Rain [Oneshoot]

Titlle: RAIN//ONESHOOT

Author: ophie ryeosomnia a.k.a shin hye kyung (istri syah, dan istri pertama sekaligus istri terakhir dari kim ryeowook) #didemo e.l.f & ryeosomnia

fb: Dheajheng Ophy Alanuviracuitcuit

twitter: @ophiie_unyu

Main Cast: -Lee sungmin

-kim Rae ri (OC)

Genre: Sad Romance

disclaimer:  ff ini milik saya, hasil murni buah cinta saya dengan wookie oppa #sumpah jangan hiraukan dilarang keras mengcopy, apalagi membajak karya saya, dan apalagi dijual diemperan toko dengan harga ceban? Apa deh?? Lupakan! saya buat memang untuk anda(readers) kaya indosiar, semua cast yang main di ff ini adalah milik TUHAN YANG MAHA ESA, dan tentu saja milik orang tua masing-masing, kecuali KIM RYEOWOOK a.k.a WOOKIE oppa dia juga milik saya

#di cium wookie di bakar readers

#abaikan#

mian kalo ceritanya gaje, biasa Author Amatiran..saiia menerima kritik, saran dan masukan, tapi saiia tidak menerima Bhashing!

.

.

~Happy Reading~

Sumarry: Terkadang aku sangat membenci Hujan,,, tapi aku juga sering merasa bahagia saat hujan turun…

^RAIN^

Rain in First Years january 10 2009 

Kriiiiiiiiiiiiinnngggggggg

Bunyi alarem di handpone ku, aku segera membuka mata dan menengok hp yang berada tepat diatas kepalaku, “masih jam 5” bisikku sambil mematikan hp dan kembali menutup wajahku dengan selimut tebal yang telah menutupi tubuhku sejak semalam, pagi ini terasa begitu dingin, sehingga membuatku enggan beranjak dari tempat tidurku, aku mencoba memejamkan mata kembali, tapi seseorang mengetuk kamarku sambil berkata yang sebenarnya mungkin bisa dibilang berteriak “Aeri, sudah siang, banguun, mau berangkat sekolah jam berapa kamuu???” yah itu suara eomma ku, yang memang setiap hari hanya mengomeliku saja “iya eomma, “ jawabku sambil membuka selimut dan turun dari tempat tidurku, aku segera beranjak dari kamar tidurku dan menuju kedapur, seperti biasa sebelum aku mandi dan bersiap ke sekolah, aku selalu menyempatkan diri untuk mencuci piring, memasak nasi, dan kadang menyiapkan sarapan.

Namaku Kim Aeri, biasanya orang-orang terdekatku memanggilku Aeri, aku duduk di kelas 1 SMA, beberapa bulan yang lalu aku di terima di salah satu SMA favorit di tempatku, aku anak pertama dari 2 bersaudara, adikku satu-satunya seorang laki-laki yang masih berusia 6 tahun dan baru menginjakkan kakinya di bangku SD

appaku.. seorang pegawai swasta yang kerja setiap hari minggu sampai jum’at, sedangkan ibuku, hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Sejak kecil aku dilatih mandiri, tak seperti keluarga lain yang selalu hidup mewah, yah walaupun bisa dikatakan, penghasilan ayahku bisa menyamai gajih seorang pegawai negri, tapi tak seorang pembantu pun yang merawat rumah mungil kami, meskipun kami tidak sekaya bapak bupati, setidaknya 1 buah mobil tertampung di garasi rumah kami

Well, cerita tentang keluargaku sudah, kembali ke pagi ini, seperti pagi-pagi sebelumnya, aku selalu ,menunggu bus yang biasa aku dan 2 orang temanku tumpangi di depan rumahku, bus yang selalu mengantarkan kami datang tepat pukul 6 pagi, bus itu penuh, bukan hanya anak sekolah, tapi orang-orang dewasa yang pergi ke pasar.

2 orang temanku, yuri dan hyera, mereka teman ku sejak aku kecil, sejak sd, smp, sampai sma sekarang

Bus berhenti tepat didepan sekolah kami, kami ber3 pun turun berdesak-desakan, waktu masih menunjukan pukul 6.30 menit masih ada 30 menit untuk istirahat di kelas, kelasku ruang 3 lantai 2, kelas X.3, seperti biasa hanya ada 2 orang temanku yang baru berangkat, ji won dan yesung, aku tersenyum pada mereka

“aeri, tugas dari shin songsaenim sudah selesai?” tanya ji won saat melihatku duduk di bangku nomer tiga tepat di depannya

“tugas yang mana?” tanyaku bingung, karna memang semalam tak satupun tugas aku kerjakan.

“ yang di paket halaman 124” kata ji won menunujukan tugas di buku paket hah, mati kau aeri!, aku lupaa, aisshh pelajarannya kan jam pertama  bisiiku dalam hati

“jangan bilang kau melupakannya?” ucapnya sambil mengerutkan kening

“hee” aku tersipu, mungkin ekspresiku terbaca olehnya”aku boleh melihatnya?” jawabku sambil tersenyum malu

“haah, dasaar” omelnya sambil mengambil buku dari dalam tasnya” ini, tapi ada yang belum selesai, kerjakan ya” jawab dia sambi berlalu pergi

“okee” jawabku dan segera menyalin jawaban ji won. Pukul 7 tepat semua murid sudah berkumpul di kelas, dan tugasku sudah selesai, tinggal menunggu kedatangan shin songsaenim, 5 menit lewat pukul tujuh, 30 menit berlalu, shin songsaenim tak kunjung datang ah siaal, sepertinya shin songsaenim tidak datang omelku dalam hati

“woii shin songsaenim hari ini tidak mengajar” teriak yoona dari pintu,, sontak semua anak tertawa lepas dan mengekspresikan kegembiraannya. Aku kasih tau ya, SHIN SONGSAENIM guru bahasa inggris itu sama sekali sangat tidak menyenangkan, setiap pelajarannya pasti sangat membosankan, selalu ulangan dan yang paling menyebalkan, dia senang sekali memarahi muridnya, dan asal kalian tau, tidak pernah sekalipun dia tertawa, jangankan tertawa senyum saja tidak, yang pasti semacam malaikat malik deh, tentu saja ini menjadi hari terbebas buat kelas ku

“teman-teman, karena hari ini shin songsaenim tidak ada, bagimana kalo kita latihan yel-yel untuk pertandingan bola nanti sore?” ucap kyuhyun sang ketua kelas

hari ini memang ada pertandingan bola antara kelasku dan kelas X.1, tentunya akan sangat menarik, memperebutkan satu tiket ke babak final.

Sore pun tiba, semua anak kelasku bersiap menuju lapangan bola dengan semangat juang yang tinggi, dan anak kelas X.1 rupanya sudah menanti, pertandingan di mulai, kami berteriak memberikan semangat untuk mereka, yang ada di lapangan hijau….

“pilih yang mana ri?” tanya eun so saat seseorang membawa bola dan hampir menerobos pertahanan kelasku, aku tersenyum dan berkata

“maksudnya?” tanyaku balik

“dukung kelas kita, atauuu….” suaranya terputus saat mendengar teriakan dan tepuk tangan dari pendukung sebelah, ooh, ternyata satu gol telah berhasil mereka cetak “yang baru saja membuat goal spektakuler?” tanya dinda menggoda aku tersenyum tak membalas godaannya

Dia, Lee Sungmin, seorang namja satu kelompok saat OSPEK dulu, dia baik, sopan, ramah, daaaann, aku selalu deg-degan saat bertemu dia, bisa di bilang aku suka padanya, dia tampan, iya, postur tubuhnya pas, yang selalu membuatku teringat padanya saat dia memanggilku… rasanya hatiku meleleh mendengar suaranya yang khas dan lembut, dan senyumnya selalu bisa membuat aku terbang.. mungkin kelihatannya lebay, tapi itulah yang aku rasakan, seandainya aku tahu apa yang dia rasakan padaku selama ini… mungkinkah dia merasakan hal yang sama, atau tidaak? Entahlah,,..

Babak pertama diakhiri dengan 1-0 untuk X1, its oke lah, masih ada 45 menit lagi, mudah-mudahan bisa menyusul, kami para chilidrens memberi semangat kepada tim kami yang kelelahan, dinda menyenggolku

“apa?” tanyaku berbalik badan saat dia berada di belakangku

“sepertinya sejak tadi si Umin memperhatikanmu” bisiknya hampir membuatku terbang

“biarkan saja mata-mata dia sendiri”jawabku sedikit cuek, aku memang tidak mau terlalu berharap padanya, tapi mungkin yang dikatakan eun so benar, saat aku sedikit menyingkir dari gerombolan teman-temanku, ternyata Sungmin mendekat

“Aeri..” panggilnya lembut

“ne??” jawabku sambil menyembunyikan rasa dag-dig-dug di hatiku ini

“bagaimana tadi,, permainanku bagus kan?” tanya nya meminta pendapatku

“ne, daebak” jawabku tersenyum padanya tapi tak berani aku menatap matanya, yang pasti dia akan bisa membaca perasaanku

“bagaimana kalo aku menang, kau mentraktir ku besok” katanya membuatku terkejut

“mwo?” jawabku refleksi

“ne kalo nanti aku menang, besok kau traktir aku di kantin” katanya mengulangi

“oh, boleh” jawabku tanpa berpikir lebih panjang

“okeee, aku pasti menang” katanya sambil berlalu, tapi aku mencegahnya

“tapi kalau kelasku yang menang?” tanyaku balik

“aku yang mentraktir mu besok” katanya tersenyum dan berlalu

Aku tidak yakin kelasku bisa menang, tapi apapun yang terjadi, besok aku akan makan siang bersamanya… ya tuhan, tidak sabar aku menanti hari besok

Babak kedua pun di mulai, sepertinya kelasku sudah mulai bersemangat kembali dan terus menerus mencoba menerobos pertahanan lawan, dan akhirnya pada menit ke 52, satu gol di sumbangkan kyuhyun sang ketua kelas untuk kelas kami, dan pada menit-menit terakhir yesung, sang seksi olah raga pun menyumbangkan 1 gol nya untuk kelas kami, hasil akhir, kelasku menang.

Semua anak berteriak histeris, akupun ikut dalam kegembiraan mereka, kegembiraan kami lebih lengkap dengan suara guntur yang bersaut-sautan, sepertinya akan turun hujan.. pikirku

Aku berpamitan terlebih dahulu pada mereka, dan baru selangkah aku menjauh, hujan turuun, semua orang berhamburan mencari tempat berteduh, tak seperti aku dan yang justru keluar lapangan dan berlari, aku merasakan air-air hujan masuk ke tubuhku, semakin lama semakin deras, tapi tiba-tiba seseorang mendaratkan payungnya di kepalaku, segera aku menegok dan ternyata Sungmin sudah berdiri tepat di sampingku

“kenapa tetap lari? sudah tahu hujan” katanya sambil menyeretku mendekat ke arahnya dan tertutup payung

“akuu..” belum sempat aku menjawab, Sungmin menyambarku dengan pertanyaan

“oh soal yang tadi, karena sekarang aku sudah memayungimu, anggaplah ini traktiran dariku yah, jadi besok aku tidak perlu mentraktirmu di kantin” katanya tersenyum lucu, aku membalas senyumnya tanpa berkata sepatah katapun “oh tidak bisa, kalau janji berarti hutang dan harus di tepati” katanya menjawab pertanyaannya sendiri.

Kami berhenti tepat di halte pertama untukku menunggu bis yang akn mengantarkan aku pulang. “oke Kim Aeri” katanya menyebutkan nama lengkapku “besok kita bertemu di kantin tepat pukul 12 siang saat jam istirahat kedua, jangan sampai telat, telat sedetik, traktiran hangus” katanya sambil tertawa kecil melihatku tertawa

“siap tuan Lee Sungmin” jawabku juga menyebutkan nama lengkapnya dan kami tertawa…. tidak lama bus datang dengan penumpang yang sangaat penuh

“aku pulang dulu ne” kataku sambil tersenyum dan berjalan menerobos hujan, dia tersenyum dan menganggukan kepalanya, tapi saat aku sampai di pintu bus, dia memanggilku

“Aeri” aku menengok ke arahnya “hati-hati” katanya sambil melambaikan tangan padaku, aku tersenyum malu karena banyak orang yang memandangiku

Terimakasih hujan, karnamu hari ini aku bisa berjalan dengannya, walaupun hanya sebentar, setidaknya aku bisa merasakan kebahagiaan karena ada kamu…. Hujan

^RAIN^

Rain in second years  March 21 2010

Hari ini aku benar-benar sial, gara-gara tidak membawa buku catatan kimia, aku di marahi habis oleh jung songsaenim, padahal banyak juga yang tidak membawa, salah sendiri mengganti jam seenaknya saja, bukan jam pelajarannya tapi dibuat jam pelajarannya

“sudahlah ri, kamu tahu sendiri bagaimana jung songsaenim, dia itu memang sangat menyebalkan” kata Eun So mencoba menenangkanku, tapi tetep saja aku kesal, “lebih baik kita ke kantin saja, aku lapar.. kajja” ajaknya menarik lenganku.

Oh iya, sekarang aku sudah duduk di kelas 2 ipa, aku tetap satu kelas dengan Eun So, masalah Sungmin, dia kelas 2 ips, sayang sekali dia tidak mengambil  ipa, sejak kejadian hujan tahun lalu, aku semakin dekat dengan Sungmin tapi sampai saat ini dia tidak mengungkapakan perasaanya padaku, entah dia menganggapku teman, sahabat, atauuu? Ah, aku seprtinya sudah berharap terlalu besar padanya…. aku dan Eun So duduk di pojok kantin dan memilih tempat yang nyaman , setelah kenyang makan, kami berdua kembali kekelas, tentu saja, kantin terletak di belakang, dekat lapangan basket, lebih tepatnnya harus melewati kelas Sungmin untuk sampai kesana, aku tidak menemukan Sungmin saat lewat tadi, semoga kali ini ku bertemu dengannya, aku ingin melihat senyumnya, atau hanya sekedar membiarkan di memanggilku, hatiku rasanya semakin berdebar saat hendak melewati kelas sungmin, tapi ternyata tak ada suaranya yang memanggilku, aku kembali kekelas dengan wajah yang sedikit muram, kesal sekali rasanya hari ini. Baru saja aku duduk, yoonna mengajakku ke toilet, aku mau saja mengantarnya, setelah samapi di kamar mandi, hujan jatuh, memang, sudah sejak tadi mendung menyelimuti langit,

“Omo~ hujan ri” kata yonna saat keluar dari toilet

“ne, gwaenchana masih hujan air bukan hujan batu” aku tertawa mengejek yonna, kami pun sedikit berlari menuju kelas kami dan harus melewati lorong-lorong kelas X tentunya, tapi pemandangan kecil sedikit menyita perjalananku

“Sungmin?” bisikku lirih, aku melihat Sungmin diujung lorong bersama seorang yeoja sebelum belokan menuju kelasaku aku berhenti, apa harus aku tetap berjalan? Dengan siapa sungmin? Bisikku dalam hati, tapi aku toh tetap melangkahkan kakiku menuju kelasku, aku membuang muka saat tepat melewati tempat Sungmin dan si yeoja itu, biarlah aku tidak mungkin bisa melihat itu semua, seperti menyadari keberadaanku, Sungmin memanggilku

“Aeri…” dia meninggalkan yeoja itu dan berlari kearahku

Hah mau apa dia menghampiriku

“dari mana?” tanya nya sambil mengatur nafas

“toilet”jawabku singkat, padat

“ouuh… sudah makan?” tanya nya

“sudah” kembali aku menjawab singkat pertanyaan sungmin

Tttttt tttt tttt

Bel tanda masuk berbunyi, aku segera masuk ke kelas tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada Sungmin, tak satupun penjelasan Songsaenim yang masuk diotakku, aku hanya memikirkan siapa kira-kira yeoja yang bersama sungmin tadi? kekasihnya? Aah mungkin itulah alasan kenapa sampai sekarang Sungmin tidak pernah mengungkapakan perasaannya padaku?

Aku tetap pada lamunanku saat bel pulang berbunyi, hari ini ada jadwal les kimia, aku sedikit santai membereskan buku di mejaku

“aku pulang dulu ne” ucap Eun So di sampingku

“ne” jawabku sambil terus menata tas ku

Dog dog dog

Suara kaca digedor tepat disampingku mengagetkanku, aku melirik “Sungmin” bissikku dalam hati dia tersenyum memandang ekspresi wajahku “apanya yang lucu?” omelku. Aku segera keluar dan Sungmin menantiku tepat di bawah jendela yang tadi dia gedor “apa?” tanyaku dengan muka masamku

“jutek sekali kau? waeyo?” tanya nya seolah tanpa dosa

belum sempat aku menjawab pertanyaan Sungmin, Donghae, temanku yang sering memberikan tumpangan gratis menghampiriku

“Aeri, hari ini ada les Kimia bukan?” tanyanya

“ne” jawabku, terlihat dia melirik Sungmin dan mungkin menyadari aku sedang bersamanya, Donghae pun pergi

“aku tunggu di parkiran ne” katanya yang diikuti anggukan kepalaku

“oohh, kau ada kencan dengannya eoh”? ucap sungmin

“ mwo? ck, apa kau tuli tadi donghae bilang apa? hari ini aku ada les kimia dengannya” kataku sedikit kesal

“lalu, kenapa kau seperti itu” tanya nya

“gwaenchana, yeoja mu sudah menunggu” kataku saat melihat yeoja yang tadi bersama sungmin sedang celingukan(?) di dekat parkiran

“yeoja? Yang mana?” ucap Sungmin

“yang tadi di ujung lorong” kata ku sedikit sewot, susah memang menyembunyikan rasa cemburuku

“ooooo Sunny……..” jawabnya tertawa”waeyo, are you jealous?”

“Annio”jawabku sedikit berbohong pada perasaanku

“aigo… bilang saja kalau cemburu” ledeknya sambil tersenyum menggodaku

tak lama seseorang memanggil Sungmin

“Sungmin oppa” ucap yeoja yang menurut informasi dari Sungmin bernama Sunny “jadi pulang bersamaku?” tanyanya menghampiri aku dan sungmin, Sungmin terlihat bingung sampai dia berkata “ne” dan tersenyum padaku lalu pergi.

Apa dia bilang, bukan yeojachingunya? Tapi pulang bersama? Aaaah dasar menyebalkan! awaas kau lee sungmin,!!!! Omelku dalam hati, aku berjalan menerobos hujan menuju donghae

“tadi itu Lee sungmin bukan?” tanya donghae saat aku mendekat

“hmm” jawabku mengiyakan pertanyaan donghae

“dengan siapa? Aku pikir kalian berpacaran” katanya yang tak aku jawab dan aku segera duduk di jok belakang sepeda motor donghae

Les kimia hari ini sama sekali tidak masuk di otakku, hujan besar yang di sertai suara gumuruh membuat aku semakin terhanyut dalam lamunan, sepertinya langit pun ikut menangis hari ini…..

1jam 30 menit aku lewati dengan begitu singkat, hari ini aku pulang bersama donghae, sayangnya aku harus menunggu beberapa menit karena Donghae ada urusan dengan Suzzy Eonnie, aku berjalan menuju halte tempatku menunggu Donghae, yang tentu melewati rumah Sungmin, aku tidak menghiraukan seberapa basahnya aku saat itu, hingga aku menyadari Sungmin sudah berdiri tepat disampingku, sama seperti saat pertama kali Sungmin memayungiku

“kenapa masih seperti anak kecil? Masih suka hujan-hujanan?”ucapnya yang tak aku jawab dengan sepatah katapun “mianhae” timpalnya kemudian yang membuatku terhenti dari jalanku

“untuk apa?” jawabku memandang wajahnya, kini aku benar-benar melihat wajahnya yang selalu aku bayangkan, selama ini aku tidak pernah memberanikan diri untuk memandang wajahnya walaupun kita sering bersama

“tadi siang aku pulang bersama sunny” jawabnya membuyarkan pandanganku

“ooh“ jawabku sambil meneruskan langkahku dan Sungmin mengikutiku

“itu… apa kau ada hubungan spesial dengan Donghae?” tanyanya padaku

“waeyo?” tanyaku balik

“aku hanya memberi saran padamu, sebaiknya jangan terlalu sering kau menumpang pada donhae, aku sih bisa mengerti, tapi oranglain, apa kata mereka?” katanya panjang lebar

“maksudnya?” Tanyaku berang ”kau sendiri, apa pulang bersama seorang yeoja, naik motor si yeoja pula, aku sih bisa mengerti, tapi orang lain? Apa kata mereka? Aah dasaar…” aku membalikan pertanyaannya, sedikit kesal memang…

“yak! kau memberi saran atau cemburu eoh?” tanyanya meledekku

“kenapa bertanya seperti itu? Tentu saja memberi saran! kau sendiri? Kau juga memberi saran atau cemburu eoh?” tanyaku tidak mau kalah

“Aisshh kau ini, tentu saja aku memberi saran” jawabnya sedikit membentak, huh aku tidak tahu apa yang sebenarnya ada dipikirannya, akhirnya kami terdiam di tengah hujan sambil menuju tempat yang lumayan teduh untukku menunggu donghae, setelah beberapa saat kami terdiam Sungmin mengangetkanku

“Aeri, sebenarnya aku cemburu….” ucapnya membuatku sedikit kaget “aku….. sebenarnya sudah lama menyukaimu, aku tidak tahu bagaimana mengungkapkannya padamu, hanya setelah aku melihatmu dengan donghae, aku sadar aku cemburu, aku mencintaimu KIM AERI” katanya menatapku, aku tertunduk di hadapannya, seharusnya mungkin aku senang tapi aku tidak tahu apa yang aku rasakan saat ini

“tapi Sunny?” kata yang dapat aku keluarkan saat itu, aku ingin tahu apa maksudnya memberitahu perasaannya padaku, tapi dia bahkan sudah pergi bersama sunny

“Sunny…? hmmm itu aku mengenalnya dari leeteuk, dia bilang mau menjodohkanku dengan sunny, tapi aku tidak menyukainya Aeri “ dia meraih kedua tanganku “percaya padaku, aku sangat mencintaimu… aku tidak membutuhkan jawabanmu, aku juga tidak akan memintamu untuk menjadi yeojachinguku, aku hanya ingin kau tahu.. aku sangat menyayangimu, tidak perduli kau menyayangiku juga atau tidak!” katanya mengungkapakan perasaannya

Aku tidak tahu kenapa dia tidak menanyakan perasaanku? Padahal aku ingin sekali mengungkapkan perasaan ini padanya, aku tak kuasa menahan air mata di pelupuk mataku, tangisku jatuh ditengah hujan yang mengguyurku selama pulang kerumah…….

Tuhaan… kenapa harus ada hujan hari ini? Hujan… apa kau juga bersedih saat aku bersedih??? Apa aku harus bersedih atau bahagia karena pengakuan ardan tadi? Yang pasti aku mengerti, mungkin langit sama dengan jiwaku yang rapuh, hari ini aku menangis, di tengah hujan………

^RAIN^

Rain in third years may 16 2011

 

“LULUSSSSSS” teriak hampir semua anak kelasku.. yah hari ini tepat hari senin pengumuman kelulusanku, puji tuhan kami semua lulus banyak hal yang dilakukan teman-temanku, ada yang mencoret-coret baju dengan pilok(?), spidol, atau hanya menggoreskan kenang-kenangan di baju mereka, hanya bajuku yang bersih dan tidak satupun tanda tangan mereka mendarat di baju osisku….

“kau jadi kuliah di LA?” tanya Sungmin datang dengan senyum khasnya, mungkin hari ini terlihat berbeda, ada sedikit kepuasan di senyumnya

“ne” jawabku sambil membalas senyumnya, aku memang lebih memilih untuk mengambil kuliah di LA sesuai dengan saran oarangtuaku

“Tidak bisakah kau tetap tinggal di Seoul bersamaku?” bujuknya. Sungmin tau pasti kalau aku tidak mungkin merubah keputusanku, tapi sampai saat ini dia tidak menyerah memintaku untuk tetap tinggal di Seoul

“susah payah aku mendapatkan beasiswa ini, aku tidak mau membuangnya begitu saja”jawabku seperti biasa

“ne, arasho” katanya menyerah

“Aeri, jung songsaenim ingin bertemu denganmu”kata Eun So mengagetkanku

“Gwaenchanayo?” tanyaku bingung

“molla?” jawab Eun So “aku tunggu di ruang bk yah” katanya sambil berlalu

“tidak mau ikut pawai?” tanya Sungmin mengajakku, dia dan teman-temannya memang ikut pawai hari ini,

Aku menjawab pertanyaannya dengan hanya menggelengkan kepalaku, “ne, sudah tahu, pasti tidak mungkin di ijinkan” katanya sambil memandangiku dari ujung rambut sampai kaki lalu mengulurkanku sebuah spidol “tanda tangan” ucapnya menyodorkan bagian bajunya yang masih kosong, dengan senang hati aku menggoreskan tulisan tanganku di bajunya

“sudah” kataku seraya memberikan spidol padanya, dia lantas menggoreskan sesuatu di bajuku… “aisshhh apa ini” aku mencoba menghindar

“ayoolah spesial for me jebal, ini untuk kenang-kenangan, mungkin kita tidak akan bertemu lagi” katanya sambil terus menggoreskan tulisannya

“kata-katamu seperti  yang mau pergi selamanya saja, kita kan masih bisa ketemu” ucapku meralat kata-katanya

“ne, tapi mungkin itu butuh waktu lama” ucapnya selesai menulis di bajuku

“apa yang kau tulis?” aku penasaran dengan tulisannya, aku baca sedikit-sedikit disana “you and me together forever”lalu ada sebuah tandatangan dibawahnya, dan nama terang “TUAN LEE SUNGMIN”

“apa ini”” kata ku meledeknya

“ sebuah kenang-kenangan, kalau nanti kau merindukanku, lhiat itu aja, pasti rindunya  hilang, hahaha” dia tertawa menghiburku “sudah sana, temui jung songsaenim pasti dia sudah menunggumu, ah nanti jangan pulang dulu ne, aku ingin memberikan sesuatu untukmu”

“okee” jawabku.. aku bergegas ke ruang jung Songsaenim, sekitar 30 menit jung Songsaenim memberikan wejangan-wejangan kepadaku dan Eun So, setelah kami keluar ruangnya, hujan jatuh tepat di atas kepalaku dan Eun So, kami berlari mencari tempat berteduh

“Seingatku tadi panas, kenapa tiba-tiba hujan” kata Eun So menggerutu

“mungkin langit sedih, ingin menangis” jawabku asal, aku juga sebenarnya heran, kenapa hujan tiba-tiba datang sedangkan langit begitu cerah? “Apa yang akan terjadi?” bisikku dalam hati

Kami menunggu Sungmin di depan sekolah, kebetulan ada tempat yang cukup teduh untuk kami berteduh.. suasan sekolah saat itu masih sangat ramaii, masih banyak yang berlalu lalang, kendaraanpun sangat ramai, aku tidak terlalu memperhatikan kendaraan yang melintas didepanku sampai sebuah suara seperti sebuah Letupan  mengagetkanku

aku tidak tahu pasti itu suara apa, hanya suara orang-orang yang berteriak dan langsung berkerumunan di jalan membuatku tahu, “kecelakaan” Eun So segera menggandengku menerobos hujan untuk melihat kecelakaan itu lebih dekat… banyak orang yang mengerumuninya, sehingga aku tidak bisa melihat dengan jelas siapa orang yang tergeletak itu, sebuah ambulan datang tidak lama, karena memang sekolah kami dekat dengan sebuah rumah sakit

“sepertinya meninggal” kata salah seorang siswa yang mungkin melihat dengan jelas

“siapa?” tanyaku padanya

“tidak jelas, posisinya tengkurap, banyak darah, aku tidak berani melihatnya” jawabnya,

mencoba sebagaimanapun untuk melihat, usahaku sia-sia, ambulan melaju ke arah rumah sakit, “kasian sekali” ucap Eun So saat aku dan dia akan kembali ke tempat dimana kami berteduh tadi

“Aeri” seseorang memanggilku dari arah jalan raya. leeteuk mendekatiku “kajja ikut denganku” ajaknya padaku

“kemana?” tanyaku. “Kenapa tiba-tiba hatiku berdebar?”

“Sungmin kecelakaan” ucapnya padaku lirih

“Mwo?” aku sedikit berteriak tak bisa menyembunyikan rasa kagetku

“ne, sungmin kecelakaan” katanya meyakinkanku

Aku terdiam, lesu, rasanya tiba-tiba kakiku lumpuh, lemas tanpa daya menopangku, aku terfikir orang yang mengalami kecelakaan itu adalah Sungmin.

Sepeda Motor leeteuk berjalan kencang menerobos hujan yang semakin besar, dengan basah kuyup kami masuk dan langsung mencari tempat dimana Sungmin

“Sungmiinn………………” seseorang berteriak dari ujung rumah sakit, membuat hatiku sedikit pilu dan semakin berdebar-debar mendengar nama Sungmin, aku melihat seorang yeoja paruh baya menangis histeris didepan uisa dan didampingi oleh beberapa anak namja, leeteuk mengenggam tanganku seakan takut melihatku jatuh,

“Mianhae nyonya, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi Tuhan lah yang mempunyai segalanya, yang tabah” kata uisa sembari berlalu dan diikuti beberapa suster di belakangnya

Aku terdiam tidak melanjutkan jalanku, pegangan tangan leeteuk tidak berpengaruh ke tubuhku, toh aku tetap jatuh, terduduk memandang yeoja itu yang kini mulai menangis dan sepertinya tidak sadarkan diri sehingga beberapa anak namja tadi langsung menggotongnya.

Aku menatap pintu yang kini ada di depanku, dengan hati masih berdebar-debar aku memegang gagang pintu dengan ragu, leeteuk masih disampingku, dia membimbingku masuk dan menuju seseorang yang terbaring kaku di sebuah ranjang, perlahan aku mendekatinya, terlihat seseorang yang selama ini aku kagumi tertidur pulas dengan wajah tenangnya, aku menggenggam tangannya, dingiin…. seperti hujan, aku menyentuh pipinya masih dingin, seperti hujan, tanpa sadar sebuah air mata menetes tepat di dagunya, itu bukan air matanya, tapi itu air mataku

“Sungmin “ aku berbisik tepat ditelinganya aku memeluk tubuhnya yang sekarang sudah mulai kaku, “Sungmin bangun” kataku terisak, “aku mohon bangun” ucapku terus “aku janji kalau kau bangun aku akan tetap tinggal disini denganmu, aku akan ikut denganmu pawai hari ini juga Sungmin, aku mohon… banguunn” kataku menggoyang-goyang tubuh Sungmin berharap dia akan terbangun dan tertawa padaku “Sungmin aku mohon buka matamu, lihat aku sungmin… lihat akuu” aku terus terisak, leeteuk memelukku dengan iba, aku merasa dia ikut terisak disampingku

“Aeri, Sungmin sudah pergi” kata leeteuk disela tangisnya

“tidak, Sungmin bangun, jangan tinggalkan aku Sungmin, aku mencintaimu, Sungmin banguun jebal…” aku terus menangis, rasanya tak bisa aku menahannya, seorang perawat masuk untuk mengambil Sungmin dan membawanya ke rumah Sungmin, “maaf, apa anda yang bernama Aeri?” tanyanya kepadaku saat melihatku terisak, aku tidak menjawab, aku terus memeluk tubuh sungmin

“ne” kata leeteuk mewakili ku

“sebelum Sungmin menghembuskan nafas terakhirnya, dia menyebut nama anda sambil memegang ini” kata perawat itu menyerahkan sebuah kotak kecil berwarna perak, yang sudah tercampur darah sebagian, sehingga warnanya berubah merah, aku memandangnya dan mengambilnya, perawat itu membawa ardan keluar, aku kembali menangis dan Leeteuk membimbingku mengikuti perawat tadi.

Hujan begitu besar saat aku dan Leeteuk didepan rumah sakit jenazah Sungmin sudah dibawa ke ambulan dan pergi menerobos hujan yang semakin besar lihatlah Sungmin, langitpun menangis melihat kepergianmu.

****

Aku membuka kotak kecil berwarna perak yang bercampur darah, aku tersenyum melihat sebuah gantungan handphone berbentuk hati yang terbuat dari perak dan bertuliskan “A.S 10.1.09” itu Aeri.Sungmin 10 januari 2009, hari dimana pertama kali hujan mempersatukan aku dan Sungmin. aku menggenggam erat gantungan hp itu dan meletakkannya didadaku… aku teringat kata-kata Leeteuk siang itu sehabis pemakaman Sungmin

“Sungmin sangat mencintaimu ri, dia mungkin tidak pernah mengungkapkannya padamu? Dia hanya takut kepada appanya yang tidak pernah mengijinkan dia pacaran sebelum sukses, karena itu, mungkin sampai akhir hayatnya, dia tidak memintamu untuk jadi kekasihnya, tapi kau harus tahu, betapa dia sangat sangat mencintaimu, kau juga harus tau, berapa kali dalam sehari dia menyebut-nyebut namamu dan memandangi fotomu, tidak terhitung ri, dia hanya tidak memiliki keberanian untuk melawan appanya, dia tidak mau mengecewakan appanya,”

aku tersenyum mengingat kata-kata itu, dengan disertai hujan turun.

Aku tidak tahu, kenapa hujan selalu turun saat aku mengingat Sungmin, dan kenapa saat hujan turun aku selalu teringat Sungmin.Hujan selalu membawamu kembali  Lee Sungmin, Aku Sangat mencintaimu, meskipun hujan pernah membawamu pergi

THE END

kiyaaa…. ini ff sad ending lagi, mian kalo nggak suka, sebenernya ini adalah cerpen lamaku  yang aku buat jadi FF #plak author nggak kreatip,

Langsung saja RCL nya ditunggu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: