Our Sweet Birthday [Chap 2]

Gambar

Titlle: Our Sweet Brithday

 

Author: Ophiie Ryeosomnia a.k.a Shin Hye Kyung istri syah, dan istri pertama sekaligus istri terakhir dari Kim Ryeowook.

 

Cast:-Shin Hye Kyung a.k.a DheAjheng Ophy Alanuviracuitcuit

-Kim Ryeowook SuJu

-Kang Minhyuk Cnblue

 

Suport Cast:-Im Yonna Ah SNSD

-Shin Je Wo a.k.a Shin Je Wo

-all member SuJu

-Other Cast

 

Genre: Romance, Angst

 

Rated: T

 

Leght: Chapter

 

Chapter: 2 Of?

 

Disclaimer: Ryeowook IS MINE!! And This FF is MINE too! Don’t Bashing, don’t Plagiat! Simple^^

 

Backsong:-SuJu-Just You

-SuJu-In My Dream

-SuJu-Shes Gone

 

—–ooOOoo—–

Kurasa aku tidak bisa menghentikan cinta ini

Kau membuat ku gelisah, kau membuat ku menangis

Jika bahkan dari jarak jauh

Aku bisa memandang mu

Itu yang kau sebut cinta

—–ooOOoo—–

=====> Last Story

Aku masih memandangi mereka, dia namja yang bersama Yonna, Ryeowook oppa, benarkah itu kau? Itukah kau yang sekarang oppa? Sedikit airmata muncul di pelupuk mataku yang membuat pandanganku buram sesaat.

“Gwaenchana agashi”. Kembali aku tersadar dengan seseorang yang berada di sampingku.

Aku membungku “gomawo Minhyuk-Shi”. Dia tercengang mendengar ucapanku. Aku tahu dia Kang Minhyuk, salah satu member Band Cnblue.

.

.

.

Chap 2

 

Story Begining~

Aku menyandarkan kembali punggungku ke dinding kamar yang aku tempati. Masih tersisa beberapa air mata di hatiku. Apapun alasannya bersikap seperti itu, tidakkah dia tahu itu terlalu menyakitkan untukku? Untukku yang selalu merindukannya, untukku yang sampai saat ini masih mencintainya. Apakah sudah tidak ada tempat untukku dihatimu? Apakah kau benar-benar melupakan janjimu yang tidak akan pernah melupakanku?.

Suara deringan ponselku mengagetkanku, sebuah nama “My Wookie^^” memanggil dilayar ponselku. Ada apa dia tumben menelponku? Aku sedikit mengangkat alisku dan menahan gejolak dalam diriku.

Panggilan pertama, aku diamkan tak menjawabnya, sampai panggilan ke 5 akupun tak menjawabnya. 1 pesan menyala di layar ponselku.

From: My Wookie^^

Chagi, angkatlah, aku ingin berbicara denganmu

 

Ck, aku hanya berdecak kesal membaca pesannya. Seperti itukah? Dia hanya menghubungiku saat ada sebuah kesalah pahaman. Aku benar-benar muak.

Ponselku kembali berdering, 3, 5, 7 akhirnya 11 panggilan darinya tidak aku jawab. Terlalu sakit untuk mendengar suaranya.

Aku masuk kekamar mandi dan mengguyur tubuhku dengan air hangat yang menyala dari Shower. Membasuh semua keringat dan lelah dalam diriku. Kenapa semuanya harus seperti ini? Tanpa terasa airmataku-pun jatuh mengalir deras bersama air yang turun dari Shower. Aku menghela nafas berat. Haruskah aku mengakhiri semuanya? Apakah aku bisa hidup tanpanya? Tapi, bukankah beberapa bulan belakangan ini akupun hidup tanpanya? Tanpa dia yang selalu menemaniku, tanpanya yang dulu membuatku tertawa.

Aku menatap pantulan wajahku dicermin. Dia memang jauh lebih cantik dariku. Dia bahkan lebih terkenal. Kenapa begitu sakit Tuhan?.

Ponselku kembali berdering, untung Je Wo eonnie sedang pergi, jika tidak, aku yakin dia akan berteriak-teriak saat mendengar bunyi ponselku.

Aku meraihnya, kini ada 55 panggilan tidak terjawab darinya “apa sebenarnya yang ingin dia katakan?” kembali lagi ponselku menyala, well, kali ini aku akan mengangkatnya.

“Nyobseo”. Aku berusaha setenang mungkin menjawab telponnya.

“yak! Shin Hye Kyung, kemana saja kau? Apa kau tidak tahu berapa kali aku menelponmu eoh? Apa kau tidak tahu berapa lama aku mengorbankan waktuku untuk menghubungimu, kalau memang tidak mau mengangkat telponku katakan, tidak perlu diam seperti itu, kau ini sangat menyebalkan”. Dia berteriak dari ujung telepon membuatku sedikit menjauhkan ponsel dari telingaku.

“siapa yang menyuruhmu untuk menelponku? Aku tidak pernah memintanya, lagi pula untuk apa kau menelponku? Bukankah kau sudah melupakanku? Sekarang mau apa lagi kau hah?”. Aku sengaja berteriak mengeluarkan semua emosiku, karena aku yakin saat aku ada dihadapannya aku tidak akan bisa berkata seperti itu. Aku bernafas sedikit tersengal menahan emosi yang meluap-luap.

“mwo? Apa maksudmu? Jadi kau tidak suka aku menelponmu? Gaere, aku tidak akan pernah menelponmu lagi, terserah apa yang akan kau lakukan, aku benar-benar muak padamu”. Aku menutup mulutku sendiri mendengarnya.

Benarkah itu dia? Kim Ryeowook? Namja yang selama ini tidak pernah membentakku? Tapi hari ini dia membentakku? Bukan hanya membentakku, tapi dia juga memarahiku? Mengatai(?)ku? Aku menjatuhkan ponselku tanpa ku sadari, akupun terduduk lemas di tampat tidur. Beginikah akhir semuanya? Apa aku benar-benar akan kehilangannya?

—–ooo—–

Aku berjalan menyusuri sebuah taman tak jauh dari hotel tempatku menginap. Rasanya malam ini benar-benar sedikit menyesakkan. Aku duduk disebuah ayunan di taman yang cukup sepi pengunjung itu. Mengayun-ayunkan sendiri ayunan yang sedang ku tumpangi(?) ini.

“Hye-Kyung~ssi”. Seseorang memanggilku dari belakang, aku menoleh lalu tersenyum mendapati Minhyuk sedang berjalan kearahku. “sedang apa kau disini”. Dia duduk disalah satu ayunan disampingku.

“annio Minhyuk~ssi, hanya mencari udara segar”. Aku kembali mengayunkan ayunan yang aku duduki.

“bagaimana menurutmu Singapura?”.

“ne?”. Aku menatapnya heran “aahh, molla~, ini kunjungan pertamaku, aku belum pernah kesini sebelumnya”. Aku tahu maksud pertanyaannya.

“kalau begitu apa kau keberatan jika besok aku temani jalan-jalan?”. Aku sedikit berfikir, apa dia sedang menawarkan bantuan? Atau meminta bantuan?. “ckckck”. Dia terkekeh mungkin melihat ekspresiku “tidak perlu bingung seperti itu, aku menawarkan bantuan untukmu, mungkin kau ingin berkeliling Singapura? Negara ini tidak terlalu besar, lagi pula bukankah kita hanya 3 hari disini, rasanya akan sangat menyesal jika tidak mengelilingi negara ini”. Dia mengayunkan ayunannya cukup kencang disampingku.

“ne, tentu saja aku mau”. Aku tersenyum lalu kembali mengayunkan ayunanku dengan cukup kencang, dan tawa pun pecah dari bibirku, sejenak aku melupakan Ryeowook oppa, benarkah aku melupakannya? Anni, ini hanya sejenak, mungkin saat ini berakhir aku akan kembali mengingatnya?

—–ooOOoo—–

Dimanakah janji indah itu?

Yang dulu kau katakan tak akan terbagi?

Jika memang kau ingkari

Tak kan ku menanti

—–ooOOoo—–

 

Saturday June, 2nd 2012

 

Pagi ini terasa cerah matahari menyapaku, setelah semalaman aku tertawa dengan Minhyuk, aku memang baru mengenalnya dengan dekat, meskipun beberapa kali aku pernah melihatnya.

Je Wo eonnie sedang memoles sedikit wajahnya didepan cermin dia sudah rapi pagi-pagi begini.

“eonnie mau kemana?”.

“aku mau kencan dengan Siwon oppa”. Dia tersenyum senang sepertinya, aku terkekeh.

“apa kau sudah tidak bertengkar lagi dengannya?”. Dia berbalik menatapku.

“tentu saja tidak, dia sudah meminta maaf padaku, hahahahaha”. Dia tertawa menang, aku hanya berdecak kesal. “apa kau tidak ingin berkencan dengan Ryeowook?”. Dia menghentikan langkahku yang baru mau masuk ke kamar mandi.

“mungkin tidak ada kata kencan lagi untukku dan dia”. Aku memaksakan tersenyum padanya, lalu bergegas masuk kekamar mandi.

“maksudmu? Apa yang terjadi? Apa dia menyakitimu? Atau kalian putus? Atau?”. Dia tidak melanjutkan perkataannya saat ku nyalakan shower. “yak Shin Hyekyung, katakan padaku, apa yang terjadi antara kau dengannya? Yak!!”. Masih bisa kudengar suara pintu yang bergetar karena gedorannya.

Hampir setengah jam aku menghabiskan waktuku di dalam kamar mandi. Suara ponselku berdering dan nomor Minhyuk menari-nari disana.

“nyobseo”.

Nyobseo Hyekyung, apa kau sudah siap?”.

“ah, ne, sebentar lagi aku turun”.

Lalu ku matikan sambungan telepon dan berdandan sebisaku lalu turun menuju lobi hotel.

Minhyuk sudah duduk disana, dia tersenyum saat melihatku datang.

“bagaimana tidurmu apakah nyenyak?”. Dia tersenyum senyum yang cukup manis menurutku.

“ne, akh, Minhyuk~ssi, memangnya kau tidak sibuk mengantarkanku jalan-jalan? Bukankah besok kau tampil?”. Ucapku berbasa-basi.

“annio, hari ini kan memang Free, jadi kita bebas pergi kemanapun”. Dia kembali tersenyum “kajja”. Dia menggenggam tanganku dan menarikku ke luar hotel.

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah The Helix Bridge –sebuah jembatan terpanjang di Singapura yang baru diresmikan pada tanggal 18 Juli 2010, Lokasinya tepat berada disamping Benjamin Shears Bridge dan Bayfront Bridge- udaranya sangat sejuk, banyak orang berlalu lalang hanya untuk menghirup udara sejuk disini.

Kami berjalan ke utara menuju Studio Universal. Ini benar-benar seperti mimpi.

“Ottoehkae?”. Aku tersenyum kepada Minhyuk di sampingku.

“Wonderfull”. Satu kata yang bisa mewakili perasaanku. Ini benar-benar indah.

Satu hari full aku menghabiskan waktu berkeliling Singapura. Ternyata tempat ini memang indah.

Matahari tenggelam dengan damai di sudut pantai Nongsa. Pantai ini bukan termasuk dalam daftar negara Singapura, melainkan masuk dalam daftar pantai di sebuah pulau kecil di Indonesia –Batam-. Jaraknya hanya beberapa mil dari Singapura, daratan Singapura-pun terlihat jelas dari pantai ini.

“kau suka pantai?”. Minhyuk meregangkan otot-ototnya didepan pantai disampingku.

“eumm”. Aku tersenyum sekilas kepadanya dan kembali menikmati pemandangan petang.

—–ooOOoo—–

Aku membuka pelan pintu kamar hotel. Ku rasa Je Wo eonnie sudah tidur.

Cklek

 

Seketika lampu menyala, aku melonjag kaget mendapati Je Wo eonnie sedang berdiri di samping pintu.

“dari mana saja kau?”. Suaranya cukup keras, persis seperti eomma-eomma yang tengah menginterogasi putrinya.

“jalan-jalan eonnie”. Jawabku berlalu menuju ranjangku(?).

“sampai larut?”. Dia masih berdiri di tempatnya, menatapku dengan tatapan seperti ingin memakanku.

“ne”. Aku merebahkan tubuhku. Lelah sekali.

“Kau berkencan dengan Kang Minhyuk Cnblue?”. Je Wo eonnie kini duduk di samping tubuhku.

“Mwo?”. Aku bangkit dan duduk menghadapnya “aku tidak berkencan dengannya”.

“ck”. Dia berdecak “kau fikir aku tidak tahu Hyekyung? Hampir setiap hari kau mengeluh tentang sifat Ryeowook padamu, hampir setiap saat kau menangis karenanya, kau bilang dia berubah, bahkan kau sempat menuduhnya sudah tak mencintaimu lagi, tapi kenyataannya kau yang berselingkuh darinya, kau yang menduakannya kau yang menghkhianatinya kau yang…..”.

“CUKUP EONNIE”. Aku berteriak didepan Je Wo eonnie, bagaimana bisa dia berucap seperti itu? “aku tidak mempunyai hubungan apapun dengan Kang Minhyuk! Dan sebaiknya eonnie tidak perlu ikut bicara jika tidak tahu duduk permasalahannya”. Aku melangkah menuju kamar mandi.

“kau fikir aku tidak tahu?”. Langkahku terhenti saat mendengar ucapannya? Apalagi ini? “aku membuntutimu seharian ini. Ryeowook curiga kau berselingkuh di belakangnya, dan ternyata itu benar, kau menghkhianatinya! Dimana otakmu eoh? Memangnya apa kelebihan dari Minhyuk dibandingkan Ryeowook”. Untuk kesekian kalinya emosiku memuncak. Aku membanting keras pintu toilet.

Aku terduduk lemas di atas lantai Toilet yang cukup basah. Ku tekuk kedua kakiku dan memenjarakannya dengan kedua tanganku, membenamkan wajahku menyembunyikan butiran bening yang tengah membanjiri pipiku.

Bagaimana mungkin Je Wo eonnie bisa berbicara seperti itu? Aku mengenalnya sejak kecil, dia lebih dari seorang sepupuku bagiku, meskipun kami sering berbeda pendapat, tapi dia tidak pernah membentakku.

1 jam aku terisak di dalam toilet. Kepalaku pusing, rasanya air mataku ini telah habis.

TOK TOK TOK

Aku mengangkat wajahku saat mendengar suara ketukan pintu.

“Hyekyung-a, kau baik-baik saja?”. Terdengar suara cemas Je Wo eonnie dari balik pintu Toilet yang menjadi tumpuan punggungku.

“eumm”. aku tak mampu berucap suaraku masih tenggelam jauh dibawah isakanku.

“Mianhae, tidak seharusnya aku membentakmu, keluarlah”. Sedikit senyum terukir di sudut bibirku. Dia memang seperti itu. “Hyekyung, keluarlah jebal, jangan membuat eonnie khawatir seperti ini”.

Aku membuka pelan pintu toilet, Je Wo eonnie langsung memelukku.

“Mianhae Hyekyung-a, jeongmal mianhae”. Dia mengelus peran rambutku yang cukup basah. “minumlah”. Aku menerima segelas air mineral dari Je Wo eonnie, meneguknya(?) dengan cepat. “sekarang tenangkan dirimu, kau bisa menceritakan semuanya”. Aku mengangguk lalu berjalan menuju ranjang(?) ku diikuti oleh Je Wo eonnie.

—–ooOOoo—–

Sunday June, 3th 2012 19:21

Aku sudah bersiap di tempatku dengan beberapa crue untuk meliput acara MAMA. Tak lama beberapa artis masuk bergantian menuju tempat yang telah di sediakan oleh panitia, tepatnya beberapa langkah dari tempatku berada saat ini.

“chagi”. Bisik Je Wo eonnie saat melihat Siwon oppa muncul dari balik pintu, dia melambaikan tangannya pelan. “yak! Siapa yeoja itu. Awas kau Choi Siwon”. Dia berbisik pelan membuatku kembali melihat Siwon oppa. Aku terkekeh melihat Siwon oppa tengah berbincang dengan seorang yeoja.

“Dia Sunye Wonder Gilrs eonnie”. Bisikku tepat di telinganya, membuatnya mendelik hebat saat Siwon oppa dan yeoja itu berjalan melewati kami.

“yak yak yak! Hyekyung lihat itu. Kim Ryeowook bersama……..”. aku memalingkan wajahku segera saat mendengar namanya. Ryeowook oppa tengah masuk dengan seorang yeoja yang menggandeng manja tangannya. Seketika dadaku terasa sesak.

“Im Yonna”. Mataku tidak lepas dari mereka, terus mengikuti gerak-gerik mereka. Mata Ryeowook oppa menatapku dia sedikit mendelik saat melihatku tengah memperhatikannya yang kini sudah berada didepanku bersama Yonna yang masih setia menempelkan tangannya. Ingin sekali aku membunuhmu Im Yonna!. Dia berlalu tanpa menyapaku hanya tersenyum simpul kepada Je Wo eonnie yang berada di sampingku.

“Hyekyung-a”. Minhyuk sudah berdiri dihadapanku, aku tersenyum menghilangkan sejenak kekesalanku.

“annyeong Minhyuk-ssi”. Aku membungkuk sopan dihadapannya.

“kau terlihat cantik malam ini”.

“ye?”. Aissh sepertinya pipiku memerah.

“apa kemarin malam tidurmu nyenyak?”.

“ne”.

“semoga kita bisa menghabiskan waktu bersama lagi”. Ucapnya sambil mengacak rambutku.

“yak!” belum sempat aku mengomelinya dia sudah berlalu, Aissh menyebalkan.

“Hyung, aku ingin ke toilet sebentar”. Terdengar suara Ryeowook oppa yang memang berada tidak jauh dari tempatku, dia kembali melewatiku dengan menunduk, eh kenapa dia?.

“dia kenapa?”. Je Wo eonnie berbisik ditelingaku.

“molla~”. Aku menggeleng.

—000—

Akhirnya acara yang menyebalkan ini selesai. Hupt aku menghembuskan nafas panjang. Setelah berpamitan pada beberapa crue aku keluar dari gedung ini. Terlalu sakit untuk tetap berada di sana. Apalagi harus menyaksikan beberapa adegan dari Yonna dengan Ryeowook oppa. Yonna beberapa kali mencium pipi Ryeowook oppa saat Super Junior mendapatkan beberapa penghargaan, belum lagi saat mereka tengan duduk, dia benar-benar tidak pernah menjauh barang seinci-pun dari Ryeowook oppa. Berkali-kali kau menyeka air mataku tadi, aku hanya tidak ingin ada orang yang melihatku menangis disaat semua orang tertawa.

—–ooOOoo—–

Monday June 4th 2012 01:15 am

@ Nongsa Beach

 

Aku memandang laut Nongsa yang indah. Beberapa lampu terlihat sangat menyala dari daratan Singapura, yah memang pantai ini terlalu dekat dengan Singapura.

Aku menumpahkan semua air mataku disini, ku angkat tangan kiriku memandang sebuah cincin perak yang melingkar di jari manisku. Cincin ini pemberian dari Ryeowook oppa, sebelum dia menjadi seorang member Super Junior.

Flashback

 

Dadaku berdegup kencang saat melihatnya keluar dengan lemas dari gedung megah di hadapanku.

“ottoehkae oppa?”. Dia sama sekali tidak mengangkat wajahnya. Hari ini aku menemani Ryeowook oppa audisi. Entahlah aku tidak tahu keputusannya.

“aku”. Dia menggantungkan kata-katanya lalu mengangkat wajahnya dan menatapku “aku LoLos”. Aku masih membulatkan mataku saat Ryeowook oppa sudah memelukku. “Hyekyung, aku lolos, kau tidak senang?”.

“ye? Aissh tentu saja aku senang”. Aku memeluknya mengucapkan selamat padanya, meskipun sisi lain hatiku terus berteriak tidak terima.

—ooo—

“aku tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini”. Ryeowook oppa memandang Sungai Han disampingku. “minggu depan, aku akan di asrama, ada beberapa aturan asrama yang harus turuti, termasuk tidak boleh keluar asrama terlalu sering”.

Setetes air jatuh dari pelupuk mataku. Aku tahu maksudnya, aku tahu itu pasti akan terjadi. Selama ini aku selalu berusaha menutupi semua perasaanku, membiarkan dia meraih mimpi-mimpinya.

“Hyekyung”. Ryeowook oppa menggenggam erat tanganku “kau menangis?”. Aku menggeleng cepat, aku tidak ingin dia melihatku menangis. “apa kau berubah pikiran, aku akan mundur jika kau tidak mengijinkannya”.

Aku kembali menggeleng “teruslah berjuang oppa, kau harus buktikan padaku, kau mampu menjadi Shining star untukku, aku akan selalu mendukungmu, apapun yang terjadi”. Aku mencoba tersenyum meski hatiku berkata lain. Perasaanku berkata lain, seperti jarak tercipta saat ini juga.

Dia mengusap butiran bening yang telah mengalir cepat di pipiku “uljimma, aku harap kau akan selalu bersamaku, berjanjilah kau tidak akan meninggalkanku apapun yang terjadi”. Aku kembali mengangguk matanya begitu teduh saat menatap manik mataku, aku tahu diapun merasakan kesedihan yang sama denganku, seandainya aku mempunyai keberanian untuk berkata’Jangan’. Ryeowook oppa mengeluarkan sesuatu dari saku jaket yang dikenakannya. Sebuah cincin iia selipkan di jari manisku.

“ini memang hanya sebuah perak, tapi aku mohon jagalah, simpan cincin ini, aku janji, setelah aku menjadi Shining Star seperti yang kau inginkan aku akan memberikanmu yang asli 24 karat”. Dia tertawa, tapi bukan tawa bahagia, melainkan tawa yang sedikit memilukan untukku.

FlashBack End

 

Aku menggigit bibir bawahku sendiri. Menahan sesak yang terus memuncak, air mata terus berguguran dari mataku. Entah sudah berapa puluh air mata yang aku keluarkan untuknya. Ku rasa airmataku tidak akan habis untuk menangisinya. Seandainya aku bisa mengulang hari itu, aku akan mengatakan jangan! Aku akan mengatakan semuanya. Aku akan mengatakan bahwa aku tidak mau kau menjadi seorang artis oppa! Sesungguhnya itu membuat harak diantara kita semakin nyata. Aku mencintaimu, mencintai Kim Ryeowook-ku, bukan Ryeowook Super Junior.

Aku melepas cincin perak dari jari manisku. Ku kecup lama cicin itu. apakah memang semuanya harus berakhir, apakah memang aku harus melupakanmu, meninggalkan semua mimpiku bersamamu, melepasmu dari hidupku. Bisakah aku merasakan bahagia saat kau bahagia meskipun itu bukan bersamaku?

Bisakah aku hidup tanpamu? Tanpa mendengar suaramu, tertawamu, senyummu semua tentangmu adalah nafasku.

Aku memejamkan mataku masih mencium cincin perak pemberian-nya. Aku berharap ombak akan membawamu pergi, pergi jauh dari hidupku, aku berharap cerita ini berakhir sampai disini, sekembalinya aku ke Seoul aku akan bisa melupakanmu, meninggalkan kisah sedihku di pantai ini.

Aku membuka mataku pelan, padanganku sedikit kabur oleh beberapa air yang menggenang dipelupuk mataku. Ku angkat tangan kananku yang memegang cicin perak-nya ke atas. Selamat tinggal oppa. Aku mengayunkan pelan tanganku kebelakang dan menghempaskannya dengan cepat ke arah laut.

“AKU AKAN HIDUP TANPAMU KIM RYEOWOOK” aku berteriak sebelum benar-benar melemparkan cincin yang masih aku genggam ke laut.

“apa yang kau katakan?”. Tubuhku membeku mendengar suara seorang namja dari belakangku, ku balikkan tubuhku pelan berharap ini bukan sebuah alusi, bukan sebuah mimpi. Mataku membulat menatap seorang di hadapanku dia……..

.

.

.

.

To be Continud

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: