Seoul [Oneshoot]

Gambar

Title: SEOUL

Author:  ophie ryeosomnia a.k.a shin hye kyung (istri syah, dan istri pertama sekaligus istri terakhir dari kim ryeowook) #didemo ryeosomnia &elf

main cast: cho kyuhyun

-park nari (anngep aja dia anaknya yu gaeun dan park jung wo, di pelm pink lipstik #sumpah authornya gag kreatif banget sih?#

#brisik loe, tinggal baca aja reang?#

-lee donghae

-all member suju

-other cast

Disclaimer: ff ini milik saya, hasil murni buah cinta saya dengan wookie oppa #sumpah jangan hiraukan dilarang keras mengcopy, apalagi membajak karya saya, dan apalagi dijual diemperan toko dengan harga ceban? Apa deh?? Lupakan! saya buat memang untuk anda(readers) kaya indosiar, semua cast yang main di ff ini adalah milik TUHAN YANG MAHA ESA, dan tentu saja milik orang tua masing-masing, kecuali KIM RYEOWOOK a.k.a WOOKIE oppa dia juga milik saya

#di cium wookie di bakar readers

#abaikan#

Genre: romance, gaje-gaje tapi kece

Back song: -Miss A help me

-super junior &snsd seoul

Annyeong~ saya datang saya datang… #lari-lari di jalan *plak! Saya bawa ff baru chingu, ini saya terinspirasi dari drama lama korea (full house) masih ingat bukan? Bagaimana ceritanya? Dari yang kawin kontrak, saling bermusuhan, akhirnya saling suka, yah begitulah cerita yang akan saya buat, tapi dengan suasana yang berbeda tentunya, lebih moderen, dan bukan kawin kontrak? #terus apa dong? Penasarn kan? Penasaran dong? Yuk kita simak, bagaimana sih kisahnya? But sebelumnya peringatan… don’t basshing, don’t coment, don’t reading #ditodong pistol ama readers… akhirnya happy reading ^_^

~SEOUL~

Park Nari POV

“nari” sapa seseorang dari luar kamarku, aku menoleh dan tersenyum melihat eommaku yang sedang berdiri mematung didepan pintu kamarku.

“ne eomma? Gwaenchanayo?” tanyaku saat melihat wajah eomma yang sedikit serius.

“appa mu ingin bicara, cepatlah temui dia dimeja makan” ucap eomma sambil berlalu, aku mengikuti eomma dan duduk di bangku sebelah appa yang sedang membaca koran dengan ditemani secangkir teh.

“ah, nari..” apa meletakkan korannya saat melihatku duduk di sampingnya.

“ne, appa, appa ingin bicara apa denganku?” tanyaku dengan nada khawatir, tidak biasanya appa memanggilku untuk mengatakan sesuatu, biasanya langsung saja.

“bagaimana pekerjaanmu?” tanya appa sepertinya ingin berbasa-basi denganku

“baik appa” jawabku tak bersemangat, tentu saja appa tahu pekerjaanku baik-baik saja, bukankah aku juga bekerja diperusahaannya? Aigoo, benar-benar terlalu bertele-tele.

“ah, apa kau merindukan seoul?” Tanya appa yang tentu membuatku terdiam beberapa saat.

Nah aku jelaskan.. aku memang berdarah korea, tapi sejak kecil aku tinggal diNew York, dan sekolah disini, sudah hampir 5 tahun aku tidak mengunjungi SEOUL, aku merindukannya? Ah, aku tidak tahu aku merindukannya atau tidak, tidak ada yang menarik disana, bahkan seorang temanpun aku tidak punya disana, setiap liburan aku datang kesana, hanya untuk mengunjungi rekan bisnis appa dan itupun hanya beberapa hari, jadi aku tidak bisa mengatakan kalau aku merindukan SEOUL

“kenapa appa bertanya seperti itu?” tanyaku memandang appa.

“ah, appa hanya ingin tahu, kebetulan nanti siang appa dan eommamu ingin mengunjungi seoul,” kata appa yang tentu membuatku bertanya-tanya, kenapa tiba-tiba? “kau pun harus ikut, appa ada janji dengan teman appa disana” ucap appa yang tentu membuatku semakin bertanya-tanya

“ne” jawabku pasrah, aku tidak bisa melawan mereka, biasanya appa bertanya “apa kau mau ikut?” tentu aku bisa memilih.. tapi ini “kau pun harus ikut” seolah memang aku harus ikut dan wajib ikut.

Pukul 2 siang waktu new york, kami sudah berada dibandara, dan pesawat menuju Seoul pun lepas landas, aku tidak bisa berhenti memikirkan apa sebenarnya maksud dan tujuan appa menyuruhku ikut ke sana?

Pukul 7 pagi tepat waktu seoul aku menginjakkan kakiku di bandara Incheon, aku menghirup udara seoul yang dingin, ini musim dingin, sungguh aku datang diwaktu yang buruk, kami berjalan kearah pintu keluar bandara, appa berhenti, sepertinya dia mencari seseorang, aku tak berani bertanya, salah.. tepatnya aku malas bertanya.

“ottoehke?” eomma menatap appa yang masih bingung “apa sudah terlihat?” tanya eomma .

“sepertinya belum, kita tunggu disini saja” jawab appa dan duduk diruang tunggu, aku mengikuti mereka dan duduk, 15 menit berlalu, kami masih menunggu seseorang yang seharusnya datang menjemput kami, aku mulai bosan ku putuskan untuk pergi membeli sesuatu.

“appa, aku haus boleh aku membeli minum diluar?” tanyaku .

“ne, hati-hati chagi” jawab appa, sepertinya mulai bosan juga.

Aku berjalan mencari letak penjual minuman, nah ketemu, ada diluar bandara, letaknya disebelah selatan bandara dan aku harus berjalan beberapa langkah disekitar jalan raya yang cukup basah karena hujan, dan ‘busshhh’ sesuatu membasahi bajuku sebuah mobil lexus melewati sebuah jalan yang berair dan menyipratkan air itu di bajuku, aku menoleh ke arah mobil itu yang berhenti di depan bandara, ku dekati mobil itu, dan tak lama seorang namja memakai kacamata hitam dan topi keluar dari mobil itu, aku mendekatinya dengan garang.

“yak! Tuan, apa anda memiliki SIM?” tanyaku tanpa basa-basi, Namja itu menatapku, sepertinya, aku tidak bisa melihat matanya.

“apa maksudmu nona?” balasnya dengan sikap angkuhnya, sudah bisa kupastikan, pasti dia namja yang sangat arrogan.

“lihat ini akibat perbuatanmu” aku menunjuk bajuku yang kotor dan basah “mobilmu menyipritkan air disana sampai kena bajuku” ucapku semakin kesal.

Kulihat bibirnya membentuk sebuah senyum, sungguh aku benci melihat senyumnya, seperti meremehkanku, di mencopot kacamatanya dan menatapku, kini aku bisa melihat mata namja itu yang bening dan indah untuk ukuran namja.

“mianhae” ucapnya lirih sambil tersenyum, masih senyum yang sangat melecehkan “kau marah?” tanyanya melihat ekspresiku yang kesal.

Aigo~ babo tentu saja aku marah, kenapa masih bisa bertanya seperti itu aku kesal sekali padanya

“yak! Masih berani kau bertanya seperti itu?” aku semakin menatapnya, ada sedikit raut kaget di wajahnya.

“kau tidak tahu sedang berbicara dengan siapa Eoh?” dia terlihat kaget memandangku. Ck dia pikir dia siapa?

“aku tidak tau dirimu dan tidak mau tahu tentang dirimu, sekarang aku minta kau bayar ganti rugi atas kotornya pakaianku” aku menatapnya garang.

Ku lihat dia sedikit ternganga mendengar ucapanku.

“Nari-a, kau sedang apa disana?” suara eomma meneriakiku dari jauh, namja didepanku itu segera memakai kembali kacamatanya dan berlalu.

“yak! yak! aku belum selesai denganmu, yaak! namja air comberan” gerutuku, aku benar-benar kesal padanya, Isssh awas saja kalau kita bertemu lagi.

—-ooo—-

Akhirnya kami sampai di rumah kediaman keluarga Cho, sahabat appaku, kami menggunakan Taxi dari Incheon, orang suruhan keluarga Cho tidak datang, sangat menyebalkan.

Tuan dan Nyonya Cho menyambut kedatangan kami hangat, appa memeluk Tuan Cho dan Eomma memeluk nyonya Cho. mereka kini memandangku dan tersenyum.

“Nari-a, kau sudah besar, kau cantik sekali” ucap Nyonya Cho lalu memlukku hangat.

“benar kau sangat cantik Nari-a” tuan Cho ikut memujiku, aku hanya tersenyum “gomawo” ucapku.

“jadi kalian tidak bertemu dengan Kyuhyun?” tanya Tuan Cho kaget setelah mendengar cerita kami.

“anni, kami tidak bertemu dengannya” appa ku menyeruput(?) minuman dihadapannya.

“aigo~ kemana anak itu, selalu saja buat masalah” Ucap nyonya Cho sambil memandangku dan tersenyum “apa kau ingat dengan Kyuhyun, Nari-a?” tanya Nyonya Cho yang ada di hadapannku.

aku menggeleng pelan, lalu disambut tawa kecil dari eomma disampingku “tentu saja dia tidak ingat, terakhir kali mereka bertemu saat masih kelas 5 SD bukan?” tanya eomma lalu tertawa bersama appa, tuan& nyonya Cho.

Aku mendengus(?) kesal sepertinya ada sesuatu yang mencurigakan.

Hampir setengah jam kami mengobrol di ruang keluarga Cho, tiba-tiba aku ingin buang air kecil.

“mianhae ahjumma, boleh aku ikut ke toilet?”

“ah, tentu, kajja ahjumma antarkan” Ahjumma mengantarkanku ke toilet, lalu aku masuk ke Toilet dan Ahjumma kembali ke ruang keluarganya.

KYUHYUN POV~

Aisshh sangat menyebalkan! ku pukul keras setir mobilku sesaat setelah mendapat telepon dari Eomma, bisa-bisanya aku menunggu hampir 30 menit di bandara, sedangkan orang yang aku tunggu sudah berada di rumah? apa-apan mereka? tidak sopan sekali, apa mereka tidak tahu, aku mengorbankan waktuku untuk menjemput mereka? aku segera memacu cepat mobilku, ingin rasanya aku mengomeli(?) eomma.

“eommaa” aku segera masuk dan berteriak seperti biasa, namun aku lekas menutup mulutku saat mendapati 2 orang tegah duduk bersama eomma dan appaku, aku tersenyum pada mereka. “mianhae” ucapku lirih lalu membungkuk dihadapan mereka.

“Kyuhyun-a?” ucap seorang Yeoja yang sedang duduk dihadapan eomma.

“Kyuhyun-a, ini nyonya Park dan Tuan Park, palli beri salam pada mereka” ucap eomma langsung kuturuti, Tuan Park memelukku dan juga nyonya Park.

“kau ini bagaimana Kyu? bukankah sudah appa bilang untuk segera pergi kebandara, pergi kemana sebenarnya kau ini?” ucap appa mengomeliku.

“aku juga ke bandara appa, hanya saja ahjumma dan ahjussi sudah tidak ada” jawabku membela diri.

“gwaenchana, kan sekarang sudah bertemu” ucap Park ahjussi membela ku, sepertinya aku harus berterima kasih padanya.

“gomawo ahjussi, aku kedalam dulu ne” ucapku sopan lalu berjalan meninggalkan mereka menuju kamarku.

Kamarku ada di belakang ruang tamu ini, sehingga aku harus berbelok dan BRUGH aku menabrak sesuatu.

“aww appo” ku dengar suara seorang yeoja merintih di hadapanku, dia terduduk di depanku, aku tidak bisa melihat wajahnya yang tertutup rambut panjangnya.

“mianhae, aku tidak melihatmu” ujarku lalu membantunya berdiri. dia menyibakkan rambutnya dan aku bisa melihat wajahnya.

“Kau??” ucapku dan dia serempak kaget

“yak! namja comberan sedang apa kau disini” ucapnya seraya menyibakkan tanganku yang masih di bahunya, dia yeoja yang ku temui tadi di bandar menatapku garang.

“mwo? apa kau bilang namja comberan?” aku mengerutkan keningku mendengarnya memanggilku ‘namja comberan’ “yak! yeoja babo! seharusnya aku yang bertanya padamu, apa kau begitu menginginkan ganti rugi sampai harus ke rumahku” ucapku kesal padanya.

ku lihat dia menganga(?) mendengar perkataanku “rumahmu?” tanyanya dengan tampang babonya, ‘aissh dia memang benar-benar babo’.

“sudahlah tidak perlu bertele-tele, kau ingin apa? tanda tangan? foto bersama? pelukan? atau ciuman dariku?” *PLAK* dia menampar pipiku tidak terlalu sakit, sebenarnya bukan menampar, lebih ke ‘mengelus’ cih, dasar yeoja aneh, mau memakai cara apapun aku bisa tau kau ini fans ku.

“kau fikir kau ini artis? cih mimpi” ucapnya lalu berdiri dan meninggalkanku.

“chamkaman” aku mencegahnya, dia berbalik menatapku.

“apa lagi? aku tidak mau berurusan dengan namja gila sepertimu” dia menjulurkan lidahnya ke arahku, Aissh sangat menyebalkan.

“kau belum menjawab pertanyaanku, sedang apa kau disini” tanyaku mendekatinya.

“Gwaenchanayo” eomma dan appa serta tuan Park dan Nyonya Park datang.

“eomma dia siapa?” tanyaku menatap eomma.

“ah, Kyuhyun-a, kau melupakannya? dia Nari, putri tuan dan nyonya Park” ucap eomma sukses membuatku termangu, jadi dia putri dari keluarga Park?

“kajja kita duduk, ada yang ingin appa bicarakan pada kalian” mereka mendahuluiku berjalan kembali ke ruang keluargaku ku lihat eomma dengan sayang memeluk yeoja yang ternyata bernama Nari itu.

kami duduk berhadapan di ruang keluarga.

“jadi sebenarnya maksud dari kedatangan keluarga Park ke rumah kita ini untuk menjali silaturahmi” ucap appa membuka pembicaraan.

“dan, silaturahmi itu akan lebih baik bila dilanjutkan dengan sebuah pernikahan” aku tersentak mendengar perkataan tuan Park begitupun Nari yang ada di hadapanku.

“oleh sebab itu kami sudah memutuskan” eomma sengaja menggantungkan kata-katanya membuatku semakin curiga

“untuuk” kini giliran Nyonya Park yang berbicara “menjodohkan kalian berdua” lanjutnya sambil tersenyum.

“mwooo?” aku dan Nari tersentak bersama dan saling menatap kesal “SHIREO” ucap kami bersama.

———-oooOOOooo———-

NARI POV~

aku menyisir rambutku dengan kasar, aku masih kesal pada mereka, bisa-bisa nya mereka menjodohkanku dengan namja sombong sepertinya? Aigo~ Tuhan, ku mohon ini hanya mimpi, sungguh aku tidak bisa membayangkan jika harus menikah dengannya.

Terdengar beberapa suara yang cukup berisik dari luar, kutengok dari dalam kamar yang sudah keluarga Cho siapkan untukku terlihat beberapa orang tengah berada disana, ini adalah malam perunanganku dengan namja yang baru kukenal pagi tadi, yah Cho Kyuhyun, yang baru ku ketahui, ternyata dia seorang member salah satu BOy Band di Korea yang cukup terkenal, tapi tetap saja aku tidak mengenali mereka.

“yak! yeoja babo” ucap seseorang mengagetkanku, ternyata si namja setan itu aku meliriknya sekilas tak bersemangat.

“wae, aku tidak ingin berbicara denganmu” ucapku ketus, ku dengar suara derap langkahnya mendekatiku.

“ck, kau pikir aku sudi berbicara denganmu? tanda tangani ini” ucapnya seraya menyodorkan selembar kertas padaku, aku mengambilnya dan menatapnya.

“apa ini?” tanya ku tak mengerti.

“itu peraturan perundang-undangan selama kau tinggal disini nanti” ucapnya membuatku teringat kata-kata dari orang tuaku dan orangtuanya tadi.

FLASHBACK

“aku tidak mau dijodohkan dengannya” ucap namja menyebalkan itu sambil menunjuk kearahku “bagaimana kalau sampai ELF tau appa?” tanyanya pada appanya, ELF? siapa itu? yeojachingunya?

“tenanglah Kyuhyun-a, pertunangan kalian akan disembunyikan. kami hanya memberi tahu beberapa keluarga, dan kaupun tidak perlu memberi tahu Hyung hyung mu, tunggulah sampai nanti kalian menikah” ucap ahjumma tenang. aku semakin tidak mengerti, memangnya dia mempunyai berapa Hyung? aisshh

“tetap saja appa, eomma” dia merajuk seperti anak kecil Astaga dia sungguh kekanak-kanakan.

“aku juga tidak mau dijodohkan dengannya appa” ucapku pada appaku, appa hanya tersenyum.

“begini” ahjussi mengambil alih kendali ” kalian akan bertunangan malam ini, dan setelah itu Nari akan tinggal disini selama 100 hari, dan selama 100 hari itu kalian melakukan proses pendekatan” ucap Ahjussi membuatku kaget.

“mwo? tinggal disini? selama 100 hari? tapi aku punya banyak pekerjaan di New York ahjussi”

“tenang Chagi, appa sudah mengaturnya” ucap appa sambil tersenyum.

“dan kau Kyu, kau juga harus tinggal di rumah, tidak boleh tinggal di Dorm, eomma sudah meminta ijin pada Le Soo Man untuk membiarkanmu tinggal di rumah sementara” ku lihat Kyuhyun mengacak rambutnya Frustasi.

“tapi eomma”

“tidak ada tapi-tapian!” Cho ahjussi membentak Kyuhyun ” besok kalian akan tinggal serumah” ucap Cho ahjussi kembali tenang namun tegas.

FLASHBACK END

aku mulai membaca kertas itu dengan seksama tertulis di pasal 1 *Cho Kyuhyun tidak pernah melakukan kesalahan* mwo? aku melirik dia sekilas, dia tersenyum sambil memandang ke atas langit-langit kamar. lalu ku lanjutkan membaca pasal 2 *jika Cho Kyuhyun bersalah, ingat pasal 1* ini benar-benar keterlaluan.

“yak! apa-apaan ini. aku tidak mau menandatanganinya” ucapku menyerahkan kertas itu padanya.

“kau harus mau” dia tetap memaksaku

“Shireo, darimana ada peraturan seperti itu pokoknya aku tidak mau”

“yak! kau harus mau, jika tidak aku akan membuatmu menyesal” dia mengancamku eoh? dasar namja setan.

“aku tidak takut padamu Cho Kyuhyun” aku berlalu dari hadapannya.

“yak! Park Nari aku belum selesai bicara! yak kau…” aku masih bisa mendengar gerutunya dari belakangnku.

ck, dia pikir aku sebodoh itu?

—–000—–

Setelah acara pertunangan itu selesai, keluarga ku dan keluarga Kyuhyun berkumpul didepan rumah. Aku tidak tahu apa maksud mereka akan meninggalkanku hanya berdua dengan Kyuhyun, sangat menyebalkan.

“eomma, ayolah, haruskah eomma kembali malam ini juga?” aku merajuk(?) menggandeng tangan eomma manja.

“gwaenchana chagi, Kyuhyun pasti akan menjagamu” ucap eomma membuatku merinding, yang benar saja, mana mungkin namja sepertinya bisa menjaga orang lain, menjaga dirinya sendiri saja tidak bisa ‘huft’

“Kyu, kau harus menjaga Nari baik-baik, eomma dan appa pergi tidak akan lama, jadi kalian baik-baiklah dirumah” Cho ahjumma membelai kepala Kyuhyun lalu memelukku. Aku masih tidak bisa mengerti kenapa tiba-tiba ahjumma dan ahjussi akan pergi? Mereka bilang ingin menemui Ahra eonnie di Canada, sungguh keputusan yang mendadak.

“ne, eomma, sampaikan salamku untuk Ahra nonna” ucap Kyuhyun lalu memeluk kedua orang tuanya. Aku pun memeluk eomma dan appa, berat sekali berpisah dengan mereka, apalagi ditinggal bersama seorang yang baru saja aku kenal.

Kami melambaikan tangan sesaat setelah mobil keluar dari halaman rumah keluarga Cho, aku masuk terlebih dahulu meninggalkan Kyuhyun.

“yak! Yeoja babo” Kyuhyun berlari dan kini sudah ada disampingku, aku meliriknya sekilas dengan malas “kau belum menandatangani surat perjanjian itu” ucapnya membuatku menghentikan langkahku.

“ck, kau pikir aku akan menandatanganinya? Jangan harap namja comberan” aku mempercepat langkahku, namun dia ternyata lebih gesit dan kini ada dihadapanku.

“arasheo, kalo begitu kita buat yang baru” dia menyeret tanganku menuju kamarnya.

Aku tercengang ketika masuk kekamarnya, Aigo~ ini kamar atau tempat main game? Ada sebuah LCD besar di kamarnya, di tambah beberapa perlengkapan PSP tergeletak dimana-mana, belum lagi dengan CD yang berserakan dilantai. “apa kau membuka tempat Playstation eoh?” tanyaku heran.

Tak ada jawaban darinya, dia malah menghidupkan komputernya. “cepat duduk disini” dia meletakkan satu kursi didepan meja komputernya. “sekarang kita mulai membuat peraturannya” dia duduk disampingku “kau yang mengetik” ucapnya seraya meraih sebuah PSP dari samping meja komputernya.

“gaere, apa yang harus ku tulis?” tanyaku menatapnya yang sudah asik berkutat dengan PSPnya, “so, apa yang harus aku tulis Cho Kyuhyun?” tanyaku sedikit mengeraskan suaraku.

“terserah kau saja, yang penting tidak merugikanku”ucapnya masih sibuk dengan PSP ditangannya.

Aku mulai bosan padanya, ku rebut PSP nya “yak! Apa yang kau lakukan, kembalikan PSPku” dia menggapai-gapai PSP yang tengah aku angkat.

“Shireo, sekarang cepat katakan perjanjian seperti apa yang kau maksud, baru aku akan mengembalikan PSPmu ini” ucapku menyandera PSPnya. Dia terlihat sangat frustasi.

“oke, kita mulai dari pembagian wilayah” dia terlihat berfikir, meskipun aku tidak tahu apa dia punya otak atau tidak? “begini, ‘rumah ini milik Cho Kyuhyun, karena itu semua bagian dari rumah ini adalah miliknya, dan dia bebas melakukan apapun, dimanapun didalam rumah ini’” aku mulai menulis yang dia ucapkan “dan karena Park Nari hanya menumpang disini”

“yak! Apa yang kau katakan” ucapku menyela kata-katanya “aku tahu aku hanya menumpang, tapi tidak perlu harus menulisnya seperti itu, kau ini benar-benar menyebalkan” issh bocah ini membuatku naik darah.

“sudahlah tulis saja” dia mendorong kepalaku pelan aku meninju(?) perutnya dengan sikut tanganku “yak! Appo” cih dia seperti anak kecil merengek seperti itu, tak ku hiraukan dia, aku kembali menulis apa yang dia katakan “dia hanya boleh memiliki kamarnya dan dapur” ucapnya tapi tak lantas aku tulis, aku berfikir sejenak.

“maksudmu, aku hanya boleh menguasai kamar dan dapur?” aku melihat ada raut mengejek diwajahnya. Aissh sangat menyebalkan.

“ne, kau hanya boleh tidur dan memasak, tidak boleh ke kamarku, dan tidak boleh ke ruang TV” Mwo? Apakatanya? Tidak boleh keruang TV?.

“yak! Andwae, kenapa seperti itu, itu sama sekali tidak adil, Shireo” aku bangkit “aku tidak mau meneruskannya” aku hendak pergi namun dia menarik tanganku hingga terduduk kembali.

“baiklah, kau juga boleh menonton TV, selama aku tidak dirumah, tapi selama aku dirumah, kau tidak diperkenankan menonton TV arasheo?” aku masih tidak terima dengan perjanjian ini, sungguh menyebalkan.

Akhirnya setelah berfikir cukup keras dan lama, surat perjanjian bodoh itu selesai di cetak, aku dan dia menandatanganinya diatas sebuah materai.

TING TONG TING TONG

*bunyi bel cerintanya*

“cepat kau buka pintu” dia menyuruhku seperti pembantu. Ish bocah ini.

“kau saja, ini kan rumahmu” ucapku berlalu kekamar’ku’, ku dengar dia mengendus(?) pelan. Ck rasakan kau Cho Kyuhyun. Aku merebahkan tubuhku dan bernafas panjang ‘lelah sekali hari ini, dari perjalanan ku, sampai harus bertunangan dengan namja setan itu, Tuhan, ku mohon ini cepat berakhir’ kututup mataku dan berharap mimpi segera datang.

“Nariiiiiiiiiii” teriakan seseorang berhasil membuatku terduduk di tempat tidur ‘omo~ suara apa itu? Aku mimpi seram sekali’ pikirku lalu menatap jam disampingku ‘jam 23.32, mwo? Jadi aku baru 1 menit tertidur? Lalu itu?’

“Nariiii…. yeoja babo, cepat turuun” aku kembali mendengar terakan dari si namja setan itu, ‘ada apa? Kenapa dia berteriak sekencang itu?’ aku teringat suara bel tadi? ‘mwo? Siapa yang datang? Jangan-jangan?’ aku berlari keluar kamar dan menuruni tangga.

Kyuhyun terlihat sibuk menidurkan seseorang di sofa ruang keluarganya.

“Nuguya?” tanyaku saat sudah ada didekatnya. Seorang namja dengan keadaan yang cukup memprihatinkan tengah menutup matanya, namun bau alkohol menyeruak masuk kehidungku.

“cepat bantu lepas sepatunya” ucap Kyuhyun yang kini tengah membuka kancing baju paling atas namja ini.

“yak! Kenapa kau menolak cintaku eoh? Apa kau tidak tahu aku sangat mencintaimu?” ucap namja tadi dengan mata yang masih terpejam.

“hyung sadar, kau mabuk” Kyuhyun terlihat begitu khawatir. ‘Hyung?’ apa dia ‘hyungnya?’ “cepat ambilkan air hangat” aku segera berlari kedapur mengambil segelas air hangat, lalu menyerahkannya kepada Kyuhyun.

“ini” dia membantu namja itu dudu dan membantunya minum.

“hyung, sadarlah, sebenarnya apa yang terjadi?”

“Kyu, kenapa kau banyak sekali, 1 2 3 4” namja itu menunjuk-nujuk ke arah Kyuhyun, Kyuhyun segera membantunya berdiri “aisssh diam Kyu aku sedang menghitungmu” dia terus mengoceh tidak jelas.

” yak! pabo, cepat bantu aku” serunya padaku yang masih menatap heran namja di samping Kyuhyun, aku membantu Kyuhyun membawa namja ini kekamarnya.

“sebenarnya dia siapa?” tanyaku memberanikan diri sesaat setelah namja itu terbaring ditempat tidur Kyu.

“Sungmin hyung” dia mengusap pelan dahi Sungmin yang berkeringat.

—–ooo—–

Aku terbangun saat matahari mencoba masuk lewat celah-celah kaca kamar yang ku tiduri, ku buka mataku perlahan ‘ini dimana?’ aku mengedarkan pandanganku kepenjuru kamar yang cukup asing dimataku ‘bukan kamarku’ aku masih berputar-putar mengingat ‘aissh, benar, bukankah aku sedang dirumah keluarga Cho? pabo, kenapa bisa lupa?’ aku merutuki diriku sendiri.

“sudah bangun rupanya!” aku tersentak mendengar suara seorang namja di kamarku. ku lihat dia, si namja evil itu sedang duduk di sebuah sofa di kamar ini, dia tersenyum evil ke arahku.

“yak! sedang apa kau disitu setaan” bentakku segera ku tutup tubuhku dengan selimut, aku baru ingat aku memakai baju tidur yang cukup transparan.

“ck, tidak perlu menutupi tubuhmu seperti itu, lagipula aku tidak bernafsu padamu” ucapnya benar-benar mebuat pipiku memerah “cepat buatkan sarapan untukku, aku lapar” dia berdiri dan meninggalkanku.

‘isssh menyebalkan sekali namja itu’ aku segera bangkit dan menuju kamar mandi.

“Kyu, kepalaku pusing sekali” seseorang keluar saat aku tengah memasak didapur, aku membalikkan badanku melihat namja berada di belakangku. “ah, siapa kau? apa kau pembantu barunya Kyuhyun?” tanyanya membuatku sedikit menaikkan alis mataku ‘cih, masa ada pembantu secantik diriku?’ ucapku dalam hati, tiba-tiba ide evil bergelayut di fikiranku.

“annio oppa, aku bukan pembantu baru Kyuhyun, aku tunangannya” ucapku ternyata berhasil membuatnya tercengang.

“yak! apa yang kau katakan ” ku dengar suara Kyuhyun berteriak dari luar dapur dan sedetik kemudian dia sudah berada tepat didepanku disamping Sungmin oppa.

Aku tersenyum evil kepadanya, dia menatapku garang “wae? bukankah kita sudah bertunangan, lihat cicin ini” aku mengangkat tangaku memamerkan cincin yang sejak semalam terpasang dijari manisku.

dia menarikku kasar menjauh dari Sungmin oppa, sedangkan Sungmin oppa masih bingung menatapku.

“yak! kau lupa kalau pertunangan ini harus disembunyikan! pabo! kau pabboya! bagaimana kalau sampai media tahu? hancur reputasiku sebagai maknae Sper Junior, kau juga pasti akan dibunuh para ELF” ucapnya menatapku garang.

“apa peduliku dengan reputasimu, kau pikir aku rela hyungmu itu menganggapku pembantu barumu” aku mempoutkan bibirku kesal.

“bwahahaha, kau memang lebih pantas menjadi seorang pembantu” dia tertawa cukup keras dihadapanku, segera ku sumpel mulutnya dengan lap meja yang sempat ku bawa tadi. “bhppuuh” dia memuntahkan lap yang aku sumpelkan ke mulutnya. aku terkekeh pelan ‘rasakan kau Cho Kyuhyun’ “babo! kau ingin membunuhku” dia terlihat sangat marah sekarang. nyaliku tiba-tiba menciut melihat tatapan garangnya.

“apa yang sedang kalian bicarakan?” aku menoleh ke sumber suara yang ternyata Sungmin oppa, dia sedang berkacak pinggang menatapku dan Kyuhyun. “kalian benar sudah bertunangan eoh?” dia menyipitkan matanya menatap Kyuhyun dan diriku bergantian.

“hyung, tolong jangan salah faham” Kyuhyun mendekati Sungmin oppa, aku mengikutinya “tolong jangan beritahu hyung yang lain, ini semua rencana orangtuaku dan orang tuanya”

“ne, kalo begitu, ceritakan selengkapnya” Sungmin oppa menarik lengan Kyuhyun sedangkan aku kembali kedapur.

20 menit kemudian

“makanaan selesai” teriakku dari dapur dan tak lama 2 namja datang, Sungmin oppa dan Kyuhyun segera duduk di meja makan.

“wah, Bulgogi? I Like This” ucap Sungmin oopa langsung menyomot Bulgogi yang aku masak tadi. “hmmmm delicious” dia memberikan 2 ibu jarinya didepan ku “masakanmu sangat enak Nari-a”.

“ah biasa saja” ucap Kyuhyun sambil terus memakan masakanku ‘cik, dasar bocah ini selalu mengajakku bertengkar, aku mendekatinya segera ku ambil piring di hadapannya. “yak! apa yang kau lakukan eoh? kemarikan apa kau tidak lihat aku sedang makan”

“masak saja sendiri, kau bilang masakanku biasa saja bukan? jadi masak sendiri saja” aku duduk disamping Sungmin oppa yang tertawa geli melihat Kyuhyun.

“cih, ku pikir aku tidak bisa masak, baiklah aku akan masak sendiri” ucapnya lalu bergegas ke dapur. ‘rasakan kau Cho Kyuhyun’ aku tertawa avil dalam hati.

“kau ini, tega sekali pada tunanganmu sendiri” ucap Sungmin oppa terkekeh sambil menghabiskan sisa makanannya.

“biar saja, aku paling tidak suka pada orang yang tidak tahu cara berterimakasih” ucapku tersenyum manis pada Sungmin oppa yang ternyata neumo neumo Yeppeo.

TINF TONG TING TONG

suara bel rumah Kyuhyun terdengar, Kyuhyun segera berlari mendahuluiku yang tengah bersiap membukakan pintu. ‘kenapa anak itu?’ aku kembali duduk di samping Sungmin oppa yang masih memakan Bulgogi buatanku.

tidak lama beberapa namja yang ‘uaaah menggoda iman’ masuk ke dapur, ‘semuanya tampan’

“hyung, cepat masakan sesuatu untukku, aku sangat lapar” Kyuhyun menarik manja seorang namja yang sangat imut *itu suami Author, wookie oppa*XD

“ne, ne” mereka menatapku kini.

“siapa dia Kyu?” ucap seorang namja yang yang berambut warna-warni.

“dia anak tetanggaku hyung, orang tuanya keluar negeri dan mereka menitipkannya di rumahku” ucap Kyuhyu yang kini tengah berada di dapur bersama namja imut yang tadi dia seret.

“apa kau seorang ELF?” tanya namja bermata sipit yang kini duduk di meja makan pula, semua namja yang berjumlah 7 orang itu kini duduk di meja makan Kyu yang memang cukup besar.

“apa itu ELF?” tanyaku dengan muka polos. terlihat mereka tercengang dengan pertanyaanku.

“kau tidak tau ELF?” tanya seorang namja yang memakan bulgogi dari piring Sungmin oppa. aku menggeleng.

“Aigo~ jangan-jangan kau juga tidak tahu kami?” ucap seorang namja yg lain. akupun menggeleng, aku memang tidak tahu siapa mereka.

“kau orang Korea bukan?” aku mengangguk.

“tapi aku dari kecil tinggal di New York” jawabku sambil tersenyum tipis pada mereka.

“pantas saja” ucap salah seorang dari mereka .

“perkenalkan kami semua adalah SUPER JUNIOR” salah seorang dari namja yang berada disekelilingku berdiri dan membungkuk ke arahku, ‘ouuh, jadi ini Super Junior’ “aku uri leader disini, namaku Leeteuk” lanjutnya dan mengulurkan tangannya kepadaku, aku menyambutnya.

“ah, Park Nari imnida”

“Kim Heechul”

“Kim Joong Woon, tapi panggil saja Yesung”

“Shindong”

“kau sudah tahu namaku bukan?” Sungmin oppa tersenyum kearahku, aku mengangguk.

“Lee Hyuk Jae, member paling tampan di super junior” namja yang memiliki rambut warna-warni itu tersenyum puas mengenalkan dirinya.

“Lee Donghae” dia tersenyum ‘omo~ kenapa senyumnya manis sekali’

“Siwon”

“Kim Ryeowook” namja yang bersama Kyuhyun kembali dengan membawa sepiring Bulgogi

“dan aku Maknae Super Junior, Cho Kyuhyun, namja paling Tampan se Korea” ucapnya yang langsung dapat jitakan dari Eunhyuk oppa.

“kau ingin bersaing dengan ku Kyu? mimpilah” ucap Eunhyuk oppa. aku tersenyum memandang namja-namja tampan yang berada disekelilingku, ‘sungguh aku sangat beruntung’ aku bersyukur.

—ooo—

aku membereskan beberapa piring yang berserakan di meja makan, ‘issh kenapa pembantu si evil itu harus cuti, jadi kan aku seperti pembantu disini’ omelku kesal sekali, padahal kemarin pembantunya masih ada, tapi setelah acara pertunanganku malam tadi pembantunya sudah tidak ada, apa ini rencana orang tua ku dan orangtua si evil itu? cih sangat menyebalkan.

“apa kau perlu bantuan?” tanya seorang dari sampingku, aku menengoknya dan tersenyum.

“tidak perlu, Khamsahamnida” ucapku sedikit Jaim, aku tidak yakin dia akan membantu bukankah dia seorang artis??

“tidak perlu sungkan, biar aku bantu” dia mengambil piring yang ada ditanganku lalu membawanya ke westafel “biar aku yang menyabuni(?) dan kau membersihkannya” ucanya ramah.

“ah, ini merepotkanmu oppa” aku sedikit lupa namanya, jadi aku tak memanggil namanya.

“gwaenchana, aku tidak bisa melihat seorang yeoja melakukan hal berat” ucapnya tersenyum. nah aku ingat sekarang, senyumnya. Lee Donghae, aku tersenyum dan segera membantunya.

“hyung, kau sedang apa?” tanya seseorang dari belakang kami, aku dan Donghae oppa membalikkan badan kami. Si evil sedang berdiri mengamati kami berdua.

“aku membantunya Kyu, kasihan dia, memangnya pembantumu kemana?” tanya Donghae oppa kembali kepekerjaannya.

“aku tidak tahu, sudahlah hyung, biarkan saja dia sendiri yang melakukannya, kajja kita harus latihan” ucap Kyuhyun dan dia berbalik meninggalkan kami.

“Gwaenchana oppa, aku bisa melakukannya sendiri, oppa pergilah” ucapku mencoba seramah mungkin.

“mianhae, aku tidak bisa membantumu lebih banyak, semoga kita bisa bertemu lagi Nari-a” ucapnya tersenyum manis, yang membuatku hampir meleleh “aku pergi dulu, Hwaiting” dia mengacak rambutku lalu berlalu.

ya Tuhan ada apa ini? kenapa hatiku berdebar seperti ini? Aisssshh aku kembali berkonsentrasi pada piring-piring kotor dihadapanku.

“Panda, aku pergi dulu, jangan coba-coba untuk keluar rumah, aku tidak mau bertanggung jawab kalau kau sampai hilang, bereskan pekerjaan rumah dan jangan melakukan hal aneh” ucap si namja evil dari belakangku, sekarang apalagi? dia memanggilku panda? Issh benar-benar.

aku tak menggubrisnya, aku terlalu sibuk untuk beradu mulut dengannya, terdengar suara mobil menjauh dari rumah, aku mendengus kesal.

———-oooOOOooo———

Hampir 1 bulan aku berada di rumah keluarga Cho, sangat menyebalkan, tidak ada kegiatan lain hanya selain makan, tidur, menonton TV saat si evil itu tidak ada atau hanya mendengarkan musik sambil berbaring di kamar. ini sangat membosankan, Kyuhyun melarangku keluar rumah, dia bilang dia tidak mau bertanggung jawab kalau aku hilang, cih dia pikir aku anak kecil, aku mendengar suara pintu kamar sebelahku terbuka, segera ku keluar kamar, ku lihat Kyuhyun sudah rapi.

“kau mau kemana?” tanyaku menatapnya

“ke Dorm” dia menjawab tanpa memandangku.

“aku ikut”

“tidak bisa”

“ayolah Kyu, jebaal, aku bosan dirumah terus, lagi pula aku merindukan Donghae oppa” kataku sukses membuatnya menatapku.

“apa kau bilang? merindukan siapa?” tanyanya menatap serius kedua manik mataku.

“Donghae Oppa, aku sangat merindukannya” ucapku bersemangat. memang beberapa hari yang lalu setelah pertemuan pertamaku dengan Donghae oppa, dia pernah beberapa kali mengunjungiku, dan aku sudah memilihnya menjadi biasku oke, sekarang aku seorang ELF, terlebih FISHY.

“cih, tapi sepertinya dia tidak merindukanmu” ucap Kyuhyun tersenyum meremehkanku.

“siapa bilang. tadi malam dia menelponku, dia bilang dia sangat merinfukanku”

“mwo? dia menelponmu? bahkan aku tidak tahu nomor ponselmu” ucapnya sedikit kaget.

“lagi pula untuk apa kau tahu nomor ponselku? setiap hari kita bertemu”

“sudahlah, aku pergi dulu” dia berlalu namun segera ku raih tangannya.

“aku ikut, jebal, aku sangat jenuh disini” aku mengeluarkan puppy eyesku padanya, cih sebenarnya aku tidak mau melakukan ini.

“baiklah” dia mendengus kesal menyetujui permintaanku

“jinjja? huaa gomawo my Evil” ucapku lalu mencium pipinya.

KYUHYUN POV~

Chu~

dia mengecup pipiku lembut ‘omo~ apa yang dia lakukan?’ aku merasakan jantungku berdetak lebih cepat, ‘Yak!Cho Kyuhyun, apa yang kau pikirkan, Tuhan cepat normalkan jantungku’ tidak hentinya aku berdoa dan aku melepaskan tangannya yang masih menggelayut manja di lenganku ‘sejak kapan dia menjadi manja seperti itu’

“tapi kau tidak boleh melakukan Hal-hal aneh! Arasheo?” ucapku lalu berjalan mendahuluinya.

“okeee” dia mengikutiku. sepertinya dia tersenyum?

—–000—–

Aku memasuki pintu Dorm 11 dengan diikuti olehnya, semua Hyungku sedang berkumpul di sana, hari ini kami akan berlatih untuk persiapan konser tour SS4, yang akan dimulai 2 bulan lagi.

“Nari-a kau ikut?” donghae hyung langsung tersenyum memandang Nari ya berada di belakangku, ku lihat dia tersenyum, Issh dia tidak pernah tersenyum semanis itu padaku.

“Nari-a, aku merindukan masakanmu, bisakah kau memasakan sesuatu untukku?” ucap Sungmin hyung, sepertinya dia juga senang atas kedatangan Nari.

“ne oppa” Nari mengangguk lalu dibawa Sungmin hyung kedapur.

“aku ikut” Wookie hyung ikut berlari kedapur disusul Donghae hyung dan Yesung hyung.

“aisssh mereka itu kenapa? menyebalkan” ucapku lalu duduk di samping Siwon hyung yang sedang asik dengan kitabnya.

“sampai kapan dia akan bersamamu Kyu?” tanya Leeteuk hyung

“100 hari” jawabku tanpa mengalihkan padanganku dari PSP ku.

“pengumuman pengumuman” Sungmin Hyung datang memukul panci, membuat kami memandangnya. “hari ini, akan diadakan lomba antara Nari-a dan Wookie” ucapnya sambil tersenyum senang.

“Jinjja? lomba masak kah itu?” Shindong hyung langsung tertarik.

“ne, dan sebagai jurinya adalah aku, Donghae dan Leeteuk hyung” ucap Sungmin hyung yang dibalas muka kecewa Shindong hyung.

“kenapa aku tidak ikut menjadi juri?” tanya Shindong hyung kecewa.

“karena kalau kau jadi juri, bisa-bisa makanannya habis olehmu hyung” ucapku dan langsung mendapat jitakan kecil dikepalaku.

—–oooOOOooo—–

kami berkumpul di dapur menyaksikan lomba masak antara Wookie hyung dan Nari, sebenarnya Nari memang cukup pintar dalam memasak, kemampuannya tidak jauh beda dari Wookie hyung, jujur saja, saat pertama kali aku makan masakannya dulu, itu enak, bahkan sangat enak, aku hanya terlalu malu untuk mengakuinya.

“ayo Nari-a kau harus menang” terdengar suara Donghae hyung menyemangati Nari.

“Wookie Hwaiting” ujar yesung hyung menyemangati couplenya itu *oppa Hwaiting, aku mencintaimu* author numpang ikut kasih semangat buat suami author otte*ditimpuk Readers*XD

PRANG PLAK PLETAK

*ceritanya suara wajan*

 

30 menit mereka berkutat dengan masakan masing-masing, seperti yang sudah ditentukan tadi Sungmin hyung, Donghae hyung, dan Leeteuk hyung yang menjadi juri sudah duduk manis didepan sebuah meja panjang. ada 2 jenis masakan yang berbeda.

Nari menyajikan Kimchi yang nampak begitu enak dengan hiasan yang sangat indah menambah penasaran untuk mencobanya. sedangkan Wookie hyung menyajikan Salad andalannya yang sudah sering dia berikan pada kami dan rasanya Luar Biasa enak.

pertama-tama Uri leader kami yang mencicipi masakan Wookie hyung, lalu dia memberikan 10 jarinya kepada Wookie hyung. “nilaimu saladmu 10, sangat sempurna” ucapnya.

lalu Sungmin Hyung pun ikut memberikan 10 jarinya untuk Wookie hyung. kini giliran si ikan mokpo donghae hyung, dia terlihat ragu lalu mengangkat 10 jarinya namun segera diturunkan 1 jarinya dan tersenyum “mianhae wookie, tapi aku sudah biasa makan salad ini, seharusnya kau berikan kami yang berbeda” ucapnya, yang dibalas tatapan kesal dari wookie hyung. ‘issh aku yakin dia hanya berpura-pura’.

Leeteuk hyung mulai memakan Kimchi yang sudah menggoda lambungku itu, dia sedikit menaikkan 1 alisnya menatap Nari yang berdiri di samping Wookie hyung.

“apa rasanya aneh oppa?” tanya Nari melihat ekspresi Leeteuk hyung.

“apa kau benar-benar tinggal di New York sejak kecil?” tanyanya membuat ku tak mengerti, kenapa Leeteuk hyung menanyakan itu?

ku lihat Nari mengangguk, ada sedikit kecemasan di wajahnya. “lalu darimana kau bisa memasak Kimchi seenak ini?” seketika wajah Nari berubah senang mendengar pertanyaan Leeteuk Hyung.

“aku belajar dari eommaku” ucapnya tersenyum.

“100 nilaimu” ucap Leeteuk hyung yang membuat Wookie hyung kembali menampakkan wajah kesalnya.

“yak! hyung, nilai terbesar 10, kenapa dia 100?” aku terkekeh geli melihat tingkah Wookie hyung.

“hahaha, ne 10 untukmu Nari-a” Leeteuk hyung pun terkekeh melihat tingkah Wookie hyung.

“Perfect, ini sangat-sangat enak” ucap Sungmin hyung

“Nari-a” kini Donghae hyung berkata sangat lembut. ck, dia memang terlalu sangat romantis memperlakukan seorang yeoja, “masakanmu, sangat istimewa” ucapnya membuat Nari sedikit tersipu. mwo dia tersipu? aisshh apa-apaan dia? tersipu seperti itu.

“dengan begitu, sudah bisa dipastikan Nari lah pemenangnya” ucap Eunhyuk hyung dan diikuti tepuk tangan Hyungdeul ku, mau tak mau akupun ikut bertepuk tangan.

———-oooOOOooo———-

AUTHOR POV~

hari ini hari ke 50 Nari berada dirumah Kyuhyun, dia melihat calender disamping meja di kamar yang ia tempati “50 hari lagi aku disini” bisiknya pada dirinya sendiri.

TOK TOK TOK

seseorang mengetuk pintu kamar Nari keras, “Nari-a, sedang apa kau? aku lapar, cepat masakkan sesuatu” ucap Kyuhyun dari luar kamar Nari, Nari keluar dengan malas.

“ne” ucapnya lalu menuju dapur. ‘ada apa anak ini, tumben tidak marah-marah” pikir Kyuhyun lalu mengikuti Nari dan menatapnya yang sedang memasakan sesuatu untuknya.

“kau kenapa? apa kau sakit?” tanya Kyuhyun yang heran atas perubahan sikap Nari.

“annio, aku baik” Nari meletakkan ramen yang di hadapan Kyuhyun “di kulkas tidak ada apa-apa, hanya ada ini” ucapnya lalu duduk dihadapan Kyuhyun, Kyuhyun segera menyantap ramen dengan lahap.

“Kyu…” Nari bersuara sedikit lirih, membuat Kyuhyun menatapnya.

“wae?” tanya Kyuhyun menatap Nari namun masih sambil memakan makanan di hadapannya.

“apa aku boleh pergi dengan Donghae oppa?” tanya Nari yang membuat Kyuhyun tersedak.

uhuk uhuk uhuk

“ah, minum ini” Nari segera memberikan minuman kepada Kyuhyun.

“kau mau berkencan dengannya?” tanya Kyuhyun membuat pipi Nari merona “apa kau menyukainya?”

“molla~ aku tidak tahu dengan perasaanku” ucapnya menggelengkan kepalanya.

“dasar yeoja aneh” Kyuhyun kembali melanjutkan makannya yang sempat tertunda.

“jadi kau mengijinkannya atau tidak?” tanya Nari kembali.

“terserah kau saja, itu kan urusanmu, tapi asal kau tahu, donghae hyung itu cukup Playboy, so jangan salahkan aku jika nanti kau patah hati” *pletak* sebuah sumpit mendarat di kepala Kyuhyun “yak! appo” ucap Kyuhyun sambil mengelus-elus kepalanya.

“aku tidak suka kau berbicara seperti itu tentang Donghae oppa” ucap Nari sedikit kesal “katakan saja kalau memang kau cemburu” ucap Nari yang sukses membuat Kyuhyun kembali tersedak.

“Mwoyaa? aku cemburu? padamu? issshh tidak akan” ada sedikit raut wajah kecewa dari Nari.

“baiklah kalo begitu, aku pergi dulu”

Nari meninggalkan Kyuhyun yang masih setia dengan ramennya.

———-oooOOOooo———-

Kyuhyun POV~

Aku memandang jam didepan ku dengan malas, sudah lebih dari jam 10 malam tapi dia belum pulang kemana dia? Berkali-kali ku lirik jendela rumahku berharap dia segera muncul, aku khawatir, mwo? Khawatir? Yak! Cho Kyuhyun apa yang kau pikirkan? Segera ku tepis pikiran-pikiran itu dari otakku, aku mengamati ponsel yang sejak tadi aku genggam, telpon?

Tidak?

Telpon?

Tidak?

Aissshhh aku mengacak rambutku frustasi.

Ku putuskan untuk duduk di depan televisiku, tak ada yang menarik, kembali aku berjalan mendekati jendela, di luar hujan sangat deras ‘apa aku telfon saja?’ akhirnya ku putuskan untuk menelponnya, ‘tidak aktif’ aissshhh aku semakin mengacak rambutku frustasi, ‘apa aku harus menelfon Donghae hyung?’ yah akhirnya ku putuskan untuk menelponnya.

“nyoebseo?” ucap Donghae hyung sepertinya dia bangun tidur? Mwo? Bangun tidur? Jangan-jangan…..? ah. Segera ku tepis pikiran negatifku.

“hyung, kau dimana? Ini sudah malam kenapa kau belum membawa Nari pulang?” tanyaku tanpa basa-basi.

“mwo? Nari? Aku tidak bersamanya, aku sedang di Dorm Kyu, aku baru saja tidur setelah latihan kau menggangguku”

DEG

Jadi Nari tidak bersamanya lalu dimana dia?

TING NONG TING NONG

Aku segera memutuskan sambungan telepon dan beranjak menuju pintu. Ya Tuhan Nari? Basah kuyup, sepertinya hujan-hujanan.

“yak! Darimana saja kau eoh? Kenapa pergi lama sekali kau tahu aku sangat khawatir bisa tidak kau tidak menyusahkan oranglain” aku langsung membentaknya.

“Kyu kepalaku pusing” dia memegang kepalanya

BRUGGHHHHH

Dia terjatuh pingsan di depanku.

“Nari-a, Nari-a” aku segera menggendongnya menuju kamarnya, ku pegang dahinya ‘omo~ panas sekali’ bajunya basah, bagaimana ini? Aku tidak mungkin menggantikan bajunya. ‘ah’ aku teringat sesuatu.

Aku segera berlari keluar rumah menuju rumah keluarga Ha tetanggaku, mereka mempunyai seorang anak Yeoja yang lebih tua dariku, ku pencet bel disamping pintu, tidak lama seorang yeoja datang.

“ji woon nonna” ucapku pada yeoja didepanku.

“Gwaenchana Kyu? Tumben kau kesini?” ucapnya sedikit kaget.

“aku perlu bantuanmu” ucapku.

—–ooo—–

Aku segera mengambil air es dan mengompreskannya di dahinya, suhu badannya tinggi sekali beberapa kali dia mengigau memanggil eommanya. Apa yang sebenarnya terjadi? Aku terus bertanya-tanya, sudah 2 jam lebih aku mengompresnya akhirnya suhu badannya mulai turun, aku menggenggam tangannya dan terlelap di sampingnya.

NARI POV~

Ku buka mataku sedikit saat sinar matahari mulai mengganggu tidurku, aku merasa ada sesuatu di kepalaku segera ku ambil tapi tanganku? Yak! Si evil itu tertidur di sampingku dan menggenggam tanganku?

“eummmm” dia menggeliat saat ku coba menarik tanganku dari genggamannya, segera kututup kembali mataku. “sudah pagi” ucapnya setengah berbisik lalu mengambil sesuatu dari keningku dan menempelkan punggung tangannya di sana “panasnya sudah hilang” bisiknya lagi lalu aku merasa sesuatu menempel di keningku, bibirnya, yah benar, dia mengecup keningku lembut ‘omo~ apa yang dia lakukan’ ingin sekali rasanya aku membuka mataku dan memarahinya, tapi yang terjadi, satu sisi dari diriku mengijinkannya.

Terdengar suara pintu kamar terbuka, lalu tertutup kembali sepertinya dia sudah keluar segera aku membuka mata dan menyentuh bekas kecupannya tadi dikeningku. ‘kenapa rasanya hangat?’ aku tersenyum membayangkannya ‘yak! Park Nari apa yang kau fikirkan?’ aku buru-buru menepis pikiran gila ku itu, tidak, aku tidak mungki menyukainya.

Aku keluar kamar dan segera menuju dapur karena merasa cacing-cacing diperutku berdemo ria, ku lihat Kyuhyun sedang sibuk disana.

“apa yang sedang kau lakukan?” dia melonjak kaget mendengar suaraku.

“kau sudah bangun?” dia begitu gugup melihatku ada di belakangnya. “aku membuatkan bubur untukmu” dia duduk di depan ku yang sudah duduk terlebih dahulu di meja makan “makanlah, ini pertama kalinya aku memasak bubur, mungkin rasanya agak aneh” ucapnya tak percaya diri, aku mengambil bubur dari tangannya dan mulai menyuapkan 1 sendok bubur ke mulutku. ‘rasanya tidak terlalu buruk’

Dia kembali mendaratkan tangannya di dahiku, “kau sudah lebih baik” ucapnya lembut. ‘hey Cho Kyuhyun? Sejak kapan kau lembut seperti ini’ ingin aku lontarkan kata-kata itu tapi aku tak berani.

“apa yang terjadi?” tanyaku meminta penjelasan darinya. Aku hanya ingat tadi malam aku pulang dalam keadaan basah kuyup dan omo~ aku sudah berganti pakaian? Apa dia yang?

“semalam kau pulang dalam keadaan basah kuyup, badanmu panas sekali”

“apa kau yang menggantikan pakaianku?” tanyaku memotong ceritanya.

“tentu saja bukan! Aku masih punya otak” ucapnya sedikit sewot.

“lalu siapa? Tidak ada orang lain dirumah ini, tidak mungkin aku yang melakukannya sendiri”

“isshh, kenapa kau bawel seperti itu eoh? Seharusnya kau berterimakasih kepadaku, ji woon nonna yang menggantikan bajumu” ucapnya lalu berdiri “sudahlah cepat habiskan buburnya, aku mau mandi” dia berlalu meninggalkanku.

“Kyu” ucapku membuatnya menatapku “gomawo” aku tersenyum tulus dari hatiku, benar-benar aku berhutang budi padanya. Dia tidak menjawab dan berlalu begitu saja ‘isssshh dasar namja menyebalkan, baru saja aku berfikir dia mencin….’ aissshh tidak-tidak ‘yak Nari paboya! Jeongmal Paboya’ ku pukul pelan kepalaku sendiri.

—–000—–

“ini” Kyuhyun memberikan sesuatu padaku, sebuah tiket. “besok SS4 dimulai, datanglah” ucapnya sambil menyantap sarapan paginya.

“apa itu konser Super Junior?” tanyaku penasaran

“ne, kau harus melihat penampilan Super Junior tidak jauh beda dari Westlife” dia berkata senang.

“ne, aku akan datang” ucapku senang sambil terus menatap tiket yang dia berikan padaku.

Hari ini aku ikut dengan Kyuhyun ke Dorm nya, seperti biasa aku harus merengek supaya dia mengajakku, semua Hyungdeulnya menyambutku ramah.

“Nari-a, bagaimana keadaanmu? Kau sakit eoh? Mianhae aku belum sempat menjengukmu, aku sangat sibuk” ucapnya seraya menyentuh keninggu memastikan.

“gwaenchana oppa, aku sudah sembuh, Kyuhyun merawatku dengan baik” ucapku menatap Kyuhyun yang sedang bersiap untuk berlatih.

“jinjja?” tanya Sungmin oppa menatapku “sepertinya aku akan mempunyai Yeodongsaeng ipar” ucapnya tertawa mengejek, Isshh aku tau apa maksudnya, menyebalkan.

“sudah sudah, kajja latihan kita harus memaksimalkan perform kita besok” ucap sang urri Leader Leeteuk oppa.

Aku duduk menyaksikan mereka berlatih, sangat menarik. Aku baru tahu Kyuhyun adalah Lead Vocal di SUJU, suaranya juga lumayan cukup bagus.

Hampir 2 jam mereka latihan dan aku hanya duduk menunggu mereka, menikmati pemandangan yang pasti sangat membuat semua ELF cemburu.

“Nari-a” Donghae oppa duduk disampingku sambil meminum segelas air mineral. “ini untukmu” dia memberikanku sesuatu, tiket konser, aku tersenyum lalu menerimanya. “datanglah besok” ucapnya seraya mengelap keringat di wajahnya.

“gomawo oppa, tapi aku sudah mendapatkannya dari Kyuhyun” ucapku sopan dan mengembalikan kepada Donghae oppa “berikan pada orang lain saja” terlihat raut kecewa dari wajahnya.

“begitukah? Hmm baiklah” dia mengambil kembali tiket itu lalu berlalu dan mereka pun kembali berlatih.

———-oooOOOooo———–

AUTHOR POV~

Nari berdiri di barisan paling dekat dengan panggung dia sangat penasaran dengan konser Super Junior yang baru pertama kali dia hadiri.

Dia terkagum-kagum melihat panggung yang sangat megah dengan nan indah, di tambah lagi dengan lautan biru shapire yang berpadu dengan panggung. ‘sepertinya ini sangat menarik’.

Konserpun dimulai dengan lagu Bonamana yang sukses membuat penonton berteriak histeris. Nari harus beberapa kali menutup telinganya karena ELF didekatnya terus berteriak. Dia menatap 1 per 1 member SUJU dengan cermat, ‘semuanya tampan’ ucapnya dalam hati dan larut dalam teriakan beribu ELF.

Tiba pada sesi solo, beberapa member menyanyikan lagu solonya. Pertama Ryeowook dengan ‘One Fine Spring Day’ nya, lalu HeeChul yang membawakan lagu ‘Spirit’ Sungmin ‘baby baby’ dan beberapa member SUJU lainnya.

Tiba giliran Kyuhyun berdiri sendiri di atas panggung yang sangat megah. Nari berteriak histeris melihat Kyuhyun yang sangat berbeda dari biasanya.

Musik mulai mengalun indah membuat semua ELF terhanyut.

*ini lagu Listen to you, kalo bisa sambil dengerin ya memberdeul*

Aninde naneun aninde juhngmal iguhn mari andweneunde

(Tidak! Aku benar-benar tidak… itu benar-benar tidak berarti apapun!) *Kyuhyun mulai berjalan mengelilingi panggung*

Pabeul muhguhdo jami deul ddaedo michyuhnneunji geudaeman boyuhyo

(Meski hari telah malam atau aku sedang tertidur, aku tetap memikirkanmu. Seperti orang gila!)

Uhnjena nareul jongil namaneul motsalgehae miwuhnneunde

(Sepanjang waktu aku membenci diriku sendiri) *matanya berputar mencari seseorang*

ottokhe naega ottokhe geudael saranghage dwaenneunji isanghajyo

(Bagaimana bisa, bagaimana bisa aku jatuh cinta padamu? Bagiku, hal itu sedikit mengerikan)

Nae maeumeun geudaereul deudjyo,

muhribootuh balkkeutkkaji

(Hatiku mendengarkanmu, dari kepala hingga ujung kaki)

Chingoodeul nareul nollyuhdo, nae gaseumeun modoo geudaeman deullyuhyo

(Teman-teman menggodaku atas hal ini, tapi hatiku hanya mendengarmu)

Hana dul set geudaega wootjyo soomi muhjeul guhtman gatjyo

(Satu, dua, tiga kau tersenyum dan aku merasa sesak) *ingat saat nari tersenyum pada Donghae*

Geudae misoreul damasuh maeil sarangiran yorihajyo youngwonhi

(Dengan melihatmu tersenyum, aku akan memasak penuh cinta setiap hari Selamanya) *ingat saat Kyuhyun membuatkan Nari bubur*

I love you Love you Love you

(aku mencintaimu, mencintaimu. Love U, Love U, Love U…)

Love you Love you Love you yeah

*Kyuhyun menemukan yang dia cari, dia tersenyum sangat manis pada Nar*

Wae geudaen nareul jamshido nareul gamandooji anhneun guhnji

(Kenapa kau tidak menghentikanku? Kenapa kau tidak menolakku?)

Giga makhigo uh ee uhbsuhdo nae gaseumeun geudaeman boolluhyo

(Aku merasa tertekan sekaligus merasa kaget, tapi hatiku hanya memanggilmu)

Geudael wihaesuh yoril haneun nan hwiparame shini najyo

(Untukmu, aku akan menjadi Chef dalam hembusan angin)

Hwanhage wooseul geudae moseube soneul bedo nae mameun haengbokhajyo

(Melihat senyumanmu yang bersinar dan menggenggam tanganmu, hatiku terasa bahagia) *ingat saat Kyuhyun menggenggam tangan Nari saat Nari sakit*

Nae maeumeun geudaereul deudjyo, muhribootuh balkkeutkkaji

(Hatiku mendengarkanmu, dari kepala hingga ujung kaki)

Chingoodeul nareul nollyuhdo, nae gaseumeun modoo geudaeman deullyuhyo

(Teman-teman menggodaku atas hal ini, tapi hatiku hanya mendengarmu)

Hana dul set geudaega wootjyo soomi muhjeul guhtman gatjyo

(Satu, dua, tiga kau tersenyum dan aku merasa sesak)

Geudae misoreul damasuh maeil sarangiran yorihajyo

(Aku melintasi malam demi malam)

Uhnjenga bami jinagago ddo bami jinagago ddo bami jina na giuhki heemihaejyuhdo

(Ingatanku mulai kabur)

Uhnjena nae mameun misojitneun nae nooneun dduhnaji anhgeddago geudael youngwonhi

(Tapi kau tetap dihatiku dengan mata tersenyum Kau adalah satu-satunya, selamanya.)

Nae maeumeun geudaereul deudjyo muhribootuh balkkeutkkaji

(Hatiku mendengarkanmu dari kepala hingga ujung kaki)

Sesangi modoo woosuhdo nae gaseumeun modoo geudaeman deullyuhyo

(Walaupun seluruh dunia menertawakanku, hatiku hanya mendengarkanmu)*Kyuhyun mengulurkan tangannya pada Nari*

Hana dul set geudaega wootjyo soomi muhjeul guhtman gatjyo

(Satu, dua, tiga, kau tersenyum dan aku merasa sesak)

Geudaeui gireul damasuh maeil saranghanda kiseuhajyo youngwonhi

(Tetap di jalanmu, aku akan ‘I Love U’ dan menciummu setiap har selamanya)

Love you Love you Love you Love you Love you Love you Oh my baby my love *Kyuhyun mencium tangan Nari lembut*

—000—

SS4 akhirnya selesai, Kyuhyun sedang membereskan perlengkapannya saat Donghae menghampirinya.

“Kyu” ucap Donghae memukul pelan bahu Kyuhyun.

“wae hyung?” tanya Kyuhyun sedikit malas pada Donghae.

“menurutmu, apa Nari mencintaiku?” mata Kyuhyun melotot mendengar pertanyaan Donghae. “aku mencintainya Kyu, apa dia akan menerimaku jika aku mengatakan aku mencintainya?” tanya Donghae duduk di samping Kyuhyun.

“molla~, kau tanyakan saja sediri” ucap Kyuhyun, lalu berlalu.

—–000—–

Kyuhyun menutup pintu rumahnya dengan pelan, dia berjalan mengendap-endap.

Cklek

lampu rumah Kyuhyun menyala seketika.

“kau baru pulang Kyu?” tanya Nari yang sedang berdiri di depan saklar lampu.

“ne” Kyuhyun berlalu dari hadapan Nari, dan menuju kamarnya.

“mau aku buatkan sesuatu?”

“anni, aku lelah” Kyuhyun terus berjalan meninggalkan Nari. Nari mendengus pelan ‘ada apa dengannya?’ dia pun akhirnya kembali ke kamarnya.

Pagi haripun tiba, Nari sudah menyiapkan beberapa makan dimeja makan, Kyuhyun berjalan mendekatinya.

“Kyu, aku sudah menyiapkan sarapan untukmu”ucap Nari menyambut Kyuhyun.

“besok perjanjian kita berakhir bukan? kau mau aku belikan tiket penerbangan jam berapa?” tanya Kyuhyun tak menjawab Nari. Nari sedikit tersentak mendengar pertanyaan Kyuhyun.

“ah, benarkah? ternyata sudah hampir 100 hari aku disini?” ucap Nari sedikit sedih.

“jadi penerbangan jam berapa?” tanya Kyuhyun

“pagi saja” ucap Nari lalu berlalu “aku mau membereskan koperku dulu” Nari berlalu sambil sedikit menyeka air matanya.

KYUHYUN POV~

“pagi saja, aku mau membereskan koperku dulu ” ucapnya lalu pergi meninggalkanku di ruang makan.

Astaga apa yang aku katakan? apa aku mengusirnya?

‘mianhae Nari-a, jeongmal mianhaeyo, aku tidak bermaksud menyakitimu, aku hanya tidak ingin perasaan ini terlalu dihatiku, benarkah? aku sadar aku mulai mencintaimu’ aku berjalan keluar menuju Bandara.

malam ini aku benar-benar tidak bisa tidur, makan malam tadi tak sepatah katapun keluar dari mulutku ataupun Nari, aku terlalu takut menyatakan perasaanku, ku putuskan pergi mencari udara segar. ku lirik jam di tanganku jam 4 pagi, aku begadang semalaman dan kini aku hendak menuju DORM, biarlah aku tidak akan mengantarkannya ke Bandara.

mataku seketika membulat saat aku melihat seorang namja dengan mesra mencium yeoja di depan Dorm, Donghae hyung, apa yang dia lakukan.

aku menghampirinya yang kini sudah masuk ke dalam Dorm, namun telat, dia sudah tersungkur di sofa, bau alkohol, sepertinya dia mabuk, ku putuskan untuk tidak mengganggunya.

pukul 7 tepat aku bangun dan langsung mencari Donghae hyung,

“apa kau melihat Donghae hyung, hyung?” tanyaku pada Sungmin hyung yang sedang membantu Wookie hyung memasak.

“kalau tidak salah dia sedang menonton tv” aku beranjak menemuinya.

“Donghae hyung, apa yang kau lakukan semalam?” tanyaku menyerbunya.

“apa yang kau lakukan Kyu?” Heechul hyung segera menarik tanganku yang berada di kerah baju Donghae hyung.

“kau bilang kau mencintai Nari tapi kau berciuman dengan yeoja lain”

“ck, kau pikir kenapa Nari menolakku eoh?” mwo? Nari menolaknya?

“dia menolakmu?” tanyaku bingung.

“dengar Cho Kyuhyun, dia hanya mencintaimu, bodoh sekali kau tidak menyadarinya” ucap nya sambil berlalu. “kejarlah dia, bukankah pesawatnya terbang pukul 7.30” aku melirik jam tanganku. Astaga jam 7.15, aku berlari menuju bandara.

8.00 sial! aku telat. pasti pesawatnya sudah terbang, ku atur nafasku yang masih berantakan, ‘Nari-a kenapa kau meninggalkanku?’ akhirnya ku putuskan untuk pulang ke rumah.

aku membuka pelan pintu rumahku, berat sekali rasanya.

“Kyu” suara seorang yeoja mengagetkanku, dia disini dia masih disini “bolehkah aku menginap 1 malam lagi disini? aku tertinggal pesawat” ucapnya menahan kesal.

aku menghambur kepelukannya. ku peluk tubuhnya erat, sangat erat.

“Kyu! aa.. aku tidak bisa bernafas” ucapnya memukulku pelan, aku mengendurkan pelukanku.

“kau boleh tinggal selamanya disini” ucapku masih memeluknya, ku rasakan dia tersenyum “saranghaeyo” ucapku lirih sambil memeluknya.

“nado” kembali ku rasakan bibirnya tertarik panjang dalam dekapanku, dia pasti tersenyum.

-THE END-

huaa, ini END nya kurang asik deh kayanya? hmm mianhae soalnya ide udah abis! kekekek

FF ini pernah aku post di page “FANTASTIC KOREA” so buat yg merasa udda pernah baca, ya saiia Authornya^^

langsung RCL otte^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: