Don’t Touch My Girl [Squel Our Sweet Birthday]

Gambar

Tittle: Don’t  Touch My Girl

 

Author: Ophiie Ryeosomnia a.k.a Shin Hye kyung Istri syah dan Istri Pertama sekaligus Istri Terakhir dari Kim Ryeowook.

 

FB: DheAjheng Ophy Alanuviracuitcuit

 

Twitter: @ophiie_unyu (Follow yah)XD

 

Cast:

  • Kim Ryeowook Super Junior as Kim Ryeowook
  • DheAjheng Ophy Alanuviracuitcuit as Shin Hye Kyung
  • Jung Il Wo as Jung Il Wo

 

Support Cast:

  • All member SUJU
  • Shin Je Wo as Shin Je Wo
  • Other cast (temukan sendiri)XD

 

Genre: Romance

 

Leght: Chapter

 

Chapter: 1 of?

 

Squel: Our Sweet Birthday

 

Disclaimer: FF ini milik saya, Ryeowook oppa juga milik saya, Don’t Bashing, don’t Plagiat dilarang Copas sembarangan!

 

Soundtrack:

ü Boyfriend – Don’t Touch My Girl

ü Super Junior – Bittersweet

ü Taeyeon SNSD – I Love You

ü Shinee – Love’s Way

 

—–ooOOoo—–

 

Aku pikir aku gila karena merindukanmu

Aku pikir aku punya cukup keinginan untuk melupakanmu

Sulit untuk menghentikan air mataku yang terus keluar

kembali lah seperti yang dulu

 

-Kim Ryeowook-

 

 

 

Don’t Touch My Girl

 

Chap 1

 

Ryeowook POV~

 

Untuk kesekian kalinya aku menatap kesal kearah jam tangan yang terpasang manis di pergelangan tangan kiriku. Sudah sejak setengah jam yang lalu aku duduk di bangku taman ini, menunggu seseorang yang tak kunjung datang, memakai masker menutupi mulut dan hidungku, kaca mata hitam tak lupa menempel di depan mataku, dan sebuah topi melekat di kepalaku, aku seperti teroris. Berkali-kali aku mengangkat ponselku berharap seseorang menghubungiku dari ujung sana “huaa Shin Hye Kyung, sedang apa sebenarnya dirimu”. Aku merutuki diriku sendiri yang enggan beranjak dari tempat ini entah kenapa aku begitu yakin dia akan datang walaupun terlambat, akhir-akhir ini dia memang sangat sibuk, terlebih setelah acara MAMA di Singapure dia memang naik jabatan dan itu membuatnya begitu sibuk, berbanding terbalik dengan keadaanku saat ini yang mempunyai banyak jadwal kosong.

“Mianhae oppa”. Aku mengangkat wajahku menatap seorang yeoja yang tengah mengatur nafasnya didepanku, dia membungkukkan badannya membuat tangan mungilnya menyentuh kedua lututnya, sepertinya dia berlari kemari.

“kau kenapa?”. Aku masih duduk ditempatku berniat marah padanya.

“aku ada rapat mendadak, jadi….“.

“arasheo”. Potongku cepat, aku tahu apa yang akan dikatakannya setelah ini.

“jeongmal mianhaeyo oppa”. Dia duduk disampingku menyandarkan badannya pada bangku taman yang kami duduki. “lagi pula tidak biasanya oppa mengajak bertemu saat jam makan siang seperti ini”. Ucapnya masih dengan nafas yang belum teratur.

“eumm Igo~”. Aku mengulurkan tanganku menyerahkan sebungkus plastik putih kehadapannya.

“Igo Mwoya?”. Dia menatapku bingung lalu menatap kebungkusan dihadapannya.

“makan siang untukmu”. Ucapku sedikit tersipu, aissh aku memang tidak pernah membuatkannya makan siang sebelum ini.

“ne?”. Dia terlihat kaget namun segera menerimanya. “apa oppa baik-baik saja?”. Dia melettakn punggung tangannya di keningku.

“yak, apa yang kau lakukan”. Aku segera mengambil tangannya dari keningku.

“aissh aku hanya memastikan oppa baik-baik saja, aku fikir oppa sakit karena itu memberiku makan siang”. Ucapnya tanpa dosa.

“yak, apa maksudmu”. Dia terkekeh pelan melihat raut wajahku mungkin?.

“annia”. Ucapnya sambil memakan masakanku.

Aku mendengus kesal padanya. Entahlah, setelah kejadian saat Ulang tahunnya aku merasa perlu menjaganya dengan EXTRA, bukan hanya karena ingin mengembalikan kepercayaannya padaku, melainkan juga karena rasa takutku akan kehilangannya, aku tidak bisa kehilangannya, dan mungkin tidak akan pernah bisa kehilangannya.

“oppa”. Aku mengerjapkan mataku sekali saat tangannya mengibas pelan didepan wajahku. “kenapa melamun?”.

“anni”. Aku tersenyum memandangnya, aku selalu merindukan saat-saat seperti ini, “lanjutkan makanmu, ppaliwa”.

“eum”. Dia mengangguk semangat, ck, dia terlihat seperti tidak pernah makan, dengan lahapnya memakan masakanku, aku senang bisa bersamanya seperti sekarang, entah kapan terakhir kali aku dan dia berkencan, menikmati makan siang seperti ini.

—00—

“kau pulang jam berapa?”. Tanyaku saat kami sudah berada didepan kantornya.

“jam 5 waeo?”.

“aku akan menjemputmu”.

“tidak perlu, Je Wo eonnie bilang akan menjemputku, jadi oppa tidak perlu menjemputku”. Jawabnya sambil melepas sabuk pengamannya.

“jadi kau lebih memilih pulang bersama eonniemu daripada namjachingumu?”. Ucapku sedikit kesal padanya, apa dia tidak tahu kalau aku masih ingin bersamanya.

“annia, bukan begitu maksudku oppa, aku sudah berjanji pada Je Wo eonnie, jadi…”.

“arasheo”. Aku memotong perkatannya.

“mianhae, aku masuk ke kantor dulu, oppa hati-hati”. Aku mengangguk tanpa menatapnya, pintu mobil terbuka lalu tertutup kembali.

“Chagi”. Ucapku dari dalam mobilku membuka sedikit kaca agar dia bisa melihatku. Hye Kyung memutar tubuhnya yang sudah berjalan beberapa meter dari mobilku. “Saranghae”. Dia tersenyum dan berbicara pelan ke arahku, aku tidak bisa mendengarnya tapi aku masih bisa membaca gerak bibinya sepertinya dia mengucapkan “nado”.

Ryeowook PoV~ End

 

Author Pov~

 

Hye Kyung baru saja keluar dari gedung kantornya saat mobil Je Wo melintas dihadapannya.

“Ppaliwa, kita sudah terlambat”. Ucap Je Wo membuka pintu untuk Hye Kyung.

“memangnya kita akan kemana eonnie”. Hye Kyung duduk di samping kemudi Je Wo dan memasang sabuk pengaman.

“ke gedung Star K Entertainment”. Jawab Je Wo tanpa mengalihkan pandangannya dan semakin memacu kencang mobilnya.

“mwo? Mau apa kita kesana?”.

“aissh, tidak perlu banyak bertanya”. Hye Kyung seketika menutup mulutnya untuk tidak mengeluarkan sepatah katapun, sebenarnya dia masih bingung dan masih bertanya-tanya untuk apa Je Wo ingin mengajaknya ke gedung Star K Entertainment.

Star K Entertainment adalah salah satu Agensi yang sudah memunculkan beberapa artis papan atas Korea, dan Je Wo bekerja di bawah naungan Agensi itu.

Mobil Je wo menepi didepan gedung yang cukup megah, dia segera menarik tangan Hye Kyung mengikutinya masuk ke gedung tersebut dan berhenti didepan sebuah pintu. Je Wo mengetuknya pelan tak lama terdengar suara seseorang dari dalam yang menyuruh mereka masuk.

Hye Kyung dan Je Wo masuk ke dalam sebuah ruangan yang cukup membuat Hye Kyung tercengang, pasalnya ruangan yang cukup besar itu dipenuhi semua aksen kayu yang cukup membuat eksotik dan indah.

“annyeonghaseyong direktur Mae”. Je Wo membungkukkan badannya didepan sebuah laki-laki paruh baya yang tengah tersenyum ramah di hadapannya dan Hye Kyung.

“ah, Shin Je Wo, apa ini orangnya?”. Seseorang yang di panggil Direktur itu menatap Hye Kyung dari ujung rambut sampai ujung kakinya, Hye Kyung sedikit risih mendapat tatapan dari orang dihadapannya.

“ne, Direktur, dia Shin Hye Kyung, saudara sepupuku”. Ucap Je Wo tersenyum pada Direktur Mae.

“apa dia cukup berpengalaman?”.

“eumm”. Je Wo mengangguk mantap, sedangkan Hye Kyung sejak tadi terus memutar otaknya mencari jawaban atas apa yang ada dalam pikirannya sendiri ‘apa yang akan dilakukan Je Wo eonnie’ pikirnya tak henti.

“sebelumnya apa pekerjaanmu?”. Tanya Direktur Mae menatap Hye Kyung yang kini tengah duduk didepannya.

“pegawai di salah satu stasiun TV swasta”. Ujar Hye Kyung tanpa memandang orang dihadapannya itu.

“gaere, kalau kau memang yakin pada yeoja ini, kontraknya akan segera ku persiapkan”. Direktur Mae pergi ke depan mejanya menulis sesuatu.

“apa yang sedang eonnie rencanakan?”. Bisik Hye Kyung di telinga Je Wo, namun yeoja itu tak bergeming, dan tidak mengeluarkan sepatah katapun pada Hye Kyung.

“tanda tangan disini”. Ucap Direktur itu menyerahkan sebuah kertas dihadpan Hye Kyung.

“cepat tanda tangani”. Bisik Je Wo dengan sedikit penekanan di kata-katanya, melihat Hye Kyung hanya berdiam tanpa meraih bulpoint dan kertas dihadapannya.

“tapi untuk apa?”. Tanya Hye Kyung sedikit berbisik.

“jangan banyak bertanya, cepat lakukan”. Kini nada Je Wo lebih menekan dan seolah itu perintah.

Hye Kyung meraih pelan bulpoint dihadapannya, dengan masih cukup keraguan dia menggoreskannya di sebuah kertas yang telah tersedia sebuah materai.

“selamat bergabung manajer Shin”. Ucap Direktur mae saat Hye Kyung telah selesai menanda tangani kertas dihadapannya lalu mengulurkan tangannya didepan Hye Kyung.

“manajer Shin? Maksud anda?”. Hye Kyung tidak menerima uluran tangan direktur Mae, dia malah menatap heran ke arah direktur Mae dan Je Wo bergantian.

“Kau baru saja menandatangani perjanjian kerja sebagai manajer baru dari Shin Je Wo”. Jawab Direktur Mae dengan senyum yang sejak tadi tidak berhenti menghiasi wajahnya yang terlihat sangat ramah.

“mwo? Tapi aku sudah mempunyai pekerjaan”. Ucap Hye Kyung masih belum bisa mengerti.

“aku sudah menyiapkan ini”. Direktur Mae memperlihatkan sebuah kertas di hadapan Hye Kyung. “ini surat Rekomendasi dariku, atasanmu pasti akan mengerti jika mendapatkan surat ini dariku, jadi tidak perlu khawatir, kau hanya perlu mengurusi Je Wo sebagai artismu saat ini”. Direktur Mae beranjak dudk di kursi kebesarannya.

—00—

“apa maksudnya eonnie”. Tanya Hye Kyung saat keluar dari ruangan direktur Mae. Je Wo hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan dongsaengnya itu. “Yak! Je Wo eonnie katakan padaku”. Hye Kyung menahan langkah Je Wo dan menarik lengannya membuat Je Wo berhenti dan memandang Hye Kyung Kesal.

“Aisshh kau ini, apa penjelasan direktur Mae kurang masuk dalam otakmu eo?”. Ujar Je Wo mendengus kesal.

“ne, sangat kurang”. Hye Kyung menjawab dengan nada yang sama kesalnya dengan Je Wo. “kenapa eonnie melakukan ini? Mengambil keputusan tanpa bertanya dulu padaku, aku tidak bisa menjadi manajermu, aku mencintai pekerjaanku saat ini, lagipula memangnya kemana manajer eonnie”.

“dia kabur membawa uangku, menyebalkan sekali”. Je Wo memanyunkan kesal bibirnya mengingat manajernya yang dulu kabur membawa uangnya dalam jumlah yang cukup banyak.

“Jinjja? Kenapa aku tidak tahu?”. Jawab Hye Kyung kaget, pasalnya Je Wo memang tidak pernah menceritakan maslah itu pada Hye Kyung.

“bagaimana aku bisa menceritakannya kalau kau sendiri sedang sibuk pada namjachingumu Kim Ryeowook itu”. Hye Kyung memandang Je Wo sendu. Lalu memeluk yeoja itu.

“mianhae eonni, jeongmal mianhaeyo, aku sangat egois kah? Tidak memperhatikanmu akhir-akhir ini, sampai masalah seperti ini-pun aku tidak tahu? Jeongmal Mianhae”. Hye Kyung merasa sangat bersalah, selama ini Je Wo lah yang selalu membantunya dan dia sudah menganggap Je Wo sebagai eonnie nya sendiri, semenjak orangtuanya meninggal 10 tahun yang lalu, Hye Kyung memang tinggal bersama Keluarga Je Wo.

“yak! Jangan menangis, kenapa kau cengeng sekali eo?, aku tidak apa-apa, dia sudah di proses dipengadilan”. Je Wo mengusap pelan ujung kepala Hye Kyung, baginya Hye Kyung bukan hanya sekedar sepupu, semenjak Hye Kyung menjadi seorang yatim piatu, Je Wo dan keluarganya sudah menganggap Hye Kyung sebagai bagian dari mereka, tidak ada perbedaan sikap dari orang tua Je Wo pada Hye Kyung, mereka menganggap Hye Kyung sebagai anak mereka, sama seperti Je Wo. “kajja kita pulang, kita harus merayakan ini”. Ucap Je Wo semangat.

Author PoV~ End

 

Hye Kyung PoV~

 

Aku dan Je Wo eonnie merayakan bergabungnya diriku dengan Agensi Je Wo eonnie Star K Entertainment, sebenarnya aku ingin menolak, tapi setelah mendengar alasan Je Wo eonnie yang baru saja tertipu oleh manajernya, aku jadi tidak tega padanya, bagaimanapun, aku berhutang budi padanya. Pukul 9 malam mobil menepi masuk ke tempat parkir di apartemen kami.

“bukankah itu Ryeowook oppa”. Je Wo eonnie menunjuk seseorang yang tengah berdiri tepat di hadapan pintu apartement kami.

Ryeowook oppa? Sedang apa dia disini?. Terlihat dia menekuk wajahnya saat melihat ku dan Je Wo eonnie dihadapannya.

“eo, sedang apa kau disini?”. Ucap Je Wo eonnie sinis kepada Ryeowook oppa. Memang semenjak kejadian beberapa minggu yang lalu, tepatnya setelah Ryeowook oppa menamparku, Je Wo eonnie seolah tidak rela aku menjalin hubungan dengan Ryeowook, bahkan tak jarang dia menyuruhku untuk memutuskan Ryeowook oppa.

“dari mana saja kalian? Kenapa baru pulang?, kau tahu aku berdiri disini dari jam 5 sore, dan kenapa ponselmu mati?”. Ryeowook oppa sama sekali tidak menghiraukan Je Wo eonnie, dia malah menatap tajam ke arahku dengan tatapan yang sepertinya sangat menahan marah.

“siapa pula yang menyuruhmu menunggu kami”. Je Wo eonnie mendahuluiku berbicara, dia segera memencet tombol yang ada disamping pintu apartemen.

Ryeowook oppa menatap sekilas Je Wo eonnie lalu menggandeng tanganku menjauh.

“yak! Mau kau bawa kemana dongsaengku”. Teriak Je Wo eonnie dari ambang pintu apartemen kami.

“jangan banyak bicara, sebaiknya kau telpon saja Siwon hyung, jangan sampai dia benar-benar jatuh cinta pada Agnes Monica”. Ujar Ryeowook oppa membawaku masuk kedalam Lift, aku yakin Je Wo eonnie sedang bersungut kesal di sekarang.

“kita akan kemana oppa? Ini sudah malam, aku lelah”. Ujarku melepaskan cengkeramannya.

“kau pikir aku tidak lelah menunggumu sejak jam 5 sore? Sampai aku melewatkan makan malamku”.

“tumben sekali oppa menungguku? Ada apa?”. Sikapnya hari ini benar-benar aneh, tadi siang dia membawakanku makan siang, sangat berbeda dari beberapa bulan yang lalu.

“aiissh kau ini, aku perhatian salah, aku tidak perhatian apalagi, terus akunya mesti gimana?” *Aissh oppa, itu kata-kataku*XD.

“Arasheo, terserah oppa saja”. Akhirnya aku mengalah untuk tidak berdebat dengannya, percuma saja, ujung-ujungnya tetap saja aku yang mengalah.

—00—

Aku memangku wajahku dengan kedua tanganku, menatap Ryeowook oppa yang tengah melahap makanan didepannya dengan sangat lahap.

“kau tidak makan?”. Tanya-nya padaku yang tengah asik memandanginya, aku menggeleng. “wae?”.

“aku sudah makan”. Aku memang sudah makan bersama Je Wo eonnie. “oppa”.

“hmm”.

“mulai besok, aku menjadi manajer Je Wo eonnie”.

“uhuk uhuk uhuk uhuk”. Ryeowook oppa sepertinya kaget mendengar pernyataanku, sampai tersedak, aku segera memberinya air minum.

“igo”. Dia terlihat mengusap dadanya setelah meminum air yang aku sodorkan. “pelan-pelan oppa”.

“apa tadi aku tidak salah mendengar? Kau bilang akan menjadi manajer Shin Je Wo?”. Dia menatapku penuh tanda tanya.

“ne”. Jawabku sambil mengangguk mantap.

“memangnya kenapa dengan manajernya?”.

“kabur membawa uang Je Wo eonnie, kasihan dia”. Aku teringat cerita Je Wo eonnie tentang manajernya, sangat tidak tahu diri.

“Jinjja? Bagaimana mungkin bisa seperti itu?”. Tanya Ryeowook oppa tidak percaya. Aku mengedikkan bahuku tanda aku-pun tak mengerti.

“sebenarnya aku tidak ingin kau masuk dunia hiburan”. Ucapnya pelan lalu meminum teh hangat yang tadi dipesannya.

Aku tidak mengerti dengan kata-katanya, tidak menginginkanku masuk dunia hiburan? “aku hanya akan menjadi seorang manajer oppa, bukan menjadi artis, aaah aku tahu, pasti kau takut bersaing denganku bukan? Hahahaha”.

“annia, aku serius Hye Kyung-a”. Aku menaikkan 1 alisku dan menatapnya yang kini tengah menatapku serius. “aku takut, kau meninggalkanku”. Ucapnya seketika membuat perutku serasa terkoyak dan tak lama tawa kupun pecah, Aigo~ kenapa dia bisa berfikiran seperti itu?. “yak! Kenapa kau tertawa eo, aissh sudahlah lupakan”. Aku berhenti tertawa dan kembali menatapnya serius, 2 bola matanya benar-benar menunjukan raut kesedihan, aku jadi tidak tega untuk menggodanya kembali.

“kau marah?”. Tanyaku seketika membuat wajahnya kembali masam.

“menurutmu?”. Jawaban singkat padat dan tidak jelas keluar dari mulutnya, jawaban yang sangat ku benci, bukankah aku sedang bertanya, kenapa dia malah bertanya balik?.

—00—

Aku duduk didepan sebuah ruangan yang baru kemarin aku masuki, yah, saat ini aku tengah berada di kantor Star K Entertainment, aku dan Je Wo eonnie akan menghadap Direktur Mae untuk membicarakan tentang Proyek drama yang akan menjadi debut pertama Je Wo eonnie.

Sesekali aku tersenyum pada beberapa orang yang berlalu lalang di hadapanku, Je Wo eonnie baru saja pergi ke Toilet dan kini aku duduk sendiri.

“Annyeong”. Ucap seseorang dari sampingku, seorang namja tengah tersenyum memperlihatkan senyum maut(?) nya dihadapanku, akh, pantas saja namja ini mendapat julukan “MR. Killer”, senyumnya sesaat memang membuatku terpana dan terlepas dari semua pikiranku. “Kau Traine baru disini?”. Ucap namja itu membuatku tersadar dan langsung menunduk, malu dan tentu saja menyembunyikan semburat merah yang aku yakini sudah bersarang dikedua pipiku.

“anni, aku manajer baru Je Wo eonnie”. Ucapku masih menunduk.

“shin Je Wo maksudmu?”. Tanya namja itu dan aku mengangguk sekilas. “Jung Il Wo Imnida”. Namja didepanku ini mengulurkan tangannya ke arahku, membuatku mengangkat wajahku memandangnya, aku tahu dia Jung Il Wo, salah satu artis dari Agensi ini, selama ini aku hanya melihatnya di layar TV, ternyata dalam kenyataannya dia lebih tampan. Yak Shin Hye Kyung, apa yang sedang kau fikirkan?’ aku segera menepis semua fikiran yang tiba-tiba menghantui otakku. “halaaaooo”. Aku tersadar saat sebuah tangan mengibas-ibas didepan wajahku.

“ah, naneun Shin Hye Kyung Imnida, Bangapseumnida”. Aku mengangguk menerima uluran tangannya.

“Hye Kyung”. Je Wo eonnie muncul (?) dari balik tembok di depanku, matanya sedikit terlihat kaget saat melihat Jung Il Wo ada di depanku.

“annyeong Je Wo~shi”. Il Wo oppa membungkuk kepada Je Wo eonnie, begitupun sebaliknya. “kajja, direktur sudah menunggu kita”. Ucap Il Wo oppa berjalan mendahuluiku da Je Wo eonnie.

“eiyy, tadi kau sedang apa bersamanya?”. Je Wo eonnie menyikut pelan lenganku sambil tersenyum evil.

“annia, kami hanya berkenalan”. ucapku jujur, dia mengerlingkan matanya dan berbisik tepat ditelingaku.

“Selama aku berada disini, dia tidak pernah menyapaku kau tau? hmm mencurigakan sekali”. bisik Je Wo eonnie membuatku sedikit tidak mengerti dengan apa yang dibicarakannya, dia melenggang masuk kedalam ruangan direktur Mae sebelum aku berbicara cukup jauh. ‘menyebalkan’ dengusku dan mengikuti Je Wo eonnie masuk ke ruangan direktur Mae.

Direktur Mae tengah berbicang dengan Il Wo oppa saat aku masuk. “Il Wo, apa kau sudah mengenalnya?”. tanya Direktur saat melihatku masuk.

“ne. Namanya Shin Hye Kyung bukan? manajer baru Shin Je Wo?”. jawab nya sambil tersenyum ke arahku, benar-benar senyum yang indah. -_-

“gaere, jadi kita langsung saja membicarakan tentang drama yang akan di perankan oleh kau dan Je Wo, syuting perdana besok di Jeju”.

“mwo? Jeju?”. ucapku seketika, membuat direktur menatapku aneh.

“ne, waeyo?”.

“apa aku harus ikut?”.

“tentu saja, kau kan manajernya Je Wo”. jawab Il Wo oppa membuatku menatap Je Wo eonnie, aku menatapnya dengan tatapan memohon berusaha mengatakan ‘jebal jangan ajak aku eonnie’ aku tidak bisa kesana, hanya mendengar namanya saja membuat darah dalam peredaranku sedikit mendidih, apa lagi harus kesana? ketempat keramat yang sudah bertahun-tahun aku hindari, aku tidak ingin kesana, ku mohon eonnie, bantu aku.

.

.

To Be Continued

haii haii haii *bawa ddangko* saiia datang dengan FF baru :P, seperti janji saya sebelumnya, saya akan membuat squel FF Our Sweet Birthday, dan ini dia Squel nya…… huaaa mian kalo agak gaje, atau bahkan sangat gaje, *plak! sebenernya agak gg yakin mau post ini FF, kenapa? karena saiia sendiri tidak mendapat Feel. Aisshh sangat menjengkelkan membuat FF ini, dimana kedua suami Author (red: Ryeowook & Jung Il Wo) harus beradu akting memperebutkan Author, siapa yang akan Author pilih? *Dilema* :Dya sudah dari pada berlama-lama ngoceh, mending langsung Coment ajah^^, buat yang baca atau gg sengaja baca wajib RCL, kalo baca tapi engga RCL aku anggep penggemar rahasia ku! XD

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: