Little Angel [Chap 5]

Gambar

Title: Litlle Angel

 

Cast: -Choi Siwon

          -Kim Hyena a.k.a Oktavia Juyanti

          -Choi Sinha a.k.a Angel

 

Suport Cast:-Kim Ryeowook

                       -Shin Hye Kyung a.k.a DheAjheng Ophiie Alanuviracuitcuit

                      -Lee Donghae

                      -Choi Jihwa a.k.a Faridah The-Puff Sii Belahanjiwa Nounna-nyuaaStefan

                      -Nam Woohyun         

 

Author: Ophiie Ryeosomnia a.k.a Shin Hye Kyung (istri syah dan istri pertama sekaligus istri terakhir dari Kim Ryeowook)

 

Leght:  Chapter

Chapter: 5 OF?

 

Genre: Romance

 

Rated: PG-15

Facebook: DheAjheng Ophy Alanuviracuitcuit

Twitter: @ophiie_unyu

 

Disclaimer: Ryeowook is Mine^^ & this FF is MINE too, Don’t Plagiat Don’t Copas sembarangan dilarang Bashing^^

Soundtrac: Davichi_Sad Promise

cover: Novin Aresta

Warning: ‘FF gaje, Typo berserakan macam sampah, mohon dimaklumi, saya menerima kritikan, masukan, komentar tapi bukan Bashingan! So Don’t Bashing and Don’t Plagiat’

——oooOOOooo——

Tidak masalah jika aku terluka untuk sehari dan setahun seperti ini

Bahkan jika hatiku terluka

Itu karena aku hanya mencintaimu

Aku tidak bisa melepaskanmu pergi sekali lagi

Aku tidak bisa hidup tanpamu

-Suju-It Has To Be You-

——oooOOOooo——

=====>Last Story

Aku mendengarkan ceritanya dengan sedikit menyeka airmataku. Kalau begitu aku benar-benar jahat padanya? Jadi Angel bukan anak kandungnya? Tuhan? Seburuk itukah penilaianku padanya? Tanpa sadar aku berjalan meninggalkannya yang masih membatu di tempatnya.

Sungguh aku merasa sangat bersalah, aku tidak pantas berada dihadapannya, aku benar-benar tidak punya muka untuk menatapnya.

.

.

.

.

.

.

Chap 5

~Story Begining~

Author Pov~

 

Hyena memoles sedikit wajahnya dengan bedak(?) didepan meja riasnya. Hari ini tepat 1 minggu setelah pertemuannya kembali dengan Siwon. Setelah seminggu itu, Hyena tidak pernah lagi bertemu dengan Siwon. Hyena menatap pantulan dirinya didepan cermin besar dikamarnya. Tubuh langsing(?) nya dibalut dengan gaun berwarna biru shapire yang panjang 5 centi di bawah lututnya. ‘siapkah aku bertemu dengannya kembali?’ bisik Hyena dalam hati.

“chagi kau sudah siap?” Woohyun mengetuk(?) pintu kamar Hyena dari luar, Hyena segera membukanya dan tersenyum manis kearah Woohyun yang terlihat rapi dengan setelan jas hitamnya. “Kajja” Woohyun memberikan tangannya untuk menyambut tangan Hyena.

Rumah kediaman keluarga Choi nampak sangat penuh dan sesak. Hari ini adalah hari pernikahan Choi Jihwa dengan Lee Donghae. Hyena sekali lagi menatap kediaman keluarga Choi dengan gusar. ‘haruskah aku masuk?’ ucap Hyena ragu, namun dia tidak bisa mengelak saat Woohyun menarik tangannya dan membawanya masuk.

Donghae dan Jihwa nampak tersenyum memandang kedatangan Hyena dan Woohyun. Angel juga nampak bahagia melihat songsaenimnya datang.

“Chukkae Donghae-shi, Jihwa-shi” ucap Hyena memeluk Jihwa dan menyalami Donghae.

“Gomawo songsaenim sudah datang” Hyena tersenyum merasakan kebahagiaan Jihwa.

“Songsaenim” Angel yang berada di samping Jihwa segera menarik tangan Hyena mendekatiinya, lalu memeluk Hyena “Bogoshipoyo” ucap Angel masih memeluk Hyena erat.

Angel memang sudah seminggu tidak masuk sekolah, dan tentu saja tidak bertemu dengan Hyena. “Nado chagi” Hyena mengecup pelan pipi Angel yang sedang duduk di kursi rodanya. Kondisi Angel memang melemah pasca perawatannya dirumah sakit. Dia bahkan sampai harus dirawat dirumah karena tidak ada orang yang menunggunya di rumah sakit. Jihwa terlalu sibuk dengan persiapan pernikahannya.

——-ooOOoo——-

Siwon Pov~

Untuk kesekian kalinya aku menatap jendela dari lantai dua rumahku. Berharap seseorang datang hari ini. Hyena apakah kau akan datang ke pernikahan Jihwa? Jebal datanglah, aku masih merindukanmu. Jika kau datang aku tidak akan melepaskanmu lagi, aku akan mengatakan semuanya pada Woohyun, ku mohon datanglah Hyena. Aku terus memandang ke arah halaman rumahku masih berharap Hyena datang meskipun bersama Woohyun.

Seorang yeoja mengenakan gaun berwarna biru shapire, di padu dengan rambutnya yang tertata rapi keluar dari sebuah mobil. Ku lukis sebuah senyum dibibirku, sepertinya malam ini aku benar-benar akan mengatakannya pada Woohyun. Aku melangkahkan kakiku menuruni tangga yang sudah ramai dengan banyak orang disana. Hyena terlihat tengah memeluk Jihwa, mereka nampak berbicara sebentar dan tak lama Hyena memeluk Angel yang sedang duduk dikursi rodanya disamping Jihwa. Aku tersenyum memandang mereka, membayangkan jika mereka berdua –orang-orang yang sangat aku cintai- bisa berada disisiku, menemanik sisa hidupku dan selamanya bersamaku, membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia.

“Siwon-a” Suara Woohyun terdengar mengagetkan lamunanku. Dia melambaikan tangannya padaku dan kini dia tengah berjalan ke arahku bersama Hyena yang tengah mendorong kursi roda Angel. Hatiku sedikit sakit melihat pemandangan itu. Tidakkah mereka tahu, kini mereka terlihat seperti sebuah keluarga? Ck, Nam Woohyun aku tidak akan membiarkanmu merebut Hyena dariku.

“appa” Angel dengan manja menarik lenganku memaksaku untuk mensejajarkan tubuhku dengannya.

“ayo beri salam pada songsaenim, apa appa tidak merindukannya?” mwo? Apa yang anak ini katakan? Aku tertegun menatap Hyena yang juga menatapku terkejut atas perkataan Angel.

“ah, Angel, apa kau mau sesuatu? Kajja kita ambil minum, songsaenim haus eoh” spertinya Hyena mengalihkan pembicaraan. Dia mendorong kursi roda Angel menjauhiku dan Woohyun. Ini kesempatanku, aku harus mengatakannya pada Woohyun.

“Woohyun-a, ada yang ingin aku bicarakan denganmu” ucapku dengan pelan dan mencoba merangkai kata-kata.

“ne? Tentang apa?” Woohyun menaikkan 1 alisnya dan tersenyum tulus padaku. Aigo~ kenapa aku tiba-tiba menjadi tidak tega?

“eumm sudah berapa lama kau mengenal Hyena? Mmm maksudku dimana pertama kali kau bertemu dengannya? Apa kau benar-benar mencintainya? Maksudku, apa yang membuatmu mencintainya?” Aissshh kenapa aku jadi gelagapan seperti ini.

“ckckckck” mwo? Dia tertawa? Memangnya ada yang lucu? “kau ini, aku pikir ada apa” dia kembali tertawa.

“yak! Woohyun-a, aku serius” ucapku setengah menahan emosi, bisa-bisanya dia menganggap ini bercanda eoh?

“wae? Jangan bilang kau juga menyukainya?” aku menelan paksa ludahku(?). dia benar-benar membuatku gugup. “ckck, arasheo, aku hanya bercanda, bukankah kau juga sudah punya yeoja sendiri? Jadi kau tidak mungkinkan menyukai Hyena?” ku lihat dia terkekeh lagi. Aissshh ingin rasanya membungkam mulutnya.

“so ceritakan semua padaku” ucapku setengah memohon. Dia menatapku heran, mungkin sekarang dia sedang berfikir ‘kenapa kau ingin sekali tahu eoh?’ aargh masa bodoh dengan pikirannya.

“aku dan dia bertemu 4 tahun yang lalu, tepatnya saat aku sedang bekunjung di salah satu rumah sakit di Seoul. Saat itu dia sedang dalam keadaan terguncang karena kehilangan sesuatu yang berharga di hidupnya” DEG…. ‘sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya’ aku memusatkan sepenuhnya konsentrasiku mendengarkan cerita Woohyun.

“saat itu usianya bahkan belum genap 18 tahun. Dia sudah tidak mempunyai orang tua, dan dia hanya tinggal berdua dengan oppa nya, Kim Ryeowook” Woohyun memandang Hyena.

Aku tahu Woohyun, aku bahkan tahu orang tuanya meninggal saat dia masih berusia 10 tahun, dan aku tahu persis bagaimana kehidupannya. Aku tahu orangtuanya mengalami kecelakaan saat itu, aku tahu itulah yang membuat usaha keluarga Kim hancur dan membuat usaha orangtuaku laju pesat. Yah, orangtua kami memang bersaing didunia bisnis, itulah alasannya mengapa dulu eomma menentang hubunganku dengan Hyena, hanya karena Hyena anak mantan rival terbesar keluarga kami.

“aku mencintainya, sangat mencintainya, aku menerima semua yang ada pada dirinya, semua kekurangan dan kelebihannya, bahkan bagaimanapun keadaannya” Woohyun tidak berhenti memandang Hyena yang tengah bercanda dengan Angel.

“3 tahun bukan waktu yang singkat bagiku untuk mendapatkannya. Meskipun saat itu aku sibuk di Canada, bahkan bisa dikatakan 3 tahun itu aku hanya beberapa kali bertemu dengannya, namun aku tidak pernah berhenti untuk selalu menghubunginya. Menelponnya setiap saat mencoba mengembalikan kehidupannya, mencoba membuatnya mencintaiku dan membuatnya melupakan namja yang sudah menghancurkan masa depannya”

Deg? Serasa jantungku berhenti mendengar kata terakhir Woohyun, ‘namja yang sudah menghancurkan masa depannya?’ apa maksudnya? “chamkaman, maksudmu namja yang sudah menghancurkan masa depannya?” aku mencoba mencari tahu dari wajah merah Woohyun, sepertinya dia menahan amarah.

“ne, namjachingunya yang sudah merebut keperawanannya(?) dan meninggalkannya begitu saja. Bahkan tanpa kabar dia pergi keluar negeri disaat Hyena tengah menngandung anaknya”

Seperti terkena sengatan listrik beratus-ratus volt telingaku panas. Hatiku rasanya terbakar. Hyena benarkah itu? Kakiku tiba-tiba lemas. Aku butuh sandaran atau aku akan terjatuh disini?

“kalau sampai aku menemukan namja itu aku pasti akan membunuhnya. Membunuhnya dengan tanganku sendiri”. Damn! Aku benar-benar hilang keseimbangan tangaku mencengkeram erat pegangan tangga yang ada disampingku. tiba-tiba ingatanku tentang kejadian 5 tahun yang lalu muncul keluar fikiranku.

Flasback

 

Hari itu, tepat dimana hari kelulusan Hyena. Aku menunggunya didepan pintu gerbang sekolahnya. Dia tersenyum melambai-lambaikan tangannya kearahku lalu memelukku erat.

“chukkae chagi sekarang kau sudah lulus SMA” ucapku masih memeluknya.

“oppa aku senaaaang sekali, akhirnya aku bisa mengucapkan selamat tinggal pada dunia SMA” dia tersenyum puas kearahku.

“ne, kajja kita rayakan keberhasilanmu” aku segera menariknya masuk kemobilku, lalu menjalankan mobilku kesuatu tempat yang masih aku rahasiakan darinya.

“oppa mau mengajakku kemana?” dia memandang heran kearahku yang masih berkonsentrasi dengan jalan didepanku. Aku tidak menjawabnya membiarkannya dengan rasa penasaran yang menggerogoti pikirannya. “yak! Oppa katakan kau mau membawaku kemana? kita tidak boleh pulang terlambat, Oppaku pasti akan marah” ya Tuhan lihatlah wajahnya neomu neomu Yeppeo.

“tenanglah, oppa mu tidak akan marah kalau kau pergi denganku, lagipula bukankah dia juga sibuk dengan restoran barunya?” aku mencoba mengingatkannya. Ryeowook memang baru membuka restoran cabangnya yang ke 3, setelah orang tua mereka meninggal Ryeowook memang menjadi appa, eomma, sekaligus oppa untuk Hyena. Tapi Ryeowook tidak sendiri, dia bersama yeojachingu nya –Hye Kyung- anak salah satu rekan bisnis orangtuanya bekerja sama untuk membangun sebuah restoran, dan akhirnya mereka kini sudah mempunyai 3 restoran.

Aku membukakan pintu mobilku menyuruhnya keluar. Kami tiba disebuah danau yang cukup sepi pengunjung, bisa dikatakan tidak ada pengunjung karena hanya ada aku dan Hyena disini. Dia nampak membulatkan matanya menatap hamparan air yang cukup luas didepannya.

“danau?” dia menatapku yang tersenyum sambil membentangkan kedua tanganku.

“kau suka?” tanyaku menatapnya yang tidak mengeluarkan sepatah katapun tentang danau dihadapan kami. Dia hanya mengangguk lalu memelukku. Aku merasa baju yang aku kenakan basah. Apakah dia menangis? “wae kau menangis?” tanyaku dan berusaha melepaskan pelukannya. “wae.?”

“aku terharu oppa?” dia tersenyum dan kembali lagi ku lihat butiran bening muncul diujung kelopak matanya.

“Hyena” aku membuka pelukanku dan menatapnya, satu tanganku menyusuri kantong(?) saku celanaku dan menyerahkan sebuah kotak berbentuk hati kehadapannya, dia menatapku penuh tanda tanya “untukmu”. Dia meraih kotak yang aku berikan lalu membukanya perlahan.

“oppa” dia menatapku sambil mengangkat sebuah kalung dihadapanku “Sinha?” ucapnya dengan muka polos yang tengah menatapku heran.

“ne, Siwon, Hyena” aku meraih kalung itu dan memasangkannya di leher(?)nya. “jagalah, suatu saat bila kelak kita mempunyai seorang anak berikan padanya” ucapku dan mengecup pelan keningnya. “apapun yang terjadi, berjanjilah kau akan selalu mencintaiku. Menungguku sampai aku melamarmu”. Dia mengangguk dan kembali memelukku.

“saranghaeyo oppa, saranghaeyo saranghaeyo saranghaeyo” aku terkekeh mendengar ucapannya.

—OOO—

Jam ditanganku menunjukan pukul 3pm. Namun langit Seoul sudah begitu gelap aku memandangnya yang masih terpejam di pangkuanku.

Setetes air turun dari langit menyentuh pipinya. Sepertinya akan turun hujan? Aku tidak tega membangunkannya, tapi hujan sepertinya akan turun?  Ottoehkae? Kurasakan titik-titik air itu mulai berjatuhan lebih deras lagi akhirnya aku putuskan untuk menggendongnya berteduh kesebuah pondok(?) tak berpenghuni.

Dia menggigil sepertinya kedinginan, membuka sedikit matanya. “op…pa, kita ada dimana?” ucapnya dengan bibir bergetar.

“tadi kita kehujanan chagi, sekarang kita sedang berteduh, apa dingin” bibirnya membiru, sepertinya dia benar-benar kedinginan.

“ann…nio gwa…een..chana” ucapnya masih bergetar. Dengan keberanian entah dari mana aku segera melahap(?) bibirnya mencoba menyalurkan sisa kehangatan yang aku punya. Dia berusaha menolak saat bibirku menyeruak masuk kedalam bibirnya *kiaaa sumpah gemeter nulis yang bagian ini* namun aku tidak mungkin membiarkannya terus kedinginan. Kudorong tengkuk(?) lehernya supaya lebih merapat pelan-pelan dia menerimanya. Tanpa sadar aku sudah melucuti baju yang dikenakannya kemudian bersiap ketahap selanjutnya*pokoknya begitulah, disensor sama Author ye* Readers kecewa*

Aku membuka mataku saat sinar matahari mencoba membuka mataku. Terdengar pelan suara isakan dari ujung ruangan tempatku tertidur. Aku duduk dan mencoba mengingat semua yang terjadi dan mataku melihat Hyena yang tengah duduk memeluk kedua lututnya dengan terisak hebat. Ya Tuhan apa yang aku lakukan? Aku mencoba mendekatinya yang belum sadar kalau aku sudah terbangun.

“mianhae” ucapku saat sudah ada didepan tubuhnya. Dia menatapku nanar, air mata tumpah diwajahnya “aku akan bertanggung jawab, kau percaya padaku kan?” aku memeluknya yang masih terisak pelan tanpa mengeluarkan sepatahkatapun dari bibirnya.

FlashBack End

 

——-oooOOOooo——-

Hyena Pov~

 

“oppa aku ingin ke Seoul”  ujarku kepada Woohyun oppa saat didepan apartement ku.

“apa kau merindukan oppa mu?”

“ne, aku sangat merindukannya, terlebih Hye Kyung eonnie, tadi padi dia menelpon, dan dia bilang dia tengah mengandung 2 bulan” aku mengingat percakapan ku dan Hyekyung eonnie tadi pagi.

“ne, besok kita mengunjungi mereka, eumm jam 8 pagi ne” aku mengangguk senang lalu masuk ke apartementku.

—ooo—

06.00 am KST

Ting tong ting tong

Suara bel rumahku terdengar begitu nyaring, “apa Woohyun oppa datang sepagi ini? Bukankah dia bilang pukul 8?” aku mengernyitkan keningku sambil berjalan menuju pintu apartementku.

Aku tertegun mendapati seorang namja yang tengah berdiri di hadpanku. Dia mendorong masuk tubuhku dan mengunci apartementku. ‘hey ini apartemenku’ aku sekali aku berteriak seperti itu padanya.

“ada yang ingin aku bicarakan denganmu Hyena” dia menggenggam erat kedua tanganku membuatku tersadar dan segera melepaskan genggaman tangannya.

“aku tidak punya urusan denganmu” aku mencoba bersikap se dingin mungkin padanya. Bagaimanapun aku berusaha sepertinya itu sia-sia. Nafasku tiba-tiba sesak, dan jantungku berdetak lebih cepat, membuat semua konsentrasiku hilang.

“jebal, katakan yang sejujurnya padaku, apa saat itu, kau mengandung anakku?”. Aku menatapnya tajam sesaat setelah mendengar dia berucap seperti itu. Wajahku memanas, ingin rasanya aku memukul keras pipinya. Tidak sadarkah dia sudah menggorek(?) luka yang hampir kering di hatiku? “Hyena jawab aku, apa benar saat itu kau mengandung anakku? Lalu dimana sekarang dia? Kenapa kau tidak mengatakannya padaku? Apa kau tidak ingin aku melihat anakku sendiri? Wae? Kau malah akan menikah dengan namja lain? Jebal, katakan dimana sekarang anakku? Aku ingin bertemu dengannya”.

“PLAK”

Akhirnya aku berhasil menampar pipinya. Air mataku sudah tumpah mendengar semua pertanyaannya. Tidak tahukah kau Choi Siwon? Kau baru saja menyiramkan cuka pada sebuah luka?

“temuilah dia di akhirat” ucapku setengah bergetar menahan amarah didadaku. Dia memandangku dengan penuh tanda tanya.

“jangan bercanda Kim Hyena. Sudah cukup kau membohongiku selama ini” aku kembali mendelik menatapnya. Apa dia bilang? Membohonginya?

“siapa yang membohongimu Choi Siwon?” aku meninggikan suaraku “tidak ada anak diantara kita. Semuanya sudah berakhir, tidak bisakah kau mencoba memahami perasaanku eoh? Kenapa kau selalu mengganggu hidupku?” aku berteriak didepan mukanya dia nampak shock.

“aku tidak mengerti maksudmu? Aku sudah tahu semuanya Woohyun sudah bercerita dulu kau sempat hamil karena namjachingumu, dan itu berarti aku bukan? Bukankah saat itu aku namjachingumu? Atau kau mempunyai namjachingu lain selain aku?”

Aku kembali menamparnya. Kata-katanya benar-benar membuatku tidak bisa mengendalikan emosiku.

“kau pikir aku yeoja seperti apa eoh? Aku bukan kau yang lari dari tanggung jawab! Siapa dulu yang bilang akan bertanggung jawab? Siapa dulu yang berjanji akan melamarku? Kau bahkan pergi tanpa sepatah katapun yang kau ucapkan padaku. Kau bahkan membiarkan aku sendiri mendapat berbagai macam cacian dan hinaan dari orang? Kau bahkan tidak pernah datang melamarku sampai aku melahirkan bayiku?” akhirnya aku terduduk lemas di lantai dengan air mata yang begitu deras.

“apa kau tahu betapa dulu aku dan oppa ku sangat tersiksa karena keadaanku?, apa kau tahu aku bahkan di DO dari universitasku karena hamil di luar nikah, apa kau tahu aku harus mengasingkan diri dari lingkunganku karena perutku kian membesar, terlebih saat aku tahu kau pergi ke Canada tanpa memberitahuku, dan apa kau tahu eommamu saat itu menyuruhku untuk menggugurkan kandunganku? Apa kau tahu semua itu Choi Siwon?” aku kembali berteriak memandangnya yang tenga shock didepanku.

“apa kau tahu bagaimana perasaanku saat aku bahkan harus menerima kenyataan bahwa anakku tidak bisa diselamatkan? Aku harus kehilangannya sebelum aku bisa menatapnya? Kau tahu? APA KAU TAHU?” dia terduduk lemas dilantai dihadapanku. Air matanya turun dengan perlahan dari kelopak matanya.

“tapi kenapa kau tidak memberitahuku?” suaranya terdengar begitu sendu.

“aku sudah mendatangi rumahmu, bahkan aku juga sudah ke bandara menyusulmu” suaraku akhirnya melemah.

“jadi, diamana sekarang anakku?” dia masih tertunduk dengan airmata yang mulai berjatuhan dilantai.

“dia sudah di surga” ucapku setengah berbisik. Menahan perih yang kembali muncul saat ku dengar kata-kata itu 4 tahun lalu.

Flash Back

 

“Hyenaa” Ryeowook oppa memelukku saat aku tersadar, ku rasakan pelan nyeri(?) di perutku, sudah tidak sebesar(?) saat terakhir kali aku sadar.

“oppa dimana anakku?” aku memandang Ryeowook oppa yang tengah terisak memelukku. Hye-Kyung eonnie masuk dengan mata yang cukup sembab, apa yang sebenarnya terjadi. “eonnie, diaman anakku? Dia baik-baik saja bukan? Jebal bawa dia kemari, aku ingin menggendongnya”.

“Hyena” Hye-kyung eonnie mengelus pelan rambutku “kau harus tabah, mungkin Tuhan belum mempercayaimu menitipkan anak itu padamu” sesaat aku terdiam mencoba menelaah setiap kata yang masuk ke telingaku.

“eonnie katakan dengan jelas, oppa jebal tolong bawa anakku kemari oppa” air mataku tiba-tiba mengalir memandang Ryeowook oppa dan Hye-Kyung eonnie hanya terdiam.

“anakmu tidak bisa diselamatkan Hyena, dia meninggal dalam kandungan” ucapan Ryeowook oppa sukses membuatku menahan nafas sesaat. Apa? Apa yang aku dengar? Itu tidak mungkin, aku tidak mungkin kehilangannya? Tidak mungkin? Aku tidak bisa kehilangannya…. akhirnya aku tidak sadarkan diri.

FlashBack End

——-oooOOOooo——-

Author PoV~

Woohyun mengepalkan tangannya dari balik pintu apartemen Hyena. Dia mendengar semua pembicaraan antara Hyena dan Siwon. “jadi kau pelakunya Choi Siwon? Aku bersumpah tidak akan pernah membiarkanmu mendekati Hyena kembali” dengan geram(?) Woohyun mengetuk pintu apartement Hyena. Cukup lama sampai 2 sosok keluar dari dalam apartement Hyena. Mata Hyena nampak sembab, dan Siwon nampak merah. Sebisa mungkin Woohyun tersenyum berusaha menutupi semua yang diketahuinya.

“Siwon-a, sedang apa kau disini?” tanya Woohyun tersenyum pada Siwon, meskipun senyum yang dipaksakan.

“anni, aku hanya sedang membicarakan soal Angel”

“ah, chagi, kajja bukankah kita akan mengunjungi oppa dan eonnimu di Seoul” Hyena bergerak masuk kekamarnya “ah chagi, sepertinya aku ingin pernikahan kita dipercepat, bagaimana kalau minggu depan kita menikah?” Hyena dan Siwon tersentak mendengar pernyataan Woohyun.

“tapi oppa”

“aku yang akan berbicara pada Ryeowook hyung, aku yakin dia kan merestuinya, bukankah lebih cepat lebih baik?” Woohyun tersenyum ke arah Hyena lalu memandang Siwon yang masih terbengong(?) didepannya ‘kau tidak akan mendapatkannya Choi Siwon” ujar Woohyun tersenyum puas di hatinya.

———-ooOOoo———-

“aku tidak mampir, aku akan mempersiapkan semuanya dengan orangtuaku, nanti malam aku akan berbicara dengan Ryeowook hyung” Woohyun mencium kening Hyena dan berlalu dari depan rumah Ryeowook.

Hyena mendengus(?) pelan ‘benarkah tidak ada cara lain? Sepertinya aku memang akan menjadi milik Woohyun oppa selamanya, selamat tinggal Choi Siwon” ucap Hyena sembari melangkah masuk kedalam rumah oppanya.

“Hyena?” Hye-kyung terkejut melihat dongsaengnya sedang menutup pintu rumahnya.

“eonnie” Hyena memeluk Hye-kyung dan terisak dalam pelukannya.

“wae? Kau menangis?” Hye-kyung membawa Hyena duduk di sofa.

“dia kembali eonnie, dia bahkan sudah mengetahui semuanya” tutur Hyena membuat Hye-kyung mengernyitkan keningnya.

“maksudmu”

“Siwon oppa, dia kembali, aku bertemu dengannya, dan dia sudah tahu semuanya, dia tahu kalau dulu aku mengandung anaknya, dia tahu anak itu sudah tiada, dan dia dia..” Hyena tidak mampu menyelesaikan kata-katanya, dia menangis memeluk Hye-kyung yang menatapnya iba.

“uljima Chagi, sudahlah, bukankah itu masalalu” Hye-kyung mencoba membuat Hyena sedikit tenang.

“tapi aku selalu menunggunya eonnie, aku selalu berdoa pada tuhan untuk dipertemukan dengannya, tapi kenapa baru sekarang dia datang disaat semuanya sudah terlambat, Woohyun oppa akan menikahiku minggu depan”

“mwo? Minggu depan? Wae? Kenapa mendadak seperti itu?”

“sepertinya dia mendengar semua pembicaraanku dengan Siwon oppa tadi, entahlah eonnie aku bingung, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan”

“Hyena” Hye-kyung merengkuh bahu Hyena dan memaksanya menatap Hye-kyung “apa kau masih mencintainya?” Hyena diam tak menjawab “eonnie akan mengatakan sesuatu padamu, tapi eonnie mohon, kau harus percaya semua yang di lakukna oppa mu dan eonnie semata-mata untuk kebahagiannmu, percayalah oppa dan eonnie hanya ingin yang terbaik untukmu, kami tidak ingin masa depanmu hancur.” Hye-kyung menghela nafas sebelum melanjutkan kata-katanya “sebenarnya, putrimu belum meninggal, dia masih hidup”………….

.

.

.

.

.

.

.

.

=====> To Be Continued

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: