Love In Chritsmas [Squel Of I Just Wanna Say I Love You]

Gambar

Titlle: Love In Chritsmas

 

Author: Ophiie Ryeosomnia aka Shin Hye Kyung Istri Syah dan Istri Pertama Sekaligus istri terakhir dari Kim Ryeowook.

 

Cast: -Lee Donghae Super Junior as Lee Donghae

          -Fey Elfshawol Yonghwoni as Choi Eunjin

          -All Member SUJU

          -Other Cast

 

Leght: Oneshoot

 

Rated: PG +16

 

FB: DheAjheng Ophy Alanuviracuitcuit

 

Twitter: @ophiie_unyu (follow yah)XD

 

Disclaimer: FF ini milik saya, hasil murni buah cinta saya dengan Ryeowook oppa, Don’t bashing don’t Plagiat dilarang Copas sembarangan. Semua cast yang main di FF ini adalah milik Tuhan yang maha esa, dan tentu saja milik orangtua masing-masing, kecuali Ryeowook oppa, dia juga milik saya.

 

Soundtrack: You Are My Everything – Lee Donghae

 

Annyeong~, Author galau dataaang :P, ini FF saya dedikasikan untuk my beloved eonnie “Fey Elfshawol Yongwhoni”, yang naksir berat ama Lee Donghae, mian kalo nanti ceritanya gg sesuai ama keinginanmu ya unn, yang penting nanti situ nikah ama Donghae oppa dan punya si Haejin, Otte? Hahahahha *ketawa evil*.

 

~Happy Reading~

 

Donghae PoV~

Aku tersenyum memandang kepergiannya. Memandang punggungnya yang mulai menjauhiku. Mencoba menetralisir semua keadaan yang menimpaku, benarkah ini bukan mimpi?. Aku sudah menyangka semuanya. Hyemi, gadis itu pasti tidak akan pernah bisa melepaskan dirinya dari Nichkhun. Kenapa? Tuhan, kau tahu aku sangat mencintainya?.

Aku tidak munafik bahwa aku mulai menyayangi Jessica, bagaimanapun dia sedang mengandung putriku, tapi bukan begini seharusnya jalan ceritanya, ini terlalu menyakitkan Tuhan, menikah dengan orang yang tidak pernah ku cintai, dan membiarkan orang yang ku cintai bersama orang lain? Tidakkah hidupku terlalu menderita?.

Aku membuka pintu Dorm dengan lemas, ku tatap semua member yang tengah ashik menonton TV dengan beberapa cemilan(?) dihadapan mereka.

“oppa”. Ku alihkan pandanganku ke sumber suara itu. Aku tersenyum padanya.

“Nyonya Cho, kau disini”. Ucapku sedikit tidak bersemangat. Dia Shin Je Wo, istri Kyuhyun- sedang duduk disamping suaminya dan beberapa member lainnya.

“kau kenapa hyung? Ada masalah?”. Tanya Ryeowook yang baru ku sadari dia tengah duduk bersama kekasihnya –Shin Hye Kyung-. Aku hanya menggeleng, ada apa mereka bisa berkumpul disini?.

“aku ingin istirahat”. Ujarku dan berlalu kekamarku.

“Chamkaman, kau ingin beristirahat disini?”. Aku mendelik menatap Kyuhyun yang melontarkan pertanyaan itu.

“wae? Apa kau tidak mengijinkannya?”. Tanyaku sedikit menaikkan nada bicaraku.

“annio, maksudku, bukankah kau sudah mempunyai Jesicca, kenapa kau tidak pulang saja dan menemaninya? Bukankah dia sedang hamil?”. Aku mendesah pelan.

“aku sudah menelponnya aku akan menginap disini”.

“hae”. Leteeuk Hyung menepuk pelan punggungku. “sudah hampir 1 minggu kau menginap disini, aku tahu mungkin kau belum sepenuhnya bisa mencintainya, tapi pulanglah, kurasa Jessica sangat membutuhkan perhatianmu saat ini”. Aku mengepalkan jari-jariku, rasanya ingin sekali aku memberontak.

“aku tidak tahu hyung”. Aku menundukan kepalaku sambil masih menggenggam kuat tanganku. “rasanya sakiit, aku benar-benar kehilangannya, dia memutuskan untuk meninggalkanku hyung, aku tidak bisa”. Pertahanannku runtuh seketika. Air mataku jatuh dengan kencang.

Leeteuk hyung memelukku dan menepuk punggungku. “apa kau bertemu dengannya? Lalu apa yang dia katakan?”.

“dia menyuruhku untuk melupakannya hyung, aku tidak bisa, aku sangat mencintainya”.

“Donghae-a”. Ku rasakan sebuah tangan menepuk pundakku pelan. “Hyemi benar, hubungan kalian memang sudah berakhir, sudah saatnya kau melupakannya, membiarkannya bahagia bersama pilihan hidupnya, cobalah kau mencintai apa yang kau punya, ku rasa Jessica sangat mencintaimu”.

“leeteuk hyung benar Hae, sudah saatnya kau memikirkan masa depanmu dan anak yang ada dalam kandungan sicca”. Eunhyuk mengusap pelan punggungku.

“apa yang harus aku lakukan hyung”.

“pulanglah, perbaiki hubunganmu dengannya, belajarlah dari kesalahan Kyuhyun”. Ucap Leeteuk hyung sambil melirik Kyuhyun yang tengah mengelus(?) perut istrinya.

“yak! Kenapa kau membawa-bawa namaku hyung?”. Ucap Kyuhyun memanyunkan bibirnya yang langsung dapat jitakan kecil dari istrinya.

“berhenti bersikap seperti anak kecil Cho Kyuhyun, sebentar lagi kau akan mempunyai anak”. Aku tersenyum tipis ke arah mereka, memang belum lama ini Kyuhyun bersatu dengan istrinya, kisahnya, tidak jauh beda dari kisahku dan Hyemi.

“kalau begitu, sekarang kau pulanglah”. Aku mengangguk dan keluar dari Dorm dengan sedikit semangat(?). aku sudah bertekad untuk mencoba mencintai Jessica, bagaimanapun caranya.

—oo—

Aku membuka pelan pintu apartement ku, mungkin sicca sudah tidur. Ku buka pintu kamar yang sudah hampir 1 minggu tak ku tempati. Jessica berbaring kesamping membelakangi pintu. Aku berjalan mendekatinya, matanya terpejam, tanganku bergerak menyapu wajahnya lembut. “mianhae aku menyakitmu”. Aku menjelajahi(?) setiap inci wajahnya dengan tanganku, lalu mataku bergerak menatap perutnya yang sudah mulai membesar. Mataku membulat saat mendapati perut Sica rata(?). ini lebih rata dari terakhir kali aku melihatnya. Ku elus(?) pelan perutnya dengan tanganku. Yah, perutnya memang rata, apa yang terjadi? Terakhir kali aku melihatnya perutnya sudah lebih membuncit(?).

Mataku beranjak dari perutnya mencoba mencari sesuatu yang mungkin bisa menjadi sebuah jawaban dari rasa penasaranku. Sebuah bantal kecil tergeletak di atas kursi didepan meja rias di kamar ku. Aku meraihnya dan mencoba memasangkannya di dalam piyama Sicca. Aku tertegun melihat pemandangan yang tersaji di hadapanku. Perut Sicca kembali membentuk layaknya ibu hamil. Aku tersenyum kecut, apa ini permainanmu Jessica Jung? Apa kau membohongiku?. Aku kembali menyopot(?) bantal kecil itu dari perut jessica dan menyembunyikannya ditempat yang ku rasa aman, aku pasti akan membongkar semuanya.

—oo—

Aku terbangun saat mendengar suara yang cukup keras. Ku buka mataku perlahan, mencoba melihat apa yang tengah terjadi. Jessica, tengan melompat-lompat meraihkan tangannya ke atas lemari.

“apa kau mencari ini nonna Jung?”. Dengan sigap Sicca mengalihkan pandangannya padaku yang tengah mengangkat sebuah benda yang aku yakini telah menjadi pengganjal perutnya selama ini.

“op…ppaa”. wajahnya terlihat sangat pucat. Sepertinya dia sangat khawatir. Aku bangkit dan mendekatinya yang masih terkesiap ditempatnya.

“jadi selama ini kau membohongiku? Kau bilang kau tengah mengandung anakku, tapi ternyata kau membohongiku? Kau menipuku Jessica”. Aku berteriak tepat dihadapannya.

“mi…mianhae oppa”. Ucapnya terbata, matanya berkaca-kaca, sepertinya dia akan menangis.

“Wae? Tega sekali kau membohongiku eoh? Apa kau sengaja melakukan ini untuk memisahkanku dan Hyemi? Hah?”.

“aku mencintaimu oppa, kau tidak pernah menatapku, kau selalu menunggunya, menunggu seorang Hyemi yang bahkan jelas-jelas sudah mempunyai seorang suami”.

PLAK!

Aku menamparnya dengan keras, bisa ku lihat 5 jariku membekas di pipinya.

“Kau!! Pergi dari apartementku”. Aku mendorongnya keluar dari Apartementku.

“Andwae oppa, ku mohon maafkan aku, aku bisa sangat mencintaimu”.

“Tapi aku tidak pernah bisa mencintaimu, PERGI, aku akan segera menceraikanmu”. BLAM ku tutup keras pintu Apartemenku. Tuhan kenapa semuanya menjadi seperti ini?.

—oo—

Langit Seoul begitu gelap, sudah 2 minggu aku mengurus semua surat cerai ku dengan Jessica, aku benar-benar membenci yeoja itu, 2 minggu pula aku mengurung diri, aku malu, sangat malu kepada Hyung-hyungku dan dongsaeng-dongsaengku. Bagaimana mungkin aku bisa ditipu oleh nya?.

Mobilku melaju dengan kecepatan yang cukup kencang menyusuri jalanan berdebu. Hujan sudah turun saat aku tiba di Mokpo, Langkahku semakin cepat saat aku tiba di sebuah pemakaman.

“appa, apa yang harus aku lakukan?”. Aku terduduk lemas didepan makam Appaku. Sudah lama aku tidak kemari. Aku menangis disertai hujan yang turun dengan cukup deras, tak ku hiraukan badanku basah, kepalaku pusing, aku bangkit dan kembali ke mobil, sudah 3 hari ini aku tidak bernafsu makan.

Kepalaku kembali pusing saat aku membuka pintu mobil, tiba-tiba kakiku lemas, aku terjatuh seketika dan tersungkur. Ck, mungkin aku akan mati? Aku rela Tuhan. Aku memejamkan mataku perlahan membiarkan butiran langit semakin membasahi tubuhku. Merasakan dingin yang menyerap sampai kedasar tulangku.

“oppa ironni”. Suara seorang yeoja samar-samar terdengar dari hadapanku, aku mencoba membuka mataku namun rasanya sangat sulit, ku rasakan tubuhku terangkat, dan terhempas, di sebuah tempat yang cukup hangat, aku masih bisa melihat sebuah gelang berwarna perak dengan bentuk hati di tengahnya dan berhiaskan beberapa mata intan yang sangat cantik.

—oo—

Aku membuka pelan mataku saat sinar matahari mencoba menganggu tidurku.

“Hae, kau sudah bangun?”.

Hyukjae tengah duduk disampingku dan Leeteuk hyung, aku tersenyum menatap mereka berdua.

“hyung, aku sudah membuatkan bubur untukmu”. Ryeowook masuk membawa semangkuk bubur sepertinya.

“apa panasmu sudah turun?”. Kini Yesung hyung tengah memegang kepalaku.

“kau baik-baik saja? Apa yang kau rasakan?”. Tanya Sungmin hyung dengan wajah khawatirnya.

“aku baik-baik saja, chamkaman, kenapa ku bisa ada disini? Setauku, kemarin aku sedang dimakam appa, tapi”.

“Jangan bercanda Hae-ah, semalam kau datang dengan keadaan yang sangat memprihatinkan”. Ucap Shindong hyung membuatku sedikit bingung.

“aku tidak bercanda hyung, kemarin aku tidak sadarkan diri, dan…” aku berfikir keras, mengingat kejadian kemarin “yeoja itu, dimana dia?”.

“yeoja yang mana? Kau datang sendiri hyung”. Siwon masuk bersama Kangin hyung.

“anni, ada seorang yeoja yang menyelamatkanku, aku yakin itu, yeoja itu memakai gelang perak di tangannya”.

“tidak ada yeoja hae-ah, kau pasti mengigau”. Ucap Kangin hyung meyakinkan, tapi aku sangat yakin yeoja itu ada.

—oo—

3 ketukan palu(?) hakim mengSyah kan aku sebagai seorang Duda(?). aku menghembuskan nafas panjang saat mendengar putusan hakim. Hari ini aku benar-benar bercerai dengan Jessica, ku lihat dia sejak tadi menyeka air matanya, tapi apa peduliku, dia sangat tidak mempunyai hati, jadi untuk apa ku memikirkannya.

“kau tidak ingin mengucapkan apapun padanya Hea-ah”. Tanya Leeteuk hyung, saat kami melewati Jessica. Aku menggeleng cepat. “Gaere, sebaiknya kita cepat pulang, Ryeowook pasti akan marah besar jika membiarkannya memrias Dorm sendirian”.

Hari ini 24 Desember, semua member sibuk dengan persiapan Natal, kami memasang sebuah pohon natal yang cukup besar di dalam Dorm, sejak tadi siang Ryeowook memasak beberapa makanan, Sungmin hyung dan Shindong hyung tengah merias Dorm dengan beberapa perlengkapan Natal, Yesung hyung dan Hyukjae tengah merias pohon Natal yang masih polos(?), Siwon dan Kangin hyung sibuk menyiapkan beberapa perlengkapan untuk ke gereja malam ini, sedangkan Kyuhyun? Ck, bocah itu akan merayakn Natal bersama istrinya.

“jadi kita akan pergi ke Gereja malam ini?”. Tanya Hyukjae mendengus pelan.

“ne, hyung”. Jawab Siwon tanpa mengalihkan pandangannya dari kesibukannya.

“ck, kenapa tidak besok saja”. Ucapnya malas.

“ke Gereja malam misa, lebih menyenangkan hyung, lagi pula besok kita akan menghabiskan waktu bersama bukan, jadi lebih baik malam ini saja”. Ujar Ryeowook menambahkan.

“kita? Sepertinya kau harus membenarkan kata-katamu Wookie-a, bukan kita, tapi lebih tepatnya, kau dengan kekasihmu itu”. Sungmin hyung mencibir Ryeowook yang masih asik dengan masakannya.

“ah, begitulah kira-kira”. Ryeowook terkekeh pelan “aku hanya tidak ingin melewatkan moment ini, kau ingat hyung, saat dia mengancam akan berselingkuh dengan Il Wo? Aigo~ aku tidak bisa tidur memikirkan itu”. Ucapnya membuat kami terkekeh.

“apa kau yakin Hye Kyung setia padamu?”. Yesung hyung mengerlingkan matanya ke arah kami yang tengah sibuk di ruang televisi, sedangkan Ryeowook di dapur.

“yak! Apa maksudmu Yesung hyung”. Ryeowook keluar dapur dan menghampiri Yesung hyung.

“annio”. Ucapnya kembali terkekeh melihat ekspresi Ryeowook, sedangkan Ryeowook hanya mendengus kesal dan kembali ke dapurnya.

—oo—

Aku dan semua member berdiri mendengarkan semua ucapan pendeta di hadapan kami, berkali-kali Hyukjae mendengus saat Siwon menyikut tangannya. Mataku menjelajah semua manusia yang berada di gereja ini, dan pandanganku berhenti pada seorang gadis yang memakai baju putih yang tengah berdiri di depan bersama beberapa grup(?) paduan suara gereja. Bukan wajahnya yang membuatku memperhatikannya, namun sebuah gelang yang terpakai di tangannya menginatkanku pada seorang yeoja yang pernah menyelamatkanku. Selama misa berlanjut, pikiranku sama sekali tidak tenang, aku harus menemi yeoja itu.

Setelah acara selesai aku bergegas ke belakang gereja menemui yeoja tadi. Yeoja itu tengah duduk di sebuah kursi dan menutp matanya, kedua tangannya menyatu, sepertinya dia tengah berdoa. Kudekati dia dan duduk disampingnya. Matanya terbuka dan seketika membulat melihatku yang tengah berada disampingnya.

“Donghae oppa?”. Ucapnya sedikit ragu.

“kau mengenalku”. Tanyaku heran, bagaimana dia tahu namaku.

“anni, tapi kau kan member Super Junior, tentu saja aku tahu”. Ucapnya lalu tersenyum ramah padaku.

“ah, ne”. Aku mengangguk mengerti, pabbo sekali aku ini.

“ada appa? Kenapa oppa ada disini?”.

“gelangmu yang membawaku kesini”. Ku lihat raut wajahnya berubah seketika. “katakan, apa kita pernah bertemu sebelumnya?”.

“a.. apa yang oppa katakan?”. Dia menyembunyikan wajahnya memandang ke lain arah.

“aku tahu gelang itu, pernah dipakai seseorang saat menyelamatkanku di Mokpo, kau kah itu?”.

“anni, oppa salah orang, aku tidak pernah ke Mokpo”. Dia terlihat salah tingkah, ‘Hyemi’, nama itu seketika melintas di fikiranku, bagaimana bisa aku memikirkannya? Tapi yeoja dihadapanku ini mengingatkan ku padanya, senyumnya, sangat mirip dengan Hyemi.

“Eunjin-a”. Aku membalikkan tubuhku menatap seseorang. Siwon membelalak saat melihatku tengah bersama seorang yeoja. “hyung, kenapa kau ada disini?”.  Ada sedikit raut khawatir di wajahnya.

“aku inigin bertemu dengan nonna ini”.

“apa kau mengenalnya?”.

“sepertinya begitu, tapi dia enggan mengakuinya”.

“dia Dongsaengku, Waeyo?”. aku membuka lebar mataku mendengarnya, benarkah, dia Dongsaeng Siwon? Lalu apa hubungannya dengan yang dipakainya?.

—oo—

“katakan Siwon-a”. Aku yakin Siwon tahu sesuatu yang tidak ku ketahui.

“aku tidak tahu hyung”.

“kau berbohong”. Aku menatap semua member yang tengah menunduk di hadapanku “Leeteuk hyung”. Leeteuk hyung menengadah menatapku dan tersenyum tipis.

“aku tidak tahu Hae-ah”.

“wae? Kenapa kalian semua tidak ada yang mengatakannya padaku? Aku hanya ingin tahu”. Aku terduduk lemas di lantai, bisa ku rasakan tangan mungil Ryeowook mengangkatku.

“hyung, sebaiknya kita katakan saja yang sebenarnya”. Ucapnya membuatku yakin mereka menyembunyikan sesuatu dariku.

“gaere, jadi kau ingin tahu semuanya hyung?”. Siwon memandangku tajam, aku menggangguk semangat. “dia Choi Eunjin dongsaengku, dialah yang telah membawamu dari Mokpo saat kau hampir pingsan di makam appamu, dia juga yang memintaku untuk tidak memberitahumu tentangnya, dia tidak yakin kau akan mengingatnya”.

“tapi saat itu akupun langsung menanyakannya bukan? kenapa tidak ada yang memberitahuku?”. terdengar desahan kesal dari Siwon, dia menatapku tajam kembali.

“Dia menyukaimu hyung, dia bahkan sangat mencintaimu sejak lama, tapi dia sadar dia tidak akan bisa meraihmu, karena itu, dia tidak ingin mengenalmu”. aku memandangnya tidak percaya.

“aku masih tidak mengerti”. ucapku disela-sela rasa bingungku. aku memang tidak mengerti dengan semua penuturannya.

“Gwaenchana hyung, tidak perlu memaksakan dirimu”. Siwon berlalu meninggalkanku bersama member lainnya yang masih duduk di ruang televisi.

“aku ingin bertemu dengannya”. ucapku masih menunduk.

“untuk apa?”. Suara Siwon masih terdengar di telingaku, tepatnya seperti suara yang cukup berat.

“aku ingin berterimakasih padanya”.

“hanya itu”.

“ne”.

“baiklah, aku akan menyuruhnya datang besok”. aku menghembuskan nafas panjang, benar, aku hanya ingin mengucapkan terimakasih padanya.

—ooo—

“hyung, cepat bangun”. suara seseorang mengguncang telingaku. Ake sedikit membuka mataku saat sebuah tangan mengguncangkan pelan tubuhku.

“Argghh Wookie-ah, gwaenchana?”. Aku mengucek pelan mataku, ini masih sangat pagi kurasa.

“bantu aku memasak”. ucapnnya bersemangat.

“yak! aku tidak bisa memasak”.

“ayolah hyung, hari ini drom kita akan kedatangan banyak tamu, ppaliwa”. aku mendengus kesal padanya.

“ne”. dia tersenyum lebar dan berlalu mendahuluiku.

—ooo—

“memangnya siapa saja yang akan datang hari ini?”. Sungmin hyung mengedarkan pandangannya ke arah meja yang menyediakan banyak makanan.

“banyak hyung, Kyuhyun, Nyonya cho, Manajer hyung, Hyekyung, dan sepertinya dongsaeng Siwon hyung-pun akan datang”. Ryeowook menatapku sesaat sambil mengerlingkan matanya. ck, bocah ini.

“ah, sepertinya kita akan dapat dongsaeng baru”. ucap Leeteuk hyung yang baru bergabung dengan kami sontak semua member terkekeh memandangku.

aku hanya akan berterimakasih padanya, tidak bermaksud selain itu, meskipun tidak ku pungkiri ada beberapa hal yang membuatku merindukannya? ada beberapa hal yang aku tangkap(?) dari nya yang seolah membeberkan bahwa dia adalah jelmaan(?) dari Hyemi, Aigo~ aku tidak boleh seperti ini.

Dorm 11 sudah ramai pengunjung(?), Kyuhyun dan istrinya tengah duduk santai sambil menikmati beberapa hidangan dimeja, sedangkan Ryeowook tengah didapur menyelesaikan beberapa masakan yang belum selesai bersama yeojachingunya, Yesung hyung juga tengah ashik dengan yeojachingu barunya Park Yerye *ini Artis baru di FF ku, Cha Ry Won. mian gg bilang dulu ya chagi, ini mendadak! #Plak* Leeteuk hyung hari ini juga membawa Yeojachingunya Park Hyunmi aku baru tahu kalau ternyata dia sudah mempunyai seorang yeojachingu. hampir semua member membawa yeojachingunya ke Dorm, ck, menyebalkan hanya aku yang sendiri?.

terdengar suara ketukan pelan dari luar dorm “hyung, coba kau buka pintu”. Kyuhyun menyuruhku seenaknya, aku mendengus kesal, memang hanya aku yang sedari tadi tanpa pasangan berdiam diri di dalam Dorm. seorang yeoja tersenyum manis ke arahku, dia Choi Eunjin berdiri tepat dihadapanku, kenapa tiba-tiba dadaku bergetar memandang senyumnya.

“annyeonghaseyo oppa?”. Aku tersenyum mendengar sapaannya, meskipun aku baru dua kali bertemu dengannya, aku sudah cukup hafal dengan suaranya.

“annyeonghaseyo Eunjin-a, kajja masuklah”. Eunjin tersenyum dan mengekor dibelakangku, semua manusia diruangan TV sama sekali tidak ada yang memperhatikanku dan Eunjin, mungkin mereka sudah tahu Eunjin yang datang atau malas memperhatikan atau apalah aku tidak tahu.

“omo~ ramai sekali?”. Eunjin nampak terperanjat melhat banyak orang yang tengah asik dengan pasangan masing-masing didalam Dorm. “dimana Siwon oppa?”. terlihat Eunjin nampak mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru Dorm.

“molla~ mungkin sedang bersama yeojachingunya”. aku terus berjalan sampai di atas balkon apartemenku, dan Eunjin berdiri tepat dibelakangku. “apa Siwon sudah memberitahukan semuanya padamu?”. aku duduk di salah satu kursi dan menyandarkan bahuku.

“ne?”. Eunjin masih berdiri di ambang pintu tepat disamping kursi tempatku duduk, aku menatapnya menatap kearah 2 bola bening matanya, indah.

“Hyemi”. ucapku tanpa sadar.

“oppa?”. aku tersadar saat tangannya mengibas pelan didepan wajahku.

“ah, Mianhae”. Dia tersenyum, seperti senyum yang cukup dipaksakan, aku tertunduk babo sekali aku ini, bisa-bisanya mengingat Hyemi?.

“jadi oppa ingin membicarakan apa denganku?”. Eunjin duduk di sampingku lagi-lagi matanya mengingatkanku pada Hyemi, kenapa aku jadi gugup seperti ini?”mmm aku…. Gomapta”. ujarku pelan, menunggu reaksi darinya, dia sedikit menaikkan alisnya.

“untuk?”. ah aku sudah tahu jawabannya, aku tersenyum memperlihatkan senyum terindahku.

“pertolonganmu saat di Mokpo, aku tahu kau yang menolongku saat itu, aku sungguh berterimakasih padamu, jeongmal gomawoyo”. Eunjin nampak bingung dan terdiam, raut wajahnya sedikit menggoreskan(?) kekhawatiran. “kenapa kau tidak menungguku sadar? kenapa kau harus menyembunyikan indentitasmu itu, apa benar kau menyukaiku?”. sekali lagi wajahnya nampak terkejut, beberapa menit kami terdiam tak ada satu katapun yang keluar dari bibir Eunjin, sedangkan aku menunggu sebuah kata keluar dari bibirnya. “Eunjin-a”. aku menggenggam tangannya “aku tahu ini terlalu cepat, tapi aku merasa aku sudah mengenalmu lebih lama daripada ini, mau kah kau menemaniku? bersamaku menghapus semua luka dihatiku? aku ingin mempunyai kehidupan baru, aku, sepertinya menyukaimu”. dan, sepertinya aku berhasil membuatnya kembali terkejut.

“apa sudah selesai?”. ucap seseorang dari pintu, aku dan Eunjin sama-sama membalikan tubuhku menatap Siwon yang tengah berdiri sangar(?). “Eunjin-a, kalo sudah selesai, sebaiknya kau pulang, eomm dan appa akan mengunjungi Haraboji”. Siwon melangkah pergi setelah memandang tajam ke arahku.

“Mianhamnida oppa, aku permisi pergi dulu”. Eunjin berdiri dan meninggalkanku sebelum dia benar-benar pergi, aku segera memanggilnya.

“Eunjin-a”. aku menggenggam pergelangan tangannya” bisakah kita bertemu lagi?”. Eunjin tersenyum mendengar penuturanku.

“semoga”.

“Eunjin-a”. suara Siwon lagi-lagi berhasil membuat Eunjin melepaskan diri dariku, Eunjin mengangguk sebelum dia benar-benar keluar dari Dorm.

Donghae PoV~ END

Author Pov~

“apa yang Siwon hyung katakan padamu?”. Tanya Siwon saat dia dan Eunjin baru keluar dari Dorm 11.

“anni”. jawab Eunjin datar, dia sendiri masih tidak tahu dan tidak bisa mencerna kata-kata Donghae.

“apapun yang dikatakannya, kau tidak boleh termakan rayuannya, kau tahu Donghae hyung baru saja bercerai dari Jessica, dan aku yakin Donghae hyung masih sangat mencintai Hyemi, jadi jangan bodoh dengan mempercayakan perasaanmu padanya”.

“Arasheo oppa”. Eunjin mendengus kesal mendengar ocehan dari oppanya. Bukan hanya tentang Hyemi dan Jessica, Eunjin tahu benar bagaimana Donghae, meskipun tidak pernah mengenalnya, dia dengan telaten mencari tahu sendiri dan menyimpulkan bagaimana sifat dan watak namja yang sudah menyita hatinya sejak lama itu.

—000—

Donghae tengah memasukkan(?) 1 sendok terakhir makanan ke mulutnya saat pintu Dorm terbuka lebar. Siwon masuk dengan sedikit wajah merah dan mendatangi Donghae.

“apa yang kau katakan pada dongsaengku”. tanpa basa-basi Siwon menggenggam erat jerah baju Donghae.

“yak! hyung, apa yang kau lakukan?”. Ryeowook yang melihat adegan itu segera mencoba melerai mereka.

“Diam Ryeowook-ie, aku ingin tahu apa yang dia katakan pada dongsaengku”.

“apa maksudmu”. Donghae kebingungan dengan perlakuan Siwon yang terlihat beringas.

“aku tanya apa yang kau katakan pada dongsaengku Donghae Hyung”.

“aku tidak mengatakan apapun!”.

“kau bohong”.

“sebenarnya apa yang terjadi?”. Teriak Ryeowook histeris, memang saat ini di Dorm hanya ada Ryeowook dan Donghae, sedangkan memberlainnya tengah mengantarkan yeojachingu mereka kembali kerumahnya.

“aku hanya mengatakan apa yang aku rasakan, aku menyukainya”.

BUUGGHH

seketika sebuah tonjokan(?) mendarat dipipi Donghae membuat Donghae tersungkur ke samping.

“Hyung”. Ryeowook membantu Donghae dan menatap Siwon kesal “kenapa harus memakai kekerasan, tidak bisakah dibicarakan secara baik-baik”. ucap Ryeowook setengah berteriak, namja ini memang tidak suka kekerasan dan takut akan kekerasan *huee oppa, saranghae*XD.

“apa aku salah berkata seperti itu, aku hanya mengatakan yang sebenarnya terjadi pada hatiku, waeyo?”. Donghae masih terduduk di lantai dengan wajahnya yang memerah menahan kesal sedangkan Siwon kembali mengepalkan tangannya.

“jangan memberinya harapan kosong, kau tidak mungkin menyukainya, kalian baru bertemu beberapa hari yang lalu, bahkan baru 2 kali kalian bertemu, kau bahkan baru bercerai dari Jessica, dan bukan rahasia lagi kau masih menyimpan perasaanmu pada Hyemi, jadi jangan memberinya harapan kosong, dan jangan menjadikannya pelampiasanmu. meskipun kau Hyungku, tapi kalau sampai kau berani menyakiti Dongsaengku, aku pastikan hidupku tidak akan bahagia Lee Donghae”. Siwon berbalik menuju kamarnya.

“tapi bagaimana kalau aku benar-benar menyukainya?”. Donghae berseru saat melihat Siwon memasuki kamarnya dan menutup keras pintu kamarnya. ‘kenapa sesulit ini? dia yeoja pertama yang mampu membuat ku gugup selai Hyemi, salahkah jika aku menginginkannya menjadi pengganti Hyemi dihatiku?’ ucap Donghae dalam hati.

—000—

Hye kyung tengah membantu Je Wo memasak didapur apartemen Je Wo saat Kyuhyun, Ryeowook, Leeteuk, Yesung, dan Eunhyuk datang.

“bagaimana persiapan untuk nanti malam?”. tanya Leeteuk memastikan semua rencana mereka berjalan lancar.

“semua beres oppa”. Hye kyung melipat telunjuk dan ibujarinya membentukhuruf O. “kami sudah menyiapkan masakan dan banyak perlengkapan, terompet dan kembang api, malam ini pasti akan menjadi malam tahun baru yang paling indah untuk Donghae oppa dan Eunjin eonnie”. ucap Hye Kyung tersenyum puas.

“ah kau pintar sekali chagiya”. Ryeowook mendekati Hye Kyung dan bersiap mensium pipi Hye kyung tapi dengan sigap Eunhyuk berdiri ditengah-tengah mereka sehingga membuat Ryeowook mencium Eunhyuk. “yak! Hyung, apa yang kau lakukan”.

“ini masih sore Kim Ryeowook” Ujar Eunhyuk terkekeh geli melihat ekspresi kesal Ryeowook.

‘”arasheo, kita lanjutkan nanti yak chagi”. Ryeowook mengerlingkan matanya kearah Hyekyung membuat Leeteuk menjitak pelan kepalanya. “yak! appo hyung”.

“ternyata penyakit Eunhyuk sudah menularimu, kita lanjutkan membahas yang tadi”. Leeteuk kembali fokus pada penjelasan Je Wo dan Hye Kyung, tidak memperdulikan Eunhyuk yang tengah bersungut ria karena kata-katanya.

—000—

Donghae memakai kaos blus berwarna biru shapire di padu dengan celana Jeans membuatnya terkesan santai dan fress, dia kembali memandang wajahnya di depan cermin dikamar dorm.

“Lama sekali, sebenarnya kau sedang apa, kajja”. Sungmin berkacak pinggang didepan kamar Donghae dengan sedikit kesal, pasalnya sudah hampir setengah jam Donghae merias rambutnya didepan cermin dan tentu saja itu membuat Sungmin, Kangin, dan Shindong kesal dibuatnya.

“ne, aku sudah selesai”. ujar Donghae dan beranjak menemui Hyung-hyungnya yang sudah nampak begitu kesal. “wae?”. tanya Donghae tanpa berdosa.

“kau ini sebenarnya namja atau yeoja, lama sekali berdandanmu”. ujar Kangin yang memang tidak suka menunggu. Donghae hanya berdecak dan mendahului ke 3 hyungnya keluar Dorm.

Saat ini mereka memang berencana untuk mengunjungi rumah kediaman keluarga Cho, melewatkan Tahun baru bersama semua member dan mengosongkan jadwal manggung mereka, Ryeowook, Leeteuk, Yesung dan Eunhyuk sudah lebih dulu berangkat karena beralasan akan membuat kejutan untuk mereka, sedangkan Siwon, sejak kejadian hari natal itu, Siwon semakin menjaga jarak dengan Donghae dia sama sekali tidak mengijinkan Donghae berhubungan dengan Dongsaengnya, tentu saja itu membuat Donghae semakin frustasi, dan untuk pertama kalinya Siwon tidak merayakan malam pergantian tahun bersama Saudara-saudaranya.

Donghae CS, tiba dikediaman keluarga Cho tepat pukul 8 malam, mereka memasuki apartemen Kyuhyun yang cukup mewah.

Je Wo tersenyum ramah pada ke-4 tamunya dan tanpa aba-aba dari Je Wo ke-4 tamunya itu dengan seenaknya masuk ke apartemennya.

“hyung, kau disini?”. tanya Donghae saat mendapati Heechul tengah memainkan PSP Kyuhyun.

“waeyo?”. Tanpa mengalihkan pandangannya Heechul menjawab pertanyaan Donghae.

“anni”. Jawab Donghae dan berlalu memungut(?) beberapa makanan yang tersedia.

—00—

Eunjin mengeratkan mantel yang dipakainya lebih rapat, sekitar 15 menit yang lalu dia mendapat telpon dari Hye Kyung untuk menemuinya di sebuah taman didekat kediamannya. Langit Seoul begitu cerah malam ini, tapi dingin sama sekali tidak berkompromi dengan langit Seoul.

“Hye Kyung-ah”. Sapa Eunjin pada seorang yeoja yang tengah duduk manis di sebuah bangku taman. Yeoja itu menengok dan tersenyum kepada Eunjin. “ada apa kau ingin bertemu denganku?”. Eunjin duduk disamping Hye Kyung sambil menggosokkan kedua tangannya mengurangi hawa dingin yang menyeruak masuk ke tubuhnya.

“ini kan malam Tahun baru eonn, apa kau tidak ingin pergi dengan siapapun?”. Ucap Hye Kyung memandang cerahnya langit seoul yang mendukung malam pergantian tahun.

“maksudmu? ah, kau sendiri, tidak berkencan dengan Ryeowook?”. tanya Eunjin. Hye Kyung menatap Eunjin dengan seduktif, mengamati bentuk Eunjin dari ujung rambut sampai ujung kakinya. tubuh Eunjin hanya di balut dengan mantel besar dan sebuah Syal yang melingkar di lehernya. “wae? kenapa kau menatapku seperti itu?”. Tanya Eunjin sedikit tidak nyaman pada tatapan Hye Kyung. Hye Kyung kembali tersenyum dan seketika menyeret Eunjin menyetop sebuah taxi menuju apartemennya.

—00—

“issh apa yang kau lakukan, memangnya kita akan kemana?”. Eunjin mencoba berontak saat Hye Kyung dengan cekatan menata rambutnya, dan memoles sedikit wajah Eunjin dengan make up, dan memaksa Eunjin memakai Gaun yang dia punya. “memang ini tidak sebagus Gaun yang kau miliki, setidaknya ini lebih berguna daripada mantelmu itu”. ucap Hye Kyung saat Eunjin dengan mati-matian menolak memakai gaun yang disodorkan Hye Kyung.

“katakan padaku, sebenarnya apa yang akan kau lakukan padaku? kau tidak berniat menjualku pada ahjussi ahjussi tua bukan?”.

Pletak!

1 jitakan mendarat di kepala Eunjin “kau pikir aku ahjumma ahjumma yang suka menjual gadis-gadis begitu?”. Hye Kyung memanyunkan sedikit bibirnya kesal.

“kalau begitu katakan padaku kau ingin membawaku kemana?”.

“aissh berisik sekali”. Hye kyung memasangkan sebuah sapu tangan di mata Eunjin untuk menutup matanya.

“yak, kenapa kau menutup mataku?”. Eunjin kembali memberontak meski Hye Kyung tidak memperdulikannya, dia berhenti memberontak saat merasakan tangannya dicengkeram kuat oleh seseorang ‘kuat sekali cengkeramannya, seperti bukan cengkeraman seorang yeoja’ bisik Eunjin dalam hati.

Eunhyuk dan Hye Kyung terkekeh pelan saat Eunjin berhenti memberontak dan mereka membawa Eunjin ke Apartemen Kyuhyun dimana Donghae dan member Super Junior lainnya tengah menunggu mereka.

—00—

“sejak tadi aku tadi aku tidak melihat Hyukjae, dimana dia?”. Tanya Donghae saat semuanya tengah berkumpul di ruang TV.

“apa kau merindukannya Hyung?”. Tanya Ryeowook menggoda Donghae.

“tentu saja, dia itu Couple ku yang terbaik”. jawab Donghae sambil menikmati makanannya. tiba-tiba Ponsel Je Wo berbunyi dandia pergi sebentar lalu tak lama kembali dan tersenyum pada semua member SUJU yang tengah menatapnya, Je Wo mengangguk saat mendapati tatapan Leeteuk seolah bertanya ‘Bagaimana?’.

“hyung, aku dan Je Wo pergi ke minimarket di depan apartemenku sebentar, kami akan membeli beberapa soju”. ujar Kyuhyun yang langsung menggandeng istrinya dan segera mengedipkan matanya pada Leeteuk.

“ah, sepertinya aku juga harus menjemput Hyunmi”. ucap Leeteuk dan keluar dari apartement Kyuhyun.

“Yerye sedang menungguku, aku harus segera menemuinya aku pergi dulu”. Yesung mengikuti jejak hyung nya sampai tersisa Heechul dan Donghae di apartemen besar milik Kyuhyun.

“kau tidak ingin menjemput kekasihmu Hae?”. tanya Heechul melihat Donghae yang tengah asik bermain game di PSP Kyuhyun, jarang sekali bocah itu mengijinkan hyung-hyungnya menyentuh benda keramatnya itu, tapi hari ini, sepertinya malaikat sedang merasuki tubuh Kyuhyun.

“aku tidak mempunyai kekasih hyung”. jawab Donghae malas.

“lalu bagaimana dengan Dongsaeng Siwon?”. Donghae seketika mengalihkan pandangannya menatap Heechul. “ah sudahlah lupakan, sepertinya aku memerlukan beberapa cemilan, aku akan keluar sebentar, kau jagalah apartemen ini, arasheo”. Heechul menepuk bahu Donghae dan berjalan keluar.

“ck, menyebalkan sekali semua pergi menjemput kekasihnya, lalu aku? Arrggggggggggghhhhhhhh seandainya Eunjin ada disini? Chamkaman? Eunjin? benarkah aku benar-benar sudah menukainya?”

Ting tong ting tong

Suara bel apartemen Kyuhyun membuat Donghae berhenti dari permainannya dan memandang sejenak pada pintu Dorm, siapa yang datang? kenapa memencet bel?

Ting Tong Ting Tong

suara Bel kembali terdengar, Donghae berjalan kesal menuju pintu karena dia pikir itu adalah salah satu dari hyung, atau Dongsaengnya.

“yak! kenapa ka…”. kata-kata Donghae berhenti saat mendapati seorang yeoja berdiri di balik pintu apartemen Kyuhyun dengan wajah kagetnya. “Eu.. Eunjin?”. ucap Donghae terbata.

—000—

Hye Kyung membuka tutup mata Eunjin saat sudah berdiri di depan apartemen Je wo. Eunjin mengerjapkan matanya membiasakan matanya yang sedikit perih karena tertutup sapu tangan tadi.

“ini apartemen siapa?”. tanya Eunjin heran, pasalnya dia baru pertama kalinya datang ketempat ini.

“Je Wo eonnie dan Kyuhyun oppa, kita akan merayakan tahun baru disini, karena itu aku membawa eonnie kesini”. ucap Hye Kyung tersenyum, Eunjin mengangguk-angguk mengerti. tidak lama ponsel Hye Kyung berdering “chamkaman eonnie, aku angkat telepon dulu”. Hye Kyung menjauh sedikit dan tak lama kembali. “kau masuk lah dulu, Je Wo eonnie menyuruhku membeli sesuatu di minimarket depan, ne aku akan segera kembali”. Hye kyung berjalan menuju Lift dan tentu saja itu membuat Eunjin berteriak.

“yak! Shin Hye Kyung Ottoehkae?”.

“pencet saja belnya, aku tidak lama”. Hye Kyung menghilang didalam lift dan membuat Eunjin mendengus kesal ‘sepertinya aku mencium ketidak beresan disini’ ucap Eunjin sedikit ragu dan memencet bel di depan pintu apartemen Kyuhyun. hampir 5 menit Eunjin berdiri didepan pintu apartemen Kyuhyun, sebenarnya dia tidak yakin untuk bertamu, selain dia tidak mengenal Je Wo dengan dekat dia juga merasa khawatir kalau-kalau Donghae ada didalam. berbeda dengan Hye Kyung yang memang adalah hobaenya saat SMA sekitar 1 tahun yang lalu, Hye Kyung tepat 1 tingkat di bawah Eunjin dan itu membuat mereka saling mengenal.

Eunjin masih memanyunkan bibirnya saat knop pintu terbuka.

“yak! kenapa ka….”. seorang namja mengatupkan bibirnya saat melihat Eunjin ada dihadapannya. Eunjin terkejut dan segera tersenyum gugup pada Namja dihadapannya. “eun… Eunjin”. ucap namja dihadapan Eunjin terbata.

“Annyeong Donghae oppa”. sapa Eunjin sedikit kaku.

“ann… annyeong”. Balas Donghae tak kalah kaku. sesaat diam diantara mereka. ‘Dasar Shin Hye Kyung, awas kau’. umpat Eunjin dalam hati. suasana kembali mencair saat Ponsel Donghae berdering.

Donghae merogoh(?) saku celananya dan membuka ponselnya.

from: Lee hyukJae

Lakukan sebisamu untuk mendapatkannya

Donghae tersenyum tak lama ponselnya kembali bergetar

From: Leeteuk Hyung

Ajak dia masuk bodoh, kenapa masih diluar?

Donghae celingkuan(?) setelah mendapat pesan dari Leeteuk.

“kajja masuk”. ajak Donghae pada Eunjin yang juga masih terdiam ditempatnya, Eunjin mengangguk dan mengikuti Donghae.

“dimana yang lain?”. tanya Eunjin saat mendapati Apartemen Kyuhyun kosong.

“sedang pergi menjemput Yeojachingu mereka”. Donghae mempersilahkan Eunjin duduk dan ponselnya kembali bergetar.

From: Cho Kyuhyun

ajaklah dia ke balkon apartemen ku hyung, sekarang

Donghae masih tidak mengerti namun dia tetap mengajak Eunjin ke balkon apartemen Kyuhyun.

“Eunjin-a disini panas sekali bagaimana kalau kita duduk di balkon saja”. ucap Donghae setengah tidak yakin. Eunjin mengangguk setuju.

Donghae dan Eunjin berjalan menuju Balkon apartemen Kyuhyun dan betapa terkejutnya mereka disana sudah tersedia beberapa makanan di atas meja 2 kursi berhadapan dan satu lilin ditengah hidangan itu. Ponsel Donghae kembali bergetar.

From: Sungmin hyung

sekarang ambil bunga yang terselip di samping pintu serahkan pada Eunjin

Donghae memutar bola matanya mencari bunga yang dimaksud Sungmin. sebuah bunga Lili putih tergeletak indah di samping Donghae di atas sebuah guci kecil.

“ini untukmu”. Donghae memberikan bunga itu kepada Eunjin yang masih terkejut atas apa yang ada dihadapannya.

“apa oppa yang merencanakan semua ini?”. tanya Eunjin tanpa menerima Bunga dari Donghae.

“ne?”. Donghae nampak terkejut dengan Eunjin, dan seketika ponselnya kembali bergetar.

From: HeeChul hyung

Katakan iya babo!

Donghae kembali berfikir sebelum dia mengangguk.

“untuk apa?”. Eunjin menatap Donghae meminta penjelasan, dia merasa ditipu olehnya.

Donghae tertegun mendengar pertanyaan Eunjin, kali ini ponselnya tidak berbunyi, dia menatap kearah 2 manik mata Eunjin yang mulai memerah dan berkaca-kaca.

“Kau juga yang menyuruh Hye Kyung untuk berbohong padaku?”. tanya Eunjin dengan sedikit nada kecewa di perkataannya.

Donghae terdiam dia sama-sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Eunjin, dia tidak tahu apa yang tengah direncanakan hyung-hyungnya dan dongsaeng-dongsaengnya.

“aku tidak mengerti maksudmu, aku sama sekali tidak tahu apa-apa, Eunjin-a”.

“ck, kau berbohong”. Eunjin melangkah pergi namun dengan cepat Donghae mendekapnya dari belakang.

“aku memang tidak tahu apa-apa, tapi aku tahu perasaanku, aku tahu aku menyayangimu, aku membutuhkanmu, aku…. aku mencintaimu Eunjin-a, Jeongmal Saranghaeyo”. ucap Donghae dengan sedikit suaranya yang bergetar, sepertinya namja itu kini tengah menahan air yang memaksa keluar dari pelupuk matanya.

“jangan katakan itu oppa, aku tau kau tidak mencintaiku, kau hanya mencintai Hyemi dan akan selamanya mencintai Hyemi, aku memang mencintaimu tapiaku tidak mau kau menjadikanku hanya pelampiasanmu, aku tidak mau oppa”. air mata Eunjin kini tumpah membasahi wajahnya dan jatuh pada tanga Donghae yang masih mendekapnya.

“anni, aku mencintaimu, aku bisa melupakan Hyemi saat bersamamu, aku sama sekali tidak ingin membuatmu hanya sebagai pelampiasanku, aku ingin kau menjadi pendampingku, bersamaku mengobati semua luka di dasar hatiku, membantuku membangun cinta dan kebahagiaan yang sebenarnya, ku mohon Eunjin-a percaya padaku”. Donghae melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh Eunjin sehingga menghadapnya.

“apa yang bisa membuatku mempercayaimu?”. tanya Eunjin datar, dia cukup senang atas pengakuan Donghae tapi dia tahu dia tidak boleh gegabah.

“tatap mataku, apakah ada kebohongan disana? adakah sebuah cinta Palsu dalam tatapanku? aku mencintaimu, Choi Eunjin”. Ucap Donghae menekan semua kata-kata yang keluar dari mulutnya.

Donghae menyeka air mata Eunjin yang telah mengalir cukup kencang dari pelupuk matanya “Saranghae”. Ucap Donghae dan membawa Eunjin kedalam pelukannya.

Eunjin menumpahkan semua air matanya dipelukan Donghae meskipun belum sepenuhnya yakin akan perasaan Donghae Eunjin tetap mengambil resiko untuk mencoba. “Nado Saranghae oppa, aku sangat mencintaimu”. Donghae seketika mengeratkan pelukannya mendengar penuturan Eunjin.

Ponsel Donghae kembali berdering

From: Siwon

jaga baik-baik dongsaengku hyung, kalau sampai kau menyakitinya, aku pastikan kau akan mati di tanganku! 😀

Donghae terkekeh pelan saat membaca pesan dari Siwon.

“siapa yang mengirimi oppa pesan?”. tanya Eunjin menyipitkan matnya curiga.

“oppamu”. jawab Donghae sambil kembali memasukkan ponselnya di saku celananya.

“apa yang Siwon oppa katakan”. Tanya Eunjin penasaran.

“annia”. Donghae tersenyum sambil menyelipkan(?) jari-jarinya menyusuri wajah Eunjin.

“katakan oppa”. Eunjin merengek mengeluarkan Puppy eyesnya. belum sempat Donghae menjawab ponselnya kembali bergetar.

From: Kim Ryeowook

ambil lah kotak yang ada di bawah meja didepanmu hyung, berikan isinya pada Eunjin.

Donghae mengerutkan dahinya lalu berjalan menuju tempat yang dimaksud Ryeowook.

“waeyo?”. tanya Eunjin yang merasa aneh dengan sikap Donghae.

Sebuah kotak kecil berwarna merah muda kini ada dalam genggaman Donghae, dengan sedikit penasaran Donghae membuka kotak itu, sebuah cincin putih dengan bertahtakan sebuah mata ditengahnya, ‘cukup manis’ batin Donghae.

“oppa”. Donghae segera menutup kembali kotak ditangannya dan menatap Eunjin yang kin ada didepannya.

“Eunjjin-a, maukah kau menikah denganku? menjadi pendamping hidupku selamanya? sampai ajal memisahkan kita?”. Donghae menyerahkan kotak di tangannya.

Eunjin terkejut dan seketika air dalam kelopak matanya kembali tumpah melihat sebuah cincin terduduk manis di kotak berwarna merah muda itu, dengan semua sisa-sisa tenaga yang dia punya dia mencoba menganggukkan kepalanya.

Donghae dengan cepat memasangkan cincin itu ke jari manis Eunjin lalu membawa Eunjin kedalam pelukannya. tidak lama Ponsel Donghae kembali bergetar membuatnya harus melepaskan pelukannya dengan Eunjin.

From: Yesung hyung

Jangan lupa bayar uang cincinnya, cincin itu seharusnya melingkar di tangan Yerye, aku mengorbankannya untukmu, tapi itu tidak gratis arasheo.

Donghae kembali terkekeh membaca pesan dari Yesung.

“siapa lagi yang mengirimu pesan?”. Tanya Eunjin antusias, pasalnya selalu ada kejutan setelah Donghae menerima pesan.

“Yesung hyung”. belum sempat Eunjin berkata ponsel Donghae kembali bergetar.

From: Kang In hyung

siap untuk kejutan berikutnya?

Donghae kembali mengerutkan dahinya dan tak lama suara yang cukup keras terdengar membuat dua sejoli ini saling bertatapan dan tak lama sebuah tulisan tercetak di langit malam SEOUL.

HAPPY NEW YEARS AND HAPPY WEDDING LEE DONGHAECHOI EUNJIN

Eunjin mengusap matanya yang kembali berkaca-kaca dan memeluk Donghae menyalurkan berjuta-juta kebahagiaan dihatinya.

Donghae tersenyum senang atas semua kejutan yang diberikan Hyung dan Dongsaengnya. ‘terimakasih untuk kalian’ ucap Donghae dalam hati. tidak lama, Ponsel Donghae kembali bergetar.

From: Shindong hyung

Lanjutkan adegan mesranya nanti saja, cepat buka pintunya kami sangat lapar!

Eunjin tertawa bersama Donghae saat membaca pesan dari Shindong.

—00—

“cepat lempar buanganya eonnie”. teriak Hye Kyung antusias, kini Hye Kyung, Yerye, dan beberapa yeoja lainnya tengah berdiri di belakang Eunjin menantikan bunga yang akan di lempar Eunjin.

“kalian siap?”. tanya Eunjin dan segera mengangkat bunga dengan kedua tangannya. “hana, Deul Set” Seketika Bunga itu melayang terbang dan jatuh tepat di tangan Hye Kyung dan Yerye.

“sepertinya Super Junior akan mendapatkan 2 menantu sekaligus”. ucap Donghae menatap Hye Kyung dan Yerye yang tidak lain tidak bukan adalah yeojachingu dari Ryeowook dan Yesung yang notabene keduanya adalah Couple di Super Junior.

THE END

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: