Litlle Angel [Chap 2]

Gambar

Title: Litlle Angel

 

Cast: -Choi Siwon

          -Kim Hyena a.k.a Oktavia Juyanti

          -Choi Sinha a.k.a Angel

 

Suport Cast:-Kim Ryeowook

                       -Shin Hye Kyung a.k.a DheAjheng Ophiie Alanuviracuitcuit

                      -Lee Donghae

                      -Choi Jihwa a.k.a Faridah The-Puff Sii Belahanjiwa Nounna-nyuaaStefan

                      -Nam Woohyun

                      -Im Yoona         

 

Author: Ophiie Ryeosomnia a.k.a Shin Hye Kyung (istri syah dan istri pertama sekaligus istri terakhir dari Kim Ryeowook)

 

Leght:  Chapter

Chapter: 1 OF?

 

Genre: Romance

 

Rated: PG-15

Facebook: DheAjheng Ophy Alanuviracuitcuit

Twitter: @ophiie_unyu

 

Disclaimer: Ryeowook is Mine^^ & this FF is MINE too, Don’t Plagiat Don’t Copas sembarangan dilarang Bashing^^

Soundtrac: Davichi_Sad Promise

Warning: ‘FF gaje, Typo berserakan macam sampah, mohon dimaklumi, saya menerima kritikan, masukan, komentar tapi bukan Bashingan! So Don’t Bashing and Don’t Plagiat’

meskipun aku berjanji pada diriku sendiri  lagi dan lagi,Aku tahu itu akan sia-sia.

Jika kau datang aku yakin, aku cukup yakin,

Aku akan mencintaimu lagi.

-Davichi Sad Promise-

 

Happy Reading

===> Last Story

“aku mengenalnya sejak usianya belum genap 1 tahun, dia mempunyai lemah jantung. Sepertinya saat dia dalam kandungan ibunya sempat mencoba untuk membunuhnya”

Hyena menelan ludahnya kaget. Tidak disangka Angel yang menurutnya gadis ceria dan riang mempunyai penyakit yang sangat berbahaya.

.

.

.

.

.

Chap 2

 

~Story Begining~

 

Jihwa membuka pintu kamarnya perlahan saat mendengar sebuah mobil berhenti didepan kediaman keluarganya. Dia melirik sekilas jam dinding dikamarnya 20.30 KST. Seorang namja sedang terduduk disofa diruang televisi rumahnya. Namja itu terlihat sangat lelah, hati-hati Jihwa mendekati namja itu, tanpa suara.

“oppa” ucapnya saat sudah dekat dan duduk disamping namja yang dipaggilnya oppa.

Namja itu menengok(?) memandang Jihwa dengan tatapan bertanya “kau belum tidur”

Jihwa menggeleng, dia sedikit was-was ingin menyampaikan sesuatu pada oppa nya itu.

“apa Angel sudah tidur? Bagaimana tadi dia disekolah?” tanya namja itu menyandarkan tubuhnya di dinding sofa.

“sepertinya sudah, dia sangat menyukai sekolah barunya” Jihwa menghela nafas berat sebelum menyampaikan unek(?)-uneknya.

“wae? Ada yang ingin kau katakan?” tanya namja disamping Jihwa seolah tahu maksud Jihwa.

“eumm” Jihwa terlihat sedikit berfikir “oppa tahu sebentar lagi aku akan menikah dengan Donghae oppa” ucap Jihwa sedikit memelankan suaranya, namja itu menggangguk. “lalu?” tanyanya tak sabar pada Jihwa.

“sebaiknya oppa juga segera mencarikan ibu untuk Angel” Jihwa memandang Namja disampingnya cemas, dia memang terlalu sensitif jika menyinggung soal yeoja.

Terdengar desahan pelan dari namja disamping Jihwa, namun tak ada jawaban atas pertanyaan Jihwa. “oppa, aku akan tinggal bersama Donghae oppa setelah menikah nanti, aku tidak ingin oppa menelantarkan Angel, bagaimanapun oppa yang telah mengadopsinya dan oppa harus bertanggung jawab mencarikan ibu untuknya” Jihwa sedikit menaikkan nada suaranya menatap oppanya hanya diam disampingnya.

“arasheo, aku hanya belum menemukan yeoja yang cocok untuk eomma Angel”

“apa oppa masih menunggu yeoja itu?”

“Aku menunggunya dan akan selalu menunggunya”

“behentilah berkhayal oppa! Oppa sudah meninggalkannya selama 5 tahun dan sekarang oppa tidak tahu keberadaannya bukan? Mustahil jika dia masih menunggu oppa, mungkin saja dia sudah bahagia menikah dengan namja lain” Suara Jihwa meninggi penuh amarah.

“cukup Choi Jihwa!, aku lelah” namja itu pergi berlalu dari hadapan Jihwa. Jihwa mengusap butiran bening dipipinya. “eomma lihatlah anakmu itu, Choi Siwon, benar-benar keras kepala” ucapnya disela-sela isakannya.

—–000—–

Siwon memasuki kamarnya, dan merebahkan tubuhnya ditempat tidurnya.

“behentilah berkhayal oppa! Oppa sudah meninggalkannya selama 5 tahun dan sekarang oppa tidak tahu keberadaannya bukan? Mustahil jika dia masih menunggu oppa, mungkin saja dia sudah bahagia menikah dengan namja lain”

Terngiang kata-kata Jihwa ditelinganya ‘tidak mungkin aku yakin dia tidak mungkin menghianatiku, tapi selama ini? Selama aku di Canada, dia tidak pernah membalas 1 pun suratku aisssshh’ siwon mengacak rambutnya Frustasi ‘seandainya aku tidak pernah meninggalkannya’ dia berjalan ke arah laci mejanya, mengambil sebuah kotak berwarna coklat lalu membukanya, ada sebuah Foto dia bersama seorang yeoja memakai seragam SMA, ‘Hyena, kau ada dimana? Aku sangat merindukanmu’ butiran bening mengalir dipipi Siwon ‘apa kau masih menungguku? Aku selalu menunggumu Tuhan ku mohon pertemukan aku dengannya, seandainya saat itu tidak pernah terjadi’ Siwon memutar bola matanya mengingat kejadian 5 tahun lalu sebelum dia pergi ke Canada.

FlashBack

“aku tidak mau pergi ke Canada eomma” Siwon berdiri menantang Eommanya.

“Woonie, dengarkan eomma, eomma hanya ingin yang terbaik untukmu, kau akan hidup bahagia disana” ucap Nyonya Choi membujuk putra sulungnya.

“anni, eomma hanya ingin memisahkan aku dengan Hyena bukan. Aku tahu maksud eomma, aku tidak mau eomma, aku sangat mencintainya, aku mohon eomma mengerti perasaanku padanya”

PLAK!

Sebuah tamparan mendarat di pipi siwon dengan sempurna.

“Dengar Choi Siwon! Apa si yang kau dapatkan dari yeoja sepertinya? Tidak ada! Sebaiknya kau turuti saja perintah eomma”

“lebih baik eomma membunuhku daripada eomma menyuruhku meninggalkannya” Siwon menatap tajam ke arah eommanya.

Nyonya Choi mendengus kesal di tatapnya anak laki-lakinya lalu di rengkuh kedua pipinya sehingga menghadapnya “Baiklah, dengarkan eomma eomma tidak akan menghalangi hubunganmu dengannya, hanya kau harus tetap ke Canada, kau lah calon penerus semua yang kita miliki, eomma berjanji membiarkanmu berhubungan dengannya, kau bisa mengiriminya surat bukan? Dengar Choi Siwon, kau boleh menikahinya setelah kau mendapatkan gelar sarjana di Canada, jadi eomma mohon berangkatlah ke Canada” ucap Nyonya Choi lembut.

“benarkah? Eomma akan merestui hubunganku dengannya? Eomma tidak berbohong padaku bukan?” Nyonya Choi tersenyum lalu Siwon memeluk Eommanya senang.

FlashBack off

‘Seandainya aku mempunyai waktu untuk berpamitan padamu secara langsung saat itu’ siwon bergumam pelan.

“appa” ucap seseorang mengagetkan Siwon. Dengan cepat Siwon mengusap butiran air matanya dan menyimpan kotak itu kedalam laci dan menguncinya.

Angel sudah berdiri tepat dibelakangnya. Siwon tersenyum memandang Angel lalu menggendongnya. “kenapa anak appa belum tidur eoh? Kajja kembali kekamarmu”

“anni, aku ingin tidur dikamar appa, bolehkan appa?” Tanya Angel Manja.

“ne, tentu saja” Siwon merebahkan Angel di kasurnya.

“appa, apa appa menyayangiku?” tanya Angel membuat Siwon menaikkan 1 alisnya.

“kenapa kau bertanya seperti itu? Tentu saja appa menyayangimu, kau adalah segalanya dalam hidup appa, kau malaikat kecil appa” Siwon menempelkan hidungnya di Hidung Angel yang sangat mungil.

“kalau begitu biarkan besok aku pergi jalan-jalan dengan Songsaenim” ucapnya membuat Siwon menatap Angel dengan penuh tanda tanya. “besok Kim songsaenim akan mengajakku dan semua chinguku jalan-jalan appa, boleh yah aku ikut” rengek Angel.

“tidak boleh” Siwon berdiri dan mulai melepas sepatu yang masih dikenakannya.

“appa, ayolah selama ini appa tidak pernah mengajak Angel jalan-jalan, appa selalu melarang Angel bermain dengan teman-teman Angel, appa, Angel hanya ingin hidup normal”

DEG

Siwon menghentikan aktifitanya lalu menatap Angel “apa maksudmu, selama ini juga kita hidup normal bukan?”

“anni, tidak sama sekali, appa selalu melarang Angel bermain, melarang Angel pergi, melarang ini-melarang itu, Angel bahkan tidak pernah mempunyai teman selain appa, Jihwa ahjumma dan Donghae Ahjussi” jawab Angel memanyun(?)kan bibirnya kesal.

Siwon mendekati Angel dan memeluknya “dengar Chagie, appa melakukan ini untuk kebaikanmu, appa hanya tidak ingin kau terlalu lelah, apa kau mau dirawat dirumah sakit? Tidak mau bukan?”

“appa, Angel hanya bermain di taman hiburan, lagi pula Kim songsaenim sangat baik appa. appa tau, dia tadi siang menyuapi(?) Angel ice cream” ucap Angel bersemangat.

“yak! Kau makan ice cream eoh? Sudah berapa kali appa bilang jangan makan ice cream, bandel(?) sekali” Siwon menggendong Angel kembali ke tempat tidur.

“tapi appa, waeyo? Semua teman-teman Angel boleh memakan ice cream sepuasnya, appa ayolah boleh yah besok Angel ikut Songsaenim, sekali ini saja” Angel memohon kepada Siwon dengan tatapan yang sangat sayu.

“baiklah, kau boleh pergi” Siwon mengecup pucuk kepala Angel.

“gomawo appa, aku menyayangimu”

Chu~

Angel mengecup pipi siwon pelan.

“ppali tidurlah, besok kau tidak boleh terlambat”  Siwon menyelimuti Angel, lalu bergegas kekamar mandi.

—–000—–

Hyena dengan sabar menata murid-muridnya duduk di bus yang akan mengantarkan mereka ke AmusementPark-sebuah teman taman hiburan di korea-

“Songsaenim” Hyena menoleh ke sumber suara yang memanggilnya.

Angel dengan ceria berjalan menghampiri Hyena yang tersenyum kepadanya.

“annyeong Angel” ucap Hyena lalu berjongkok didepan Angel mengulurkan tangan yang disambut hangat oleh Angel, lalu mengecup pelan pipi Hyena.

“selamat pagi Songsaenim” Angel tersenyum manis pada Hyena.

“Angel” Jihwa yang berada di belakang Angel sedikit menyentil(?) Angel. “yang sopan pada Songsaenim” ucapnya lalu membungkuk ke arah Hyena. “mianhae songsaenim”

“Gwaenchana Jihwa-shi” Hyena kembali tersenyum dan sibuk mengatur murid-muridnya.

@AmusementPark

“songsaenim aku ingin naik wahana yang disana” ucap salah 1 murid Hyena.

“yang disana saja Songsaenim” ucap yang lain.

“dengar, kita akan selalu bersama-sama, jadi jangan berpencar otte, Jihwa-shi, mianhae ikut merepotkanmu” ucap Hyena pada Jihwa yang sedang membujuk Angel.

“gwaenchana Songsaenim, lagi pula kasihan Songsaenim sendiri”

“ahjumma kau mau naik yang disana” Angel menunjuk ke sebuah wahana yang cukup menantang.

“Shireo, Ahjumma tidak berani” ucap Jihwa menolak ajakan Angel. Lalu membantu Hyena merapika murid-muridnya.

“Jihwa-shi, dimana Angel?” tanya Hyena saat tak Angel disekeliling mereka. Jihwa segera membalik badannya memutar mata mencari Angel.

“omo~ kemana anak itu?” ada sedikit kekhawatiran dari Jihwa.

“tolong titip anak-anakku, biar aku yang mencari Angel” Hyena segera berlari mencari Angel.

Angel sedang duduk disebuah tempat peristirahatan dengan airmata yang membasahi pipinya.

“Angel” Hyena mendekati Angel yang tidak menyadari kedatangannya.

“songsaenim” Angel memeluk Hyena dengan masih terisak.

“wae? Kau kenapa Angel? Ada yang menyakitimu? Ayo katakan pada Songsaenim” Hyena membelai rambut Angel lembut, Angel masih terisak dipelukkannya.

“aku tidak tahu jalan kembali ke songsaenim dan Ahjumma” ucapnya disela-sela tangisnya.

Hyena terkekeh pelan “gwaenchana, sekarang Songsaenim sudah ada disini….. uljima Hyena, kajja Songsaenim belikan kau Ice cream ne” Tawar Hyena mencoba membujuk Angel.

“anni, appa melarangku memakan ice cream” jawab Angel masih menangis.

“kalo begitu, songsaenim belikan boneka mau?” Tanya Hyena masih mencoba membujuk Angel.

“hampir setiap hari appa membelikanku boneka songsaenim” Hyena kembali terkekeh.

“kalo begitu kau mau apa” tanya Hyena

“aku mau itu songsaenim” Angel menunjuk kearah sebuah wahana.

“wahana itu bukan untuk anak kecil Angel, itu untuk orang dewasa. Yang lain saja ne” bujuk Hyena mengingat penyakit Angel.

“ah, songsaenim sama saja dengan appa, tidak boleh ini. Tidak boleh itu menyebalkan” Angel mempoutkan bibirnya kesal. Hyena terkekeh pelan melihat tingkah Angel.

“sejak tadi kau selalu mengatakan appamu, lalu bagaimana dengan eomma mu?” tanya Hyena membuat Angel menundukkan kepalanya.

“aku tidak punya eomma” bisiknya masih menunduk.

DEG

Entah kemauan darimana Hyena membawa Angel kedalam pelukannya. “mianhae, Songsaenim tidak tahu” ucap Hyena lirih masih memeluk Angel semakin erat.

Jika waktu membiarkan ini terhenti, biarlah, aku ingin memeluknya lebih lama lagi, sungguh tiba-tiba aku takut kehilangannya

 

—–000—–

“hari yang menyenangkan bukan Songsaenim” Angel masih terus tersenyum sejak dari taman hiburan sampai mereka kini ada di depan sekolah.

Jihwa, Angel, dan Hyena sedang terduduk menanti seseorang yang akan menjemput mereka. Tak lama sebuah mobil Ferary merah berhenti. Woohyun keluar sambil tersenyum pada mereka bertiga.

“annyeong uisa” Angel langsung memeluk Woohyun.

“annyeong, bagaimana keadaanmu? Kau tidak terlalu lelah bukan hari ini?”

“anni, aku sangat senang” ucap Angel

“ya sudah, uisa permisi dulu ne, masih banyak urusan dirumah sakit” Hyena berdiri disamping Woohyun lalu berpamitan pada Angel dan Jihwa.

“oppa, jangan lupa datang ke pernikahanku, songsaenim juga” ucap Jihwa sebelum mereka masuk kemobil Woohyun.

“ne, nyonya LEE JIHWA” Woohyun tertawa evil memandang Jihwa.

“yak! Margaku masih CHOI” Jihwa sedikit berteriak kesal namun tersenyum.

DEG…

Choi?? Bisik Hyena dalam hati namun segera masuk kedalam mobil Woohyun.

“namanya Choi Jihwa?” Hyena berkata pada dirinya sendiri, namun terdengar oleh Woohyun.

“ne, namanya Choi Jihwa, wae?”

“anni, hanya saja sepertinya aku pernah mendengar nama itu” Hyena tersenyum lalu berfikir sejenak. ‘Choi….? marganya sama’ ucapnya dalam hati.

14.25 @ShapireBlue Apartement.

Hyena sedang menyiapkan masakan untuk makan siangnya dengan Woohyun diapartemennya. Dia masih memikirkan nama Choi Jihwa yang sepertinya pernah didengarnya.

“oppa” Hyena memanggil Woohyun yang sedang sibuk dengan televisi di apartement Hyena.

“eumm” tanya Woohyun yang masih berkonsentrasi dengan Televisinya.

“apa nama Angel juga Choi Angel?” tanya Hyena masih didalam dapurnya.

Terdengar kekehan pelan dari Woohyun “tentu saja bukan, Angel itu hanya nama sayang yang diberikan orang tuanya padanya, wae?”

“anni, lalu siapa nama aslinya?”

“kalo tidak salah Choi Sinha”

PYAARR

Gelas yang sedang di bawa oleh Hyena pun jatuh kelantai membuatnya hancur berkeping-keping.

“Choi Sii..nha?” ucapnya lirih mengulangi kata-kata Woohyun.

“gwaencha Chagie?” Woohyun dengan cepat menghampiri Hyena yang sedang mematung di tempatnya.

“Gwaenchana oppa” Hyena berjongkok di depan pecahan gelas yang ada dihadapannya namun serpihan itu mengenai jarinya.

“tanganmu berdarah Chagi, biar aku saja yang membereskannya, kau pasti lelah, istirahatlah” Woohyun mengambil alih pekerjaan Hyena. Hyena berlalu masuk kekamarnya.

‘Choi Sinha?’ sekali lagi Hyena memikirkan nama yang masih lekat dalam ingatannya. Yang pernah dia harapkan akan menjadi nama untuk anaknya nanti.

FLASHBACK

 

“chagi, aku ingin punya anak perempuan darimu” ucap seorang namja pada kekasihnya.

“ck, tunggu 5 tahun lagi oppa” jawab si Yeoja dengan senyum yang sedikit meremehkan.

“aku akan menunggunya, tapi bisakah kita memikirkan nama untuk anak kita?” tanya sang namja

“marganya harus KIM” ucap yeoja sambil mengetuk-etukan jari telunjuknya dibibirnya.

“yak! Mana bisa begitu, tentu saja harus Choi” jawab si Namja sambil mengikuti gaya yeojachingunya itu.

“mmm mungkin KIM RYEONA” ucap si yeoja tersenyum pada namjachingu disampingnya.

“KIM RYEONA?” si namja mengulangi perkataan yeojanya.

“Ryeowook Hyena”

“yak! Kenapa memakai nama oppamu? Shireo!, hmm CHOI SINHA” ucap sang namja tersenyum memandang Yeojanya “Siwon-Hyena” namja itu tersenyum lalu memeluk yeojanya dengan lembut.

FLASHBACK END

 

Hyena terisak pelan ‘sudah ada yang memakai nama itu oppa’ bisiknya pelan ‘haruskah aku tetap menunggumu? Atau haruskan aku benar-benar melupakanmu? Cepatlah datang kumohon’ Hyena masih terisak saat Woohyun masuk kekamarnya.

“apa lukanya cukup besar Chagi?” tanya Woohyun langsung mengecek(?) tangan Hyena “ini tidak apa-apa, biar aku perban ne” Woohyun mengambil kotak P3K, namun tiba-tiba ponselnya berdering, lalu meletakkan P3K itu disamping Hyena dan mengangkat telepon.

“Nyobseo” ucap Woohyun mengangkat telepon disamping Hyena.

“………….”

“mwo? Benarkah? Ne, aku akan segera kesana” Woohyun lalu mematikan sambungan telepon.

“gwaenchana opp?” tanya Hyena sedikit khawatir melihat Woohyun yang tiba-tiba panik.

“Angel, penyakitnya kambuh, aku harus segera kerumah sakit”

DEG

Hyena hampir tidak bisa menahan airmatanya. “aku ikut” ucapnya setengah berbisik.

.

.

.

.

=====> to be continued

Authornya gg maksa Readers buat coment, gg coment juga gpp, cuman yg gg coment di part ini jangan minta di tag di part selanjutnya! *simple kan*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: