Sorry, I Love You [Chap 1]

Gambar

 

Title: Sorry, I Love You Part 1

Main cast: -Nichkhun 2PM

-park hyemi (fiction)

-lee donghae

-all member 2PM

-all member Super Junior

-other cast

Genre: romance, gaje-gaje tapi kece

Author: ophie ryeosomnia a.k.a shin hye kyung (istri syah, dan istri pertama sekaligus istri terakhir dari kim ryeowook) #didemo e.l.f & ryeosomnia

disclaimer:  ff ini milik saya, hasil murni buah cinta saya dengan wookie oppa #sumpah jangan hiraukan dilarang keras mengcopy, apalagi membajak karya saya, dan apalagi dijual diemperan toko dengan harga ceban? Apa deh?? Lupakan! saya buat memang untuk anda(readers) kaya indosiar, semua cast yang main di ff ini adalah milik TUHAN YANG MAHA ESA, dan tentu saja milik orang tua masing-masing, kecuali KIM RYEOWOOK a.k.a WOOKIE oppa dia juga milik saya

#di cium wookie di bakar readers

#abaikan#

Backsong: My Valentine by Nichkhun&Taecyon of 2PM

 

Annyeong~… author gaje dateng lagi ni… kali ini bawa ff abal seperti biasa.. tapi mohon untuk dibaca, cast utamanya sengaja author pake Nichkhun coz authornya lagi jatuh cinta ama khunie boy oppa yang satu ini #dipelototin ryeowook# siap-siap kabur*, kalo yang gg suka boleh di remove, buat yg kena tag, mian authornya sembarang ngetag, jadi yang gag suka boleh di remove . *semoga readers berkenan membaca..

 

~happy Reading~

 

^Sorry I Love You^

 

Sumarry: aku mencintaimu dengan sederhana, dengan segenap rasa yang kumiliki, dengan seluruh nafas yang ku hembuskan, maaf aku mencintaimu

#Semarry gagal!

 

 

Author pov~

Seorang yeoja duduk dibangku sebuah taman dengan bimbang, sesekali dia menatap jam yang terpampang di tangannya, sudah sejak 30 menit yang lalu dia duduk sendiri menunggu seseorang yang tak kunjung datang, dia kembali meraih ponselnya dan menekan nomor yang akan dia hubungi, namun lagi-lagi operator yang menjawab, dia semakin kesal dan bimbang,   dia berjalan kekanan-kekiri, sambil mengetuk-etukan kakinya, kesal itulah yang iia rasakan saat ini, 2 jam pun berlalu, sampai kini dia tidak beranjak dari tempatnya, namun tak ada seorangpun yang menghampirinya, ‘dia belum datang’ yah, tepatnya seorang yang sedang ditunggu yeoja itu belum datang, dia terduduk lemas, lalu menatap layar handphone  nya yang bergetar, “eomma” begitulah tulisan yang terpampang di layar ponselnya, menunjukan eommanya lah yang memanggilnya, dia tidak menjawab panggilan itu, malah menaruhnya di tasnya, dia kembali memandang jalan, berharap orang yang ditunggunya datang, suara ponselnya kembali bergetar, wajahnya seketika berubah terang saat menatap layar ponselnya..

“oppa.. kenapa lama sekali?” dia berkata tanpa basa-basi

“mian chagi.. tadi ada latihan mendadak.. apa kau masih disana?” sahut seseorang dari balik telepon

“nde, aku masih menunggu oppa disini, cepatlah datang” ucap yeoja itu sedikit melengkungkan bibirnya membuat sebuah senyuman

“mmm, sepertinya aku tidak bisa kesana, mianhae, pulanglah, kita bertemu besok nde” seketika wajah yeoja itu berubah kesal mendengar jawaban orang dari balik telepon sana

“tapi aku ingin bicara penting dengan oppa sekarang, aku mohon datanglah” ucapnya memohon

“bicaralah, tapi aku benar-benar tidak bisa menemuimu hari ini”

“aku tidak bisa membicarakannya lewat telepon, datanglah oppa aku mohon” yeoja itu kembali memohon, terlihat mukanya begitu kecewa

“aku….. tutttttttttttttttttt” telepon mati

“oppa… oppa…” yeoja itu menatap ponselnya yang mati “aishh,, low batt” umpatnya saat mengetahui batre ponselnya low, dia baru saja akan beranjak saat dua orang namja berbadan besar memakai baju hitam dan kacamata hitam menangkap tangannya

“yak! Apa yang kalian lakukan” teriaknya saat merasa kedua tangannya dengan kasar dicengkeram kedua namja menakutkan itu

“mianhae nonna, tapi tuan besar menyuruh kami membawa nonna pulang” ucap salah seorang namja, dengan terpaksa yeoja itu menarik nafas panjang, membiarkan kedua namja yang tidak lain adalah anak buah ayahnya membawanya pulang

 

@kediaman keluarga park

Tuan park tersenyum melihat kedua anak buahnya berhasil membawa putrinya pulang..

“dari mana saja kau hyemi~a?” suara tuan park terdengar begitu marah, namun tak ada jawaban dari anaknya, dia maju mendekati anaknya yang berdiri didepannya dan meraih dagu anaknya lalu mendongakkannya sehingga menatapnya “apa kau tidak mendengar perkataan appa kemarin malam?” tanya tuan park masih memegang dagu anaknya, hyemi tidak menjawab, dia hanya menatap mata appa nya dengan tatapan yang sangat tajam

 

“aku tidak mau dijodohkan appa!” jawab hyemi dengan tegas, dia tidak tahu dari mana dia mendapatkan keberanian untuk menatap appa nya dan berbicara sedikit tajam pada appa yang selama ini dia hormati

 

“ck, dengar park hyemi, setuju atau tidak kau dengan keputusan appa, appa akan tetap menjodohkanmu, jadi sekarang masuklah kekamarmu dan persiapkan dirimu untuk pernikahanmu besok” tuan park pergi meninggalkan putrinya yang masih mematung ditempatnya, tidak lama, nyonya park datang membelai putrinya

 

“hyemi~a.. bisakah kau menuruti appa mu sekali ini saja?” ucap nyonya park memeluk putrinya

“tapi aku sudah mempunyai seorang namjachingu eomma, aku tidak bisa meninggalkannya, aku sangat mencintainya” ucap hyemi akhirnya menangis

 

“nde, eomma tau bagaimana perasaanmu, tapi eomma mohon, apa kau ingin melihat appa dan eomma masuk rumah sakit jiwa karena perusahan kita bangkrut? Eomma mohon chagi, lakukan semua demi eomma dan appa nde?” nyonya park kembali membujuk putrinya, hyemi hanya mampu menangis dan mengusap air matanya, dia tidak mau menjadi anak durhaka dengan membentak ibunya, dia berlalu dari hadapan nyonya park menuju kamarnya “chagi.. kaulah harapan kami” ucap nyonya park sebelum hyemi masuk kekamarnya

 

Author Pov End~

 

Hyemi Pov~

“chagi, kau lah harapan kami” terdengar jelas ditelingaku suara eomma sebelum aku masuk kekamarku, aku mendesah pelan, memang benar, hanya aku harapan mereka, karena memang hanya aku anak perempuan mereka, anni.. bukan mereka, tapi appa, nde aku memang anak kandung appa, artinya, aku bukan anak kandung eomma, eomma adalah eomma tiriku, eomma kandungku pergi saat aku masih kecil, dan appa menikah dengan eomma yang sudah mempunyai seorang anak, kim soo hyeon yang sudah berganti marga menjadi “park soo hyeon” dia adalah oppa terbaik yang pernah aku punya, meskipun hanya seorang oppa tiri, tapi dia sangat menyayangiku, begitu juga dengan eomma, dia menyayangiku sama dengan dia menyayangi anaknya sendiri… aku menarik nafas berat saat mengingat ‘perjodohan’ yang akan mereka lakukan kepadaku, dengan siapa aku dijodohkan? Akupun tidak tahu? Mereka hanya menyebut, tentu dengan orang yang akan membantu appa menyelamatkan perusahaan kami, aku bertanya “kenapa bukan soo hyeon oppa yang dijodohkan?” dengan santai appa menjawab “dia seorang namja, dia bebas memilih yeoja yang dia sukai” apa maksud appa? Jadi hanya karena aku yeoja lalu aku harus mengikuti semua permainannya? Kenapa harus aku? Kenapa aku harus terlahir sebagai yeoja? Kenapa bukan sebagai namja saja yang bisa dengan bebas memilih orang yang aku cintai? Dengan begitu aku tidak akan menyakiti perasaanku sendiri maupun namja yang aku cintai? Yah namja yang aku cintai?

 

Tiba-tiba aku teringat dengannya, dia belum tahu akan perjodohan itu, bahkan hari pernikahanpun telah ditentukan, yaitu besok.. aissh, semuanya terkesan terburu-buru, sampai saat ini bahkan aku tidak tahu bagaimana bentuk dari namja yang akan menjadi suamiku? Yah itupun kalau pernikahan itu berlangsung, tapi aku sudah mempunyai sedikit ide untuk bisa keluar dati perjodohan gila ini, ku raih ponsel yang mati dari tasku, segera ku charge, sambil membukanya dan segera menghubungi namjachinguku… deringan pertama tak ada balasan.. sampai mulai deringan ketiga terdengar

 

“nyeobseo” ucap seorang yeoja dari ujung sana, aku terpekik mendengar suara seorang yeoja, siapa dia? Kenapa dia yang menjawab telponku? Aku terdiam cukup lama memikirkan siapa kira-kira yeoja yang menerima telponku tadi? Kenapa bukan namja chinguku? Kemana dia? Aku tersadar saat mendengar sura seorang yeoja dari ujung telepon sana sedikit memarahi yeoja itu dan telpon mati. Ada apa ini? Perasaanku tiba-tiba tidak enak, aku kembali menghubungi namjachinguku, aku harus memintanya untuk membawaku kabur dari rumah ini, namun kali ini ponselnya mati,, “aissh” aku membanting handphone ku keras sampai terdengar “pyaarrrr” ponselku hancur berkeping-keping, sadar akan hal itu, aku segera berjongkok dan memungutinya, tidak sadar aku mengumpat diriku sendiri “hyemi babo.. apa yang kau lakukan? Dengan begini tidak ada yang bisa menolongmu lagi.. tamatlah riwayatmu hyemi… “ aku menangis melihat ponselku yang sudah tidak berbentuk, ku jatuhkan tubuhku dilantai…

 

sekarang pupus harapanku berharap ada orang yang menyelamatkanku dari perjodohan gila ini, satu-satunya alat komunikasiku hancur, aku tidak mungkin melarikan diri sendiri, tidak mungkin aku bisa lolos dari semua anak buah appa yang jumlahnya bahkan hampir menyamai jumlah pengawal presiden.

 

@@@@@

Aku pandangi wajahku dicermin besar yang ada dikamarku, mataku nampak sedikit hitam dan layu, yah, aku memang menangis semalam, namun bukan itu yang membuatku sedih, aku bercermin sekali lagi menatap tubuhku yang kini sudah dibalut dengan gaun pengantin berwarna putih sederhana aku benar-benar tidak bisa menghindar dari perjodohan ini, aku mencoba tersenyum saat ku lihat soo hyeon oppa masuk bersama yeojachingunya suzy

 

“kau terlihat cantik hyemi” ucap suzy meraih bahuku, aku tidak merespon kata-katanya, oppa memelukku erat, sepertinya dia tahu kalau aku sedang berduka saat ini “tenanglah, nichkhun namja yang baik” ucap soo hyeon oppa saat melepaskanku

 

“nichkhun?” siapa dia? Apa dia namja yang akan menikah denganku hari ini? Babo.. bahkan sampai hari ini pun aku tidak tahu nama calon suamiku, aku tersenyum kecut padanya, lalu mereka membimbingku menuju mobil yang akan mengantarkan kami kegereja tempatku melangsungkan janji suci dihadapan tuhan.

 

Mobil berhenti tepat di depan sebuah gereja besar dan dengan sedikit senyum terpaksa aku turun didampingi oppaku, aku sedikit heran saat melihat banyak wartawan disampingku dan dengan seenaknya mengambil gambarku, oppa menyerahkanku pada appa yang sudah berdiri didepan pintu gereja yang masih tertutup, aku tidak mau memandang appa, jujur, kalau saja aku masih bisa lari, aku pasti akan berlari saat ini juga

 

Tak lama pintu terbuka, ku lihat seorang namja berdiri didepan pendeta, aku melangkah bersama appa sampai tepat berdiri disamping namja itu, bahkan sampai saat ini pun aku belum tahu bagaimana wajah calon suamiku, saat sudah didepan pendeta, kuberanikan diri menengok kearah namja yang pasti akan menjadi suamiku, dengan perlahan aku menengok dan…. omo~ dia kan nichkhun oppa sunbaeku? Aku kaget saat melihat namja yang berada disampingku, saat itu dia juga sedang memandangku, dia tidak tersenyum, bahkan dia terlihat cuek, kenapa? aku yakin dia juga tidak setuju dengan perjodohan ini.

 

Aku baru tahu sekarang kenapa banyak wartawan diluar, mengingat nickhun oppa adalah salah satu anggota boyband yang cukup terkenal di korea, aku kembali menatap pendeta yang berada didepan kami, dan prosei ucap janji suci itupun dimulai..

 

“sodara nickhun, apakah anda bersedia menerima park hyemi sebagai istrimu? Bersamanya dalam keadaan sakit maupun sehat? Baik kaya maupun miskin?ketika susah ataupun senang? Mencintainya selamanya dan tulus sampai ajal memisahkan kalian?” pendeta itu bertanya memandang nickhun, ku lihat ekspresinya begitu tenang

 

“saya, nickhun bersedia menerima park hyemi sebagai istriku, bersamanya dalam keadaan sakit maupun sehat, baik kaya maupun miskin, ketika susah ataupun senang, mencintainya selamanya dan tulus sampai ajal memisahkan kami” nickhun oppa begitu lantang dan tegas mengucapkan janji itu, seolah dia sudah sejak lama berlatih seperti itu

 

“dan kau, saudari park hyemi? Apakah kau bersedia, menerima nickhun sebagai suamimu? Bersamanya dalam keadaan sakit maupun sehat? Baik kaya maupun miskin? Ketika susah ataupun senang? Mencintainya selamanya dan tulus? Menuruti dan mengikuti semua perintah dan nasehatnya sebagai kepala keluarga sampai ajal memisahkan kalian?” tanya pendeta padaku

 

“aku…”jawabku seketika, entahlah, aku menutup mataku tuhan.. jika memang ini jalan yang kau berikan untukku, ku mohon bantulah aku melewatinya “aku bersedia menerima sodara nickhun sebagai suamiku, bersamanya dalam keadaan sakit maupun sehat, baik kaya maupun miskin, ketika susah ataupun senang, mencintainya selamanya dan tulus menuruti dan mematuhi semua perintah dan nasihatnya sebagai kepala keluarga sampai ajal memisahkan kami” aku tidak sadar kalau aku sudah mengucapkan janji suci itu dengan baik dan benar

 

“baiklah, dengan nama dan restu tuhan, aku syahkan kalian menjadi suami istri, sekarang silahkan sodara nickhun mencium istimu” omo~ apa yang pendeta itu katakan?

 

Aku masih belum bisa mencerna kata-kata pendeta itu saat sebuah tangan sudah menarik pinggangku dan mengecup bibirku pelan… aigoo apa yang namja ini lakukan… kudengar semua orang berteriak dan tepuk tangan.. aku sungguh muak, ingin rasanya aku memukul nickhun oppa kalau saja tak ada orang ditempat ini…

Hyemi pov end~

 

Author pov~

Semua orang bersorak saat melihat sepasang suami istri baru itu melakukan prose adat yaitu ‘mencium pasangannya’ hyemi terlihat sedikit shok memang saat tiba-tiba nickhun menariknya, wartawan yang hadirpun ikut tertawa melihat adegan itu

 

Sekarang mereka sudah berada disebuah hotel mewah tempat berlangsungnya pesta resepsi pernikahan mereka, kedua keluarga nampak senang melihat anak-anaknya dusah menikah lain halnya dengan kedua anak mereka yang sama sekali tidak bersuara sepatahkatapun sejak upacara pernikahan selesai..

 

“ini untukmu nick” ucap appa nickhun memberikan sebuah kunci, kunci rumah kelihatannya, nickhun menerimanya tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya “kalian akan menempati rumah baru kalian, appa harap kalian suka” ucap appa nickhun yang direspon diam oleh anak dan menantunya

 

“nde, rumah ini sudah kami persiapkan sejak lama, dan kalian pergilah honeymoon” ucap eomma nickhun kini angkat bicara

 

“kalian bisa pergi kemanapun kalian mau, tinggal bilang, mau pergi kemana kalian, kami akan mengurusnya” kini eomma hyemi ikut bicara

 

“khamshamida eomma, tapi aku rasa lain kali saja kita honeymoon, aku masih banyak jadwal manggung” ucap nickhun sopan

 

“ah, nick, eomma harap kau lebih sering menemani istrimu daripada bersama teman-temanmu” eomma nickhun menasehati anaknya yang terlihat begitu cuek

 

“nde, “ nickhun mengangguk dan lalu pergi menemui member 2Pm yang lain

 

mereka memeluk nickhun dengan gembira

“chukkae hyung, sekarang kau sudah menikah” ucap wooyoung menyambut hyung nya

 

“gomawo” nickhun membalas dengan senyum simpul dibibirnya,

 

“dimana istrimu, kami ingin mengucapkan selamat juga padanya” junsu bertanya yang disambut dengan anggukan semua membernya

 

Nickhun membawa mereka ke arah hyemi yang sedang bersama dengan soo hyeon dan suzy, mereka mengangguk saat melihat nickhun datang dengan teman-temannya

“annyeong~… “ ucap mereka ramah…

 

“kau benar-benar cantik nona” dengan ramah chansung  menjabat tangan hyemi, nyemi tersenyum dia juga menyalami semua teman nickhun.

 

Tidak terasa, resepsi pernikahanpun selesai, hyemi dan nickhun sampai dirumah baru mereka.. dengan ditemani appa dan eomma mereka, rumah yang cukup besar jika hanya ditempati mereka berdua, eomma hyemi memeluknya sangat lama, sepertinya dia belum bisa meninggalkan hyemi…

 

“hyemi~a, sering-sering lah mengunjungi eomma nde? Eomma pasti akan sangat merindukanmu” ucap eomma hyemi menangis

 

“nde. Eomma aku pasti akan sering mengunjungi eomma” hyemi tidak kalah sedih dari eommanya

 

“sudahlah yeobo.. biarkan mereka istirahat, mereka harus segera membuat cucu untuk kita” ucap appa hyemi dengan senyum evil yang tiba-tiba saja dimilikinya, hyemi menatap appa nya dengan tajam, seolah berkata “jangan harap appa”

 

“nde, benar, sebaiknya kajja kita pulang” eomma nickhun membenarkan “nick, jaga menantu eomma baik-baik… dan kau chagi, cepat hamil ya” eomma nickhun mengelus-elus perut hyemi yang membuat hyemi sedikit bergidig…

 

Akhirnya setelah mendengar beberapa celotehan dari appa dan eomma mereka, mereka bisa masuk dengan tenang.. hyemi mengikuti nickhun dari belakang dan menyeret kopernya, menuju sebuah kamar yang sangat besar, dengan pernak-pernik yang membuat hyemi semakin tidak betah, nickhun memasukkan kopernya kedalam lemari,

 

“biar aku masukan kopermu juga dilemari” ucap nickhun meminta koper dari tangan hyemi, hyemi menyerahkannya, dia duduk di sofa panjang yang berada di kamar itu, dia tidak mengeluarkan sepatah katapun, nickhun selesai membereskan koper-koper kelemari dia memandang hyemi yang terdiam, lalu mendekatinya, hyemi yang merasa nickhun mendekatinya dengan sigap menatap nickhun dengan tatapan tajam, seolah berkata “apa yang mau kau lakukan?” tentu saja, dia tahu kini mereka sudah menikah, tapi dia bahkan tidak pernah berfikir akan satu kamar dengan namja yang pernah menjadi sunbaenya saat mereka sama-sama masih di amerika

 

“istirahatlah, kau pasti lelah.. aku akan tidur di kamar sebelah” ucap nickhun berlalu dari hadapan hyemi, sesaat hyemi termenung mendengar kata-kata nickhun? “jadi dia tidak akan memakan(?)ku malam ini” batin hyemi bersukur, tanpa sadar dia memanggil nick

 

“oppa..” tentu nickhun beralih pandang menatap hyemi,

 

“aku tahu.. pernikahan ini hanyalah bisnis, jadi kau tidak perlu memberikan apa yang tidak ingin kau berikan.. tidurlah, ini sudah malam” kata nickhun tentu membuat hyemi semakin tersenyum dalam hatinya

 

“gomawo” ucapnya tanpa sadar, nickhun hanya tersenyum lalu menutup pintu kamar hyemi.

 

 

@@@@

Matahari menyapa nickhun yang masih bermesraan dengan selimut tebalnya, dia merasa sangat lelah sampai tidak berniat untuk beranjak dari tempat tidurnya…

 

Tok tok tok

Terdengar suara pintu kamarnya diketok, namun nichkhun masih enggan membuka selimutnya,

Tok tok tok

 

Sekali lagi pintu kamarnya diketok

“nggrhhhhhhhh” erang nichkhun yang merasa terganggu

 

“oppa.. apa kau sudah bangun?” suara seorang yeoja membuat mata nickhun seketika terbuka

 

“aigoo.. aku lupa kalo aku sudah menikah” nickhun memukul dahinya pelan, lalu membuka selimut dan segera membuka pintu kamar, terlihat seorang yeoja tersenyum manis padanya, persis dengan harapannya yang selalu ingin melihat senyum seorang yeoja saat dia membuka mata….

 

“aku sudah membuatkan sarapan untuk oppa, makanlah” hyemi berusaha tersenyum meski terlihat senyum yang cukup dipaksa

 

“nde, nanti aku makan” nickhun menjawab dengan ekspresi yang tidak kalah cukup dingin dengan hyemi, hyemi beranjak dari depan pintu kamar nickhun dan nichkhun memandang punggung hyemi dengan tersenyum, dia segera bergegas ke kamar mandi dan berdandan cukup rapi

 

Nichkhun sedikit mematung saat melihat hyemi dengan cekatan menata semua piring-piring makanan dimeja mereka yang cukup besar, dia tidak menyangka hyemi ternyata pandai memasak, dia lalu duduk di salah satu kursi, hyemi dengan cepat menuangkan nasi di sebuah piring, lalu dia serahkan kepada nichkhun, nickhun menerimanya dengan sedikit canggung

 

Mereka menyantap sarapan tanpa ada suara sedikitpun, baik nichkhun maupun hyemi, keduanya hanya diam, dan memasukan makanan kemulut masing-masing, terdengar hanya suara sendok dan piring yang beradu, selama makan, hyemi tidak mengalihkan pandangannya dari nasinya, begitupun nichkhun, mereka benar-benar masih sangat kikuk dengan keadaan mereka yang sudah menjadi suami istri namun  tanpa dasar cinta.

 

Hyemi segera membereskan semua piring-piring dan beberapa perabotan yang kotor menuju dapurnya, tak lupa nickhunpun membantunya, nichkhun memandangi istrinya yang sedang mencuci piring, di westafel, dia bingung apa yang harus dia katakan, hyemi nampak mengusap dahinya dengan punggung tangannya

“apa kau lelah?” nickhun berdiri disamping hyemi dengan sedikit khawatir

 

“anni oppa aku baik-baik saja” hyemi tetap melanjutkan aktifitasnya tanpa menoleh kearah nichkhun

 

“biar aku yang melakukannya” nickhun mengambil busa untuk mencuci piring dari tangan hyemi

 

“tidak perlu oppa, biar aku saja” hyemi tetap memegang busa itu sehingga tangan nichkhun memegang tangan hyemi, sejenak mereka saling berpandangan sampai suara telpon rumah mereka berbunyi..

 

~kriiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnggggggggggg~ yang berhasil dengan sukses membuat lap pencuci piring itu terlepas dari tangan hyemi

“kau angkat telpon saja, biar aku yang mencuci” nichkhun segera mengambil alih mencuci piring dan hyemi segera beranjak menuju meja telepon, yang tidak jauh dari dapur

 

“nyeobseo…” nichkhun mendengarkan percakapan hyemi dengan seseorang dari ujung sana

“…………”

“ah oppa… gwaenchanayo?” terdengar sedikit nada gembira dari kata-kata yang diucapkan hyemi

“………….”

“mwooyo?” kini ucapannya berubah kaget dan kencang, nichkhun berhenti sebentar dari mencucinya dan mendengarkan dengan seksama

“………….”

“nde, baiklah, aku akan segera kesana” ada nada terburu-buru dalam kata-kata hyemi…

.

.

.

.

Tbc…

 

Segini dulu part 1 nya iia chingu, mian kalo masih pada gelap #nyalain lampunya dong thor#plak! Apa deh?

Ditunggu RCLnya nde, gomawo…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: