kepada siapapun kecuali dia sangat marah, dengan perlahan eunhyuk melepaskan tangan hyemi dari cengkramannya, dia tahu kalau hyung nya sudah marah, dan dia takut itu. “Hyemi~shi, sekarang katakan apa yang ingin kau katakan” leeteuk mengambil posisi duduk, dan diikuti oleh semua member yang lain, kini mereka duduk menghadap hyemi yang akan menjelaskan permasalahnnya

 

“jadi benar kau dijodohkan hyemi~a?” ucap ryeowook kini sudah melembut, hyemi mengangguk, dia menjelaskan semuanya dengan sesekali menyeka airmatanya “ireoni hyemi~a, jangan menangis seperti itu” shindong mengulurkan tissue kepada hyemi dan dia juga ikut menyeka air matanya

 

“kalau benar itu yang terjadi, kami akan membantumu menjelaskannya kepada donghae” ecap eunhyuk lebih tenang, kini setelah semuanya mengetahu yang sebenarnya mereka kasihan melihat hyemi yang dengan paksa harus menikah dengan namja yang tidak dia cintai

 

“gomawo” kata itu yang mampu keluar dari mulut hyemi.

 

@@@@@

 

“aku pulang” ucap donghae yang sukses membuat semua yang ada di ruangan itu menengok kearahnya, dia terlihat pucat, matanya sayu, seperti habis menangis, kaos blus putih yang dia pakai terlihat kusut, belum lagi wajahnya yang terlihat sangat lelah

 

“kau sudah pulang donghae~a” leeteuk segera memeluk donghae memastikan dongsaengnya itu baik-baik saja

 

“gwaencahana hyung, aku perlu istirahat, aku lelah sekali” ucap donghae sepertinya tidak menyadari keberadaan hyemi diruangan itu donghae menatap semua member suju tersenyum, namun senyumnya hilang saat dia menemukan hyemi ada ditengah-tengah mereka.

 

“apa yang sedang kau lakukan hyemi~shi? Bukankah kau baru saja menikah dengan khunnie boy itu? Seharusnya kau sedang bulan madu saat ini, menikmati indahnya menjadi seorang istri dari…”

 

“cukup oppa” hyemi menghentikan perkataan donghae dengan isakannya “cukup…” dia kembali menangis “aku tidak pernah menginginkan pernikahan itu oppa aku…”

 

“ck, kau lucu sekali hyemi~shi, tidak menginginkan pernikahan tapi kau menjalaninya?” donghae tersenyum sinis pada hyemi dan dengan santai melenggang ke kamarnya meninggalkan hyemi yang masih terisak bersama member yang lain

 

“dasar bocah itu” gumam yesung, dia baru mengeluarkan suaranya dari tadi

 

“kau tenang saja, aku akan bicara padanya… tunggulah disini nde” eunhyuk mengelus hyemi pelan dan pergi menyusul donghae

 

“sudahlah hyemi, jodoh itu di tangan tuhan, apapun yang terjadi antara kau dan donghae hyung, mungkin itu sudah takdir dari tuhan, dan mungkin kalian memang tidak berjodoh” celetuk siwon yang seketika di sumpel taplak(?) meja oleh ryeowook

 

“yak! Apa yang kau lakukan kim ryeowook! Kau pikir mulutku ini mesin cuci eoh, sampai taplak(?) kau masukan kemulutku?” siwon melempar taplak(?) itu kearah kyuhyun yang sedang sibuk dengan psp nya yang tadi sempat terganggu

 

“yak! Game over! Aissh sial!” kyuhyun membuang taplak(?) itu sambil memandang siwon marah, “yak! Kuda kenapa kau senang sekali menghancurkan permainanku eoh?” kyuhyun bersungut-sungut(?)

Sedangkan member lainnya hanya terkekeh melihat tingkah kyuhyun dan siwon, tidak terkecuali dengan hyemi yang juga ikut terhibur.

 

“bagaimana hyuk?” tanya leeteuk saat melihat eunhyuk turun dari tangga

 

“dia akan turun sebentar lagi” ucapnya dan menepuk bahu hyemi “dia sangat mencintaimu, jangan buat dia kecewa lagi arasheo” eunhyuk berjalan ke arah pintu “adakah yang ingin membeli ramen denganku.. aigoo aku lapar sekali” dia mengangkat tangannya dan mengunci kepala belakangnya sambil memberikan isyarat kepada semua member untuk meninggalkan hyemi dan donghae

 

“ide bagus hyung” ryeowook dan yang lainnya mengikuti eunhyuk keluar dorm, tapi tidak dengan kyuhyun yang masih menatap layar psp nya yang belum bisa dia selesaikan

 

“kyuhyun~shi, apa kau tidak mendengar perkataan eunhyuk hyung?” ucap siwon lirih ditelinga kyuhyun, yang sukses membuat kyuhyun bergidig(?)

 

“apa yang kau lakukan hyung, aku masih normal”

PLETAK

Satu jitakan mendarat dengan sempurna di kepala kyuhyun

“appo hyung…” kyuhyun mengelus kepalanya

“sudahlah kajja aku sudah sangat lapar” leeteuk segera menyeret kyuhyun saat melihat donghae sudah berada di ruangan itu.

 

“oppa…” hyemi mencoba memulihkan suaranya yang masih sedikit terisak, donghae tidak mejawabnya, hyemi memandang donghae dengan tatapan nanar, tapi donghae tidak membalasnya, dia malah membuang mukanya menghadap televisi di sampingnya yang mati.

 

Hyemi bangkit dan mendekati donghae, dia akan sejelas mungkin mengatakan semuanya

“mianhae” kata itu yang muncul dari bibir hyemi, dia harus memastikan donghae mau mendengarkannya sebelum dia berucap cukup banyak.

 

Lagi-lagi donghae tidak menjawab perkataan hyemi, dia malah beranjak ke dapur saat hyemi mendekatinya. Donghae membuka kulkas dan mengambil botol air mineral lalu meneguknya, dia meletakkan kembali botol itu dan menutup pintu kulkas, dia sedikit terperanjat saat melihat hyemi sudah ada di balik pintu kulkas “apa yang kau lakukan hyemi~shi?”

 

“oppa, berhenti memanggilku Hyemi~shi, aku benci sebutan itu”

 

“kau itu istri orang, bagaimana mungkin aku memanggilmu chagi?” donghae berkata sesinis mungkin, hingga membuat hyemi kembali menangis, hyemi menangis tepat dihadapan donghae, donghae membuang muka dan beranjak dari tempatnya, namun tangisan hyemi semakin terisak sehingga membuat donghae mengurungkan niatnya dan malah berbalik memeluk hyemi “jangan menangis seperti ini chagi, aku mohon.. aku tidak bisa melihatmu menangis… mianhae” kini donghae lah yang meminta maaf pada hyemi, dan memeluk kekasihnya itu dengan erat, dia bahkan lupa kalau hyemi sudah menikah, dia melupakan semua kemarahannya pada hyemi *ah haeppa so suiit banget si?*

 

“oppa, percaya padaku kalau aku hanya mencintaimu, aku dijodohkan oleh orang tuaku, aku bahkan tidak bisa kabur karena mereka memberitahuku tepat 1 hari sebelum pernikahan itu di langsungkan, aku…”

 

“ssttt” donghae menutup mulut hyemi dengan telunjuknya “aku sudah tahu, hyuk jae sudah menjelaskannya tadi, mianhae aku tidak bisa membawamu pergi malam itu… aku tidak tahu, mianhae… jeongmal mianhaeyo” ucap donghae menunduk “seandainya sore itu aku datang, pasti kau tidak akan tersakiti seperti ini, mianhae” donghae kini mengeluarkan airmata yang sudah sejak tadi dia bendung, dia kembali membawa hyemi kedalam pelukannya.

 

“mianhae oppa… aku menyakitimu” ucap hyemi lirih dalam pelukan donghae

 

“jangan berkata seperti itu” donghae mengusap airmata hyemi dengan tangannya “aku akan menunggumu, aku akan menunggu kau bercerai dengannya, aku akan tetap setia padamu, karena itu buatlah perjanjian kapan pernikahan kalian akan berakhir, saat itu datang lah kepadaku”

 

“oppa” hyemi tidak bisa berkata-kata mendengar ucapan donghae, kini dia merasa benar-benar besalah pada donghae, dan menundukan kepalanya, dia tidak sanggup melihat mata donghae.

 

Donghae meraih dagu hyemi, dan membuat hyemi menatapnya “chagi, berjanjilah kau tidak akan jatuh cinta pada nichkhun” ucap donghae yang dijawab dengan anggukan hyemi, donghae tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke wajah hyemi, kini donghae merasakan deru nafas hyemi yang menyapu wajahnya, bibirnya menempel tipis pada bibir hyemi “gomawo” ucap donghae tersenyum.

 

“apa kalian sudah selesai?” hyemi dan donghae segera beralih pada asal suara tersebut, terlihat si raja games sedang tersenyum evil kearah mereka.

 

“yak! Apa yang sedang kau lakukan disini cho kyuhyun?” donghae menatap dongsaengnya dengan kesal

 

“tentu saja melihat tontonan yadong gratis” ucap kyuhyun mash dengan evil smile nya

 

“mwo?” donghae dan hyemi berkata kompak “aissh kau ini” donghae melempar sendok yang berada di sampingnya ke arah kyuhyun.

 

“gomawo oppa untuk hari ini” ucap hyemi saat turun dari mobil donghae

 

“sama-sama chagi, aku pulang dulu ne” belum sempat donghae melangkah, hyemi sudah memeluknya

 

“saranghaeyo oppa” ucapnya dengan manja

 

“nado chagiya” donghae kembali mengecup bibir hyemi lembut, hyemi baru saja akan membalas ciumannya sebelum terdengar

 

PYAARRRR

“suara apa itu?” donghae dan hyemi saling berpandangan

 

“sepertinya dari rumah..? nickhun oppa?” hyemi berlari menuju rumah tidak memperdulikan donghae yang masih mematung di tempatnya, dengan cepat hyemi mebuka pintu dan mendapati Nickhun ‘suaminya’ sedang terduduk membereskan kepingan-kepingan kaca di lantai dan dengan beberapa darah di sekitanya.

“oppa? Apa yang terjadi?”

.

.

.

.

======è To Be Continued

 

Huaaa, ini ff menguras tenaga, sampe kepala ane kram gara-gara mantengin ni ff terus, so author mohon dengan segala kerendahan hati, untuk menghargai author, RCL wajib bagi yang sengaja-atau yang Nggak sengaja baca, ne, Gomawoo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: