Our Sweet Birthday [Chap 3]

Gambar

Titlle: Our Sweet Brithday

 

Author: Ophiie Ryeosomnia a.k.a Shin Hye Kyung istri syah, dan istri pertama sekaligus istri terakhir dari Kim Ryeowook.

 

Cast:-Shin Hye Kyung a.k.a DheAjheng Ophy Alanuviracuitcuit

-Kim Ryeowook SuJu

-Kang Minhyuk Cnblue

 

Suport Cast:-Im Yonna Ah SNSD

-Shin Je Wo a.k.a Shin Je Wo

-all member SuJu

-Other Cast

 

Genre: Romance, Angst

 

Rated: T

 

Leght: Chapter

 

Chapter: 3 Of?

 

Disclaimer: Ryeowook IS MINE!! And This FF is MINE too! Don’t Bashing, don’t Plagiat! Simple^^

 

Backsong:-SuJu-Just You

-SuJu-In My Dream

-SuJu-Shes Gone

 

—–ooOOoo—–

Kurasa aku tidak bisa menghentikan cinta ini

Kau membuat ku gelisah, kau membuat ku menangis

Jika bahkan dari jarak jauh

Aku bisa memandang mu

Itu yang kau sebut cinta

—–ooOOoo—–

Annyeong~, ini tanggal 21 Juni kan? benerkan? huaa berarti suami saiia ulang tahun hari ini. “HAPPY BIRTHDAY OPPA, Saengil Chukkae Hamnida nae nampyeon, my husband, suamiku, My Lovelly Kim Ryeowook oppa ^0^”. ini Part aku bikin Pendek!. kekekek jangan tanya kenapa. Warning, tidak dianjurkan membaca bagi Yonna Shipper! pokoknya buat yang suka sama Yonna jangan membaca FF ini, okey^^, buat yang nekat baca, Author tidak tanggung jawab efek yang akan kalian terima nanti *Plak! Yesungminlah, daripada bercuap-cuap engga jelas, langsung Author luncurkan Taraaaaaa

Last Story====>

.

.

Aku memejamkan mataku masih mencium cincin perak pemberian-nya. Aku berharap ombak akan membawamu pergi, pergi jauh dari hidupku, aku berharap cerita ini berakhir sampai disini, sekembalinya aku ke Seoul aku akan bisa melupakanmu, meninggalkan kisah sedihku di pantai ini.

Aku membuka mataku pelan, padanganku sedikit kabur oleh beberapa air yang menggenang dipelupuk mataku. Ku angkat tangan kananku yang memegang cicin perak-nya ke atas. Selamat tinggal oppa. Aku mengayunkan pelan tanganku kebelakang dan menghempaskannya dengan cepat ke arah laut.

“AKU AKAN HIDUP TANPAMU KIM RYEOWOOK” aku berteriak sebelum benar-benar melemparkan cincin yang masih aku genggam ke laut.

“apa yang kau katakan?”. Tubuhku membeku mendengar suara seorang namja dari belakangku, ku balikkan tubuhku pelan berharap ini bukan sebuah alusi, bukan sebuah mimpi. Mataku membulat menatap seorang di hadapanku dia……..

.

.

.

.

Chap 2

 

~Story Begining~

 

Dengan cepat aku membalikkan tubuhku menatap namja yang tengah berseru di belakangku, dia….?

“apa yang kau katakan?”. Namja itu mengulangi pertanyaannya.

“sedang apa kau disini?”. Ucapku mengabaikan pertanyaannya.

“ck, jawab pertanyaanku”. Dia mendekatiku dan menarik kasar lenganku. “jadi kau ingin membuang ini?”. Dia mengambil cincin perak yang masih digenggamku. “apa Kang Minhyuk telah memberikanmu yang lebih bagus daripada ini?”.

“Yak! Apa maksudmu?”. Aku berteriak kencang dihadapannya.

“lalu kenapa kau ingin membuang cincin dariku? Jadi kau benar-benar berselingkuh dengannya? Apa yang sudah dia berikan padamu? Apa dia memberikan lebih dari apa yang ku berikan padamu”.

“tutup mulutmu Kim Ryeowook!”. Telingaku memanas mendengar ucapannya. dia, bagaimana mungkin dia bisa berucap seperti itu.

“bahkan kini kau tidak memanggilku oppa, jadi begini sifat aslimu Shin Hyekyung?”. Dia menaikkan nada suaranya menekan suaranya saat menyebutkan namaku.

“berhenti menyalahkanku. Kenapa kau menuduhku berselingkuh hah? Bukankah kau yang berselingkuh! Kenapa sekarang kau memutar balikkan fakta? Apa buktinya aku berselingkuh dengannya?”. Ucapanku terdengar keras tepat didepan wajahnya. Dadaku naik turun menahan emosi yang bergejolak.

“sekarang kau menuduhku yang berselingkuh? Apa kau mempunyai bukti yang cukup kuat? Jangan mengalihkan pembicaraan.”

“kau fikir aku tidak tahu hubunganmu dengan Yonna? Kau bermesraan dengannya bahkan dihadapanku? Lalu kau bulang itu bukan selingkuh?”.

“siapa yang bermesraan dengan Yonna? Dia sudah ku anggap sebagai dongsaengku sendiri, mana mungkin aku berselingkuh dengannya?”.

“aku tidak percaya padamu”. Aku mendelik dan pergi meninggalkannya.

Baru 2 langkah kakiku beranjak sepasang tangan memelukku menahan kakiku.

“Gajimma”. Suara itu terdengar lebih lembut dan memohon, tiba-tiba perasaan hangat menjalar ditubuhku. Aku sangat merindukannya, merindukan suaranya yang seperti ini. “percayalah aku tidak mempunyai hubungan apapun dengan Yonna, aku hanya mencintaimu, kenapa kau selalu meragukanku eoh?”.

Ku rasakan butir-butir kristal mengalir dipipiku, entah sudah keberapa kalinya aku menangis hari ini. Ryeowook oppa memutar tubuhku pelan menghadapnya. Kini bisa aku lihat matanya yang teduh menatapku sendu, sudah mulai memerah, menahan dorongan air yang sepertinya mulai menyeruak kepermukaan iris matanya.

“Uljimma, aku membuatmu menangis eoh?”. Dia membawaku kedalam pelukannya, membiarkan sisa-sisa airmata ini bersarang di bajunya.

“sakit sekali”. Sebuah bisikan meluncur dengan sempurna dari bibirku. Memang itu yang aku rasakan. Bahkan rasa itu tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata, terlalu sakit.

“mianhae, aku telah membuatmu terluka, tapi demi Tuhan aku tidak mempunyai hubungan apapun dengan Yonna, kumohon percaya padaku”.

Aku mengangguk pelan. Entah kenapa rasanya kepalaku terdorong untuk mengangguk.

“kau harus percaya padaku, tatap aku”. Dia membuka pelukannya dan mengucap butiran bening dari pipiku “aku tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata perasaanku padamu, tapi kuharap kau bisa melihatnya di mataku hmmm?”.

Perasaan itu muncul kembali. Aku seperti menemukan Ryeowook-ku yang dulu, dia tersenyum saat melihat ku kembali mengangguk, lalu mengecup pelan keningku.

“Saranghaeyo”. Ucapnya dan kembali memeluk tubuhku.

—–ooo—–

Aku dan Ryeowook oppa berjalan menyusuri pantai Nongsa. Sesekali dia membawaku ke laut merasakan dinginnya air laut Nongsa. Waktu sudah menunjukan pukul 3 pagi, tapi dia belum mau meninggalkan pantai ini.

“oppa, kajja kita kembali ke Hotel, nanti oppadeul SuJu mencarimu”. Ini kesekian kalinya kau mengajak Ryeowook oppa pulang.

“gwaenchana, aku masih merindukanmu, aku masih ingin disini bersamamu, apa kau tidak merindukanku eoh?”. Jawabannya masih sama dengan tadi.

Aku menyandarkan kepalaku di bahunya. Kami duduk di atas pasir menghadap laut. Tangan kanannya dengan setiap menempel dipinggangku, sedangkan tangan kirinya menggenggam tanganku. Aku sangat menikmati suasana ini, aku ingin Tuhan menghentikan waktu saat ini juga.

“chagi”. Ryeowook oppa mengelus rambutku yang berserakan diwajahku.

“eumm”.

“aku tidak suka ada orang lain yang menyentuhmu selain diriku”.

“maksud oppa?”.

“berjanjilah kau akan menjauhi Kang Minhyuk”. Aku membulatkan mataku mendengarnya, lalu tak lama aku terkekeh.

“apa oppa cemburu?”. Ku lihat dia memutar kedua bola matanya lucu sekali.

“haruskah aku mengakuinya?”.

“katakanlah”.

“ne, aku cemburu kau puas?”. Dia mengacak pelan rambutku, kembali membuatku terkekeh pelan. “wae, apa ada yang lucu?”. Dia memanyunkan bibirnya, lucu sekali.

“sekarang oppa tahu bagaimana rasanya cemburu? Baguslah”. Ujarku masih disela-sela kekehanku.

“yak! Jadi kau sengaja?”.

“oppa pikir bagaimana perasaanku saat aku melihat oppa hanya menolong Yonna dan meninggalkanku eoh? Lalu saat tadi kalian bermesraan apa oppa tahu bagaimana perasaanku, apa oppa….”.

Chu~

Dia menghentikan ucapanku dengan mencium bibirku lembut, melumatnya sedikit, yang jujur saja membuatku errrr sedikit tidak nyaman. Dia tidak pernah menciumku seperti ini sebelumnya melumat bibirku dan menghisapnya *Author Muntah* menyalurkan berjuta-juta perasaan yang sempat menghilang dari kami, meluapkan rindu yang sudah lama terbendung, aku lupa kapan terakhir kali mencium ku?.

Dengan susah payah aku mendorongnya, apa dia tidak tahu aku nyaris kehabisan oksigen.

“kau hampir membunuhku”. Ucapku sembari mengelap bibirku yang sedikit basah(?).

“itu bukti aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin kehilanganmu, dan kau tahu aku tidak mau kau berdekatan dengan namja lain selain diriku, dan aku tidak suka ada orang yang mengacak rambutmu selain diriku Arasheo”.

“Aigo~ banyak sekali”. Aku menggelengkan kepalaku mendengarnya. Kekanak-kanakan sekali.

“wae? Kau keberatan? Apa kau memang berniat berselingkuh?”.

“Aissh sudah ku katakan aku tidak mempunyai hubungan apapun dengan Minhyuk”.

“kalo begitu buktikan”.

“ye?”. Dia mengetukkan jari telunjuknya didepan bibirnya. Apa yang sedang dia pikirkan. “Yak! Apa penyakit Eunhyuk oppa sudah menular padamu iiiiii”. Aku bergidik ngeri.

“mwo? Yak! Kau cari mati?”. Aku berlari menghindarinya saat tatapannya sudah berubah menakutkan. “yak Shin Hyekyung jangan kabur kau, aku akan mengejarmu”. Dia ikut berlari mengejarku yang sudah beberapa meter didepannya.

“kejar saja kalau kau bisa, wleeee”. Aku menjulurkan lidahku menggodanya.

“Yak! Awas kau”. Dia semakin bersemangat mengejarku.

—–ooo—–

Kita tidak pernah tahu dengan rencana Tuhan, Tapi aku Tahu Tuhan selalu menunjukan kebahagiaan pada akhirnya

—–ooo—–

Thursday, June 21th 2012. 19:21

 

Aku memutar tubuhku menatap pantulan diriku didepan cermin. Hari ini ulangtahun Ryeowook oppa, dan dia menyuruhku untuk datang ke Dormnya. Ini akan menjadi pengalaman pertamaku berkunjung kesana. ‘apakah oppadeul SuJu akan baik padaku? Atau sebaliknya?’. Pikirang itu mengganjal sejak tadi pagi dalam pikiranku.

“Hye kyung lama sekali kau sedang apa?”. Je Wo eonnie menggedor pintu kamarku. Aigo~ berisik sekali dia.

“ne, aku sudah selesai”. Ucapku dan segera membuka pintu.

“Kajja, Siwon oppa sudah menunggu didepan”. Dia menarik lenganku keluar apartemen kami. Siwon oppa sudah berdiri menyandar pada pintu mobilnya dengan masker yang menempel menutupi mulutnya dan topi yang melekat pada kepalanya. Dia juga memakai mantel berwarna gelap. Sungguh penampilan yang mencurigakan.

“Oppa”. Dengan manja Je Wo eonnie memeluk Siwon oppa yang sambut dengan hangat.

“Annyeong Hye Kyung”. Ucap Siwon oppa membungkuk didepanku.

“annyeong oppa”. Aku ingin membungkuk.

—–ooo—–

“Kau masuklah dulu, kami akan mencari kado sebentar untuk Ryeowook”. Ucap Siwon oppa saat kami sudah berada didepan Dorm SuJu.

“ne”. Aku mengangguk lalu melihat kepergian Siwon oppa dan Je Wo eonnie. Aku menarik nafas panjang, oke Hye Kyung, mereka pasti juga akan bersikap ramah seperti Siwon oppa. Aku menyemangati diriku sebelum memencet bel di samping pintu Dorm ini.

Seseorang membuka pintu setelah beberapa kali aku memencet bel.

“Hye Kyung”. Ryeowook oppa tersenyum lebar melihat kedatanganku.

“Saengil Chukkae hamnida oppa”. Aku memberikan sebuah kado padanya. Tidak terlalu mewah, tapi aku harap dia menyukainya.

“ah, gomawo, kajja”. Dia mendahuluiku masuk dan mempersilahkanku duduk di sebuah kursi yang sudah tersedia beberapa makanan diatas meja yang ada didepan meja tersebut.

“oppadeul yang lain kemana?”. Tanyaku saat menyadari Dormnya begitu sepi.

“aku menyuruh mereka pergi, aku ingin merayakan ulang tahunku berdua denganmu, apa kau keberatan?”.

“ye? Annio”. Aku menjawab gugup, aigo~ kenapa aku menjadi gugup seperti ini?.

“selesai”. Ucapnya dengan bangga saat sudah menyalakan lilin diatas roti di hadapan kami. “aku ingin kau bernyanyi sebelum aku meniup lilin ini”.

“shireo, aku tidak bisa bernyanyi”. Yang benar saja.

“ayoalh chagi, sekali ini saja, aku ingin mendengar suaramu, tidakkah kau ingin memberiku kado yang spesial eoh?”. Ucapnya mengeluarkan puppy eyesnya.

“aisshh jangan seperti itu, sudah ku katakan aku tidak bisa menyanyi”.

“kalau begitu aku tidak akan meniup lilinnya”. Dia mengancamku sepertinya.

“ne, baiklah, aku akan bernyanyi, kau puas?”. Ku lihat dia tersenyum Smirk dihadapanku, iiiissssh dari mana dia mendapatkan senyum seperti itu?. “eheem eheem”. Aku berdehem merdu(?) sebelum memulai bernyanyi.

“Sa…”. belum sempat aku mengucapkan 1 bait-pun, ponselnya berdering, mengentikanku.

“Chamkaman, ponselku bunyi, aku akan memngangkatnya sebentar”. Dia berlalu menuju meja didepan TV dan meraih ponselnya.

“Nyobseo”.

“…………”

“Ah Yonna-ah, wae”. Aku sedikit kaget saat Ryeowook oppa memanggil nama Yonna, apa yang menelponnya itu Yonna? Issh mau apa Yeoja itu, menyebalkan sekali.

“………”

“aku di Dorm”.

“………..”

“oke, aku akan menunggumu”. Aku mendelik saat mendengar kata terakhir itu. ‘aku akan menunggumu’ apa maksudnya Yonna akan datang kesini? Yak! Yeoja itu benar-benar cari mati.

“nugu?”. Tanyaku saat Ryeowook oppa sudah berada dihadapanku.

“Yonna, dia akan kesini, tidak apa-apa kan?”. Dia menatap ku saat wajahku sudah berubah kesal.

“hmm”. Jawabku singkat dan mengalihkan pandanganku. Mataku sedikit memanas, aaah entah sejak kapan aku menjadi cengeng seperti ini.

Tidak lama terdengar suara bel berbunyi, Ryeowook oppa berlalu untuk membukakan pintu.

“Saengil Chukkae Hamnida oppa”. Terdengar suara Yonna dan aku membalikkan tubuhku untuk melihatnya.

Chu~

Yonna mencium pipi Ryeowook oppa sekilas. Aku kembali harus menahan sesak saat melihat adegan itu. ‘sabar hye kyung, mereka hanya berteman, oke’.

“ah, gomawo”.  Aku membalikkan tubuhku saat Ryeowook oppa menatapku.

“dia siapa oppa”. Ku seka sedikit air mataku yang memaksa keluar dari peraduannya. Sudahlah Hyekyung, jangan cengeng seperti ini.

“dia Yeoja chinguku, kajja aku kenalkan kau dengannya”. Suara derap langkah semakin nyata mendekatiku.

“chagi, ini Yonna, Yonna ini Hye Kyung”. Aku berdiri untuk menyalaminya.

“kau?”.  Ucap Yonna kaget saat melihatku. Aku memaksakan diri untuk tersenyum dihadapannya. “bukankah kau yeoja yang sudah menabrakku di toilet waktu itu?”.

Aku mengangguk “Shin Hye Kyung imnida”. Aku mengulurkan tanganku dihadapannya.

“kajja tiup lilinnya oppa”. Dia berlalu tanpa menerima uluran tanganku. Yak Im Yonna Ah, ingin sekali aku mencekikmu.

Ryeowook oppa meniup lilin yang sudah habis setengah diatas roti buatannya sendiri.

“ini untukmu oppa, aku membelinya di paris, saat menggelar Show disana, semoga kau suka”. Ucap Yonna memberikan sebuah kado yang dibungkus dengan kertas warna merah. Ryeowook oppa membukanya, sebuah Jam tangan dengan merek ternama terpajang indah didalam sebuah kotak kaca.

“neomu Yeppeo”. Ujar Ryeowook oppa terkagum.

“kau suka?”. Tanya Yonna.

“ne, Gomawo Yonna-ah”. Mereka ashik berbicara sendiri, mengacuhkanku, aissh sangat menyebalkan!

“tentu, itu limited edition, kau harus selalu memakainya arasheo oppa”. Yonna memakaikan Jam itu ditangan Ryeowook oppa.

Aku benar-benar kesal dibuatnya. Aku mendengus cukup keras membuat mereka sepertinya menyadari keberadaanku.

“ah, aku akan mengambil 1 piring didapur, kalian tunggu sebentar”. Ryeowook oppa meninggalkanku dan Yonna. Ku rasakan sedikit aura berbeda diantara kami.

“sejak kapan kau berpacaran dengannya”. Yonna bertanya sangat sinis kepadaku.

“7 Tahun yang lalu”. Jawabku tak kalah sinis darinya.

“aku tidak suka kau menjadi yeojachingunya”. Ucapnya blak-blakan. Ouh, jadi yeoja ini benar-benar menyatakan perang padaku?. “Jauhi dia”. Ucapnya kontan membuatku mendelikkan mataku.

“apa hakmu melarangku, apa kau menyukai Ryeowook oppa?”. Tanyaku geram. Aku benar-benar kesal dibuatnya.

“aku memang tidak mencintainya, tapi aku tidak mau dia mempunyai seorang yeojachingu. Aku ingin dia hanya memperhatikanku karena itu aku tidak mau kau berdekatan dengannya, jauhi dia atau kau”.

“apa? Apa kau sedang mencoba mengancamku Yonna-shi? Apa kau fikir aku takut? Ck, aku tidak akan pernah menjauhi Ryeowook oppa, jika bukan dia yang memintanya sendiri”.

“kalo begitu jangan salahkan aku jika aku membuat Ryeowook oppa yang akan memintanya sendiri padamu”.

“bermimpilah nona Im”. Ujarku tersenyum sinis padanya. Kalau saja ini bukan di Dorm SuJu, mungkin aku sudah merobek bibirnya!

“Kau “. PLAK

Satu tamparan mendarat sempurna dipipiku. Yak! Yeoja ini berani menamparku.

Aku mengangkat tanganku dan bersiap menamparnya juga.

“Hye kyung apa yang kau lakukan?”. Tiba-tiba saja Ryeowook oppa sudah berada di belakangku.

“aku…”.

“oppa”. Sial, nenek sihir itu lebih cepat dariku. Dia sudah memeluk lengan Ryeowook oppa dan memasang wajah innocent nya. “Hye Kyung tidak suka padaku, dia menyuruhku menjauhimu oppa, dia bahkan berani menamparku.”

“yak! Tutup mulutmu Im Yonna! Aku sama sekali tidak melakukan itu oppa”.

“tapi aku-pun melihat kau hendak menamparnya.” Ryeowook oppa membela Yonna dan itu membuat Yonna tersenyum puas padaku.

“tapi itu karena dia yang menamparku terlebih dahulu, sungguh”.

“anni oppa, dia jelas-jelas tidak menyukaiku, dia bilang aku pengganggu dan dia menyuruhku menjauhimu, sepertinya dia cemburu padaku”. Aisssh yeoja ini benar-benar iblis.

“Kau, apa yang kau katakan, bukankah itu yang kau katakan padaku, kau yang menyuruhku untuk menjauhi Ryeowook oppa, kau ini benar-benar iblis bermuka dua”.

PLAK!

Tangan Ryeowook oppa melayang dan mendarat dengan sempurna dipipiku.

“jaga ucapanmu, siapa yang mengajarimu berucap seperti itu eoh?”.

Aku mendelik padanya. Ini pertama kalinya dia menamparku.

“kau menamparku oppa? Wae? Kau lebih percaya pada yeoja iblis ini?”.

“kubilang tutup mulutmu Shin Hye Kyung!”.

Aku terlonjak kaget. Dia membentakku demi orang lain. Mataku kembali mengeluarkan air yang tanpa permisi sudah menghujani pipiku. Yonna tersenyum puas di samping Ryeowook oppa, aku menahan amarah yang sudah memuncak diubun-ubunku. Bagaimana mungkin ada manusia sepertinya. Benar-benar iblis berwajah malaikat.

“sekarang minta maaf pada Yonna”. Ucap Ryeowook oppa masih dengan suara yang cukup keras.

“Shireo”. Bentakku didepannya. Sampai mati-pun aku tidak akan pernah meminta maaf atas kesalahan yang tidak pernah aku buat.

“kubilang minta maaf sekarang, atau…..”

“atau apa? Kau mengancamku? Aku tidak akan pernah meminta maaf padanya! Karena aku tidak bersalah”.

“Sekali lagi aku katakan, minta maaflah pada Yonna shin Hye Kyung, kalo tidak “. Ryeowook oppa tidak melanjutkan kata-katanya dia memandangku sesaat lalu menjatuhkan wajahnya menatap lantai Dorm, “hubungan kita berakhir sampai disini”.

Hatiku mencolos mendengar perkataannya. Semudah itukah kau menila hubungan ini oppa? Bagaimana bisa kau mengorbankan hubungan kita demi yeoja ini?

“kau”. Ucapku menatap tajan pada Namja dihadapanku “tega sekali kau berkata seperti itu, apa sekecil ini arti hubungan kita dimatamu, apa kau menyukainya? Katakan padaku? Bagaimana mungkin kau menyuruhku meminta maaf untuk kesalahan yang tidak pernah aku lakukan? Lalu mengorbankan hubungan kita? Kau benar-benar keterlaluan, aku kecewa padamu, AKU SANGAT MEMBENCIMU KIM RYEOWOOK”. Aku mendorong tubuhnya hingga terjatuh ke belakang, dan aku berlari keluar dorm.

Berlari menyusuri jalanan kota Seoul yang cukup dingin, Langit mendung tiba-tiba, Hujan turun dengan deras membasahi tubuhku yang juga sedang menangis dengan derasnya.

.

.

.

.

.

To be continued.

Ditunggu RCL nya^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: