One Fine Spring Day [Twoshoot] 2 OF 2

 

Gambar

Title: One Fine Spring Day

Author: Ophiie Ryeosomnia a.k.a Shin Hye kyung Istri syah dan Istri Pertama sekaligus Istri Terakhir dari Kim Ryeowook.

FB: DheAjheng Ophy Alanuviracuitcuit

Twitter: @ophiie_unyu (Follow yah)XD

Cast: Kim Ryeowook, Shin Hye Kyung, Kim Jong Won (Yesung)

Genre: Romance

Leght: Twoshoot

Chapter: 2 OF 2

Disclaimer: FF ini milik saya, Ryeowook oppa juga milik saya, Don’t Bashing, don’t Plagiat dilarang Copas sembarangan!

ini part 2 nya author publish cepet karena emang di part sebelumnya masya alloh, comentnya banyak banget (meskipun ntu comentnan nggak jelas author ame si @ulul kuzzoru, yang age stress… XD, tapi gpp, author tetep seneng, dan ini dia part 2 nya

 

^HAPPY READING^

Sumarry

#saat ku tak lagi akan ada disampingmu, saat ku tak lagi akan memelukmu, menghapus setiap butiran bening dipipimu, biarkan tangan lain yang menggantikanku, percayalah, I WILL ALWAYS LOVE YOU meskipun aku tak ada disampingmu

#tak pernah aku berfikir kehilanganmu, tak bisa ku bayangkan hidupku tanpamu, bawalah aku bersamamu, bersama tanah dingin yang kini menyelimuti tidur panjangmu.. I KNOW YOU WILL ALWAYS LOVE ME

#berhentilah menangisi seseorang yang tak akan pernah kembali dalam kehidupanmu, menengoklah, ada hati yang selalu menunggu cintamu

Preview:

mataku seketika terbuka saat aku mendengar suara sempritan mobil diluar, aku bergegas keluar kamar mendekati balkon dan kulihat mobil eomma wookie oppa sedang meraung-raung minta dibukakan pintu gerbang, saat mobil sudah merapat, kulihat seseorang keluar dari mobil, seorang namja yang sedang ku tunggu, keluar dan berjalan menuju rumah, dia menggunakan sweter biru pemberianku saat universary kami yang pertama, sebuah syal berwarna biru juga menggelayut indah menutupi lehernya, syal itu hadiah dariku yang kurajut dengan tanganku sendiri dan ku tuliskan namanya dan namaku di bagian bawah syal itu, aku tersenyum melihatnya, tanpa kusadari aku meneriakinya..

“oppaa” aku berteriak dari balkon kamarku, bisa kulihat dia sedikit terkejut dan memandangku, aku melambaikan tangan, tapi dia tidak membalasnya, dia hanya tersenyum dan bergegas masuk kerumahnya

“oppa” panggilku sekali lagi, tapi dia tidak menoleh kearahku dan dengan sangat kecewa aku berlari menuruni tangga rumahku, sepintas ku lihat eomma dan yesung oppa keluar dari dapur menghampiriku

“chagi.. di luar hujan” kata eomma menyusulku, tak ku hiraukan mereka berdua, yang aku ingin hanya meminta penjelasan dari wookie oppa.. aku berlari keluar rumah berharap wookie oppa masih ada didepan rumahnya, namun sudah sepi, aku tetap menghampiri rumahnya ditengah hujan aku berteriak memanggilnya, menggoncang-goncangkan pagar besi rumahnya, aku menangis, seandainya aku tak terisak tak ada yang tahu kalau aku menangis, karena hujan sudah bercampur dengan air mataku, aku tertunduk lemah, “sungguh aku putus asa oppa” bisikku disela-sela tangisku.

One Fine Spring Day(n_n)

Ryeowook pov

“oppa” terdengar suara seseorang yang tak asing di telingaku, dia tepat dihadapanku, diatas balkon rumahnya “hye kyung” bisikku sambil tersenyum kearahnya, dia melambaikan tangan ke arahku, aku tidak membalasnya, bukan karena aku tak mau, hanya saja aku tidak ingin dia melihatku menangis, yah aku memang sedang terisak sekarang, aku segera masuk kedalam rumahku tanpa menoleh kepadanya lagi, masih bisa ku dengar dia berteriak memanggilku, tapi aku tak menghiraukannya.. “mianhae hye kyung… mianhae” bisikku saat aku sudah berdiri dibelakang pintu, kurasakan kini airmataku tumpah, aku memang terlalu cengeng sebagai seorang namja, eomma keluar dari kamarnya dan menatapku, bisa kulihat butiran bening masih tersisa di pipi eomma..

“temuilah dia chagi” eomma membujukku

“ani eomma” jawabku yang semakin terisak, “bruugh” eomma terduduk dilantai dan aku langsung memeluknya “eomma” aku membantunya berdiri, namun kudengar pintu gerbang rumahku berbunyi, aku alihkan pandanganku kejendela dan segera melihat lewat celah-celah kordin rumahku, dia disana, bersama hujan yang semakin deras, ku dengar dia meneriakkan namaku,, aku semakin terisak melihatnya, “pulanglah hye kyung” ucapku lirih, aku tak sanggup melihatnya seperti ini.

“temuilah dia” eomma kembali membujukku, aku menunduk lemah, apa yang harus aku lakukan, kurasakan tangan eomma memelukku, dia mengusap air mataku.. “temuilah dia, bicaralah padanya.. kau mencitainya bukan?” tanya eomma sambil mengusap air mataku, aku tidak menjawab “lakukanlah demi dia yang sangat mencintaimu… “ eomma menepuk bahuku pelan memberi semangat aku menghela nafas panjang, dengan langkah yang cukup berat, kulangkahkan kakiku menuju pintu dan membukanya, kutatap yeoja yang sangat kucintai itu, dia tersenyum, dan kualihkan pandanganku sesaat pada 2 orang yang sedang berdiri mematung diseberang jalan, yesung dan eomma hye kyung, merekapun tersenyum, aku melangkah mendekatinya yang berdiri didepan teralis besi rumahku..

“oppa” ucapnya saat aku sudah berdiri tepat dihadapannya

Ryeowook pov end

Hye kyung pov~

Aku tersenyum saat melihatnya keluar dari rumahnya, dia berjalan kearahku…

“oppa” ucapku saat dia tepat dihadapanku, aku menghambur kepelukannya, bisa kurasakan hujan mulai reda saat itu, dia memelukku erat, mengusap rambutku dengan lembut…

“mianhae”bisiknya dengan suara yang tertahan, entahlah, aku merasa dia sedang menahan sesuatu sehingga membuat suaranya hampir hilang, dia melepaskan pelukanku dan menatapku lekat “kau sudah makan?” tanyanya sambil menyentuh pipiku yang basah, aku menggeleng, dia menjitak kepalaku lembut “babo! Kau lupa radang lambungmu bisa kambuh kapan saja?” ucapnya sedikit kesal lalu memelukku lagi

“bagaimana aku bisa makan kalau oppa tiba-tiba ‘menghilang’” ucapku menekan kata-kata menghilang

“hupt” dia menghela nafas panjang “mianhae sudah membuatmu khawatir chagi” ucapnya penuh penyesalan

“sebenarnya oppa pergi kemana? Kenapa tidak memberitahuku? Apa yang oppa sembunyikan dariku? Kenapa oppa…..” akhirnya aku menangis, aku tidak sanggup melanjutkan kata-kataku, dia memelukku begitu erat..

“mianhae chagiya.. jeongmal mianhaeyo” sepertinya dia juga menangis “tadi aku mengunjungi makam appaku di incheon” jawabnya “mianhae aku tidak memberitahumu, aku lupa membawa ponselku, dan ternyata batrenya low, jadi mati” dia menjelaskan, aku mengangguk, meskipun aku masih belum bisa menerima penjelasannya..

“berjanjilah satu hal padaku oppa” bisikku sangat lirih

“ne, “ dia berucap mantap

“jangan pernah lakukan itu lagi, jangan pernah pergi tanpa memberitahuku, aku takut oppa meninggalkanku, ajak aku kemanapun oppa pergi” ucapku bertubi-tubi, dia tidak menjawab

“oppa” aku menatap wajahnya meminta jawaban, dia tersenyum

“yang mana yang harus aku tepati” tanyanya

“semuanya”

“aigoo.. kalau semuanya itu bukan satu hal chagi, tapi itu banyak hal” ucapnya seraya menoel hidungku

“apa itu sulit buat oppa?” aku kesal padanya, bisa-bisanya dia bercanda disaat seperti ini, dia kembali tersenyum#aissh si oppa kebanyakan senyum nih

“aku tidak janji” jawabnya dan tentu saja membuatku kecewa

“oppa” aku mencubit perutnya

“aawww… yak kau ini” diamemukul tanganku pelan aku memanyunkan bibirku tanda kesal, dia tersenyum dan menarikku kepelukannya “ne.. ne.. kalau aku ajak kau keneraka, apa kau juga mau ikut?” bisiknya sedikit tertawa sepertinya

“asalkan disitu ada oppa, aku akan ikut” jawabku yang langsung di balas dengan jitakan kecil dikepalaku

“babo!” ucapnya dan tertawa.. tapi aku merasa dia sedikit menghela nafas berat, dia menatapku saat ini dia mengusap pipiku dengan punggung tangannya, menyentuh rambutku yang terurai basah karena air hujan “chagi… berjanjilah, kau tidak akan pernah mengeluarkan airmatamu lagi” ucapnya sambil terus menjelajahi wajahku dengan tangannya

“oppa..”aku memegang  tangannya yang masih di wajahku “asalkan oppa disampingku, aku pasti tidak akan pernah menangis” ucapku tersenyum, dia juga tersenyum, dia mengecup keningku “kajja.. aku antarkan kau pulang” ucapnya menggandeng tanganku menuju rumahku yang berhadapan dengan rumahnya, eomma dan yesung oppa menyambut kami

“eomma” ucap wookie oppa saat eomma tersenyum padanya, eomma memeluknya, sangat erat.. entahlah kenapa eomma seperti itu, eomma menarik nafas panjang sebelum melepaskan pelukannya, begitupun yesung oppa dia memeluk wookie, apa-apan ini.. seperti adegan mau perpisahan,.. aku mendesah kesal

“hyung, aku titip ‘spring’ ku yah” ucapnya pada yesung oppa. Sedangkan yesung oppa hanya diam, tak menjawab, ku lihat matanya merah.. menangis kah? apa dia bilang? Menitipkan ‘spring’nya?

“apa maksud oppa?” tanyaku padanya tak mengerti, dia tersenyum

“ani.. chagi” kini dia melangkah ke arahku dan mengacak-acak rambutku, eomma dan yesung oppa masuk untuk membiarkanku bersama wookie oppa

“spring apa maksud oppa?” aku ingin tahu apa itu

“bukan apa-apa” dia terkekeh saat melihat ekspresi kesalku “spring itu musim semi” jawabnya, babo aku juga tahu.. dia mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, sebuah kotak berwarna biru (warna kesukaanku) “untukmu chagi” dia menyerahkan kotak itu aku menerimanya.. tiba-tiba jantungku berdebar, ku buka perlahan kotak itu, sebuah kalung dengan sebuah bintang dan ada bulan ditengahnya sebagai liontinnya (bayangin aja kalung yang dikasih gojun pyo buat gem jandi.. bbf punya) aku tersenyum

“indah sekali oppa” bisikku masih memandangnya

“lihat..” wookie oppa mengambil kalung itu “bintang ini sebagai aku, dan bulan ini kau, kau akan selalu ada di bagian hidupku.. aku akan selalu bersamamu, dan kau pun akan selalu bersamaku” ucapnya yang tentu membuatku terharu kemudian dia membalikan kalung itu dan terlihat sebuah huruf ‘R&H’

“ryeowook dan hye kyung” ucapku menebak

“bingo” jawabnya lalu memasangkan kalung itu di leherku, dia memelukku dari belakang dan berbisik

“saranghaeyo chagiya” dia memutar tubuhku, mendekatkan wajahku ke wajahnya, aku menutup mataku, aku merasakan nafasnya menerpa wajahku lembut, tapi aku harus berbalik dan “hashimm” aku membalikan tubuhku, aku tersenyum polos meminta maaf, dia terkekeh.. “masuklah, sepertinya kau tidak akan pernah bisa bersahabat dengan hujan” ucapnya, memelukku erat dan mengelus rambutku, “jaga dirimu baik-baik” ucapnya lalu mengecup keningku dia berlari kearah rumahnya dan menghilang masuk kerumahnya, dengan senang hati aku masuk dan melihat eomma dan yesung oppa yang masih duduk di ruang keluarga, mereka menatapku, lalu yesung berdiri pamit pulang, eomma menatapku yang masih tersenyum sambil memegang kalung pemberian wookie oppa..

“apa itu dari wookie?” tanya eomma mendekatiku

“ne” jawabku sambil tersenyum “bagus kan eomma?” tanyaku meminta pendapat eomma

“ne, sangat cantik” jawab eomma sambil menyeka air matanya lalu memelukku, aku tidak tahu kenapa eomma tiba-tiba menjadi cengeng seperti ini? “istirahatlah” kata eomma saat melepaskan pelukannya dan aku segera berlari kekamarku.

Yesung pov~

Aku keluar dari rumah milik keluarga shin dengan sedikit air mata yang tersisa, entah kenapa aku menjadi cengeng seperti ini, sakit memang saat melihat orang yang kita cintai bersama orang lain, walaupun dia terlihat bahagia, tapi aku tidak bisa bahagia, aku memasuki rumahku yang sepi.. sepertinya eomma belum pulang, eomma ku seorang dokter spesialis kanker yang bertugas di salah satu rumah sakit dikorea, ayahku seorang rektor salah satu perguruan tinggi swasta di seoul, mereka semua sibuk, tak ada waktu untukku, akupun lebih sering menghabiskan waktuku bersama keluarga wookie atau hye kyung, meskipun tak ada appa, setidaknya wookie masih beruntung mempunyai eomma yang selalu ada untuknya, sedangkan hye kyung,  appa nya yang memang seorang tentara, hanya 1 bulan sekali mengunjungi mereka, tapi dia masih beruntung bisa mempunyai waktu sehari penuh bersama kedua orangtuanya saat ayahnya pulang, aku memasuki kamarku yang cukup luas, merebahkan tubuhku di tempat tidurku yang cukup besar, teringat kata-kata wookie “hyung, aku titip ‘spring’ ku yah”  tentu saja itu membuatku sedikit terhenyak, aku memang mencintainya, tapi aku tidak suka dengan bahasa ‘titip’ itu sangat menggangu pikiranku, apa maksudnya berkata titip? Aku menutup mataku terbayang saat musim semi tahun lalu

Flash back

Ini adalah malam minggu, seperti biasa pukul 7 tepat aku turun dari kamarku, biasanya aku, wookie dan hye kyung menghabiskan malam minggu bersama, namun langkahku terhenti saat aku melihat mobil wookie parkir tepat didepan rumah hye kyung, tak lama mereka berdua keluar dari rumah, mau kemana mereka? Aku mendekati jendela dan melihatnya, hye kyung menggunakan gaun berwarna biru, dia terlihat sangat cantik, hatiku sedikit sakit saat mereka pergi tanpa memberitahuku, apa yang sebenarnya mereka sembunyikan dariku? Aku kembali ke kamarku, merebahkan tubuhku diatas tempat tidurku, 1 jam kemudian aku bangkit dan menatap keluar.. “belum pulang” gumamku gelisah, yah aku memang sudah benar-benar gelisah, sampai pukul stengah 10 malam, aku mendengar suara mobil yang diparkir di depan, aku langsung menengoknya, “mereka sudah pulang,” aku hendak memanggil mereka namun kuurungkan saat ku lihat wookie tanpa segan mencium kening hye kyung,, “apa yang mereka lakukan?” aku menjerit dalam hati, ku lihat hye kyung tersenyum dan masuk kerumahnya, tak lama hp ku berdering, ‘hye kyung’ nomornya menari-nari di layar hpku, aku mengangkatnya berusaha menahan amarahku

“oppa” serbunya tanpa basa-basi

“gwaenhcanayo” ucapku tak bersemangat

“oppa tau aku dari mana?” tanyanya membuatku sedikit kesal

“ani” jawabku dingin

“oppa, tau, hari ini aku sangat bahagia” ucapnya

“waeyo?” tanyaku masih tak bersemangat

“akhirnya, wookie oppa menyatakan perasaannya padaku.. ah oppa, aku sangat sangat sangat bahagia” ucapnya yang tentu sukses membuat telingaku panas, aku tidak menjawabnya, tak terasa butiran bening menetes dari pipiku, kenapa? Kenapa harus wookie? Apa kau tidak tahu kalau aku juga mencintaimu hye kyung? Kenapa kau menerimanya? Kenapa kau tidak menunggu pengakuan ku? Kenapa..? tanpa terasa aku mematikan sambungan teleponnya, hatiku hancur saat itu.. apa kau tau hye kyung?

Okee flash back end

Aku menyeka air mata yang tiba-tiba keluar dari mataku, salahkah aku yang mencintaimu juga hye kyung? Ah, kenapa jadi sedih seperti ini.? Kuputuskan untuk menatap layar televisiku, hari ini eomma hye kyung memberiku kopi, sehingga aku susah memejamkan mata, ku lirik jam yang menggantung indah dikamarku jam 2 pagi waktu seoul, aku masih belum bisa terlelap, sampai suara hp ku berdering ‘hye kyung home’ ada apa? Kenapa menelponku tengah malam begini, aku langsung mengangkatnya

“nyeobseo?” sapaku ramah

“yesung.. tolonglah keluar kejar hye kyung” ucap seorang dari ujung telepon, suaranya parau, khawatir dan sedikit tergesa-gesa

“maksud eomma” aku tahu itu eomma hye kyung yang menelpon

“hye kyung sedang mengejar mobil wookie, tolonglah kejar dia yesung” aku langsung menutup sambungan telepon, dan berlari keluar, benar, seorang yeoja sedang berlari mengejar mobil yang sudah mulai tak terlihat, aku pun segera berlari menyusulnya, ku lihat dia terduduk lemas dijalan yang sepi… “tunggu aku hye kyung, tunggu aku” aku berlari semakin cepat mengejarnya, ku rengkuh badannya saat dia mulai tak sadarkan diri.

Hye kyung pov~

malam ini aku benar-benar tidak bisa tidur dengan nyenyak, entah kenapa aku sering terbangun, berkali-kali aku terbangun, ku lihat jam yang terduduk manis di samping tempat tidurku, jam 2 kurang, aku mendesah pelan, kenapa malam begitu lama? Aku bangun dan membuka horden kamarku, aku ingin melihat rumah wookie oppa, tapi ku lihat seseorang keluar dari rumah, bukan, bukan seseorang tapi 2 orang memapah seorang namja di tengahnya, menuju mobil dan kedua orang tadi memasuki mobil dengan tergesa,, “oppa” bisikku dan langsung keluar kamar menuruni tangga, dan berlari kecil… “hye kyung” suara eomma yang mungkin mendengar suara langkahku yang cukup tergesa-gesa, aku tidak menghiraukannya aku keluar rumah dan mendapati mobil wookie oppa melintas di hadapanku,, “oppa” teriakku saat ku lihat dia ada didalamnya, aku juga melihat eommanya yang telihat begitu khawatir, namun mobil itu tak menghiraukanku, aku terus berlari mengejarnya, aku tidak tahu mereka mau kemana, yang aku tahu aku harus ikut,, aku terus berlari sampai kaki ku rasanya tidak sanggup berlari, akhirnya aku terjatuh.. “oppa… tunggu aku…” aku semakin lemas, aku menangis disela-sela nafasku yang semakin tidak beraturan, pandanganku pun semakin kabur melihat mobil wookie oppa yang sudah tidak terlihat.. akhirnya aku tak sadarkan diri.

*****

Aku terbangun saat matahari mulai masuk lewat jendela kamarku, mataku panas, berat sekali kepalaku, aku mencoba membuka mata lebih lebar, tapi sia-sia, mataku tidak bisa terbuka lebih lebar lagi, aku beranjak dari tempat tidurku dan segera menatap wajahku di cermin “astaga.. mataku” ku pegang lembut kedua mataku yang berubah besar,, kenapa? Ah aku teringat kejadian semalam yang membuatku menangis sampai tidak sadarkan diri inikah akibat tangisanku semalam, mataku jadi sembab, belum sempat aku berfikir jernih eomma mengagetkanku

“kau sudah bangun? Ayo kita makan” ajak eomma tersenyum padaku, ku ikuti saja eomma yang berjalan didepanku  menuruni tangga dan masuk ruang makan, terlihat seorang namja sedang melahap beberapa makanan didepannya..

“apa yang oppa lakukan disini?” ucapku kaget saat melihat yesung oppa sudah berada dirumahku sepagi ini, dia menatapku dan langsung mebulatkan mulutnya menatapku “wae?” tanyaku melihat reaksinya

“matamu?” dia menatap mataku yang sembab

“hasil menangis semalam” jawabku santai “apa sudah ada kabar dari wookie oppa?” tanyaku sambil duduk di kursi dekat yesung oppa, eomma dan yesung oppa tidak lantas menjawab, mereka hanya saling berpandangan aku pun ikut memandang mereka

“ah, makanlah makananmu, nanti dingin” ucap eomma tidak menjawab pertanyaanku, aku menurut, kupikir, mungkin nanti saja aku bertanya lagi, terlebih aku merasa cacing-cacing diperutku sudah berdemo, ku santap dengan lahap makan yang ada di hadapanku, sepertinya mereka tersenyum melihatku sangat ‘bernafsu’ aku masih menyantap makananku saat telepon rumah kami berbunyi, eomma yang mengangkatnya,

“nyeobseo” terdengar di telingaku suara eomma

“…………..”

“mwo??” aku mendengar nada terkejut eomma dan langsung menatap wajahnya, ku lihat eomma menutup mulutnya dengan tangannya, dan segera menutup telpon, aku memandang yesung oppa yang juga kaget melihat ekspresi eomma, akhirnya tanpa dikomando aku dan yesung oppa beranjak mendekati eomma..

“gwaenchana eomma?” tanyaku khawatir

“gwaenchana chagi, lanjutkan saja sarapanmu, eomma ke toilet sebentar ne” ucap eomma mengecup ujung kepalaku dan berlalu, ku alihkan pandanganku kearah yesung oppa yang berada disampingku

“aku ingin mengambil sesuatu di kulkas” ucapnya berlalu dari hadapanku menuju kulkas yang terletak didekat ruang masak, sebenarnya ada apa? Tiba-tiba saja perasaanku tidak enak, aku ikuti mereka, ku lihat mereka sedang berbisik di dekat pintu belakang rumahku, aku mendengarkan dari balik tembok yang memisahkan ruang makan dan ruang masak

“apa yang terjadi eomma?” terdengar suara yesung oppa begitu khawatir

“sepertinya kita harus memberitahu kyungi semuanya” ucap eomma tidak kalah khawatir.. memberitahuku semuanya? Apa? Apa yang tidak aku ketahui? Apa yang mereka sembunyikan dariku?

“apa eomma yakin?” terdengar keraguan dari yesung oppa, tak ada jawaban dari eomma, tapi sepertinya eomma mengangguk, aku mendengar desahan nafas yang begitu berat

“apa sesuatu yang buruk telah terjadi eomma?” tanya yesung oppa membuatku semakin membuka telingaku, tak ada jawaban dari eomma,

“dia tidak sadarkan diri semenjak cemo dini hari tadi” DEG… ucapan eomma benar-benar sukses membuat jantungku berhenti sesaat, ‘dia’ ku cerna kata-kata eomma.. ‘dia’ sekali lagi pikiranku mengulangi ucapan eomma siapa kira-kira ‘dia’ yang dimaksud eomma

“aku tidak tahu harus bagaimana cara mengatakannya eomma” ucap yesung oppa lirih,

“tapi kita harus mengatakannya yesung, apapun yang terjadi kyungie harus tau apa sebenarnya yang menimpa wookie”

DEG……. kembali kata-kata eomma membuat jantungku semakin berdebar

“seharusnya aku yang mengalaminya, seharusnya bukan wookie yang harus menanggung penyakit terkutuk itu, seharusnya aku yang diambang kematian bukan dia” #plak! Ucapan yesung oppa benar-benar menampar jantungku, tak terasa kakiku melangkah mundur dan menyenggol sesuatu “pyaaarrrrrrr” sepertinya sebuah vas bunga milik eomma terjatuh, tak lama eomma dan yesung oppa sudah berada didepanku

“chagi” ucap eomma lirih menatapku yang sudah terduduk lemah didekat puing-puing vas bunga yang kujatuhkan tadi, kurasakan butiran bening itu sampai di pangkal bibirku, eomma memelukku yang masih terdiam tak bergerak

“apa yang kalian bicarakan tadi.. itu bercanda kan? Eomma tidak serius dengan ucapan eomma kan?” aku terisak

“mianhae chagiya mianhae” ucap eomma ikut terisak

“oppa” aku menatap yesung oppa yang masih mematung “katakan, oppa hanya bercanda, katakan oppa” aku berteriak kini dia menatapku dan langsung membantuku berdiri

“mianhae” ucapnya lirih dengan mata yang merah menahan tangis

“kenapa tidak ada yang memberitahuku oppa? Kenapa?” aku membentaknya sekali lagi, dia kini memelukku

“mianhae” ucapnya sekali lagi

*****

Mobil yang dikendarai yesung oppa melaju menuju incheon, aku duduk dikursi belakang sambil terus terisak, mengingat ucapan yesung oppa padaku tadi.

“wookie, sebenarnya sudah lama dia mempunyai penyakit leukimia, kau tahu bahwa 85% seseorang yang menderita kanker itu menular kepada keturunannya?” yah memang appa wookie oppa meninggal karena leukimia saat itu “dia menyembunyikannya dari semua orang yang menyayanginya, eommanya, aku, eommamu, dan kau, dia tidak ingin membuat orang yang dia sayangi ikut menderita karenanya, dan kau masih ingat amplop putih yang kau temukan diatas meja wookie 2hari yang lalu, itu adalah hasil tes laboratoriumnya, dia menceritakannya padaku malam harinya, mianhae aku tidak menceritakannya padamu, dia melarangku bercerita padamu, eomma juga sudah tahu, dan dia juga melarang eomma menceritakan semuanya padamu, soal kemarin dia tidak masuk sekolah, kau tahu, dia baru saja selesai menjalani chemo, tapi ternyata penyakit terkutuk itupun datang lagi dan sampai dinihari tadi dia pun harus dibawa kerumah sakit untuk di chemo, kau tahu betapa menderitanya dia mengingat kematian yang sedang menantinya? Terlebih dia harus meninggalkan mu dan eommanya yang sangat dia cintai” terngiang kata-kata yesung oppa difikiranku, mobil merapat disalah satu tempat parkir, aku menatap gedung yang berada didepanku, gedung ini sama saat aku mengunjungi appa wookie oppa dulu, dulu appanya juga dirawat ditempat ini, eomma dan yesung oppa memapahku, kami memasuki lorong sempit yang kana-kirinya terdapat pintu, mungkin sebuah kamar, sampai kami berhenti didepan sebuah pintu yang terbuka kecil, yesung oppa membuka pintu itu sedikit lebar supaya aku bisa melihat kedalamnya, terlihat seorang namja yang sangat aku cintai sedang duduk dikursi roda bersama 2 orang eomma, eomma nya dan eomma yesung oppa, dia tersenyum saat melihatku datang, aku menghela nafas berat saat melihat perubahan pada dirinya yang terbilang sangat singkat, tubuhnya kini lebih kurus dari kemarin malam, bahkan aku baru sadar kalau rambutnya mulai berkurang, mungkin akibat chemo? Rambutnya menjadi rontok? Itulah yang aku tahu, tanpa aku sadari dia sudah ada disampingku

“oppa” ucapku sendu saat dia memegang tanganku, tangannya dingin

“bisakah kau menemaniku jalan-jalan kyungie?” ucapnya lembut, ‘kyungie’ dia tidak pernah memanggilku seperti itu, aku mengangguk, ku dorong kursi rodanya menuju sebuah taman kecil di belakang gedung ini “disini saja” dia menahan tanganku agar aku tidak melanjutkan mendorong kursi rodanya, dia menarik tanganku sampai aku berada didepannya, dia menghapus butiran air mataku dengan lembut

“bukankah sudah ku katakan, jangan pernah kau keluarkan air matamu lagi chagi?” ucapnya memandang mataku, aku mengangguk, susah rasanya bersuara saat ini “aku ingin menghabiskan saat terakhirku bersamamu” ucapnya masih memandangku

“oppa” aku menutup bibirnya dengan jari telunjukku “jangan pernah bicara seperti itu, oppa akan selamanya disisiku” ucapku lirih,dia meraih tanganku lembut

“jadilah wanita yang tegar, jangan menyerah pada keadaan… wujudkan cita-citamu, belajarlah dengan tekun, buatlah aku bangga, mempunyai seorang yeojachingu sepertimu” dia mengecup keningku lembut, aku memeluknya, dia membelai rambutku

“jaga dirimu baik-baik, aku sangat sangat mencintaimu shin hye kyung, kemarin, hari ini, dan selamanya percayalah i will always love you, meskipun aku tak berada disampingmu, saranghaeyo kyungie” bisiknya

“nado saranghaeyo oppa” aku semakin erat memeluknya, ku dengar dia menarik nafas panjang dan menghembuskan perlahan, ku rasakan tangannya yang tadi memelukku kini terjatuh disamping badannya yang sudah lemas, aku sandarkan tubuhnya, ku lihat matanya tertutup “oppa” bisikku mencoba membangunkannya “oppa” aku semakin takut saat dia tak juga membuka matanya “oppa” aku berteriak dan membuat beberapa orang mendekati ku, eomma langsung merengkuhku menjauh dari tubuh wookie oppa, dan membiarkan eomma yesung oppa memeriksanya “dia sudah kembali”ucap eomma yesung oppa yang tentu saja membuat eomma wookie oppa menjerit histeris “wookiee………………………” aku hanya menggeleng.. tak percaya dengan apa yang baru saja aku dengar, aku sama sekali tidak pernah membayangkan hidupku tanpanya, aku terjatuh.. yah, aku tidak bisa melihat apapun, tiba-tiba pandanganku gelap, dan dikegelapan itu aku melihat wookie oppa melambaikan tangan padaku seraya berkata ‘aku mencintaimu selamanya my spring’

Aju meolli, aju meolli geudaega inayo sashil nan geudaega maeil geuri unde

Aju jageun, aju jageun saso han geoteuredo maeil geudaega saeng gagi na

@@@@@

5 tahun setelah kematian wookie oppa, aku kembali kekorea, yah, selama 5 tahun itu aku menyelesaikan study ku di california, aku benar-benar tidak bisa meneruskan studyku di korea dan akhirnya orangtuaku mengirimku ke california, aku memandang tanah incheon yang sangat aku rindukan, tuan lee supir pribadi keluargaku sudah menanti didepan pintu airport, aku tersenyum melihatnya

“selamat datang nona” ucapnya saat melihatku

“ne,” aku masuk ke mobil dan melaju ke seoul “ah, tuan lee, bolehkah kita mampir sebentar ke suatu tempat?”

‘ne, tentu nona” ucap tuan lee ramah, mobil berhenti tepat di gerbang pemakaman elit di incheon, ku langkahkan kakiku menuju sebuah makam yang sangat aku rindukan… aku berjongkok didepannya terlihat makamnya bersih dan sangat terawat, ku letakkan sebuah bunga lili diatasnya… aku mencium nisannya

“apa kabar oppa? Jeongmal bhogoshipo” ucapku disisi makam itu “apa kau juga merindukanku?” aku seperti orang gila, berbicara sendiri “kau ingat hari ini hari apa oppa? Ini tepat 6 tahun hari jadi hubungan kita, saat musim semi, seharusnya kau ada disini oppa, melihat keberhasilanku” tak terasa aku meneteskan air mataku “aku masih tidak percaya kau meninggalkanku, aku masih berharap ini semua mimpi.. aku sungguh…” kata-kataku terhenti, ku rasakan air mataku semakin deras menghujani pipiku “aku sungguh masih mengharapkanmu disini oppa, aku sangat..”aku kembali menyeka air mataku “sangat merindukanmu…”

“nado bogoshipoyo” suara seseorang mengagetkanku, aku menoleh melihat orang yang menyautiku

“oppa” aku melihat seorang namja mengenakan setelan jas hitam dan tersenyum ke arahku

“apa kau juga merindukanku kyungie?” tanyanya mendekat ke arahku

“tentu saja aku merindukanmu juga oppa” jawabku sedikit tertawa melihat yesung oppa

“baguslah kau tidak melupakanku” ucapnya dan berdiri di hadapanku, dia meraih kedua tanganku, menatap kedalam mataku

“shin hye kyung, disini, ditempat terakhir wookie, dihari ini, dihari yang sangat bahagia untukmu dan wookie, aku ingin mengatakan sesuatu padamu..” aku tidak menjawabnya dia menghela nafas panjang “shin hye kyung… will you marry me?” hah? Aku sedikit shock mendengar pertanyaannya, “aku tahu, aku tidak akan pernah bisa menjadi seorang wookie, aku juga tidak mungkin bisa memiliki hatimu seperti wookie memiliki hatimu, tapi cintaku sama besar dengan yang dia berikan padamu, dan aku sudah berjanji padanya untuk menjaga ‘spring nya’ yaitu kau, izinkan aku menggantikannya untuk merangkulmu saat kau rapuh, meskipun aku tahu aku tidak bisa menggantikannya.. akuu..” aku tidak membiarkan dia melanjutkan kata-katanya, aku memeluknya, dia bernafas lega sepertinya “saranghaeyo hye kyung” ucapnya membelai rambutku

“nado saranghaeyo oppa” bisikku pelan dalam pelukannya… wookie oppa mianhae, jeongmal mianhae oppa.. aku sangat mencintaimu, kau akan selamanya berada di tempat yang paling indah dihatiku hari ini dihari tepat ke 6 tahunku dengan wookie, akupun menemukan ‘one fine spring day’ ku ‘satu hari indah dimusim semi’

Aju meolli, aju meolli meon gose ineyo geudaeye maeireun bom narira mideo

Aju meon nal, aju meon heunal geudae nareul mannamyeon neul hamkke yeotago yaegi haejwo

THE END

Ottoehkae? Ottoehkae? Apakah cukup membuat readers meneteskan air mata? Bagi yang meneteskan, selamat anda masih punya hati, bagi yang tidak, mungkin air mata nya sudah habis? Hhooo… terimakasih buat readers yang masih menyempatkan membaca ff gaje saya, saya tidak memaksa readers untuk coment, sudah dibaca saja ff saya, saya sangat berterimakasih, oke, akhirnya author permisi dulu, mau melangsungkan ijab kabul sama yesung oppa

#plak! Dijitak wookie oppa, anni maksudnya melangsungkan pernikahan dengan wookie

#dicium wookie

#dibakar readers

#lupakan! Abaikan, jangan hiraukan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: