Little Angel [Chap 4]

Gambar

Title: Litlle Angel

 

Cast: -Choi Siwon

          -Kim Hyena a.k.a Oktavia Juyanti

          -Choi Sinha a.k.a Angel

 

Suport Cast:-Kim Ryeowook

                       -Shin Hye Kyung a.k.a DheAjheng Ophiie Alanuviracuitcuit

                      -Lee Donghae

                      -Choi Jihwa a.k.a Faridah The-Puff Sii Belahanjiwa Nounna-nyuaaStefan

                      -Nam Woohyun         

 

Author: Ophiie Ryeosomnia a.k.a Shin Hye Kyung (istri syah dan istri pertama sekaligus istri terakhir dari Kim Ryeowook)

 

Leght:  Chapter

Chapter: 4 OF?

 

Genre: Romance

 

Rated: PG-15

Facebook: DheAjheng Ophy Alanuviracuitcuit

Twitter: @ophiie_unyu

 

Disclaimer: Ryeowook is Mine^^ & this FF is MINE too, Don’t Plagiat Don’t Copas sembarangan dilarang Bashing^^

Soundtrac: Davichi_Sad Promise

cover: Novin Aresta

Warning: ‘FF gaje, Typo berserakan macam sampah, mohon dimaklumi, saya menerima kritikan, masukan, komentar tapi bukan Bashingan! So Don’t Bashing and Don’t Plagiat’

Bukankah dulu kita saling mencintai saat kita masih bersama?

Bukankah dulu kita terbiasa sakit bersama?

Menganggap setiap luka satu sama lain sebagai milik kita sendiri?

Bukankah dulu kita terbiasa saling menyukai

Kamu dulu terbiasa tertawa dengan senyumku

Bukankah dulu kita terbiasa menangis bersama

Kamu dulu merasa terluka oleh air mataku

Kumohon kembalilah padaku

Aku memanggil namamu setiap malam

Dan dalam penantianku yang melelahkan

Aku bertanya tanya di sekitar

Mencarimu

-SUJU_Memories-

~Happy Reading~

 

=====> Last Story

“biar aku yang menyuapinya Jihwa-shi, kau harus mau ne” ucapku lalu membantunya sedikit duduk bersandar pada dinding kamar, lalu menyuapinya”

“siapa yang datang” ucap seseorang dari dalam kamar mandi. DEG ‘suara itu?’ aku mendongakkan kepalaku menatap seseorang yang sedang berdiri didepan kamar mandi dan saat itu dia juga sedang menatapku. Mata kami bertemu… dia…. dia terkejut menatapku, begitupun diriku ‘Tuhan apa aku sedang bermimpi?’

Klontraang

*suara apa Thor?*

*mau tau banget?*Plak!

Seketika mangkuk berisi bubur terjatuh dari tanganku ‘Cho…..Cho… i Si… Woon?’ ucapku masih menatap nya yang berada di depan pintu kamarmandi

.

.

.

.

.

Chap 4

~story Begining~

 

Author Pov~

Tidak sadar Hyena menjatuhkan mangkuk berisi bubur dari tangannya. Dia memandang lurus ke arah namja didepannya. Namja yang selama ini dia tunggu. Namja yang selama ini mengisi hatinya meskipun dia selalu mencoba melupakannya.

Choi Siwon, dia masih berdiri di ambang pintu toilet dengan handuk yang masih menempel di kepalanya, menutupi rambutnya yang basah. Sesaat hening diruangan.

Jihwa yang menyadari ada aura berbeda di sekelilingnya enggan membuka mulutnya. Membiarkan mereka larut dalam pikiran masing-masing. Menatap ke arah oppanya dan Hyena bergantian, seolah bertanya ‘apa yang terjadi antara kalian berdua’.

Angel, gadis kecil yang tengah menyandar panda dinding tempat tidurpun tidak kalah shock, melihat sang songsaenim dengan kaget menjatuhkan mangkuk bubur dan appa nya yang masih terdiam di ambang pintu toilet. Gadis seusianya belum cukup mengerti dengan apa yang terjadi. Dia meraih tangan Hyena pelan menyadarkan Hyena dari lamunan yang cukup lama itu.

“songsaenim?” suara kecil nan merdu itu mampu membuat suasana ruangan yang hening kembali mencair, Hyena tersadar segera dipungutinya bubur yang berserakan dilantai, dia bahkan belum bisa mengembalikan suaranya. “appa, ini Kim Songsaenim kemarilah” Angel melambaikan tangannya ke arah Siwon yang masih mematung ditempatnya.

Jihwa ikut berjongkok memunguti lelehan bubur di lantai bersama Hyena. “mianhae” Hyena dengan susah payah mengembalikan suaranya menatap Jihwa dengan tatapan bersalahnya.

“gwaenchana Songsaenim” Jihwa segera membawa mangkuk itu ke kamar mandi dan membuang bubur yang sudah kotor itu ketempat sampah.

“songsaenim ini appa ku” Hyena tersenyum tipis ke arah Siwon yang kini berdiri di samping ranjang rumah sakit Angel. Ada sedikit sesak didadanya ‘ternyata dia putrimu? Ternyata dugaanku selama ini benar? Kau bahkan memakai nama ‘calon anak kita’  untuk anakmu dengan yeoja lain. Apa maksudmu Choi Siwon? Tidak tahukah kau selama ini pengorbananku menunggumu? Apakah ini jawaban semua penantianku? Tuhan? Tidakkah semuanya sudah terlalu jelas dimataku?’.

Beribu pikiran bergelayut manja di otak Hyena. Matanya memanas, namun dia coba untuk tetap tersenyum “Kim Hyena Imnida” dengan sedikit keberanian Hyena mengulurkan tangannya ke depan muka Siwon. Menutupi semua gejolak hatinya yang berteriak untuk meninggalkan tempat itu segera.

Siwon meraih tangan Hyena sedikit canggung “Choi Siwon imnida” ucapnya tak menatap Hyena didepannya. Siwon justru menatap tangannya yang kini menggenggam tangan Hyena lembut.

Ada kehangatan disana, menyalurkan berkeping-keping rindu yang selama ini dipendamnya, menggenggam lebih lama tangan yeojanya yang selalu di tunggunya. ‘tidakkah kau tahu aku ingin memelukmu saat ini juga Hyena?’ itulah yang ada difikiran Siwon saat ini. Melihat yeojanya berpura-pura tidak mengenalinya, bahkan dengan gampang mengenalkan dirinya ‘lupakah kau akan semua yang pernah kita lalui’ ingin rasanya Siwon berteriak saat itu juga.

“jadi namamu Kim Hyena?” refleks genggaman tangan Hyena dan Siwon terlepas mendengar suara merdu dari Jihwa yang baru keluar dari kamar mandi.

Hyena mengangguk dan segera duduk disamping Angel dan mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruangan tak mau bertemu pandang dengan Siwon.

“Astaga, aku bahkan baru mengetahui nama mu songsaenim, selama ini aku hanya memanggilmu Kim Songsaenim, Aigo~ bodoh sekali diriku ini, hajiman… Hyena?” Jihwa memandang Siwon sesaat lalu memandang Hyena kembali seperti mengingat sesuatu Jihwa terlihat berfikir keras “tidakkah itu mirip dengan nama seseorang oppa?” Jihwa memandang siwon menanti penjelasannya, Siwon mengabaikan Hyena di ambilnya dompet kulit hitamnya yang tergeletak di meja.

“aku ingin membeli makanan diluar, jaga Angel baik-baik” Siwon mengecup Angel pelan dan berlalu meninggalkan Jihwa dengan beribu pertanyaan diotaknya, dan tentu saja dengan Hyena yang masih belum bisa sepenuhnya sadar dengan apa yang dialaminya.

———-oooOOOooo———-

SIWON Pov~

 

Aku keluar ruang rawat Angel dengan sedikit berat. Jujur aku masih ingin didalam, aku masih ingin memandangnya, Hyena seorang yang selama ini aku tunggu, seorang yang selama ini aku cari, dia disini, dia sudah dihadapanku ‘Tuhan apakah aku sedang tidak bermimpi’ sekali lagi aku memukul pelan kepalaku ‘appo’ sepertinya ini memang nyata, dia memang disini, aku tidak sedang bermimpi, tapi 1 yang menjagal(?) pikiranku. Kenapa? Kenapa Hyena pura-pura tidak mengenaliku? Kenapa dia malah mengenalkan dirinya? Kita sudah saling mengenalk Hyena, kita bahkan sudah menjalin hubungan sejak 7 tahun yang lalu tidakkah kau ingat itu?.

Kakiku melangkah menyusuri lorong rumah sakit yang cukup ramai dan berhenti disebuah kantin rumah sakit yang cukup ramai pula aku memilih tempat duduk dan memesan makanan untuk makan pagiku.

“Choi Siwon” seseorang berteriak memanggil namaku, aku melihat Woohyun sedang melambai dari depanku. Dia sahabat ku saat di Canada, bisa dibilang dia juga dokter spesialis Angel, dia sangat baik, dan aku tahu dia juga sangat menyayangi Angel.

“apa yang sedang kau lakukan disini Woohyun-a? Bukankah kau sekarang bertugas di Seoul?” dia menatapku kecewa ‘ada apa dengan orang ini’.

“yak! Choi Siwon! Tidak bisakah kau mengganti pertanyaanmu? Apakah kau tidak senang bertemu denganku? Mantan Sahabatmu?” lihatlah wajahnya terlalu jelek saat ditekuk(?) seperti itu.

“arasheo arasheo” aku mengangguk terkekeh melihat tingkahnya “kau ini, seperti yeoja yang sedang merajuk pada kekasihnya, apa kau lupa berapa umurmu sekarang eoh?” aku lebih senang menggodanya daripada meminta maaf padanya.

“yak! Kau” dia mendelik(?) menatapku garang, meskipun aku tahu dia tidak benar-benar marah “seharusnya kau berterima kasih karena aku telah menolong putrimu”.

“jinjja? Kau yang menolong Angel? Akh, ku rasanya kau salah, Tuhanlah yang menolong Angel bukan dirimu” aku masih ingin beradu mulut dengannya, meskipun terkadang aku kalah darinya.

“isssh kau ini! Mulai jadi pendeta eoh? Pergilah kegeraja” dia duduk lalu menyeruput(?) minuman milikku.

Baiklah untuk kali ini aku kembali mengalah “jadi sebenarnya apa yang kau lakukan disini?”.

“aku ditugaskan mengawal(?) beberapa mahasiswa kedokteran disini, hanya untuk beberapa minggu kedepan, terlebih tunanganku juga ada di Mokpo”.

“ah jinjja? Tunanganmu? Ah, mianhae saat itu aku tak datang diacara pertunanganmu, saat itu aku masih di Canada” aku ingat 2 bulan yang lalu dia menelponku dan mengatakan akan bertunangan dengan seorang yeoja yang sampai sekarang belum aku ketahui namnya.

“ne, tapi kau harus datang ke pernikahanku arasheo” dia mendelik(?)an matanya menatapku paksa. Aku terkekeh pelan dan mengangguk.

“jadi yeoja seperti apa yang mampu meluluhkan hati seorang dokter Woohyun?” aku menggodanya mengingat saat dia dulu di Canada bukanlah namja yang setia.

“kau meremehkanku eoh?” dia kembali mendelik sepertinya tau maksudku.

“aku hanya ingin tahu, seperti apa bentuk yeoja yang sudah membuatmu bertobat?” sepertinya aku terlalu gemar membuatnya mendelik(?)

“tunggu saja aku akan menyuruhnya datang, dan kau jangan sampai kau jatuh cinta padanya” nada nya seperti mengancam aku tersenyum.

“ambil saja, aku tidak berniat pada yeojamu itu, aku pun sudah menemukan yeojaku” aku mengingat kembali pertemuanku dengan Hyena, meskipun kami tidak saling sapa, aku tahu aku akan mendapatkannya kembali.

“jinjjayo? Apakah yeoja yang sering kau ceritakan dulu? Memangnya kau sudah menemukannya? Lalu bagaimana dengannya? Apakah dia masih menunggumu juga?” dia nampak antusias.

“ne, aku sudah bertemu dengannya, tapi entahlah, apakah dia masih menungguku aku tidak” sepertinya akupun ragu.

“babo! Jeongmal baboya” dia tertawa melecehkanku sepertinya? “Choi Siwon? Menunggu seorang yeoja yang tidak jelas? Dimana otakmu eoh? Lihat, masih banyak yeoja yang mengantri untuk mendapatkan cintamu” ck dasar bocah ini, sepertinya dia tidak tahu makna sebuah cinta dan kesetiaan, ku pikir dia sudah benar-benar dewasa.

“mianhae oppa menunggu lama?” seorang yeoja berkata dari balik punggungku. Ku lihat Woohyun mengembangkan senyumnya dan aku ikut berbalik menatap yeoja yang sepertinya tunangan Woohyun.

Hyena? Aku menatap kaget wajahnya didepanku dia pun kaget menatapku, omo~ benarkah ini? Apa aku terlalu memikirkannya hingga dia muncul didepanku?

“chagi, duduklah” suara Woohyun menyadarkan ku dan ternyata benar, sosok yang kini duduk di sampingku memang Hyena, Hyenaku? Aku sedang tidak bermimpikan? Tiba-tiba rasanya dadaku ini sesak ada beberapa gejolak yang membuatku mengepalkan jari-jariku saat Woohyun merangkul Hyena.

“Siwon-a, ini tunanganku Kim Hyena, dia itu kebetulan mengajar Angel juga, putrimu”  aku menatap Hyena yang menunduk ‘kenapa menunduk Hyena, cepat  tatap aku, katakan padanya kalau kau kekasihku, cepat katakan kau bercanda’ hatiku terus berteriak memakinya, ‘kenapa kau diam cepat tatap aku KIM HYENA’ mataku memerah saat ini? Mungkin? Menahan amarah yang terlalu tinggi didadaku.

“yak! Ada apa dengan kalian? Apa kalian sudah saling mengenal?” Woohyun menanyakan pertanyaan bodoh yang ingin sekali aku menjawabnya. “chagi” isssh rasanya tangan ini ingin membekap mulutnya itu ‘apa-apan dia memanggil Hyena chagi? Hanya aku yang boleh memanggilnya dengan sebutan seperti itu.

“kami memang sudah saling mengenal” dia mendongakkan kepalanya menatapku ‘ benar Hyena cepat katakan kita bahkan sudah menjalin hubungan cukup lama’.

“benarkah?” Woohyun sepertinya kaget dengan pernyataan Hyena.

“eumm, tadi kami sempat bertemu di ruang rawat Angel” ucapannya membuatku sedikit kecewa ‘Hyena katakan yang sebenarnya, kenapa kau juga menyembunyikannya?’

“aaahh, jadi kalian sudah bertemu disana?” Woohyun tersenyum puas. Kenapa? Dia bahkan sepertinya meremehkanku? Aissshh.

Seorang waitres datang membawa 2 minuman untuk Woohyun dan Hyena, padahal seingatku Hyena belum memesan minumannya?

“bagaimana kalau kita bersulang untuk pertemuan kita ini” Woohyun mengangkat gelasnya dan langsung ku sambut dengan malas begitupun Hyena “nah Siwon-a kau harus cepat bertemu dengan yeoja yang baru, untuk apa kau selalu menunggunya? Chagi kau tahu?” Woohyun memandang Hyena yang mengangkat 1 alisnya “Choi Siwon dia itu namja tampan, kaya, tapi terlalu bodoh soal yeoja kau tahu, sampai saat ini dia masih menunggu yeoja dari masa lalunya yang tidak jelas itu”

“uhuk uhuk uhuk uhuk”

Aku dan Hyena sama-sama tersedak mendengar ucapan Woohyun, Hyena menatapku tidak percaya.

“yak! Woohyun-a apa yang kau katakan” aku sedikit marah padanya.

“mianhae oppa aku ingin ke toilet” Hyena beranjak meninggalkan kami menuju toilet.

———-oooOOOooo———-

Hyena Pov~

 

Aku sedikit berlari dari meja dimana Woohyun oppa dan Siwon sedang duduk. Rasanya sudah terlalu sulit untuk membendung air mata ini. Tuhan inikah jalan takdirmu untukku? Benarkah semua yang aku lihat ini? Choi Siwon? Dia sudah mempunyai seorang anak, dengan begitu dia sudah menikah? Aku merindukannya? Sangat merindukannya? Selama ini kau tahu hanya itu doaku? Aku berdoa untuk dipertemukan dengannya. Tapi bukan seperti ini Tuhan. Bukan dengan keadaan seperti ini.

Apakah aku menyakitinya dengan bertunangan dengan orang lain? Lalu bagaimana dengannya yang bahkan sudah mempunyai seorang anak? Benarkah dia masih selalu menungguku?.

‘aaaargggggggggggghhhhhhhh’ aku memukul pelan pintu toilet apa yang harus aku lakukan?? Aku terduduk di Kloset didalam toilet. Air mataku tumpah menjadi anak sungai deras dipipiku. Sakit.. rasanya sangat sakiiitttt ku pegang pelan dadaku yang terasa sesak haruskah aku mengalah pada keadaan? Haruskah aku mengikuti jalan takdirmu tuhan? Kenapa? Kenapa kau tidak menggariskanku dengannya?

Aku menatap pantulan diriku di cermin. Mataku sedikit merah hampir 10 menit aku di toilet, menahan sesak didadaku yang kian menjadi nyata saat mengingatnya. Bisakah aku bersikap biasa padanya? Padanya yang selama ini aku rindukan?

Woohyun oppa? Tida-tiba aku teringat padanya. Namja yang sudah hampir 4 tahun ini menemaniku. Menemani disaat paling buruk dalam hidupku. Menjagaku saat orang lain meninggalkanku. Haruskah aku meghianatinya? Menghianati cinta sucinya yang telah menerimaku apa adanya. Tidak pernah memandang sebelah mata diriku yang tidak memiliki apa-apa?

Tapi selama ini apakah aku mencintainya? Sepertinya tidak? Benarkah aku tidak mencintainya? Benarkah selama ini hanya perasaan terima kasihku saja yang menjadikanku tetap disampingnya? Mengingat betapa dia selalu ada untukku?

Aku berjalan menuju meja yang tadi ditempati oleh Woohyun oppa dan Siwon, tak ada Woohyun oppa? Aku hanya melihat Siwon. Kembali lagi perasaan itu menyelimutiku, rasanya dada ini berdebar 100 kali lebih cepat dari biasanya.

“dimana Woohyun oppa?” aku bertanya tanpa memandangnya.

“kembali kerumah sakit, dia bilang ada pasien yang menunggunya” suaranya? Bahkan suaranya mampu membuat kakiku lemas. Rasanya aku ingin sekali menghambur kepelukannya. Menyampaikan rindu yang selama 5 tahun ini terpendam untuknya.

Aku masih berdiri mematung tanpa bisa melakukan apapun, berlari tidak bisa kakiku lemas dan bahkan kaku serasa ada lem yang menempelkannya di lantai.

Bibirku rasanya kelu tidak bisa terbuka sedikitpun, bahkan suaraku nyaris hilang tanpa membiarkanku berucap lebih banyak.

Kurasakan sepasang tangan hangat menyentuh bahuku membawaku kedalam pelukannya. Menenggelamkan wajahku didalam dadanya. Hangat, sangat hangat, aku benar-benar merindukan tangannya, pelukannya bahkan semua yang ada pada dirinya.

“bogoshipoyo” suara itu terdengar jelas masuk melewati daun telingaku menjalar ke seluruh tubuhku membuatku merasakan betapa rindunya orang yang sedang memeluk tubuhku ini.

Asin? Bibirku merasakan sesuatu yang asin dan basah. Butiran bening ini keluar dari pelupuk mataku dan berhenti tepat dibibirku. Sungguh aku tidak bisa mengeluarkan sepatahpun saat ini. Semua rasa berkecamuk dalam diriku.

“hyena” dia membuka pelan pelukannya dan menatapku seolah bertanya ‘apa yang terjadi’ aku masih belum bisa mengeluarkan kata-kataku “jebal katakan kau mencintaiku, semua yang dikatakan Woohyun bohong bukan? Kau dan dia bercanda bukan?” dia menatapku meminta penjelasan sepertinya? Aku masih diam tak bergeming entah apa yang harus aku katakan “Hyena, katakan kau bukan tunangannya? Kau hanya milikku Hyena kau hanya milikku” dia masih menatapku sambil sedikit mengguncang bahuku.

“Hyena bicaralah, jangan diam seperti itu, jebal katakan kau berbohong, katakan kau bercanda? Kau tidak mungkin menghianatiku kan? Aku tidak percaya padanya aku percaya padamu, palli katakan kau menungguku bukan?” Choi Siwon aku mohon jangan lakukan ini.

Aku semakin deras menangis, kenapa tiba-tiba suaraku hilang? Kenapa tiba-tiba aku tidak bisa bersuara??

“Choi Hyena” dia menunduk lemas dihadapanku “kau harus menjadi Choi Hyena” dia melepaskan genggaman tangannya di bahuku.

Aku menarik nafas dalam “Choi Siwon” akhirnya suara ku kembali, dia menatapku dengan mata yang sudah memerah “semua yang kau dengar itu benar. Aku sudah bertunangan dengannya dan aku akan menikah dengannya” sebisa mungkin aku mengeluarkan kata-kata meskipun dengan suara yang bergetar.

Dia memandangku tak percaya “kau menghianatiku? Wae? Bukankah kau bilang akan menungguku? Menunggu sampai aku melamarmu? Wae Hyena-a? Waeyo?” dia sedikit berteriak membuat beberapa pengunjung menonton kami.

“cukup Choi Siwon! Kau pikir sampai kapan aku bisa bertahan menunggu dalam ketidakpastian? Kau meninggalkanku 5 tahun yang lalu tanpa memberitahuku apa-apa. Kau bahkan tidak pernah memberikan kabarmu selama itu. Dan sekarang, kau bahkan sudah mempunya seorang anak. Apa kau sudah menikah? Sekarang siapa yang menghianati siapa hah?” aku pun ikut menaikkan nada suaraku.

“aku selalu mengirimu surat setiap minggu, kau yang tidak pernah membalasnya, bahkan saat aku akan berangkat keCanada pun aku sudah memberitahumu lewat sebuah surat yang aku titipkan pada eommaku, kau yang tidak datang kebandara”

“aku tidak pernah menerima sepucuk suratpun darimu. Dan kau pikir eommamu akan menyampaikan suratmu itu padaku? Cih, bukankah kau tahu dia tidak pernah menyukaiku?”

“jadi eomma membohongiku?” dia nampak lesu(?) ditempatnya.

“sudahlah mungkin memang takdir kita tidak pernah bisa bersama, kau pun sudah mempunyai seorang anak bukan? Jagalah dia” aku berlalu dari hadapannya.

“dia bukan putri kandungku” aku berhenti dan mengalihkan pandanganku kearahnya. Apa dia bilang bukan putri kandungnya? “aku mengadopsinya 4 tahun yang lalu saat itu…”

Flashback

 

Author Pov~

Siwon berjalan dengan cepat dilorong rumah sakit. Dia baru saja tiba dari Canada setelah sebelumnya mendapat telepon bahwa eommanya mengalami kecelakaan.

“Jihwa-a” dia memeluk dongsaengnya yang sedang menangis di depan ruang ICU.

“oppa, aku takut, aku takut sekali oppa” isak Jihwa dalam dekapan Siwon.

“Gwaenchana semuanya akan baik-baik saja” dia mencoba menenangkan dongsaengnya yang sedang terisak dipelukannya.

Uisa keluar dari ruangan Icu dan nampak mengelap(?) keringat di dahinya.

“ottoehkae Uisa?” Siwon bertanya dengan nada Khawatir.

“mianhae, tapi kami tidak bisa menyelamatkan Nyonya Choi” ucapan uisa sukses membuat Jihwa tak sadarkan diri.

Siwon berjalan gontai menyusuri lorong rumah sakit. Dia masih belum bisa menerima kepergian eommanya. Dia berhenti didepan sebuah ruangan yang terdengar suara seorang bayi sedang menangis cukup keras, lalu menempelkan telinganya ke pintu ruangan itu.

“tapi kami tidak punya biaya sebesar itu uisa. Kami dari panti asuhan, mana mungkin mempunyai uang sebanyak itu” suara seorang yeoja terdengar ditelinga Siwon.

“kalau begitu mianhae, kami tidak bisa membantu anda, bayi ini terlalu lemah nyonya bahkan umurnya belum genap 1 minggu” ucapan uisa membuat Siwon tersentak ‘apa yang terjadi’ dengan berani Siwon mengetuk pelun pintu ruangan itu tak lama seorang uisa dan seorang yeoja yang sedang menggendong seorang bayi muncul dari balik pintu.

“mianhae, aku sempat mendengarkan pembicaraan kalian, sebenarnya ada apa dengan bayi ini?” Siwon menatap bayi yang ada di gendongan yeoja itu dengan sayang.

“jantungnya lemah, dia harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit” ucap uisa membuat dada Siwon bergetar hebat ‘Ya Tuhan bayi ini belum tahu apa-apa’

“tapi kami tidak punya biaya, kami dari sebuah yayasan panti asuhan. Bayi ini kami temukan didepan pintu Pani Asuhan kami 2 hari yang lalu” ucap Yeoja yang menggendong bayi itu.

Siwon menatap kedua manik mata bayi yang masih belum bisa membuka matanya dengan sempurna, tiba-tiba hatinya tergerak untuk menggendongnya.

“bolehkah aku menggendongnya Ahjumma?” tanya Siwon dan langsung mendapat anggukan dari yeoja itu.

Siwon menggendong bayi itu dengan sedikit kaku, dirasakannya tubuhnya menghangat, dan seulas senyum menghiasi bibir mungil bayi yang tengah digendongnya, ‘aku tidak akan membiarkanmu kesepian’ ucap Siwon dalam hati.

“aku ingin mengadopsinya Ahjumma, bolehkah?” Tanya Siwon tanpa mengalihkan pandangannya dari bayi yang tengah digendongnya.

“ne, tentu boleh tuan” ucap sang ahjumma tersenyum karena bayi itu pasti akan mendapatkan perawatan yang cukup baik pikirnya.

“baiklah chagi, mulai sekarang kau anakku? Panggil aku appa, dan namamu Choi Sinha, aku yakin kau akan menjadi malaikat dalam hidupku, kau adalah seorang Angel bagiku” Siwon tersenyum lalu mengecup pelan pipi bayi itu dengan lembut.

Flashback End

Back To Hyena Pov~

Aku mendengarkan ceritanya dengan sedikit menyeka airmataku. Kalau begitu aku benar-benar jahat padanya? Jadi Angel bukan anak kandungnya? Tuhan? Seburuk itukah penilaianku padanya? Tanpa sadar aku berjalan meninggalkannya yang masih membatu di tempatnya.

Sungguh aku merasa sangat bersalah, aku tidak pantas berada dihadapannya, aku benar-benar tidak punya muka untuk menatapnya.

.

.

.

.

.

.

====> To Be Continued

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: