Our Sweet Birthday [Chap 4 END]

Gambar

Titlle: Our Sweet Brithday

 

Author: Ophiie Ryeosomnia a.k.a Shin Hye Kyung istri syah, dan istri pertama sekaligus istri terakhir dari Kim Ryeowook.

 

Cast:-Shin Hye Kyung a.k.a DheAjheng Ophy Alanuviracuitcuit

-Kim Ryeowook SuJu

-Kang Minhyuk Cnblue

 

Suport Cast:-Im Yonna Ah SNSD

-Shin Je Wo a.k.a Shin Je Wo

-all member SuJu

-Other Cast

 

Genre: Romance, Angst

 

Rated: T

 

Leght: Chapter

 

Chapter: End?

 

Disclaimer: Ryeowook IS MINE!! And This FF is MINE too! Don’t Bashing, don’t Plagiat! Simple^^

 

Backsong:-SuJu-Just You

-SuJu-In My Dream

-SuJu-Shes Gone

 

—–ooOOoo—–

Kurasa aku tidak bisa menghentikan cinta ini

Kau membuat ku gelisah, kau membuat ku menangis

Jika bahkan dari jarak jauh

Aku bisa memandang mu

Itu yang kau sebut cinta

—–ooOOoo—–

Halohaaa, Gomawo buat semua Chingudeul yang udda ngucapin Selamat ke aku^^, gomawo untuk doanya, dan aku sangat terharu pada mereka yang dengan lantang menulis “semoga masikn langgeng sama Ryeowook oppa”. aigo~ itu benar-benar membuatku terharu, aku mencintai kalian *kissue readers satu-satu* mian ini FF telat Publish, dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi, gara-gara ketemu teman lama jadideh keasikan bergosip ria alhasil melupakan ini FF, well daripada nanti lebih telat, aku langsung publish aja deh, takut udda ganti hari, jadi nanti tertulis tanggal 24, kan gg lucu? O.o *curcol*

Chap 4

 

Aku berlari Kencang di tengah hujan yang tiba-tiba mengguyur kota Seoul. Ini Kesekian kalinya aku kau membelanya daripada diriku oppa.

Je Wo eonnie dan Siwon oppa sedang duduk didepan TV di Apartemen saat aku masuk.

“Hye Kyung, Gwaenchana?”. Je Wo eonnie menghampiriku, menatap tubuhku dari ujung rambut sampai ke kaki. Mungkin dia heran dengan keadaanku yang basah kuyup dan mataku yang sudah mulai membengkak.

“Gwaenchana eonnie, aku hanya perlu istirahat, mianhae mengganggu kalian, annyeong~”. Aku segera berlari masuk ke kamarku tanpa mendengarkan teriakan Je Wo eonnie.

Aku terisak pelan didalam kamar yang tidak terlalu besar ini. Hatiku rasanya sesak seperti terkena timpukan barang beribu-ribu ton. Lihatlah oppa, apa aku terlalu bodoh? Atau kau yang terlalu pintar? Bahkan untuk membiarkanmu pergi dari hidupku saja aku tak mampu, apalagi aku harus melupakanmu?.

Sebenarnya berapa besarkah cintaku untuknya? Sehingga membuatku merelakan hatiku sendiri untuk tersayat untuk setiap perlakuannya padaku?. Katakan padaku Tuhan, apa aku terlalu bodoh?.

“Hye Kyung buka pintunya, sebenarnya apa yang terjadi antara kau dengan Ryeowook oppa? Apa dia menyakitimu lagi? Atau…….”. suara Je Wo eonnie berhenti entah kenapa, aku masih bisa mendengar teriakannya dari balik pintu kamarku, aku yakin saat ini dia pasti sudah sangat menghawatirkanku.

“Kau? Jelaskan padaku apa yang kau lakukan pada Dongsaengku”. Deg, apa Je Wo eonnie sedang berbicara dengan Ryeowook oppa? Apa dia menelponnya? Atau??

“Mianhae, tapi ini hanya salah paham, ku Mohon aku ingin bicara dengan Hye Kyung”. Anni, itu jelas suara Ryeowook oppa, apa sekarang dia sudah berada di apartemenku? Ck, mau apa lagi dia?.

“Salah paham kau bilang?”. Aku membuka pintu kamarku dan sekarang bisa melihat Ryeowook oppa yang sedang berdiri beberapa meter di hadapanku dengan keadaan yang tak jauh berbeda denganku, basah kuyup.

“Hye Kyung”. Dia bergerak maju melangkah mendekatiku, ku lihat dengan sedikit ekor mataku Siwon oppa menarik Je Wo eonnie menjauh.

“kau bilang salah paham setelah kau berhasil menamparku 2 kali? Apa kau fikir aku akan diam saja? Hah? Kim Ryeowook?”. Aku menghela nafas dan berteriak cukup kencang. “ Cukup kau selalu membuatku menangis dan menangis. Cukup kau selalu membuatku gila karenamu, cukup kau….”. Tangisku pecah –kembali- aku menunduk kaku dihadapannya, tak ada satu kata pun yang keluar dari bibirnya. “aku selalu berusaha bersabar menghadapimu, aku selalu berusaha memahamimu, dan aku selalu percaya padamu, tapi setelah kau dengan begitu saja mendaratkan tanganmu dipipiku, tidakkah itu sudah menunjukan dirimu yang sesungguhnya. Tidakkah itu sebuah jawaban untuk semua pengorbananku yang SIA-SIA?”. Aku menatapnya tajam tanpa mengalihkan 1 detikpun pandanganku dari mata teduhnya.

“Aku tahu memang aku tidak secantik Yonna, aku bahkan tahu siapa aku dan siapa dirimu, aku tahu persis aku bukan siapa-siapa di Dunia ini, aku bukan seorang superstar sepertinya yang banyak dikagumi, aku bahkan tak punya cukup uang untuk memberikanmu sebuah kado yang mewah, tapi tidakkah semua cinta yang aku berikan padamu mewakili semua yang aku miliki? Tidakkah itu cukup untukmu? Hah?”.  Ku lihat butiran bening mengalir pelan dipipinya. Dia menangis?.

“aku tidak memerlukan apapun darimu, Cinta yang kau berikan padaku itu sudah sangat cukup, ku mohon, mengertilah, aku tidak mau kau meninggalkanku”.

“aku bosan dengan kata-kata itu. Berkali-kali kau mengucapkannya. Berkali-kali kau mengatakannya, tapi kau lihat apa yang terjadi? Kau bahkan selalu mengulangi kesalahan yang sama. Selama ini aku cukup mempertahankanmu, selama ini aku cukup menjaga hatiku, menyimpan cintaku, tapi haruskah aku tetap melakukan hal yang sama setelah apa yang kau lakukan padaku? Haruskah aku masih mempertahankanmu jika kau tidak pernah mempertahankanku, tidak pernah benar-benar menyimpan cintamu, menjaga hatimu, aku lelah oppa”. Akhirnya aku terduduk di lantai, aku memang benar-benar lelah.

“Andwae Hye Kyung, ku mohon jangan katakan itu”. Ryeowook oppa berjongkok dan memeluk tubuhku. Aku tahu, aku cukup tahu setelah ini aku akan kembali luluh olehnya. Itu yang selama ini terjadi. Setiap semua amarahku hilang begitu saja saat tangannya membawaku kedalam pelukannya. Menyalurkan berjuta-juta perasaan yang tak bisa terlukiskan. “jangan katakan kau lelah, tetaplah seperti ini, tetaplah mencintaiku, ku mohon jangan lelah mencintaiku *kek lirik lagu* aku masih membutuhkanmu, dan akan selamanya membutuhkanmu, aku masih mencintaimu dan akan selamanya mencintaimu”.

Dan, apakah aku ini telah tersihir olehnya? Oleh semua sentuhan dan kata-katanya? Atau apakah tak ada lagi namja yang menarik selain dirinya? Seolah dialah namja terakhir yang ada dibumi?.

Untuk kesekian kalinya aku luluh pada sebuah kata kecil yang selalu membuatku mempertahankannya. “aku masih mencintaimu dan akan selamanya mencintaimu”. Entah benar atau tidak yang dia katakan, entah tulus atau tidak ucapannya, aku kembali kepadanya.

—–ooo—–

Friday, June 22 Th 2012

 

Hari ini aku berbelanja beberapa bahan untuk membuat roti untuk ulang tahunku besok. Aku ingin membuat roti itu sendiri. Aku keluar dengan riang dari sebuah toko Roti yang juga menyediakan beberapa bahan untuk pembuatan roti. Sesekali aku mengangguk pada orang-orang yang aku temui di Jalan. Jam menunjukan pukul 5 sore. Langit Seoul kembali menjingga. Menampakan semburat merah di ufuk barat. Matahari tersenyum untuk mengucapkan selamat tinggal hari ini. Langkahku berhenti didepan sebuah pintu apartemen. Hari ini aku memang berencana untuk membuat Roti bersama Ryeowook oppa. Dan kini aku sudah berada tepat didepan apartemen pribadinya. Aku hafal benar kata sandi apatemennya ini. Tak lama pintu terbuka lebar mempersilahkan aku yang tengah membawa beberapa kantung keresek yang ku genggam.

“Kau sudah datang”. Ryeowook oppa tersenyum lebar dihadapanku, dia sudah memakai celemeknya yang berwarna merah muda.

“celemek mu lucu sekali oppa?”. Aku terkekh geli melihatnya.

“ne, ini hadiah dari Sungmin hyung”. Dia segera menyeret tanganku menuju dapur apartemennya yang sangat terawat. “jadi, kita akan membuat kue apa?”. Tanyanya saat mengeluarkan beberapa bahan yang aku beli tadi.

“Terserah oppa”. Aku memang suka memasak, tapi aku akui kemampuan memasakku tidak jauh lebih ahli darinya.

“RyeoKyung cake?”. Ucapnya masih fokus pada bahan-bahan dihadapannya.

“Mwo? kue apa itu?”. Tanyaku seketika. Aneh sekali ^_^.

“Kue-ku dan Kue-mu”. Aku masih mematung bingung saat Ryeowook oppa sudah dengan ahli mencampurkan beberapa bahan dan mulai membuat cake.

“tambahkan menteganya”.

“mana coklatnya?”.

“Loyang”.

“sendok”.

“gula”.

Lihatlah, aku seperti setrika mondar-mandir kesana-kemari mengambil beberapa peralatan yang dia butuhkan, aigo~ benar-benar mengesalkan.

“ayok kita masukan ke oven”. Dia memasukkan adonan ke dalam oven, dan mengatur suhunya.

“jadi, kau ingin kado apa dariku?”. Ucapnya saat sudah menyimpan adonan dalam oven. Kami sedang duduk di meja makan tak jauh dari dapurnya.

“aku hanya ingin cintamu oppa”. Aku sedikit menggombalinya.

“kau sudah memilikinya chagi”. Ucapnya membuatku tersenyum.

“kalo begitu aku ingin dirimu”.

“kau juga sudah memilikiku”. Dia tersenyum sangat manis, itu membuat sedikit ide evil menyelimuti otakku.

“kalau begitu aku menginginkan tubuhmu”. Aku sedikit menahan tawa saat melihat ekspresinya, kaget dan sedikit shock.

“ye? Kau menginginkan tubuhku? Aigo~ siapa yang mengajarimu kata-kata seperti itu? Aku merinding mendengarnya”. Ingin sekali aku tertawa melihat raut wajahnya.

“yak! Mana ada namja yang merinding mendengar kata-kata seperti itu, atau jangan-jangan kau tidak normal eoh? Aigo~ masa iya aku berpacaran dengan namja jadi-jadian?”. Aisssh aku sudah tidak bisa menahan tawaku, akhirnya pecah diiringi dengusan kesal darinya.

“Kau meragukanku eoh? Mau aku buktikan? Hmm?”. Aku menelan salivaku mendengarnya. Aigo~ jangan katakan dia sudah termakan ocehanku?. Ryeowook oppa berjalan mendekatiku menundukkan badannya mensejajarkan wajahnya dengan wajahku karena posisinya yang berdiri dan posisiku yang tengah terduduk di kursi. “Kau siap?”. Dia mendekatkan wajahnya ke wajahku matanya berubah ganas(?), aku menemukan sisi lain dalam dirinya. Ya Tuhan jantungku berdetak 2 kali lebih cepat.

“a…. apa yang ingin kau lakukan?”. Tanyaku tergagap, bagaimanapun ini membuatku sedikit tegang.

“wae? Bukankah kau yang menginginkannya?”.

“Mwo? A….aaniio”. ucapku mencoba memundurkan wajahku saat wajahnya kembali mendekat. “aku hanya…… mmmmmhhppptttttttt”. Kata-kataku terpotong karena bibirnya sudah menempel dibibrku. Tangannya dengan sigap melingkar di pinggulku dan mengangkatku dan mendudukanku di meja, satu tangannya meraih tangan-tangaku dan mengalungkannya dilehernya. Dia melumat(?) lembut bibirku. “arrgh”. Desisku saat dia sedikit menggigit bibir bawahku meminta ijin memasukkan lidahnya kemulutku. *panas dingin buat adegan ini*

 

Cukup lama kami terfokus pada ciuman kami yang semakin memanas sampai dia melepaskan tautan(?) bibirnya lalu memandangku sesaat.

“apa kau mencium sesuatu?”. Aku mengenduskan pelan hidungku. Sedikit bau menyengat menyeruak masuk ke dalam hidungku. Kami saling berhadapan sejenak, sampai teringat sesuatu.

“astaga? Cake nya?”. Aku dan Ryeowook oppa sama –sama berteriak dan berlari ke tempat oven yang sudah mengeluarkan bau gosok yang sangat menyengat. Dengan cekatan Ryeowook oppa membuka oven dan mengeluarkan cake buatan kami yang sudah bisa aku yakini pasti gosong.

“Aigo~ lihatlah Nyonya Kim, gara-gara menuruti ide gilamu Cake buatanku gosong”. Ucapnya sambil mencoba mengeluarkan cake dari loyang yang sudah berwarna hitam dan mengerak.

“Yak! Siapa yang mempunyai ide gila, bukankah oppa yang menyerangku(?) kenapa jadi menyalahkanku”. Aku marah tidak terima.

“tapi siapa yang memulainya?”.

“aku hanya bercanda!”. Ck, benar-benar keterlaluan namja ini. “sudahlah sekarang lebih baik oppa pikirkan bagaimana mempermak cake ini? Aku tidak mau membeli lagi bahan-bahannya”. Aku memanyunkan bibirku kesal.

“lalu kau mau memakan cake ini? Dan sama-sama masuk rumah sakit begitu?”. Dia memandangku yang masih kesal karena Cake gosong itu. “hmm aku tahu apa yang harus kita lakukan”. Tiba-tiba dia tersenyum Smriik menatapku. “bagaimana kalau kita lanjutkan adegan yang tadi? Sebagai gantinya, aku akan membelikan Cke yang baru untukmu?”.

“Shireo!” jawabku cepat, ck, benar-benar keterlaluan, bagaimana mungkin dia masih sempat berfikiran yadong seperti itu.

“ayolah chagi, bukankah tadi kau juga menikmatinya?”. Ucapnya kembali tersenyum smirk kepadaku.

“Yak!” aku berteriak kencang dihadapannya. Aisssh kau benar-benar menyebalkan. “sudahlah aku pulang saja”. Aku melepas celemek yang aku kenakan dan menyambar tasku.

“lalu cake nya?”.

“itu tanggung jawab oppa, lagipula oppa yang menghanguskannya”. Ucapku dan berlalu dari dapurnya.

“Arasheo, tapi sebagai bayarannya aku ingin”.

Blaaam kututup keras pintu apartemennya dan berlalu pergi, aku yakin saat ini dia sedang bersungut-sungut ria mengomeliku. Aakh entahlah perasaan ku tak menentu saat ini.

—–ooo—–

Aku memandang pantulan diriku di depan cermin. “sudah cantik”. Je Wo eonnie tersenyum padaku. “jadi, kau ingin melewatkan malam kedatangan umurmu dengan Ryeowook”. Ucap Je Wo eonnie sepertinya sedikit kecewa.

Aku memeluknya dan mencium pipinya. “ayolah eonnie, jarang sekali aku merayakan ulang tahunku dengannya, apa eonnie tidak kasihan padaku? Heumm?”.

“ck, Modus”. Ucapnya dan melepaskan pelukanku lalu berajak pergi.

“apa aku perlu menelpon Siwon oppa hmm?”. Bisikku padanya yang tengah asik mengganti chanel TV.

“tidak perlu, aku sedang bertengkar dengannya”.

“mwo? Waeo?”.

“kau tahu artis Indonesia yang bernama Agnes Monica?”. Je Wo eonnie memiringkan posisinya menghadapku.

“ne”.

“Siwon oppa sering mengirimi nya Tweet”. Ucap Je Wo eonnie kesal.

“lalu?”.

“pabo! Tentu saja aku tidak suka”. Ujarnya membuatku terkekeh.

“kau ini, itu kan hanya tweet, bagaimana mungkin kau cemburu pada sebuah tweet? Aigo~ kau ini kekanak-kanakan Shin Je Wo”. Ucapku kembali terkekeh.

“yak! Kau, aku ini eonniemu, panggil aku eonnie”. Dia berteriak saat aku sudah berlalu menuju pintu apartemen dan menghilangkan tubuhku dari pandangannya.

—–ooo—–

Ryeowook oppa mengajakku ke sebuah cafe yang cukup sepi pengunjung, karena cake yang aku buat tadi bersamanya gosong, alhasil kami memutuskan untuk merayakan ulang tahunku di sebuah cafe. Ini memang masih masuk tanggal 22, namun beberapa saat lagi jam KST akan beralih.

Kami duduk disebuah kursi yang hanya ada beberapa lilin di atas meja dihadapan kami. Tak ada hidangan apapun di sana.

Teng teng teng teng teng teng teng teng teng teng teng teng

Suara bel jam 12 malam berbunyi nyaring, seiring bunyi itu sebuah ledakan yang cukup hebat terjadi di samping ku dan Ryeowook oppa yang memang sebuah halaman yang cukup luas. Tiba-tiba langit malam Seoul berubah terang *ceritanya ini cafenya Outhor Yah^^* beberapa warna menyala di langit membentuk beberapa huruf “SAENGIEL CHUKKE HAMNIDA SHIN HYE KYUNG SARANGHAE”.

Mataku memanas menatap langit yang dengan jelas menuliskan namaku. “oppa”. Ucapku menatapnya yang tengah tersenyum dihadapanku.

“kau suka?”. Aku mengangguk lalu menghambur kepelukannya.

“Gomawo”. Air mata haruku tumpah di bajunya.

“sekarang kau tiup lilinnya”. Ujarnya melepas pelukanku. Aku sedikit heran saat sudah tersaji 1 cake cukup besar di meja.

Aku menutup mataku sejenak, berharap Tuhan memberikan kado terindah untukku. Ryeowook oppa tepuk tangan sendiri saat aku selesai meniup lilin yang berjumlah 11 itu. Aku tidak tahu kenapa ada sebelas.

“biar aku yang memotongkan cake nya”. Dia memotong cake dan memberikannya padaku. Aku menerimanya dan meengunyah pelan cake dalam mulutku. “ottoehkae? Apakah enak?”.

Aku tidak menjawabnya, saat gigku(?) tiba-tiba menggigit sesuatu yang cukup keras. Aku mencoba memuntahkannya diatas sebuah tissue. Sebuah cincin berwarna putih mengkilap cantik.

“ini cincin siapa? Jorok sekali”. Ucapku sambil membersihkan cincin itu dari lumuran cake yang tersisa. Tanganku berhenti sesaat saat mendapati sebuah tulisan kecil yang terukir cantik di cincin itu. “RyeoKyung”. Ucapku pelan, aku menengadah menatap Ryeowook oppa meminta penjelasannya.

“bukankah aku sudah pernah mengatakan padamu, jika suatu saat nanti aku menjadi seorang superstar aku akan memberikan cincin yang asli 24 karat?”. Aku memutar memoriku mengingat kata-katanya. Dia meraih tangan kiriku dan melepaskan cincin perak pemberiannya dulu, lalu memasangkan cincin yang ada dihadapannku. Ryeowook oppa mencium cincin yang sudah terpasang di jariku lembut, butiran bening itu kembali mengalir, aku sangat terharu. “mianhae aku baru memberikannya hari ini, apa kau sudah lama menunggunya?”. Aku menggeleng dengan air mata yang cukup deras dipipiku, meskipun kali ini bukan air mata kesedihan, namun rasanya tetap sesak, mungkin karena luapan bahagia yang tak mampu terbendung.

“aku lebih menunggu kehdiran oppa daripada cincin ini”. Ucapku disela tangisku, memang benar aku lebih membutuhkannya dari sebuah hadiah yang dia berikan padaku, tidak ada yang mampu menggantikan kehadirannya.

Ryeowook oppa memelukku hangat “Mianhae”. Kata itu berulang kali muncul dari bibirnya. “aku janji aku tidak akan pernah membiarkan air matamu kembali tumpah, aku akan selalu ada untukmu berjanjilah kau akan selamanya bersamaku, kau tidak akan meninggalkanku, karena aku masih mencintaimu, dan akan selamanya mencintaimu”.

“aku masih mencintaimu oppa, dan akan selamanya mencintaimu”. Ucapku sebelum suaraku hilang karena sebuah ledakan kembali terdengar dan langit malam Seoul kembali terang.

—–ooo—–

Dan beginilah akhirnya, aku kembali padanya, aku tahu sejauh apapun dia melangkah, sejauh apapun dia pergi, dia kan kembali padaku, ibarat sebuah mobil yang akan dengan mudah parkir di semua tempat tapi toh akhirnya kembali pada sebuah garasi. Aku percaya dia akan selamanya bersamaku, karena aku percaya padanya, dan akan selalu percaya padanya, Namjaku KIM RYEOWOOK.

-Shin Hye Kyung-

 

—–ooo—–

Beginilah diriku, bodoh, menyia-nyiakannya. Melupakan seseorang yang bahkan sangat aku butuhkan diDunia ini. Aku sadar seberapa jauh aku melangkah, sejauh apapun diriku pergi, pada akhirnya aku akan kembali padanya, pada hati yang telah menjadi sebuah rumah untuk cintaku, pada raga yang sudah menjadi sebuah kehidupan untukku, karena aku masih mencintainya, dan akan Selamanya Mencintainya yeojaku SHIN HYE KYUNG.

-Kim RyeoWook-

 

The End

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: