I Love My Friend

Gambar

I LOVE MY FRIEND

Author  : shin je wo

Cast      :cho kyuhyun

Shin je wo

Lee hye sun

Support :other cast

Sometimes love comes to late

 

 

author pov

seorang namja tampak berdiri sambil  menghentak-hentak kan kaki nya kesal.  Sesekali melirik kesal ke dua yeoja yang masih terlihat berdebat ringan di depan sebuah toko yang memiliki kaca yang lumayan besar.

“ck!  Wajah mu itu tidak akan berubaha walaupun kau bercermin sampai kaca itu pecah  lee hye sun!  jadi cepatlah sedikit sebelum namja itu meneriaki kita!”  ujar yeoja berambut panjang itu,ia membiarkan rambutnya tergerai indah di terpa angin. Tidak peduli sepanas apapun cuaca seoul saat ini dia tidak akan pernah mengikat rambut nya karena itu hal yang paling tidak di sukainya.

“sebentar lagi… rambut ku masih berantakan. Je!”  jawab yeoja yang masih sibuk mengatur letak rambutnya.  Yeoja itu terlihat lebih feminim di bandikan yeoja yang satunya.

“PALLIWA!!!!”  teriak namja yang semakin melirik kesal pada mereka. Hingga membuat kedua yeoja itu sedikit berlari-lari kecil di sana. “kalian ingin kita terlambat masuk kesekolah karena sibuk berdandan hoh?!”  sungut namja itu.

“jangan salahkan aku cho kyuhyun!  salah kan yeoja manja ini! Dari tadi dia selalu mengulur waktu hanya untuk MEMPERINDAH rambutnya itu”  ucap shin je wo penuh penekanan dan membuat lee hye sun mencibir.

“ck! Sudah ayo jalan. Kalian benar-benar merepotkan!”  namja itu berbalik berjalan lebih dulu meninggalkan kedua yeoja yang masih saling melirik kesal.

“tunggu aku hyun-ah!”  teriak hye sun sambil berlari mengejar kyuhyun. ia melingkar kan tangannya pada lengan kyuhyun kemudian berbalik sebentar menjulurkan lidahnya pada shin je wo.

“cish~  kekanak-kanakan sekali!”  cibir yeoja itu dan sedikit berlari menyusul mereka.

Cho kyuhyun.  shin je wo dan lee hye sun. ketiga bersahabat dari kecil. Selalu bersama-sama dalam hal apapun. Namun ketiganya memiliki karakter yang berbeda,cho kyuhyun memiliki sikap yang terkesan dingin dan cuek berbeda dengan lee hye sun yang terkesan manja dan ramah. Sedangkan shin je wo,dia memiliki sifat yang tidak mudah di tebak. Terkadang sikapnya manis jika dia dalam mood yang baik,namun terkadang dia bisa menjadi sangat menyebalkan jika mood nya sedang buruk.

Yeoja itu tidak mau di atur orang lain apalagi menuruti perintah orang lain, maka dari itu dia lah yang lebih sering bertengkar dengan kedua sahabat nya itu. Saat ini mereka berada di kelas 3 sma dan akan segera mengikuti ujian akhir.

SHIN JE WO POV

Aku melangkahkan kaki ku ringan memasuki gerbang sekolah ku bersama dua manusia menyebalkan itu,dari tadi si manja itu terus saja bergelanyut di lengan kyuhyun.  “sudah! Aku ke kelas lebih dulu ne?  sun-ah… jangan berusaha kabur dari kelas matematika hari ini!”  ujar cho kyuhyun padanya.

“ne….  tapi bagaimana kalau tiba-tiba ada ujian mendadak hyun-ah?”  rengeknya.  Aigo~  aku ingin muntah melihatnya. Yeoja ini benar-benar menyusahkan saja,aku tau dia membenci pelajaran matematika sama seperti ku yang  SANGAT membenci pelajaran akuntansi. Tapi tidak seperti itu juga kan?  Selalu berpura-pura sakit kalau ada pelajaran itu.

“tidak ada ujian apapun dalam minggu ini sun-ah…”  kyuhyun menoleh pada ku “kau!  Pastikan dia masuk ke kelasnya!”  aku mendelik tajam pada nya. “kau pikir aku baby sitter nya?! Kalau kau mau kau saja yang memastikannya sendiri!”  protesku. Kemudian pergi meninggalkan mereka.

Hyun-ah?  Sun-ah?  Haisshhh memuak kan! Terkadang aku merasa iri pada mereka. Kami bertiga barsahabat  dari kecil tapi kenapa hanya mereka yang memiliki panggilan spesial seperti itu? Belum lagi cho kyuhyun itu selalu lebih perhatian pada nya di banding kan aku!

CHO KYUHYUN POV

Memiliki sahabat seperti mereka berdua ini sangat menyusahkan!  Berbeda karakter dan sangat suka berdebat. Seperti saat ini,sepulang sekolah aku ingin meneraktir mereka makan sesuatu dan lagi-lagi mereka berbeda pendapat. Hye sun ingin makan eskrim dan je wo ingin makan bakso ikan di pinggir jalan.

“sudah belum berdebat nya?! Kaki ku sudah pegal berdiri di depan toko es krim ini!”  keluh ku.  “tapi aku mau makan es krim hyun-ah…..”  rengek hye sun.  hahhh yeoja ini! Aku selalu tidak bisa melihatnya merengek seperti ini.

“tapi aku ingin makan baso ikan lee hye sun!”  protes je wo.  “yak yak yak!  Berhenti berdebat.  Sudah lah biar aku yang memutuskan! Kita makan eskrim saja hari ini.  Dan baso ikan..  lain kali masih bisa kan je?”  tanya ku hati-hati.

LEE HYE SUN POV

Aku menyuapkan sesendok es krim strawberry ke dalam mulut ku. Woahhh segarrrr. Panas-panas seperti ini memang paling enak kalau menikmati eskrim apalagi bersama mereka berdua.

“berhenti menekuk wajahmu seperti itu shin je wo!” ucap kyuhyun tiba-tiba. aku menoleh pada je wo yang sama sekali tidak menyentuh es krim coklat yang di pesan kan kyuhyun untuknya tadi. Dia terus menekuk wajahnya. Hahahaha dia pasti masih kesal pada ku.

“bukannya kyuhyun sudah bilang kalau kita akan makan baso ikan lain kali je? Kenapa kau masih saja cemberut seperti itu hem?”  ujar ku dan seketika mendapat tatapan tajam darinya.

“yak… jangan melototiku seperti itu!”  protes ku.

“kau!  Sampai kapan kau terus bermanja-manja seperti ini? Selalu saja keinginan mu yang ingin di turuti. Kau itu sudah berumur 18 tahun lee hye sun! bersikaplah sewajarnya!”  entah kenapa bukannya marah aku malah merasa senang.

Dia ini tidak pernah melewatkan sehari pun untuk mengomeli ku. Tapi aku selalu suka kalau dia mengomel pada ku,karena bagiku selama dia masih suka marah-marah pada ku. Maka selama itu juga dia masih menyayangiku sebagai sahabat nya.

“yak shin je wo! Kenapa kau jadi marah pada nya hah? Ini kan hanya masalah kecil! Jangan melebih-lebihkan!”  sepertinya sebentar lagi yeoja ini akan mengamuk. Aku sangat tau kalau yeoja itu paling tidak suka kalau kyuhyun memarahinya.

“ne! dimata mu itu kan yang benar memang selalu dia dan aku lah yang selalu salah! Kau bela saja dia terus cho kyuhyun!!”  tiba-tiba je wo berdiri dan pergi meninggalkan kami berdua.

Aku menatap kyuhyun takut. Kali ini je pasti benar-benar marah.  “hyun-ah.. ottokaeh?  Dia benar-benar marah pada kita”  kyuhyun mendesah frustasi.

“arraseo! Sepertinya hari ini aku memang sudah sangat keterlaluan pada nya”

CHO KYUHYUN POV

Berkali-kali aku mencoba menghubungi yeoja itu. Tapi tidak ada satu panggilan pun yang di terimanya. Sepertinya dia sangat marah pada ku karena tadi siang, sebenarnya aku sama sekali tidak bermaksud memarahinya,hanya saja kata-katanya tadi siang itu bisa saja kan membuat hye sun sakit hati.

Lee hye sun itu mudah sekali tersentuh hatinya. Sedikit saja sakit hati dia pasti akan menangis dan kalau sudah terlalu lama menangis,ujung-ujung nya dia akan sakit. Aku tidak suka melihatnya seperti itu. Melihat gadis kecilku sakit.

“shin je wo? Kenapa kau suka sekali membuatku cemas?”

SHIN JE WO POV

Aku pergi ke sekolah sendirian hari ini tanpa kyuhyun dan hye sun. jujur saja aku masih sangat kesal pada mereka berdua,terutama cho kyuhyun yang menyebalkan itu!

Tapi masalah yang sebenarnya ada pada hati ku. Sudah bertahun-tahun aku bersahabat dengan mereka dan aku sangat menyayangi mereka berdua,walaupun aku sering merasa kesal pada hye sun dan sering memarahinya,tapi aku sangat menyayanginya.

Tapi entah kenapa setiap kali melihat kyuhyun dan dia berdekatan dan terlihat errrr mesra?! Molla! Aku seperti tidak suka melihatnya. Apa lagi kyuhyun selalu mendengar dia dari pada aku. Selalu lebih perhatian padanya dan selalu lebih mementingkan hyesun di atas segalanya.

Yeahhh walaupun dia lebih sering menelpon ku sebelum tidur dari pada menelpon hye sun dan dia selalu lebih dulu menceritakan pada ku  apa yang baru saja dia alami. Tapi tetap saja aku merasa iri. Atau jangan-jangan aku sedang cemburu?

Aku menghentikan langkah ku begitu saja saat pikiran itu terlintas di kepala ku  “cemburu?  Yak! Shin je wo paboya!!!  Bagaimana bisa kau cemburu pada bocah itu hah?! Dia itu sahabat mu dan bagaimana bisa kau menyukai cho kyuhyun?!!” aku mengomeli diri ku sendiri.

Tapi memang aku selalu merasa tidak suka jika melihat mereka berdekatan. Apa itu bisa di bilang cemburu?

AUTHOR POV

Hye sun me mutar bola matanya mengelilingi kelas je wo. Mata nya sibuk mencari keberadaan yeoja itu.  “kenapa tidak ada? Apa dia tidak masuk hari ini?”  gumam nya pelan.

“sedang apa kau disini?”  terdengar sebuah suara dari belakang tubuhnya sehingga membuatnya refleks berbalik. “je?! Huwa…”  hye sun menghambur ke pelukan je wo dan memeluknya erat.

“hye- su-n.. se-s sak…”  ucap je wo terbata karena sesak akibat pelukan hye sun.

“ahhh mianhae.. mianhae… pelukan ku terlalu kuat ya?” ujar hye sun setelah melepaskan pelukannya. Je wo mengatur nafas nya yang sempat terengah akibat pelukan hye sun.

“kau berniat membunuh ku eoh?”  hye sun menggeleng polos.

“kenapa berangkat kesekolah sendiri? Tadi kami menjemput mu dan kata ahjuma kau sudah berangkat lebih dulu..”  ujar hye sun.

Je wo hanya menghela nafas dan masuk kedalam kelas nya di ikuti hye sun.

“aku ada urusan penting tadi.. jadi aku berangkat lebih dulu “  ucap nya berbohong.

“ahhh aku pikir kau masih marah pada ku karena masalah kemarin”  ucap hye sun kemudian duduk di samping je wo.  “mianhae… aku tidak akan seperti itu lagi! Aku tau kemarin kau kesal karena aku kan? Sebagai gantinya hari ini aku akan meneraktir mu dengan kyuhyun. dan kita akan makan baso ikan kesukaan mu!”  je wo terkekeh kuat melihat ekspresi hye sun.

“yak.. aku tidak marah pada mu! Dan kau sudah pasti harus meneraktir ku. Tapi jangan sekarang… aku masih ada urusan penting sepulang sekolah nanti!”  ucap nya berbohong.

“urusan penting apa? Aku dan kyuhyun ikut ya???”  rengek hye sun. je wo menggeleng tegas. Kalau mereka berdua ikut bisa ketahuan kebohongannya nanti.  “ini urusan pribadi ku.. kau dan namja itu tidak boleh ikut!”  ucap nya tegas dan membuat bibir hye sun mengerucut sempurna.

CHO KYUHYUN POV

“urusan penting?”  tanyaku pada hye sun.  dia mengangguk.

“sejak kapan dia punya urusan penting dan kita tidak boleh mengetahuinya?”

Tanya ku gusar. Ck! Aku tau itu pasti hanya alasannya saja untuk menghindariku.

Yeoja itu benar-benar!  Setiap marah pada ku pasti tidak ingin menemuiku dalam jangka waktu yang entah siapa yang akan tau kecuali dia. “molla! dia hanya mengatakan itu pada ku.. tapi! Aku sudah tenang sekarang..”  ujar hye sun.

“wae?”

“je tidak marah pada ku!”

Ne! dia tidak marah pada mu sun-ah… tapi pada ku!

SHIN JE WO POV

“bosan…..”  teriak ku nyaring di depan tv.

“kalau bosan kenapa tidak pergi keluar dan bermain bersama kyuhyun dan hye sun?”  tegur appa yang duduk di samping ku

Aku melirik kesal pada appa. Cishh bermain dengan bocah itu? Bukan nya bermain yang ada aku akan SANGAT ingin membuang tubuhnya ke tong sampah. Aku masih sangat kesal pada nya.

“kau bertengkar dengan mereka?”  aku menatap omma gugup. Dari dulu memang omma yang selalu tau bagaimana hubungan ku dengan mereka.

TING TUNG

“ahhh sepertinya ada tamu! Aku buka kan pintu dulu!”  aku berlari kecil ke arah pintu rumah sambil tersenyum sumringah. Hahahaha suara bel ini sangat membantu ku untuk menghindar dari pertanyaan omma.

Senyum ku sirna seketika saat melihat sosok namja yang menjulang tinggi ini berdiri di depan pintu rumah ku.  “wae?”  tanya ku ketus dan sama sekali tidak berniat mempersilahkan dia masuk.

“ayo jalan bersama ku malam ini!”

CHO KYUHYUN POV

Je masih memandang bingung ke arah ku walaupun saat ini kami sudah berada di tempat pembelian tiket bioskop. Malam ini aku sengaja mengajaknya kesini.  Sebenar nya alasan utama ku untuk membujuknya agar berhenti mendiami ku. Aku tau yeoja ini sangat tergila-gila dengan film hollywood.

“kau sedang tidak sakit kan cho kyuhyun?”  tanya nya pada ku.

“anni! Wae?”  tanya ku balik.

“kenapa kau tiba-tiba mengajak ku nonoton?”

Aku menghela nafas dan manatapnya malas.

“agar kau berhenti menghindari ku! Pergi sekolah sendiri,pulang sekolah sendiri tidak membalas pesan ku bahkan tidak mau menjawab panggilan ku! Sebenci itu kah kau pada ku eo?”  ucap ku sinis.

Dia terkekeh puas dan tersenyum.

“ne! aku sangat membenci mu! Akhir-akhir ini kau sedikit… emmm menyebalkan!  Tapi tidak apa apa. Tiket ini sudah sangat membantu untuk aku menerima perminta maafan mu!”  ucap nya percaya diri.

“cishhh”  desis ku. Kemudian dia melingkarkan tangannya pada lengan ku dan menarik ku masuk ke gedung bioskop. Benar kan? Dia pasti akan luluh dengan ini.

SHIN JE WO POV

Rasa senang ku yang menggebu-gebu tadi hilang sudah karena melihat namja yang duduk di samping ku ini terus saja berkirim pesan entah pada siapa. Bahkan aku sudah tidak terlalu fokus pada film yang sedang di tayangkan di layar besar yang ada di hadapan ku saat ini.

Ku lirik layar ponselnya dan hati ku mencelos saat mengetahui kalau ternyata dia sedang berkirim pesan dengan hye sun. bahkan senyuman selalu terkembang sempurna di bibir nya. Walaupun tidak ada hyesun disini tapi tetap saja dia selalu mengingat nya.

Apa sebenarnya dia dan hye sun sedang…???!  Haishhh kau menyebalkan cho kyuhyun. aku berdiri dan segera keluar dari gedung bioskop ini. Tidak memperdulikan teriakannya yang awalnya pelan karena tidak mau di marahi oleh penonton yang lain hingga teriakannya yang kuat saat kami sudah keluar.

“kau kenapa?!”  bentak nya pada ku saat berhasil menahan ku. Aku menatapnya tajam.  “aku ingin pulang!”  jawab ku ketus. Dia mengacak rambutnya frustasi.

“jinja shin je wo! Kau benar-benar aneh akhir-akhir ini. Aku bahkan tidak tau apa salah ku malam ini pada mu. Sebenarnya kau kenapa? Kalau aku ada salah cepat katakan!”  masalahnya karena kau tidak pernah memperlakukan ku semanis perlakuan mu pada hye sun.

“kau mau tau apa kesalahan mu?! Kau itu selalu menomor dua kan aku setelah hye sun! bahkan saat sedang bersama ku pun kau masih saja memikirkan nya!”

“memangnya kenapa?! Dia itu sahabat ku juga! Kenapa kau jadi seperti ini?!”

Dia balas menatap ku tajam dan itu semakin membuat mood ku memburuk.

“lalu bagaimana jika dia menyukai mu?!”

Bisa ku lihat kyuhyun tercengang mendengar pertanyaan ku.

“apa kau sudah gila?! Kenapa dia harus menyukai ku?! Jangan mengkambing hitamkan orang lain!”  aku menghempaskan tangan nya pada lengan ku.

“lihat kan! Kau masih saja membelanya!”

CHO KYUHYUN POV

Aku mengantarkan je pulang. Hari ini dia benar-benar aneh,sepanjang jalan tadi dia terus saja berdiam diri. Aku benar-benar tidak tau harus berbuat apa.

Jujur saja! Diantara je dan hye sun. dia lah yang paling aku cemaskan jika sudah marah pada ku. Yeoja ini tidak bisa di tebak perasaan nya. Makanya aku harus memiliki kesabaran yang ekstra menghadapinya.

“aku masuk!”  ucap nya dingin dan membalikkan tubuhnya. Namun segera kutahan.  “jangan seperti ini! Aku tidak suka melihat mu seperti ini,katakan apa salah ku agar aku bisa memperbaiki nya” ucap ku pelan.

Dia menatap ku sayu. Dan entah kenapa tatapan nya membuat hati ku berdesir.

“cho kyuhyun! bagaimana jika aku menyukaimu?”

DEG

Jantungku seperti berhenti berdetak saat mendengar ucapan itu darinya.

“a-apa maksud mu?”  tanya ku terbata.

Dia tidak menjawab dan lebih memilih memandang rumput di halaman rumahnya yang bergoyang. Kenapa dia bertanya seperti ini? Ada apa dengannya?

“jawab saja kyu…”

“aku. Emm kau!”  aku tidak tau harus menjawab apa. Ini semua benar-benar membuatku bingung.  “je! Kau sahabat ku hye sun juga sahabat ku jadi_”

“arraseo!”  dia tersenyum pada ku. Senyuman nya sangat berbeda,seperti senyuman yang di paksakan.  “kita adalah sahabat!”  ucapnya.

“aku masuk kyu.. jaljayo..”

AUTHOR POV

Je wo dan hye sun duduk di kantin sekolah saat jam istirahat. Kedua nya terlihat tidak bersemangat,je wo terus memikirkan masalahnya dengan kyuhyun karena sampai saat ini namja itu tidak menhubunginya sama sekali.

“hahhh membosan kan!”  gerutu hye sun.

Je wo menoleh padanya.

“wae?”

“tidak ada kyuhyun!”

Je wo tersenyum miris kemudian meneguk minuman yang ada di depannya.

Sejak kejadian malam itu dia semakin yakin kalau kyuhyun memang hanya menganggap nya sebagai sahabat. Tidak lebih.

Tiba-tiba sebuah ide melintas di otaknya.  “hye sun-ah…”  panggilnya.

“apa kau… tidak pernah menyukai kyuhyun?”  tanya nya pelan dan berhasil membuat hye sun yang sedang minum tersedak.

“ke-kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?”  tanya nya gugup.

“annio!  Hanya ingin bertanya saja.”  Hye sun menelan ludah gugup dan menggeleng.

“tidak! Aku tidak menyukainya! Kita kan bersahabat jadi mana mungkin aku menyukainya!”  ujarnya beralasan.

Je wo tersenyum lega dan menepuk pelan pundak hye sun.

“eiyyy aku hanya bercanda..”  ucap nya. Namun tidak dapat di sembunyikannya kalau dia merasa lega dengan jawaban hye sun.

Suasana kembali hening sampai tiba-tiba hye sun memulai kembali pembicaraan.

“aku berbohong je~”  ucap nya parau.

Je wo menoleh padanya yang sudah menunduk,bahunya terlihat bergetar.

“w-wae? kau kenapa hem?”

Hye sun mengangkat kepalanya dan je wo bisa melihat yeoja itu sudah menangis  “aku menyukai kyuhyun. aku bahkan nyaris gila karena terus memikirkannya”

Isakan hye sun membuat hati je wo mencelos sekaligus sakit. Benar dugaan nya selama ini kalau hye sun memiliki perasaan khusus pada kyuhyun.  “bukan hanya menyukai nya,tapi aku sangat mencintainya.. aku takut…”  isak nya lgi.

“t-takut?  Kau takut apa?”  tanya je wo nanar. Tubuhnya sudah membeku sempurna.  “aku takut perasaan ku padanya bisa membuat hubungan persahabatan kita hancur. Aku takut kau membenci ku kalau kau tau aku mencintai kyuhyun. aku tidak mau kehilangan kalian berdua… aku tidak mau..”

Je wo tersenyum miris. Dia telah menyadari sesuatu yaitu hye sun memang lebih baik dari nya. Selama ini dia selalu memikirkan bagaimana perasaan nya pada kyuhyun. tapi tidak memikirkan bagaimana perasaan hye sun.

Sedangkan yeoja itu? Sebesar apapun perasaan nya pada kyuhyun dia tetap memikirkan persahabatan mereka. ‘dia sama sekali tidak egois!’  batin nya.

Je wo memeluk tubuh hye sun yang bergetar karena menangis.

“kenapa harus takut hem? Kalau kau mencintainya katakanlah pada nya. Aku tidak akan marah… “  ucapnya lembut. Walaupun sebenarnya ia harus menahan mati-matian rasa sakit di hatinya.

Hye sun melepas pelukannya dan menatap je wo.

“t-tapi bagaimana dengan mu?”  je wo tersenyum dan mengacak pelan rambut sahabatnya itu.

“aku? Aku akan tetap menjadi sahabat mu dan kyuhyun! pergi katakan padanya.. aku rasa… dia juga menyukai mu!”  ucapnya miris.

CHO KYUHYUN POV

“hyun-ah!!!!”  hye sun melambaikan tangan nya pada ku dan sedikit berlari kecil ke arah ku. “ayo pulang!”  ajaknya yang sudah menggandeng ku. Aku mengangguk dan tersenyum kemudian menoleh ke belakang memastikan keberadaan yeoja yang sudah membuat ku nyaris gila karena pertanyaan nya kemarin.

“je sudah pulang!”  ujar hye sun yang sepertinya mengerti dengan tatapan ku.

“kyu…”

“hem?”

“ada yang ingin ku katakan!”

Aku menoleh padanya. Saat ini kami sedang berada di sebuah taman di pinggir kota. “apa?”  tanya ku.  Ku lihat dia menghembus kan nafas gusar seperti ragu ingin mengatakannya.

“aku… sepertinya aku menyukai mu..”

Yatuhan?!!! apa lagi ini?! Kemarin shin je wo dan sekarang lee hye sun?

Kenapa mereka berdua bisa menyukai ku seperti ini?

“sun-ah… aku_”

“aku tidak memaksa mu menjawab nya.. karena aku memang hanya ingin mengatakan itu saja pada mu”  ucap nya.

Bisa ku rasakan tubuh yeoja ini gemetar. Dia pasti mengumpulkan semua keberaniannya untuk mengatakan ini pada ku,perlahan ku genggam tangan nya untuk membuatnya tenang.

“aku masih ingin kita bertiga menjadi sahabat. Tapi.. gomawo… karena kau telah menyukai ku..”  ucap ku berusaha menenang kannya.

Dia tersenyum dan cukup membuat ku lega.

“hahhhh pinjam ponsel mu!”  aku mengerutkan dahi bingung.

“untuk apa?” tanyaku takut. Jangan-jangan dia kesal dan ingin membuangnya.

“aku mau menelpon je! Pulsa ku habis…”  aku mendengus pelan dan menyerahkan ponsel ku pada nya.

“memangnya kau ingin mengatakan apa padanya?”

“aku ingin bilang kalau aku sudah mengatakan perasaan ku pada mu!”

Entah kenapa tubuh ku menegang mendengarnya. Yeoja itu?

“je sudah tau?”  tanya ku memastikan.

“eung?”

“dia tau kalau kau menyukai ku?”

“eo! Dia tau… bahkan dia yang menyuruh ku mengatakan itu pada mu!”

SHIN JE WO POV

Aku memandang layar ponsel ku miris.

‘cho kyuhyun calling’

Hye sun sudah mengatakan pada ku kalau dia sudah menyatakan perasaan nya pada namja ini. Walaupun namja ini belum menjawab nya tapi hati ku tetap saja masih sangat sakit.

“yeoboseo?”  ucap ku sewajar mungkin.

“yeoboseo! Sudah tidur?” lihatlah? Hanya dua kata darinya saja sudah membuat hati ku bergetar. Tuhan? Apa aku bisa menahan perasaan ku pada nya?

“je? Kau masih disana?”

“ahhh ne! wae kyu?”

“annio~ hanya ingin menelpon mu saja. Tidak boleh?”

Hei? Kenapa kami jadi saling canggung seperti ini?

Kami masih saja terus saling diam dalam 10 menit terakhir ini. Hanya helaan nafas saja yang terdengar dari nya. Aku tidak tau kenapa aku mendadak menjadi pendiam seperti ini,padahal selama ini kalau dia sudah menelpon ku malam-malam begini aku lah yang paling bersemangat berbicara.

“kalau tidak ada yang mau di bicarakan aku matikan saja ya?”  tanya ku.

“ne? ahh kau sudah mengantuk?  Baiklah…. Aku tutup!”

“hemm”

Aku masih menunggunya menutup sambungan telpon lebih dulu tapi tetap saja dia masih terlihat enggan mematikannya.

“kyu?”

“ne! aku ingin menanyakan sesuatu!”  ucapnya tiba-tiba.

“mwo?”

“apa kau tau kalau hye sun..?”

“ara!”

“dan kau juga yang menyuruhnya untuk mengatakan itu pada ku?”

Aku menutup mata ku kuat agar tidak menangis.

“hem!”

“wae?”

“apanya yang kenapa?”

Bisa kudengar kyuhyun menghela nafas panjang.

“kau! Bukannya kau juga menyukai ku?”

Aku meremas kuat sprei yang ku duduki. Kenapa? Kenapa dia harus mengungkit itu?  “hahahahaha kapan aku bilang kalau aku menyukaimu hem? Eiyy jangan salah paham cho kyuhyun! waktu itu yang aku katakan bagaimana jika aku menyukai mu bukan aku menyukai mu! Kau tidak bisa membedakan mana pertanyaan mana pernyataan ya?”  ujar ku berpura-pura tertawa.

Aku tidak mungkin mengakuinya. Aku tau dia juga menyukai hye sun tapi dia juga tidak ingin menyakitiku.  “arraseo! Jaljayo~”

KLIK!

CHO KYUHYUN POV

“kau berbohong!”

Aku tau dia berbohong. Dia tidak mungkin bercanda saat itu. Yeoja bodoh!  Tapi aku harus bagaimana? Mereka berdua menyukai ku. Jika aku memilih salah satunya lalu bagaimana dengan yang satunya lagi?  Tapi bagaimana dengan perasaan ku?

AUTHOR POV

Setelah kejadian itu hubungan mereka tampak masih baik-baik saja. Mereka masih sering bersama-sama walaupun je sedikit menjaga jarak dengan kyuhyun. namja itu tau kalau je sengaja menjaga jarak dengan nya. Namun untuk saat ini dia sedang tidak ingin membahasnya.

Ini hari terakhir mereka ujian akhir sekolah. Kyuhyun memandang intens wajah hye sun yang sedang berada di depannya. Saat ini mereka berada di belakang sekolah yang cukup sepi.

“kau kenapa? Je dimana?”  tanya kyuhyun. namun yeoja itu tidak menjawab dan lebih memilih menyandarkan dirinya pada sebuah dinding.  “aku tidak tau je dimana. Tapi aku sudah menyuruh nya agar segera  kesini.  Huwaaaa  ujian matematika tadi benar-benar berniat membunuh ku!”  rengek nya.

Kyuhyun tersenyum geli dan mengacak pelan rambut yeoja itu.  “setelah ini kau akan terbebas dari matematika untuk sementara waktu!”  ujarnya.

“lalu kau akan meneruskan sekolah mu dimana?”  hye sun tersenyum polos.

“universitas yang sama dengan mu dan juga je!”  jawabnya semangat.

“lagi?”  tanya kyuhyun.

Hye sun mengangguk semangat.

“aku mana bisa tidak berada di tempat yang dengan mu!”

Tiba-tiba kyuhyun terpikirkan sesuatu yang menyangkut tentang perasaan nya.

Perasaan nya yang selalu membingungkan baginya.

“sun-ah…” panggilnya lembut.

“ne?”  tanya hye sun.

“kemari! Aku ingin memeluk mu!”

Mata hye sun melebar sempurna ketika ucapan itu terlontar dari bibir kyuhyun.

Tanpa di sadarinya namja itu sudah menarik tubuhnya kedalam dekapannya. Membuat degupan jantung nya menggila.

Namun kyuhyun?  ‘tidak ada.. tidak ada desiran aneh saat memeluknya! Itu berarti aku tidak memiliki perasaan khusus pada nya’  batin namja itu.

“lee hye sun!”

“ne?”

“kau memang gadis kecil ku!”

Hye sun melepaskan pelukan kyuhyun dan menggembungkan kedua pipi nya kesal. “berhenti memanggil ku gadis kecil! Aku ini sudah dewasa!”  protesnya.

“hahahaha tapi kau masih terlihat seperti gadis kecil bagi ku!”  kyuhyun terus saja tertawa dan tidak menyadari tatapan aneh hye sun.

Setelah tawanya mereda dia mulai menyadari kalau hye sun tengah menatapnya aneh.  “wae?”  tanya kyuhyun tidak mengerti. Namun bukannya menjawab hye sun malah semakin mendekat kan wajahnya pada kyuhyun.

Dan seperti tidak dapat menghindar. Kini bibir hye sun sudah mendarat sempurna pada bibir kyuhyun dan perlahan hye sun melingkar kan tangannya pada leher kyuhyun hingga membuat namja ini mau tidak mau meletakkan kedua tangannya pada pinggang yeoja itu.

Dan tanpa meraka sadari,sepasang kaki yang gemetar sedang berdiri tegak tidak jauh dari sana. Memandang nanar pada pemandangan di hadapannya.

SHIN JE WO POV

Aku melangkah ringan ke belakang sekolah untuk menemui kyuhyun dan hye sun. sambil sesekali menghirup udara segar yang semakin menambah kegembiraan ku. Hari ini hari terakhir ujian dan sebentar lagi akau akan segera menjadi mahasiswi. “ahh sebaiknya aku meneruskan sekolah dimana? Apa kyuhyun dan hye_”

tidak?  Ini tidak mungkin?

Kaki ku  gemetar seketika saat mata ku menangkap sosok dua orang yang sangat ku kenali sedang berciuman mesra. Kyuhyun dan hye sun? mereka berciuman?

“jadi… mereka sudah berpacaran? Cisshh kenapa masih membohongi ku?”

Aku membalik kan tubuhku dan melangkah pergi. Berusaha menyeret kaki ku yang sudah sangat lemas. Aku terus berjalan hingga menemukan sebuah bangku panjang. Aku duduk disana,mengeluarkan semua tangisan ku.

“wae?! kenapa aku harus menangis? Bukannya seharusnya aku senang? Tapi kenapa disini sakit sekali? Kenapa sangat sakit?”  ku pukul berkali-kali dadaku agar mengurangi rasa sakit nya.

CHO KYUHYUN POV

Aku mendorong paksa tubuh hye sun saat melihat sekilas tubuh je wo di balik dinding di ujung lorang itu. “m-mianhae hyun-ah..”  ujar hye sun.  sebenarnya aku ingin marah. Namun saat ini yang ada di pikiran ku adalaah je!

“gwencanha! Aku pergi dulu sun-ah..”  dengan cepat aku berlari meninggalkannya berusaha mencari yeoja itu. Aku yakin dia melihatnya tadi.

Kaki ku terhenti begitu saja saat menatap sosok yeoja yang menangis terisak di sebuah bangku panjang.  Itu je! Aku berlari menghampirinya dan berdiri tepat di hadapannya. Hingga membuatnya menoleh pada ku.

“kau… menangis?”  tanya ku lirih.

Dia mengusap kasar air matanya dan beranjak pergi.

“je!”  aku mengejarnya dan menahan lengannya.

“lepas cho kyuhyun!”  desis nya tajam.

“dengarkan penjelasan ku dulu!”  ucap ku.

Dia menghempaskan tangan ku dan menatapku dengan linangan air mata di wajahnya.  “kau ingin aku mendengarkan bagaimana nikmatnya kau berciuman dengan hye sun?! tidak perlu cho kyuhyun! aku sudah tau dan sudah melihat nya denga sangat jelas!”  ujarnya terisak.

“annio!  Bukan seperti itu… tadi ak_”

“kenapa harus membohongi ku?! Aku tidak melarang kalau kalian ingin berpacaran. Tapi setidak nya kalian_”

“kami tidak berpacaran!”  potong ku tegas. Yeoja ini kenapa selalu berpikir yang tidak-tidak pada ku?   “tidak berpacaran tapi kau menciumnya?”  ucapnya sinis.

“bukan aku yang mencium nya. Tapi dia yang mencium ku!  Percayalah pada ku. Aku tidak mungkin melakukan itu pada mu..”  bujuk ku.

Dan sepertinya terlihat berhasil karena dia mulai tenang.

Perlahan ku beranikan diri untuk menyentuh wajahnya menghapus air matanya lembut.

“hye sun mencintai mu!”  ujarnya lirih.

“aku tau!”  jawab ku singkat.

“lalu bagaimana dengan mu?”  tanya nya lagi.

“tidak usah membahas itu sekarang! Ayo! Ku antar kau pulang!”

“hye sun?”  tanya nya. Aku menghela nafas gusar dan menarik tangan nya.

“aku sedang ingin pulang berdua dengan mu! Tanpa hye sun!”

Aku terus menggenggam tangannya saat kami berjalan. Seakan tidak ingin membiar kan yeoja ini jauh dari ku. Entah kenapa setiap kali melihatnya marah pada ku. Aku menjadi bingung sendiri,apalagi saat melihatnya menangis seperti tadi.

SHIN JE WO POV

Aku mengaduk malas makanan yang ada di depan ku. Sudah dua minggu aku terus berada di rumah dan tidak menemui siapa-siap termasuk kyuhyun dan hye sun. terlebih kyuhyun!

Setelah kejadian itu dan dia mengantar ku pulang. Dia sama sekali tidak pernah menghubungi ku. Padahal saat itu aku sedikit merasa kalau aku memiliki harapan untuk mendapat kannya.

Namun aku mulai tersadar tentang perasaan hye sun. yeoja itu juga sangat mencintai kyuhyun. apa aku harus bersikap egois?!  Mementingkan perasaan ku dari pada persahabatan ku?

“kau kenapa je? Dari tadi terus melamun?” tanya omma.

“omma!”  kedua orang tuaku menoleh pada ku.

“aku ingin melanjutkan sekolah ku di london!”

AUTHOR POV

Je wo terlihat sibuk mengemasi barang-barang nya. Malam ini dia akan segera berangkat ke london. Sampai sekarang dia tidak memberi tau kyuhyun dan hye sun mengenai keberangkatannya.

“taraaa sudah selesai!!!  Hoh!!! Ini benar-benar melelahkan!”  ujarnya sambil melihat sebuah koper yang cukup besar.  Dia tidak ingin membawa banyak barang ke sana karena tidak mau repot jika disana nanti dia harus mengemasi pakaiannya sendiri.

“je?! Kau mau kemana?”  tanya suara dari depan pintu kamar yeoja itu.

Je menoleh dan mendapati hye sun berdiri shock disana.

“h-hye sun-ah..”  ucapnya gugup. Padahal dia sangat ingin menyembunyikan tentang keberangkatannya pada hye sun dan kyuhyun. tapi tiba-tiba hye sun sudah tau lebih dulu.

Je menelan ludah gugup memandang yeoja yang masih berdiri mematung itu.

“masuk lah…”  ujarnya.  Hye sun menurut,masuk ke dalam kamar je sambil menatap koper itu dengan tatapan bingung.

“mau ku ambilkan minum?”  tanya je.  Hye sun menggeleng.

“kau mau kemana? Kenapa ada koper disini? Dan kenapa selama dua minggu ini kau tidak memberi kabar pada ku dan kyuhyun?”  rentetan pertanyaan itu membuat je harus menahan nafas nya saat mendengarnya.

“yak! Pertanyaan mu banyak sekali… bagaimana bisa aku menjawabnya?”

“jangan bercanda cepat jawab aku!”  bentak hye sun.

Je wo mengehela nafas dan menunduk kan kepalanya.

“aku akan menerus kan sekolah ku di london! Nanti malam jam 9 aku berangkat”  jelas nya masih tidak berani memandang hye sun.

“mwo? London?”  tanya hye sun kaget.  Je mengangguk sambil tersenyum.

“kenapa kau tidak mengatakan pada kami kalau kau akan ke london?! Kau tidak menganggap kami sahabat mu?! Kenapa kau jahat sekali je?!”  bentak hye sun.

Yeoja itu sudah mulai menangis terisak di depan je.

“annio.. bukan begitu! Aku berniat akan memberitau kalian jika aku sudah sampai disana”  ujar je wo. Dia memang berniat akan memberitahu kedua orang itu jika dia sudah sampai di london.

“jadi kau akan memberitau kami jika kau sudah sampai disana dan tidak mengizin kan kami untuk mengantarmu ke bandara sekaligus mengucapkan kata perpisahan? Begitu?”  cecar hye sun histeris. Kali ini isakannya lebih kuat dari sebelumnya sehingga membuat je bingung karena tidak tau harus berbuat apa.

Kedua nya masih sama-sama diam hanya isakan hye sun saja yang masih terdengar.  “aku akan memberitau kyuhyun”  gumam hye sun sambil merogoh ponsel nya di dalam tas.

“andwe!!”  cegah je.

“wae?”  je memalingkan wajahnya ke arah lain berniat menghilangkan kontak matanya pada hye sun.

“jangan beritau dia sampai aku sudah berada di sana”  ucap je lirih.

“kau mencintai kyuhyun kan?”

SHIN JE WO POV

“kau mencintai kyuhyun kan?”  aku menoleh kaget pada hye sun. bagaimana bisa dia tau? Aku sama sekali tidak pernah mengatakan padanya kalau aku mencintai kyuhyun.

“aa-apa yang kau katakan?”  ucapku gugup.

Hye sun memandangku tajam. Selama aku bersahabat dengannya baru kali ini dia menatapku seperti ini.  “aku tau je! Kau mencintai kyuhyun seperti aku mencintainya. Kau pergi ke london karena ingin menjauhinya kan?”

Yatuhan?! bagaimana ini? Apa yang harus kukatakan padanya?

“jangan seperti ini je! Kau ingin membuatku menjadi orang jahat? Karena melihat aku mencintai kyuhyun kau jadi harus pergi dari nya?”  ucapnya terisak.

Bisa kulihat wajahnya yang menggambarkan kesedihan dan ketakutan.

Ck! Lee hye sun.. kau memang sahabat yang aneh.

“kyuhyun juga mencintai mu!”  ucap ku lirih.

Hye sun yang tadi tertunduk menatapku kaget.

“kyuhyun mencintai mu! Aku tau itu. Aku pergi memang karena ingin menjauhinya. Aku ingin menghilangkan perasaan ku padanya dan nanti.. jika aku kembali. Aku ingin perasaan ku padanya sudah sama dengan yang dulu..”

“aku ingin bisa melihat kalian saling berpegangan tangan sambil tersenyum tanpa rasa iri atau pun cemburu. Aku yang tidak ingin menjadi orang jahat hye sun-ah.. aku tidak ingin kyuhyun harus menahan perasaan nya hanya karena ingin menjaga perasaan ku..”  air mata ku lolos begitu saja di hadapan bocah ini.

“tapi bagaimana ka_”

“aku mohon… biarkan aku pergi.. hanya untuk sementara hye sun-ah..”

Hye sun memeluk ke erat  Kami terisak bersama. Terkadang aku sangat membenci diriku yang harus memiliki perasaan pada kyuhyun.

“jaga dirimu disana.. jangan sampai sakit..”  ucapnya disela-sela isakan kami.

“eiyy akulah yang  harusnya mengatakan itu pada mu..” aku melepaskan pelukan kami dan menatap nya lembut.

“jangan pernah menangis lagi.. karena jika sudah menangis kau itu gampang sekali sakit! Katakan pada cho kyuhyun itu dia harus menjaga mu 24 jam!”  perintah ku.  Tapi hye sun hanya tersenyum miris.

“eiyy jangan bersedih seperti itu! Aku akan segera kembali dan saat aku kembali nanti kau pasti akan melihat ku sedang melingkarkan tangan ku pada lengan namja tampan.. aku berjanji!”

LEE HYE SUN POV

‘kyuhyun mencintai mu! Aku tau itu. Aku pergi memang karena ingin menjauhinya. Aku ingin menghilangkan perasaan ku padanya dan nanti.. jika aku kembali. Aku ingin perasaan ku padanya sudah sama dengan yang dulu..’

‘aku ingin bisa melihat kalian saling berpegangan tangan sambil tersenyum tanpa rasa iri atau pun cemburu. Aku yang tidak ingin menjadi orang jahat hye sun-ah.. aku tidak ingin kyuhyun harus menahan perasaan nya hanya karena ingin menjaga perasaan ku..’

Ucapan je terus saja berputar di kepala ku. Kyuhyun mencintai ku? Bahkan aku saja ragu.. karena yang ku lihat je lah yang di cintai kyuhyun.

“sun-ah!!” aku mengangkat kepala ku yang dari tadi terus menatap rumput yang aku pijak dan mendapati kyuhyun berjalan ke arah ku sambil tersenyum.

“ada apa menyuruh ku kesini?”  tanya nya setelah duduk di sampingku.

Aku memang menyuruhnya menemuiku di taman tempat dimana kami biasa bertemu.

“wae??? aku sudah tidak boleh bertemu dengan mu lagi hem?”  ucap ku pura-pura kesal.  “anni… bukan seperti itu! Kenapa kau sensitif sekali”  ucapnya sambil mengacak pelan rambut ku.

Aku tersenyum padanya. Cho kyuhyun! sikap mu terlalu manis pada ku.

“aku ingin jalan-jalan seharian penuh dengan mu! Kajja!!”  ku tarik tangannya agar dan aku melingkarkan tangan ku pada lengannya.

Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menatapku.

“hanya kita?”  tanyanya hati-hati.

Aku mengangguk.

“memangnya kau mengharapkan siapa lagi?”

Dia menggeleng dan tersenyum manis kemudian kembali melanjutkan langkahnya.  Shin je wo! Kau menunggunya kan. Cho kyuhyun?

CHO KYUHYUN POV

Ini sudah jam 8 malam. Aku dan hye sun sudah pergi ke banyak tempat seharian ini,tapi ada yang aneh dari sikapnya. Dia terkesan lebih manja dari biasanya.

Kalau je ikut bersama kami bisa ku pastikan dia akan mengomel sepanjang jalan karena kesal. Ahhh ngomong-ngomong tentang je? Bagaimana kabar yeoja itu saat ini? Sudah beberapa minggu ini dia tidak menghubungi ku sama sekali.

Tidak menelpon mau pun mengirim pesan. Sebenarnya aku bisa saja menelponnya lebih dulu tapi entah kenapa keberanian ku tidak cukup jika sudah mendengar suaranya.

Shin je wo! Kenapa kau selalu sangat mudah membuat perasaan ku berantakan? Kau selalu berhasil membuat aku menjadi namja bodoh! “hahhh sepertinya aku merindukan nya..”

“kau merindukan siapa?”  aku terlonjak kaget saat menyadari hye sun sudah duduk disampingku lagi. Tadi dia pergi ke toilet dan menyuruhku untuk menunggunya. Kami sudah berada di taman ini lagi. Taman dimana tadi siang kami bertemu.

“yakk kau mengagetkan ku!”

“mianhae….”

Kami berdua sama-sama diam sibuk dengan pikiran masing-masing. Setelah kejadian saat hye sun mencium ku kemarin,yeoja itu terus meminta maaf pada ku karena merasa bersalah. Tapi aku sudah mengatakannya kalau aku tidak mempermasalahkan itu.

“hyun-ah…”  panggilnya lirih.

“hem?”  jawab ku masih belum menatap nya.

“bagaimana perasaan mu pada je?”

Tubuhku bagai tersengat listrik saat mendengar pertanyaan itu dari nya.

“apa maksudmu? Perasaan ku pada je?”  tanyaku. Dia mengangguk dan menatapku tajam.

“kau mencintainya kan?”

Mencintainya? Benarkah aku mencintainya?

“saat je menangis karena melihat kita berciuman,kau sangat cemas melihatnya.. kau terlihat bingung membujuknya. Kau tidak pernah seperti itu saat melihatku menangis.. “

“darimana kau tau?”  tanyaku bingung. Setauku saat je menangis hye sun sedang tidak berada di situ.  “aku melihatnya hyun-ah.. kau terlihat hancur saat melihatnya menangis. Kau terus menggenggam tangannya saat membawanya pulang!”

“kau mencintainya kan?”

Aku menghela nafas panjang dan menatapnya tajam.

“sudah pernah kan ku katakan pada mu kalau aku masih ingin kita bertiga bersahabat?”  ucap ku tegas.

“je mencintai mu!”

DEG!

Lagi! Jantung ku berdegup lagi saat mendengar yeoja itu mencintaiku.

“sudahlah.. aku tidak ingin membahas ini! Sampai kapan pun kau aku dan dia akan terus bersahabat. Aku tidak mau kal_”

“kyuhyun mencintai mu! Aku tau itu. Aku pergi memang karena ingin menjauhinya. Aku ingin menghilangkan perasaan ku padanya dan nanti.. jika aku kembali. Aku ingin perasaan ku padanya sudah sama dengan yang dulu..”

“aku ingin bisa melihat kalian saling berpegangan tangan sambil tersenyum tanpa rasa iri atau pun cemburu. Aku yang tidak ingin menjadi orang jahat hye sun-ah.. aku tidak ingin kyuhyun harus menahan perasaan nya hanya karena ingin menjaga perasaan ku..”

Hye sun menatapku nanar. Air matanya mulai menggenang di pelupuk matanya.

“itu yang dikatan nya pada ku tadi siang..”  aku menatapnya bingung. Tadi siang dia bertemu denga je? Lalu apa maksudnya dengan pergi?

“aku tidak mengerti maksud mu sun-ah..”

“je! Dia akan ke london malam ini.. dia akan pergi meninggalkan kita. Dia pergi karena kau hyun-ah…”

SHIN JE WO POV

Aku masih duduk berdiam diri di bangku panjang ini. Pesawat ku akan berangkat sebentar lagi. Aku sengaja menyuruh omma dan appa tidak mengantarku ke bandara karena aku tidak ingin  langkahku semakin berat saat melihat mereka menangis.

Terdengarsuara informasi kalau pesawat ku akan segera berangkat. Aku berdiri dan mengambil nafas panjang kemudian menghembuskannya perlahan. Mata ku masih menatap pintu masuk itu. Entah kenapa aku sangat ingin melihat bocah itu berada disini. Entah untuk mencegah ku pergi atau pun mengucapkan selamat tinggal pada ku.

“dia tidak akan datang! Untuk apa kau masih menunggui nya?”  gumam ku miris. Aku melangkahkan kaki ku pada petugas pemeriksaan untuk memberikan paspor ku namun tiba-tiba sebuah tangan mencengkram lenganku kuat sehingga membuatku berbalik.

“ch-cho kyuhyun?”

“KAU SUDAH GILA?!! PERGI KE LONDON DAN TIDAK MEMBERI KU KABAR?! KAU SAMA SEKALI TIDAK MENGGAP KU ADA SHIN JE WO?”  apa aku harus senang? Bukannya ini seperti drama-drama itu? Akhirnya namja yang dicintai yeoja itu datang mencegahnya pergi…

DUAKKKK

“YAKKK KENAPA KAU MENENDANG KAKI KU??”

Tidak! Ini bukan drama dan dia sudah sangat membuat ku malu.

“kau ingin mempermalukan aku cho kyuhyun?! untuk apa kau berteriak seperti orang gila dan membuat kita menjadi pusat perhatian disini hah!”  ucap ku emosi.  Benar! Ini sangat memalukan…

Tiba-tiba namja ini menyeret ku ke tempat yang lumayan sepi. Mau apa dia?

AUTHOR POV

Kyuhyun masih terus memandang je wo tajam sehingga membuat yeoja itu salah tingkah. Setelah hye sun memberitaunya tentang keberangkatan je wo ke london tadi,namja itu langsung pergi kebandara untuk mencegah yeoja itu pergi.

Kyuhyun baru menyadari bagaimana perasaan nya pada je wo setelah mendengar ucapan hye sun tadi,bagaimana dia terlihat hancur saat yeoja itu menangis karenanya,bagaimana ia merasa sesak saat tiap kali mendengar kalau yeoja itu mencintainya.

Bahkan saat mendengar yeoja itu akan meninggalkan nya karena mengira kalau dia mencintai hye sun,ia merasa sangat takut kehilangan yeoja itu. “aku harus pergi kyu.. pesawat ku akan segera berangkat”  ucap je wo lirih.  Kyuhyun menghela nafas.

“baiklah… aku tidak akan mencegah mu kalau ini memang keputusan mu!”

Je wo mengangkat kepalanya yang dari tadi tertunduk dan menatap kyuhyun nanar.

Bukan ini yang ingin ia dengar. Dia ingin kyuhyun melarangnya pergi dan meminta agar dia tetap berada di sisi namja itu.  “pergi lah..”  ucap kyuhyun lagi.

Je wo tersenyum miris dan mengangguk.

“jaga dirimu!”  ucapnya.

“hemm kau juga!”  jawab kyuhyun.

“jaga hye sun baik-baik”

“itu sudah pasti!”

DEG

Je wo mengepal kuat kedua tangannya. Menahan air matanya agar tidak lolos begitu saja di hadapan namja itu. Ia mencoba tersenyum manis.

“aku pergi..”  je wo pergi melangkahkan kaki nya meninggalkan kyuhyun. berusaha kuat menyeret kakinya yang mulai lemas. Namun langkahnya terhenti siiring tangisan nya pecah begitu saja.

Dia merasa kyuhyun memang tidak menginginkannya,terbukti dari ucapan kyuhyun. dengan mudahnya namja itu membiarkannya pergi.

“kau tidak bisa pergi kan?” je menatap kyuhyun yang sudah berada tepat di depannya.  “bukan urusan mu”  ucapnya terisak.  Kyuhyun tersenyum smirk dan menatapnya lemut. “kau tidak bisa pergi karena kau mencintai ku!”  ucap nya tegas.

Kemudian menarik tubuh je kedalam pelukan nya. Membuat yeoja itu semakin menangis terisak.  “jangan pergi… aku membutuhkan mu!” ucap kyuhyun lembut.

Je wo melepaskan pelukannya dan menggelengkan kepalanya.  “aku harus pergi kyu.. aku tidak bisa melihat mu bersama hye sun.. aku tidak bisa.. “

“aku pergi karena aku ingin melupakan mu! Ingin menghilangkan perasaan ku pada mu agar aku bisa menerima hubungan mu dengan hye_”

Ucapan je wo terhenti begitu saja saat bibir kyuhyun mendarat sempurna pada bibirnya. Melumatnya pelan dan menarik tubuh je wo lebih mendekat padanya.

Membuat yeoja itu sedikit berjinjit menyamakan tubuhnya pada kyuhyun,sedangkan namja itu menarik ke dua tangan je wo agar melingkar pada lehernya.

“apa kau sudah mengerti sekarang?”  tanya kyuhyun saat sudah melepaskan ciuman nya. Je wo yang masih terlihat shock hanya bisa menggeleng polos.

“kalau begitu akan aku ulangi..”

“andwe!!”

Je wo mendorong pelan tubuh kyuhyun yang mulai mendekat.

“kau tidak lihat kalau semua orang sedang memperhatikan kita?”

Kyuhyun terkekeh pelan kemudian mengecup lembut dahi je wo. Membuat pipi yeoja itu bersemu merah. “aku dan hye sun tidak memiliki hubungan apa-apa… mengerti?”  ujar kyuhyun.

“lalu..?”

“ayo pulang!”

Kyuhyun mengambil koper yang ada pada je wo dan menggenggam erat tangan yeoja itu kemudian menariknya keluar.  “t-tapi kyu.. aku harus pergi!”  ucap je wo yang terus mengikuti langkah kyuhyun.

“aku tidak mengijinkan mu pergi! Tetap disini dan jangan penah berniat untuk kabur dari ku.. arraseo?!”  perintah kyuhyun sambil menoleh kesamping.

“omma dan appa pasti memarahi ku jika mereka tau aku tidak jadi pergi kesana… kau tau sudah berapa banyak uang yang mereka keluarkan untuk membeli tiket ini?” ujar je wo sambil merengek pada kyuhyun.

Kyuhyun menghentikan langkahnya ketika sampai pada pintu utama bandara.

“itu masalah mu nona shin! Siapa suruh kau membuat keputusan sesuka hati mu? Jadi masalah itu kau urus saja sendiri!”  ujar kyuhyun pedas.

Je wo menghempaskan genggaman tangan kyuhyun pada tangannya kuat. Menatap tajam pria itu sehingga kini mereka berdua saling bertatapan sengit.  “kau yang menyuruh ku jangan pergi! Tapi kenapa harus aku yang bertanggung jawab sendiri?! Benar-benar keterlaluan… yakk aku akan pergi kalau begitu!!”  ancamnya.

Kyuhyun tersenyum smirk dan menyerahkan koper je wo yang tadi di bawanya.  “baik! Pergilah.. ayo sana pergi… aku tidak akan mencegah mu..!”  ujarnya sambil tersenyum smirk.

Je wo mengerang tertahan melihat sikap kyuhyun yang sesuka hatinya saja. Ia mengambil kopernya dan menyeret kembali koper itu setelah menatap garang pada cho kyuhyun.

Namun lagi-lagi langkahnya tertahan saat suara nyaring milik namja itu terdengar olehnya. “SHIN JE WO!! JIKA KAU BENAR-BENAR PERGI KESANA, AKU BERSUMPAH AKAN SEGERA MENYERETMU KEMBALI PULANG!!!”

Lengkungan indah terukir pada bibir je wo, ia tau jika namja itu sangat tidak ingin melihatnya pergi. Perlahan ia berbalik dan tersenyum smirk. “wae??? tidak bisa jauh dari ku hem? Cho kyuhyun-sshi?”

Kyuhyun mendengus kesal dan tersenyum simpul.

THE END.

Jangan ada yg marahin aku klo ceritanya rada gaje yahhh

Ini bikinnya jg iseng2…. Makanya alurnya gk tau kemana arahnya.

 

Hahahahaha

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: